Ekonomi
( 40554 )Emiten Properti Menanti Pemotongan Bunga
Meski bunga tinggi membayangi, bisnis properti masih melaju. Terlihat dari pendapatan prapenjualan alias marketing sales dari beberapa emiten properti. Misalnya PT Metropolitan Land Tbk (MTLA). Emiten ini mencatatkan marketing sales sebesar Rp 537 miliar hingga April 2024. "Dari pencapaian itu, recurring income yang terdiri dari mal, hotel, dan lainnya senilai Rp 176 miliar. Ini setara 9,3% dari target tahun 2024 sebesar Rp 1,9 triliun," ujar Direktur MTLA Olivia Surodjo kepada KONTAN, belum lama ini. Sedangkan emiten properti lain sudah merilis marketing sales per kuartalan. Seperti PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mencatat pendapatan prapenjualan sebesar Rp 809 miliar pada kuartal I 2024. SMRA menargetkan marketing sales sebesar Rp 5 triliun di tahun 2024. Berikutnya PT Ciputra Development Tbk (CTRA) mencetak marketing sales mencapai 30% dari target tahun 2024 sebesar Rp 11,1 triliun. Realisasi ini melampaui rata-rata historis dalam lima tahun terakhir yang ada di level 24% pada periode kuartal pertama.
Lalu PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) mencatatkan marketing sales Rp 385 miliar di kuartal I-2024. Adapun PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) membukukan prapenjualan Rp 2,22 triliun per Maret 2024. Ini sekitar 23% dari target BSDE tahun ini sebesar Rp 9,5 triliun. Naik 3% dibandingkan periode serupa tahun 2023 sebesar Rp 2,15 triliun. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama melihat, hasil positif tersebut tidak terlepas dari penerapan kebijakan PPN ditanggung pemerintah (DTP). Selain itu, masih ada potensi penerapan kebijakan pelonggaran moneter oleh sejumlah bank sentral di dunia. Dengan potensi besar pelonggaran kebijakan moneter, kinerja emiten properti punya prospek yang cukup cerah di sepanjang tahun 2024. Apalagi sebagian pembayaran properti menggunakan skema kredit. Pengamat Pasar Modal dan Founder WH-Project William Hartanto melihat, pergerakan saham BSDE berada di level support Rp 945 per saham dan resistance Rp 1.020 per saham. William merekomendasikan beli BSDE target di Rp 1.020 per saham. Equity Analyst Kanaka Hita Solvera, William Wibowo melihat, pergerakan saham MTLA berada di level support Rp 342 dan resistance Rp 430 per saham. William merekomendasikan speculative buy MTLA dengan target Rp 430.
Obligasi Domestik Masih Lebih Menarik
Meski tren dana asing masih mengalir ke luar, surat utang Indonesia tak kalah menarik jika dibanding surat utang negara tetangga. Imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) diyakini akan semakin pulih seiring perekonomian domestik yang relatif stabil. Head Of Fixed Income Research, PT Sinarmas Sekuritas, Aryo Perbongso, mengatakan yield surat utang 10 tahun Indonesia berada di posisi 6,93% per 16 Mei 2024. Sedangkan, real yield Indonesia berada di posisi 3,98%, hasil dari selisih besaran suku bunga dan inflasi. Aryo berujar, posisi imbal hasil surat utang Indonesia sebenarnya masih cukup kompetitif. Besaran real yield Indonesia terpantau masih tertinggi kelima di antara negara emerging market. Sinarmas Sekuritas memperkirakan, akhir tahun nanti yield obligasi pemerintah 10 tahun bisa mencapai level 6,65%. Sementara real yield diperkirakan capai 6,72%.
Menurut Aryo, surat utang berdurasi pendek mungkin lebih direkomendasikan untuk saat ini karena memperkirakan yield akan terus turun ke depan. Hal itu mengingat ekspektasi batas atas utang Amerika Serikat AS) akan diperbarui pada Januari 2025. Kemudian, pengeluaran AS akan normal usai pemilu November 2024. "Situasi itu akan melemahkan ekonomi AS dan bisa membuat pemangkasan suku bunga Fed," jelasnya. Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas, Ramdhan Ario Maruton menilai yield masih cukup stabil di level 6,8% dalam sepekan ini. Potensi arus inflow dana asing masih cukup besar ke depan. Yield atau imbal hasil surat utang Indonesia lebih menarik dibandingkan negara lain seperti Singapura ataupun Malaysia. Ramdhan melihat kemungkinan lelang Surat Utang Negara (SUN) diperkirakan kembali semarak dimeriahkan oleh investor asing. "Lelang SUN masih berada di atas target indikatif pemerintah," tutur Ramdhan, Rabu (22/5).
Bunga Tinggi, Bank Kecil Jaga Likuiditas
Kondisi likuiditas bank-bank kecil yang masuk dalam kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) I dan KBMI II masih terjaga baik, meskipun tren suku bunga mengalami kenaikan. Kondisi ini membuat bank melakukan ekspansi bisnis secara memadai. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, terjaganya likuiditas bank KBMI I dan II tercermin dari sejumlah indikator. Ia bilang, rasio alat likuid terhadap non core deposit (AL/NCD) tercatat di level 27,18% per Maret 2024, masih jauh di atas threshold 10%. Sedangkan rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK) berada di level 121,05%. "Jadi jika melihat rasio tersebut, terlihat kondisi likuiditas bank-bank kecil utamanya KBMI I dan II secara umum masih sangat baik," kata Dian, belum lama ini.Walau masih aman, likuiditas sebetulnya cenderung turun.
Menurut data Bank Indonesia (BI), rasio AL/DPK per April ada di level 25,62%. Bank Mega Syariah dari jajaran KBMI I salah satu yang masih mencatat likuiditas aman. Per April 2024, DPK bank ini tumbuh 4,92% dari akhir 2023. Pertumbuhan didorong kenaikan dana murah sebesar 5,5%. Alhasil, rasio dana murah berada di level 31,08%, naik dari 30,9% pada Desember 2023. Corporate Secretary Division Head Bank Mega Syariah Hanie Dewita menyebut, untuk menjaga likuditas, pihaknya meningkatkan pangsa pasar segmen ritel, serta mengoptimalkan saluran digital dan omni channel. Bank Oke Indonesia juga mengklaim masih bisa mengamankan likuditasnya. Direktur Kepatuhan DNAR Efdinal Alamsyah mengatakan, DPK bank ini per April memang turun 5% dari akhir tahun lalu. Namun, kata dia, penurunan disebabkan karena kreditnya baru tumbuh 2%.
Rasio Kredit Macet BRI Finance Turun di 1,66%
China Sukses Paksa Nasabah Berinvestasi
Upaya China meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan mengurangi daya tarik simpanan bank berhasil mendorong eksodus uang tunai dalam jumlah besar. Dana tersebut sebagian besar disalurkan ke obligasi dan produk wealth management. Total simpanan di China pada April 2024 turun 1,3%, mencapai 3,9 triliun yuan, setara sekitar Rp 8.630 triliun. Ini karena investor mencari keuntungan yang lebih tinggi di tempat lain. Tingkat suku bunga simpanan memang tidak menarik untuk memarkir uang tunai di bank. Bunga deposito satu tahun di bank-bank terbesar China hanya 1,45%, atau berada di rekor terendah. Menurut data Bloomberg, aliran dana yang masuk di bursa obligasi China juga bertambah sebesar US$ 428 juta di bulan yang sama. Angka tersebut menjadi rekor sejak Desember 2023.
Meski begitu, aliran dana ke aset berisiko tersebut belum menghasilkan lonjakan belanja konsumen atau investasi saham. "Berbagai faktor, termasuk berakhirnya pinjaman arbitrase, telah mendorong realokasi simpanan, dan diperkirakan akan terus berlanjut," kata Ming Ming, Kepala Ekonom Citic Securities Co, seperti dikutip Bloomberg. Dia menyebut, kini masyarakat menarik tabungan mereka untuk dibelanjakan dan berinvestasi. Permintaan investor ritel pada obligasi spesial tahap pertama pemerintah China ikut mendorong harga surat berharga ini naik 25% pada debutnya di minggu ini. Pada saat sama, imbal hasil obligasi satu tahun turun ke posisi terendah sejak pertengahan 2020.
SELEKSI KETAT SAHAM BERKUALITAS
Dinamika pasar yang bergerak makin cepat menjadi momentum bagi Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan pembenahan melalui seleksi ketat saham-saham berkualitas demi menarik minat investor. Sebagai gambaran, berdasarkan data Bloomberg, kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) hingga perdagangan terakhir masih terkoreksi tipis 0,69% sepanjang 2024 dengan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) sebesar Rp12,16 triliun. Di tengah kondisi itu, BEI tercatat mengeluarkan 98 peringatan aktivitas tak wajar (unusual market activity/UMA) sehingga diperlukan perdagangan efek yang teratur, wajar, dan efi sien. Dalam aturan barunya, Bursa menerapkan ketentuan seperti catatan performa keuangan dari sisi ekuitas positif, filter dari sisi likuiditas yang tecermin pada nilai kapitalisasi pasar dan porsi saham publik atau free float hingga kinerja tanpa rugi bersih selama 2 tahun berturut-turut yang berlaku pada Mei 2025. Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi mengatakan, alat seleksi saham papan utama ini sudah memberikan investor informasi untuk mendapatkan saham yang lebih berkualitas.
Emiten di papan utama, misalnya, tidak boleh memiliki ekuitas negatif sehingga investor mendapatkan saham berkualitas dari sisi ekuitas. Lebih lanjut Audi menyatakan, langkah BEI untuk memasukkan 10 emiten penghuni papan utama yang lolos seleksi langsung mendapatkan perhatian dari investor. Bisnis mencatat 10 emiten penghuni baru papan utama a.l. yakni PT Bank Capital Indonesia Tbk. (BACA), PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk. (BDKR), dan PT Habco Trans Maritima Tbk. (HATM). "Selain itu, dari emiten yang turun ke papan pengembangan beberapa yang masih rutin membagikan dividen, sehingga masih dapat diperhatikan meski untuk momen tertentu saja seperti BNLI (PT Bank Permata Tbk.), HMSP (PT H.M. Sampoerna Tbk.), dan ADMF (PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk.)," katanya.
Angin segar dari kebijakan BEI ini dirasakan oleh PT Trans Power Marine Tbk. Direktur Trans Power Marine Rudi Sutiono menyatakan, sebagai penghuni baru papan utama, perusahaan seperti mendapatkan suntikan tenaga untuk mengakselerasi misi ekspansi. Terpisah, Community & Retail Equity Analyst Lead Indo Premier Sekuritas Angga Septianus justru menyatakan, penambahan ketentuan seleksi saham bukanlah satu-satunya pertimbangan memilih saham.
Pengamat Pasar Modal & Founder WH-Project William Hartanto justru menilai, pada dasarnya kinerja fundamental emiten masih menjadi parameter utama bagi investor jangka panjang. Menurutnya, penyesuaian papan merupakan terobosan baru, tetapi tidak menjadi tujuan utama bagi para investor. Terpisah, Direktur Avere Investama Teguh Hidayat menambahkan kebijakan ini bakal memberikan sentimen jangka pendek terhadap kinerja harga saham emiten terkait, khususnya saham yang turun kelas.
Mendorong Penguatan Pasar Modal
Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali memperkuat pasar modal dengan menggulirkan sejumlah kebijakan, salah satunya pengetatan klasifikasi emiten di lantai bursa. BEI melakukan penyesuaian menyangkut mekanisme perpindahan papan pencatatan bagi perusahaan tercatat dari papan utama atau papan ekonomi baru ke papan pengembangan. Penyesuaian tersebut bertujuan untuk memberikan klasifikasi yang jelas kepada investor mengenai kondisi emiten berdasarkan kinerja fundamental, kapitalisasi pasar, serta pemenuhan atas ketentuan peraturan BEI dan akan dilakukan setiap enam bulan sekali, yaitu pada Mei dan November. Sebagai informasi, BEI mengklasifikasikan 926 emiten ke dalam pembagian lima papan pencatatan, yaitu papan utama, papan Utama ekonomi baru, papan pengembangan, papan akselerasi, dan papan pemantauan khusus. Melalui tambahan persyaratan perpindahan emiten di papan utama maupun papan pengembangan, maka pada 31 Mei 2024 mendatang, jumlah emiten di papan utama akan berkurang menjadi 248, dari sebelumnya 347 emiten.
Sementara itu, jumlah emiten di papan pengembangan akan bertambah menjadi 419 emiten, dari sebelumnya 320 emiten.
Selain itu, emiten di yang berhak masuk dalam kelas papan utama juga harus memenuhi salah satu dari kriteria rasio harga terhadap laba per saham (price to earning) tidak lebih dari 3 kali lipat rasio harga terhadap price to earning pasar atau rasio harga terhadap nilai buku (price to book value) saham tidak lebih dari 3 kali lipat rasio harga terhadap price to book value pasar atau nilai kapitalisasi saham tidak kurang dari Rp12 triliun. Syarat kedua, jumlah pemegang saham harus lebih dari 750 nasabah pemilik Single Investor Identification (SID) dan memenuhi persyaratan saham free float dengan sejumlah ketentuan.
Syarat ketiga untuk memastikan pemenuhan aspek fundamental emiten di papan utama, mulai Mei 2025 yang akan dating, emiten yang ingin tetap tercatat di papan utama tidak boleh membukukan rugi bersih selama 2 tahun berturut-turut, atau membukukan compound annual growth rate (laju pertumbuhan majemuk tahunan/CAGR) atas pendapatan usaha paling sedikit 20% selama 3 tahun terakhir.
SURAT BERHARGA NEGARA : ST012 Aset Defensif Investor
Minat investor ritel terhadap Sukuk Tabungan seri ST012 terus meningkat seiring dengan keputusan Bank Indonesia yang menahan suku bunga acuan atau BI Rate di level 6,25% pada Mei 2024. ST012 sudah terjual sekitar Rp15,30 triliun per Jumat (24/5). Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan sebelumnya menambah kuota penerbitan ST012 dari awalnya Rp10 triliun menjadi Rp16 triliun. Dengan demikian, kuota ST012 tersisa kurang lebih Rp700 miliar, dengan masa penawaran yang dimulai sejak 26 April —29 Mei 2024. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, tingkat kupon ST012 masih cukup menarik bagi investor, terutama bagi mereka yang membutuhkan aset-aset yang relatif terjaga dari volatilitas pasar keuangan. Hal itu pula yang menjadi alasan investor ritel untuk mengoleksi sukuk tersebut.
Pemerintah meluncurkan ST012 dalam dua seri, yakni ST012-T2 (tenor 2 tahun) dengan kupon 6,40%, dan Green Sukuk Ritel ST012-T4 (tenor 4 tahun) dengan kupon tertinggi 6,55% per tahun. Mengacu data salah satu mitra distribusi PT Bibit Tumbuh Bersama (Bibit) per Jumat (24/5) pukul 15.00 WIB, ST012 terpantau laris diborong investor sebanyak Rp15,30 triliun dari kedua seri.
PROYEKSI KUARTALAN : Ekonomi RI Tetap Berdaya Tahan
Laju perekonomian RI pada kuartal II/2024 dinilai tetap berdaya tahan walaupun masih dibayangi ketidakpastian global. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II/2024 akan tetap baik, melanjutkan tren pertumbuhan yang kuat pada kuartal I/2024. “Perkembangan terkini menunjukkan kegiatan ekonomi pada triwulan II/2024 tetap baik, sebagaimana tecermin pada kinerja positif sejumlah indikator konsumsi rumah tangga dan investasi, seperti Indeks Keyakinan Konsumen, Indeks Penjualan Riil, dan Purchasing Managers’ Index [PMI] Manufaktur,” katanya, dikutip Jumat (24/5). Sebagaimana diketahui, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I/2024 tercatat sebesar 5,11% secara tahunan, meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan pada kuartal sebelumnya sebesar 5,04% year-on-year (YoY). Selain itu, Perry menyampaikan bahwa kinerja investasi pun tumbuh baik, terutama ditopang oleh investasi bangunan sejalan dengan berlanjutnya pembangunan infrastruktur.
Di sisi lain, kinerja ekspor Indonesia cenderung melambat, mengingat masih lemahnya permintaan dari mitra dagang utama. Namun, dengan berbagai perkembangan tersebut, BI optimistis pertumbuhan ekonomi pada 2024 akan berada dalam kisaran 4,7%—5,5%.
Sementara itu, Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menyampaikan bahwa tren belanja pada periode libur panjang Kenaikan Yesus Kristus dan cuti bersama, 9—12 Mei 2024, cenderung melandai dibandingkan dengan pekan-pekan sebelumnya. Berdasarkan Mandiri Spending Index, belanja masyarakat pada periode libur panjang pertengahan Mei 2024 tercatat turun 0,7% dibandingkan dengan rerata belanja pada pekan-pekan sebelumnya.
Pada kesempatan sebelumnya, Kepala Mandiri Institute Teguh Yudo Wicaksono menyampaikan bahwa belanja masyarakat biasanya akan memasuki periode normalisasi pascaperiode Idulfi tri dan diperkirakan berlangsung hingga pertengahan Mei 2024.
PEMASARAN INFLUENCER : PELUANG BESAR EKONOMI KREATOR
Influencer dan para kreator konten kini telah menjadi salah satu pelaku bisnis yang diperhitungkan di era digital serta melahirkan sektor baru sebagai ‘ekonomi kreator’. Bahkan, dari segi angka memiliki potensi besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan data dari Goldman Sachs, pangsa pasar yang dapat dijangkau oleh ekonomi kreator ini mencapai US$480 miliar atau Rp7,58 kuadriliun pada 2027, meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan dengan tahun ini sebesar US$250 miliar. Potensi yang besar ini tidak lepas dari kekuatan para kreator konten dalam membentuk tren, opini, dan perilaku sosial, terutama para audiens yang merupakan pengguna aktif internet. Mereka bahkan mampu memengaruhi keputusan pembeli hingga persepsi merek yang pada akhirnya mendorong terjadinya proses penjualan. Tak heran bila pengeluaran iklan yang dialokasikan untuk kerja sama dengan influencer secara konsisten terus meningkat selama dekade terakhir.
Dengan estimasi pengeluaran pemasaran influencer yang berdasarkan data Statista mencapai US$349,83 juta pada 2028. Artinya akan makin banyak bisnis di Indonesia yang memanfaatkan interaksi dengan para influencer untuk terhubung dengan audiens target mereka. Survei yang dilakukan oleh Vero bersama YouGov terhadap 2.000 responden ditemukan sebanyak 94% responden mengatakan bahwa influencer telah memberikan pengaruh dalam membentuk pola perilaku serta keputusan pembelian mereka. Edward Hutasoit, General Manager YouGov, menekankan bahwa efektivitas influencer berkaitan erat dengan nilai-nilai budaya Indonesia tentang kebersamaan dan kepercayaan. Penelitian menyimpulkan bahwa para kreator konten digital dapat berperan sebagai pembimbing yang memberikan saran sesuai dengan keahlian individu mereka.
Guru Besar Perilaku Konsumen, Institut Pertanian Bogor (IPB University) Ujang Sumarwan mengatakan di era media sosial saat ini, informasi bukan lagi monopoli satu pihak saja tetapi semua orang, termasuk para konten kreator bisa memberikan informasi luas kepada masyarakat.
Senada disampaikan oleh Catherine Siswoyo, Senior Advisor Asean Vero yang mengatakan bahwa saat ini masyarakat sudah mulai kritis dan tidak lagi bisa dipengaruhi oleh proses pemasaran yang hardsellingtetapi menginginkan proses pemasaran yang memiliki storytelling.
Menurut pakar marketing dan Managing Partner Inventure Yuswohady, uniknya influencer mereka memiliki spesialisasinya sendiri atau segmented, seperti khusus makeup, hijab, bahkan pecinta alam. Dengan bantuan media sosial, konten-konten yang dibuat mampu menarik warganet untuk membentuk komunitas berdasarkan ketertarikan yang sama.
Salah satu kreator konten yang banyak diajak bekerja sama oleh para brand adalah Agung Karmalogy yang juga menjadi bagian dari META Creator of Tomorrow. Pria yang memiliki lebih dari 1 juta followers di instagram dan lebih dari 2,5 juta pengikut di TikTok ini mengaku bisa mendapatkan kerja sama sekitar 20 hingga 30 merek setiap bulannya.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









