Ekonomi
( 40733 )Abbas Suswadi Berjaya dengan Kue dan Roti
Abbas Suswadi (39) perintis Tridara Cake and Bakery. Warga Cirebon, Jabar, teguh di jalan usaha kuliner. Empat plakat penghargaan dan sertifikat terpajang di atas meja kantor Abbas di Desa Kalikoa, Kedawung, Sabtu (18/5). Ia menunjukkan piagam dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tipe A1 Cirebon di Kemenkeu, ”Waktu itu, ada kunjungan Menkeu Sri Mulyani. Bu menteri nanya, mana yang bikin (kue) ini? Jamuan (kue) itu dari saya,” ujar Abbas soal piagam penghargaan pada pertengahan Februari lalu itu. Pertanyaan Sri Mulyani jadi berkah, Abbas lalu mendapat banyak pesanan kue dan roti dari para pejabat. KPPN Cirebon hanya salah satu dari sekian instansi yang sering menikmati produknya.
”Minggu depan ada pesanan dari SMA di Waled untuk acara sekolah. Pesannya 380 snack box dan nasi kotak,” ujarnya. Aneka kue yang ia tawarkan adalah roti cokelat, roti piza, bolen pisang, lemper ayam, hingga martabak. Ada pula berbagai kuliner Cirebon, seperti empal gentong. Pesanan tidak mengalir begitu saja, tetapi butuh waktu lama bahkan bertahun-tahun. Apalagi, Abbas tak punya latar belakang bisnis dan modal besar. Sejak 2008, ia hanyalah pekerja di beberapa perusahaan tambang di Kalimantan. Pada 2021, Abbas yang tinggal seorang diri di Kalimantan terjangkit Covid-19. ”Saya diminta keluarga untuk resign. Apalagi, istri saya di Cirebon dan enggak bisa ikut,” ujarnya.
Ia pun coba meneruskan usaha roti ibu mertuanya, Nur Asih. Bermodalkan uang pensiunnya, Abbas mulai mengembangkan usaha roti sang ibu. Tahun pertama, ia dipaksa belajar bikin roti dan kue. Ia, mem-branding usahanya sebagai Tridara Cake and Bakery. Abbas turut mengikuti pelatihan yang digelar Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian Kota Cirebon serta instansi lainnya. Pada Maret 2023, ia mendaftar dalam Rumah BUMN, wadah pengembangan UMKM. Dalam perjalanannya, beberapa pelaku UMKM lainnya mundur. Sebab, ada yang hanya berharap mendapatkan bantuan modal. Ia pun mengetahui cara mengurus administrasi usaha, dari izin produk industri rumah tangga (PIRT), label halal, hingga pembayaran pajak.
Administrasi lengkap membuatnya mudah menerima pesanan dari instansi pemerintah. Kini, sehari, ia menerima minimal pesanan 50 boks kue atau hampir 2.000 boks sebulan. ”Kalau ada pesanan lebih dari 200 boks kue sehari, saya memanggil dua orang (pekerja tambahan). Mereka pengojek online dan pedagang kaki lima. Jadi, total ada tujuh orang yang bekerja,” kata Abbas yang memiliki lima karyawan. Pekerja lainnya merupakan ibu-ibu di sekitar rumahnya. Abbas juga tak ragu membagikan ilmunya. Ia, beberapa kali melatih anggota Senjapreneur, organisasi kewirausahaan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Ia bahkan menjadikan kantornya sebagai tempat pelatihan bagi pelaku UMKM. Semuanya gratis. Dengan mengenal banyak orang, ia yakin, usahanya berkembang. (Yoga)
Pasar Salam Rawan Terkoreksi
Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi turun terbatas pada pekan ini. Pergerakan pasar saham pekan ini bakal dipengaruhi rilis data core PCE price index dan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat. Selama ini, PCE merupakan indikator yang dipegang oleh sentral AS The Fed dalam menentukan kebijakan suku bunga federal funds rate (FFR) yang saat ini mencapai 5,25-5,5%. Pekan lalu, dalam risalah pertemuan FOMC, diketahui The Fed masih ragu menurunkan suku bunga tahun ini. Alasannya, para pejabat The Fed meragukan tren penurunan inflasi belakangan ini akan terus berlanjut. Ini memperkuat pesan penurunan suku bunga, yang sangat diantisipasi oleh pasar, akan ditunda sampai inflasi mendarat di target The Fed sebesar 2%. Akan tetapi, survei CME FedWacth Tool memprediksi FFR dipangkas sekali tahun ini sebesar 25 basis points (bps). (Yetede)
Perbankan Siapkan Model Bisnis Jepang Spin Off UUS
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong perbankan yang memiliki Unit Usaha Syariah (UUS) untuk memisahkan diri (spin off) apabila telah memenuhi syarat. Hal itu dilakukan untuk mengembangkan perbankan syariah yang berdaya saing hingga berkontribusi terhadap perekonomian nasional. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, pihaknya telah membuat Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah Indonesia 2023-2027 membawa visi mengembangkan perbankan syariah yang sehat, efisien, berintegritas dan berdaya saing, serta berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional untuk mencapai kemaslahatan masyarakat. Salah satu upaya untuk mencapai visi tersebut antara lain adalah melalui implementasi pemisahan UUS (Spin off) dalam rangka pengembangan dan penguatan perbankan syariah. "Sehingga terdapat akselerasi terhadap penguatan identitas perbankan syariah dan sinergi ekosistem ekonomi syariah, yang pada gilirannya dapat mencapai industri perbankan syariah yang tumbuh secara sehat, efisien, dan berkelanjutan," jelas Dian. (Yetede)
BPR-BPRS Bidik Ekonomi Mikro
BI Diperkirakan Turunkan Suku Bunga Acuan di Akhir Tahun 2024
Sinyal Ketimpangan Tabungan
Mahkamah Internasional Minta Israel Stop Serangan
Israel tetap menyerang Gaza, termasuk Rafah, Sabtu (25/5) meski Mahkamah Internasional atau ICJ memerintahkan Israel menghentikan serangan. Namun, Israel tidak mengisyaratkan akan menghentikan operasinya di Rafah. Menurut saksi mata warga Palestina, serangan Israel menyasar Rafah dan pusat kota Deir al-Balah. Bentrokan terjadi antara tentara Israel dan kelompok Hamas. Warga Palestina berharap keputusan ICJ akan memberi tekanan kepada Israel untuk mengakhiri perang meski mereka tak sepenuhnya yakin. ”Israel menganggap dirinya kebal hukum. Karena itu, saya tidak percaya penyerangan atau perang akan berhenti kecuali dengan kekerasan,” kata Mohammed Saleh, warga Gaza.
Pada Jumat (24/5), ICJ memerintahkan Israel menghentikan serangan ke Rafah dan membuka Gerbang Rafah demi mempertahankan jalur kemanusiaan. Selain itu, ICJ juga memerintahkan pembebasan segera dan tanpa syarat para sandera yang ditawan Hamas dalam serangan pada 7 Oktober 2023. ICJ sebelumnya telah memerintahkan agar Israel melakukan apa pun untuk mencegah genosida selama menyerang posisi kelompok Hamas di Gaza. Namun, Israel tetap melanjutkan operasi militer, bahkan menyerang Rafah yang dipadati pengungsi. Pasukan darat Israel mulai bergerak memasuki Rafah awal Mei 2024, mengabaikan seruan internasional.
Israel mengambil alih sisi Rafah yang berbatasan dengan Mesir sehingga menyulitkan pengiriman bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza. Perintah ICJ memberi angin segar bagi upaya menekan Israel menghentikan perang di Gaza. Sekjen PBB Antonio Guterres menekankan bahwa keputusan ICJ bersifat ”mengikat”. Jubir Guterres, Stephane Dujarric, mengatakan, Sekjen PBB yakin semua pihak akan mematuhi perintah pengadilan tersebut. Menlu Afsel Naledi Pandor kepada stasiun televisi SABC mengatakan, Afsel senang ICJ mengindahkan seruannya. ”Kasusnya semakin kuat dari hari ke hari. Genosida sedang berlangsung,” katanya. (Yoga)
Investasi Bodong untuk Modal Foya-foya di AS
Guo Wengui (57), pengusaha kaya asal China yang mengasingkan diri ke AS, menjadi sensasi setelah ketahuan menipu untuk berfoya-foya. Dengan janji investasi yang ternyata bodong, Guo meraup kekayaan 1 miliar USD (Rp 16 triliun). Hal itu terungkap dalam sidang kasus penipuan di pengadilan New York, Jumat (24/5) siang waktu setempat atau Sabtu (25/5) dini hari waktu Indonesia. ”Guo melakukan penipuan besar-besaran terhadap banyak orang demi berfoya-foya,” kata Asisten Jaksa Micah Fergenson. Kepada para pengikutnya di dunia maya, Guo menjanjikan mereka bisa kaya melalui investasi. Rupanya uang yang terkumpul digunakan untuk membiayai gaya hidup glamor.
Jaksa menyebut aset Guo dan keluarganya juga mencakup apartemen senilai 70 juta USD di Central Park, dua kapal pesiar mewah, rumah mewah seluas 15.000 meter persegi, mobil-mobil mewah senilai total 60.000 USD, bahkan kasur seharga 35.000 USD (Rp 561 juta). Guo pindah dari China ke AS pada 2014. Ketika itu, Pemerintah China menjalankan operasi pemberantasan korupsi. Banyak pejabat yang merupakan teman-teman Guo berakhir di penjara. Setelah meninggalkan China, otoritas China menuding Guo atas sejumlah kejahatan, antara lain, pemerkosaan, penculikan, penyuapan, dan pencucian uang. Guo menyebut tuduhan itu salah dan digunakan untuk menghukum dirinya karena mengungkap korupsi dan mengkritik para pemimpin di Partai Komunis.
Kejahatan Guo terungungkap, setelah otoritas di China dan Hong Kong menyita aset-asetnya. Guo mulai bisnis investasi bodong tahun 2018, Guo mengiming-imingi keuntungan finansial di sektor properti atau aset kripto melalui video daring berbahasa Mandarin. Dia menawarkan investasi di perusahaan media miliknya, usaha patungan mata uang kripto, program pinjaman pertanian, dan keanggotaan klub eksklusif dengan layanan istimewa. Guo ditangkap polisi di New York pada Maret 2023 atas tuduhan penipuan. Ia menghadapi 12 dakwaan, termasuk penipuan, pemerasan, konspirasi, dan pencucian uang. Sidang yang dipimpin Hakim Distrik Analisa Torres diperkirakan molor sampai Juli 2024. Sidang Guo menghadirkan 12 orang juri yang akan berembuk untuk menentukan Guo bersalah atas dakwaan yang dijatuhkan kepadanya atau tidak. (Yoga)
Air, Mata Uang Baru yang Diabaikan
Ratusan ribu bahkan jutaan rumah tangga di kawasan Jabodetabek mengandalkan sumur bor sebagai sumber air satu-satunya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk minum, semakin banyak yang bergantung pada air kemasan, termasuk air gallon bermerek dan isi ulang. Pada benak banyak orang tertanam bahwa air bersih memang urusan sendiri dengan sumur bor dan air galon. Di banyak perkotaan lain di Indonesia, kondisi serupa juga terjadi. Ketersediaan air bersih perpipaan sebagai layanan publik untuk semua warga belum menjadi program yang serius diwujudkan. Secara umum, air masih saja dianggap sebagai kebutuhan nomor sekian oleh sebagian kita dan pemerintah. Padahal, tanpa air, orang hanya bisa bertahan hidup selama 3-4 hari saja. Kebersihan dan kesehatan keluarga terancam. Air penentu hidup dan matinya semua bahan dasar makanan yang kita butuhkan sehari-hari.
Berbagai bidang industri, bahkan pertambangan, lumpuh tanpa pasokan air berkelanjutan. Di kawasan perkotaan, realisasi janji pembangunan air bersih perpipaan berjalan bagai siput. Di Jakarta, cakupan layanan air perpipaannya tahun ini baru menjangkau 930.000 pelanggan atau sepertiga total rumah tangga di kota yang mencanangkan diri menjadi kota global setelah tak lagi berstatus ibu kota negara. Data BPS 2023, ada 2,8 juta rumah tangga di Jakarta. Di luar wilayah urban, tata kelola irigasi untuk pertanian dan agroindustri di Indonesia masih sarat masalah. Pelaku industri mikro hingga skala raksasa di sejumlah daerah tidak memakai air dengan bijak dan berkelanjutan untuk usahanya. Pihak yang berwenang menegakkan aturan perihal tata kelola air belum bertindak maksimal.
Saat ini, para pihak akhirnya menyadari air adalah sumber daya alam paling berharga. Namun, eksploitasi sumber daya alam juga susah beranjak dari kerakusan atas nama pertumbuhan bisnis. Mengakses air menjadi kompetisi tanpa garis finis. Penguasa sumber air dan mereka yang mampu mengelolanya berarti menguasai ”mata uang” bernilai sangat tinggi di tengah dunia yang kekeringan dan kehausan. Nilai ”mata uang” lain, emas, minyak, dan lainnya, berfluktuasi secara radikal dan dapat ditukar dengan sesuatu yang bernilai lainnya. Namun, air tidak akan pernah mengalami penurunan nilai. Di wilayah yang kaya sumber air, manfaat air dapat dimanfaatkan untuk melahirkan usaha-usaha baru yang menumbuhkan perekonomian lokal, meningkatkan basis pajak, dan kualitas hidup masyarakat setempat.
Karena itu, tidak ada cara agar bisa bertahan selain dengan menguasai, mengelola, hingga memunculkan sumber air baru. Selain memanfaatkan sungai, situ, dan danau, pemerintah perlu berinisiatif untuk melakukan diversifikasi sumber air untuk meningkatkan ketahanan air di area urban. Publikasi riset ”Diversification of urban water supply: Anassessment of social costs and water production costs" (Mei, 2022), menyebutkan bahwa desalinasi air laut serta penggunaan kembali air dari limbah industri patut dipertimbangkan oleh kota untuk memenuhi kebutuhan air bersihnya. Melihat Singapura, Indonesia yang baru menjadi tuan rumah perhelatan World Water Forum (WWF) 2024, menyadari ketertinggalannya karena belum juga bisa melihat urgensi air sebagai ”mata uang” tertinggi. (Yoga)
Ekspresi Kegelisahan Petani Karet
Petani penyadap karet menghadapi realitas surutnya harga karet mentah. Mereka tidak sesejahtera seperti di zaman dulu lagi. Sejumlah perupa mengekspresikan kegelisahan petani itu dengan membuat karet mentah menjadi karya seni untuk pertama kalinya. Para perupa itu sempat menengok keprihatinan para petani penyadap karet di Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung. Mereka antara lain Agus Suwage, Anusapati, Catur Nugroho, Dolorosa Sinaga, Elyezer, Handiwirman, Iwan Yusuf, Maharani Mancanagara, Septian Harriyoga, Suvi Wahyudianto, Titarubi, dan Yuli Prayitno. Beberapa di antaranya tinggal sejenak di sana untuk menyelami kehidupan petani karet dan akhirnya mengekspresikan kegelisahan mereka ke dalam karya seni yang dipamerkan di Galeri Jagad, Wisma Geha, dekat pusat perbelanjaan Sarinah, Jakarta.
Pameran bertajuk ”Beyond Elasticity: Rubber and Materiality (Di Balik Elastisitas: Karet dan Materialitas)” berlangsung 17 Mei hingga 30 Juni 2024. Galeri Jagad menggandeng Sekolah Seni Tubaba untuk pameran ini. Mereka menampilkan karya-karya yang tidak pernah ada sebelumnya karena material karet mentah tidak pernah digunakan sebagai media karya seni. Bupati Tubaba periode 2017–2022 Umar Ahmad memberi catatan pengantar pameran yang cukup menarik, yakni ”Karet, Tubaba, dan Jalan Pulang ke Masa Depan”. Umar menceritakan, di masa lalu, karet adalah dapur bagi masyarakat Tubaba. Mereka menyejahterakan diri lewat hasil penyadapan karet yang dimulai tahun 1900, ketika Pemerintah Hindia Belanda mulai mengenalkan beberapa jenis tanaman karet.
Selanjutnya, perkebunan karet di Kawasan Tubaba tumbuh sejak tahun 1970 ketika dibuka sebagai Kawasan transmigrasi. Sejak itu karet menjadi primadona, sampai satu dekade silam. Tapi, situasi berubah. Hasil penyadapan karet tidak lagi menyejahterakan mereka. Umar menukil kisah dari seorang buruh petani yang bekerja dengan upah Rp 45.000 per hari. Padahal, pengeluaran dalam seharinya menembus Rp 50.000. Mulai ada pemilik lahan Perkebunan karet yang membakar perkebunananya dan mengganti dengan tanaman singkong. Saat musim panen singkong tiba, harga komoditas ini juga jatuh. Bagi Rambat, pemilik Galeri Jagad, pameran karya seni dengan media karet mentah sebagai transformatif eksplorasi artistik dan diharapkan bisa berkelanjutan. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









