;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Kisah Rantai Pasok dan Tekor Biaya Jasa Logistik RI

24 May 2024

Rantai pasok dan logistik dunia kian menantang dan mengkhawatirkan akibat friendshoring dan perubahan iklim. Di sisi lain, ketergantungan Indonesia terhadap jasa transportasi barang ekspor dan impor asing cukup besar sehingga defisit neraca jasa sektor itu semakin melebar. Dalam tujuh tahun terakhir, 2018-2024, rantai pasok dan logistik global tertekan akibat gempuran beruntun sejumlah persoalan. Dimulai dari perang dagang AS-China, pandemi Covid-19, hingga perang Rusia-Ukraina, dan konflik di Timur Tengah. Konflik geoekonomi dan geopolitik memunculkan friendshoring dan nearshoring. Dua kubu yang terlibat konflik memindahkan perdagangan dan investasi, ke negara-negara yang memiliki kesamaan pandangan politik-ekonomi (friendshoring) maupun ke negara tetangga atau wilayah terdekat (nearshoring).

Ketegangan geopolitik memecah belah perdagangan global. Peta rantai pasok dunia dan sebagian rute logistik barang ekspor dan impor dunia akan bergeser. Di samping itu, dampak perubahan iklim terhadap kedua sektor tersebut semakin nyata. Musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino menyebabkan Danau Gatun, sumber air Terusan Panama, susut. Jumlah kapal yang melalui jalan pintas Benua Amerika itu dibatasi. ”Forum Rantai Pasok Global (GSCF) PBB menjadi bukti tekad kolektif kami untuk mengatasi tantangan-tantangan itu secara langsung,” kata Wakil Sekjen PBB Amina J Mohammed saat membuka GSCF Ke-1 di Barbados, Selasa (21/5) waktu setempat.

GSCF Ke-1 digelar Konferensi Perdagangan dan Pembangunan PBB (UNCTAD) di Barbados pada 21-24 Mei 2024. Forum tersebut mempertemukan para pemimpin industri, pembuat kebijakan, dan pakar dari seluruh dunia untuk mendiskusikan dan mengatasi tantangan dan peluang dalam manajemen rantai pasok global. Amina meminta agar setiap negara berkolaborasi mengatasi sejumlah tantangan, dimulai dari merencanakan strategi hingga menelurkan kebijakan mitigasi meredam dampak fragmentasi perdagangan dan investasi global tidak semakin meluas. Disrupsi rantai pasok dan logistik dunia juga berpengaruh ke Indonesia. Di era Covid-19, eksportir dan importir RI kesulitan mendapatkan kontainer, mengalami keterlambatan bahkan pembatalan pengiriman, dan menanggung biaya logistik yang melambung tinggi.

Saat perang Rusia-Ukraina dan konflik Timur Tengah meletus, impor pupuk dan bahan baku pupuk serta gandum terganggu, dimana negara produsen tidak dapat mengekspor komoditasnya dan pengalihan rute pelayaran ke jalur yang lebih aman meski jarak tempuh semakin panjang, yang membuat para importir komoditas terkait mengalihkan sumber impor ke negara lain. Mereka juga mengalami keterlambatan pengiriman barang serta menanggung biaya logistik yang tinggi. Konflik di Laut Merah, menyebabkan impor bahan baku pupuk PT Pupuk Indonesia (Persero) terlambat. Perusahaan itu juga me- nanggung biaya pengiriman yang lebih tinggi (Kompas, 21/3/2024). Di tengah banyaknya PR logistik nasional, kondisi tersebut semakin membebani eksportir dan importir. Ditambah tertekannya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, yang menimbulkan biaya tambahan bagi mereka. (Yoga)


Potensi Sumber Daya Ikan Indonesia

24 May 2024

Aktivitas bongkar muat ikan hasil tangkapan nelayan terlihat di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman, Muara Baru, Jakarta Utara, Rabu (22/5/2024). Potensi sumber daya ikan Indonesia mencapai lebih dari 12 juta ton per tahun. Adapun volume tangkapan ikan per tahun sekitar 6 juta ton. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyatakan, uji coba penangkapan ikan terukur pada tahun ini akan dilakukan tanpa dibebani target penerimaan negara bukan pajak (PNBP). (Yoga)

Bambang Surya Atmaja, Penggerak Wisata Curug Cipeuteuy

24 May 2024

Bambang Surya Atmaja (32) pulang kampung mengembangkan wisata Curug Cipeuteuy di Bantaragung, Kabupaten Majalengka, Jabar. Sejumlah wisatawan bersantai di gazebo sekitar Curug Cipeuteuy, Senin (22/4). Beberapa orang berendam di kolam dekat air terjun setinggi 12 meter. Ada yang berfoto di jembatan berlatar belakang pepohonan pinus atau piknik di tempat yang tersedia. Tak jauh dari air terjun, berdiri mushala, kamar mandi, serta warung. Semua tertata rapi. Selain menikmati dingin curug, wisatawan dapat menapaki jalur untuk jalan kaki atau berkemah di area bumi perkemahan. Sejumlah fasilitas di destinasi wisata itu berasal dari desain Bambang Surya Atmaja, pengelola Curug Cipeuteuy bagian pengembangan. Tamatan MTSN, setara SMP ini tak punya latar belakang pendidikan teknik arsitektur atau mengikuti les serupa.

”Semuanya saya desain di komputer. Saya belajar otodidak,” ucap Ibenk, sapaannya. Keadaan membuatnya harus memahami soal desain arsitektur. Pembangunan curug yang dirintis tahun 2009 itu adalah swadaya warga. Mereka menyumbang uang, tenaga, dan keahlian. Saat itu, ayahnya, Sukyadi, dan sejumlah warga yang tergabung dalam Masyarakat Pariwisata Gunung Ciremai (MPGC) menginisiasi pengembangan Curug Cipeuteuy. Bersama Balai Taman Nasional Gunung Ciremai, mereka menyulap semak belukar menjadi tempat wisata air terjun. Pengembangan wisata di sini tak lepas dari ditetapkannya Ciremai sebagai taman nasional. Konsekuensinya, warga tidak lagi boleh seenaknya menanam dan mengambil sesuatu dari gunung setinggi 3.078 meter di atas permukaan laut tersebut.

Curug Cipeuteuy termasuk zona pemanfaatan untuk wisata. ”Cipeuteuy ini alamnya bagus, tetapi sarananya kurang. Akhirnya, saya coba desain gambar untuk pembangunan fasilitas,” ucapnya. Tanpa upah, ia merancang sejumlah prasarana di area itu. Modalnya, latihan desain di laptop yang ia beli dari hasil merantau di negeri orang. Karena keterbatasan biaya, pengembangan destinasi itu belum maksimal. Akses menuju kawasan di 700 mdpl itu masih sempit dan rusak. Sempat merantau, pada 2014, ia meneguhkan diri untuk mengembangkan wisata desa. Ibenk mengerjakan apa saja. Dari menjaga pos tiket, memarkir, menguras kolam, hingga mendesain gazebo serta titik untuk swafoto. Ia juga aktif mengajak anak muda membantu pengembangan Curug Cipeuteuy. ”Dari situ, pengunjung mulai banyak yang datang,” ucapnya. Ibenk pula yang menginisiasi konsep outbound dan kegiatan perkemahan di desanya, hasilnya cukup memuaskan. Rombongan sekolah hingga beberapa perusahaan menikmati fasilitas baru tersebut.

Saat ini, rata-rata 2.000-3.000 orang mengunjungi destinasi itu setiap bulan. Sebelum pandemi Covid-19 tahun 2020, jumlahnya bisa 4.000 wisatawan per bulan. Dengan tiket Rp 15.000 per orang, pemasukan mencapai Rp 45 juta per bulan, belum termasuk biaya parkir. Selain operasional pariwisata, dana itu juga digunakan untuk membantu guru mengaji, masjid, hingga kebutuhan masyarakat. Curug Cipeuteuy juga berkontribusi untuk pendapatan desa dan PNBP. Ibenk turut berperan dalam penyelamatan lingkungan. ”Setiap tahun, kami menanam 500 sampai 1.000 bibit tanaman endemik Ciremai, di wilayah kritis,” katanya. Pohon itu seperti picung (Pangium edule) dan salam (Syzygium polyanthum). Tidak hanya alam, ia juga memberikan pilihan bagi warga, terutama anak muda, untuk memanfaatkan potensi desa. Ibenk tidak ingin generasi penerus di Bantaragung merantau ke kota hingga luar negeri yang risikonya lebih besar. (Yoga)


Evaluasi Kebijakan Cuti Bersama

24 May 2024
Kebijakan cuti bersama yang terlalu panjang dalam setahun perlu dievaluasi. Alasannya, cuti bersama bisa menekan produktivitas dunia usaha dan mengganggu pelayanan publik pemerintah. Sebagai contoh, penjualan otomotif biasanya turun tajam begitu ada cuti bersama, mengikuti penurunan produksi dan pengiriman unit ke dealer. Pada  April 2024, penjualan mobil secara wholesales (pengiriman dari pabrik ke dealer) turun 35% secara bulanan (month to month/mtm) menjadi 48,637 unit dari sebelumnya 74,274 unit. Secara tahunan (year on year/yoy), berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil terpangkas 17% dari 58.981 unit. Adapun penjualan sepeda motor, merujuk data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), merosot 28% secara bulanan menjadi 419.136 unit pada April lalu. (Yetede)

Penguasa Pede, Kredit Perbankan Melesat

24 May 2024
Industri perbankan kembali mencatatkan pertumbuhan positif dari sisi intermidiasi. Kredit yang disalurkan per April 2024 meningkat 13,09% secara tahunan (year on year/yoy), tertinggi dalam lima tahun terakhir. Apabila dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 12,4% (yoy), terjadi pertumbuhan kredit yang lebih tinggi. Hal itu menunjukkan dunia usaha kembali bergeliat pasca pemilihan umum (Pemilu) dan juga hari Raya Idulfitri. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, kredit tumbuh tinggi didorong oleh pertumbuhan di banyak sektor, seperti sektor industri, jasa dunia usaha dan perdagangan, sejalan dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi. Tingginya permintaan kredit dipengaruhi oleh sisi penawaran, sejalan dengan terjaganya appetite perbankan yang didukung oleh tingginya permodalan, berlanjutnya strategi relokasi kredit ke aset oleh perbankan, dan diterapkannya Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang menjaga kecukupan likuiditas perbankan. (Yetede)

InJourney Bakal Pegang Langsung Garuda dan Pelita Air

24 May 2024
PT Aviasi Pariwisata Indonesia atau InJorney bakal menjadi pemilik baru PT Garuda Indonesia  Tbk (GIAA), Citilink, dan pelita Air. Integrasi pemain di industri aviasi diekspektasikan tuntas sebelum Oktober 2024. Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menyampaikan, Kementerian BUMN selaku pemegang saham, menargetkan merjer (Citilink dan Pelita) atau inklusi industri aviasi kedalam ekosistem InJourney rampung sebelum Oktober 2024. "Jadi kami di internal terus menerus bicara dengan Pelita khususnya, karena mohon dipahami  Citilink itu owned by Garuda 100%. Jadi diskusi soal merger ini lebih banyak diwakili oleh Garuda dengan didampingi oleh Citilink. Bentuknya seperti apa? masih dalam diskusi Tapi memang dengan pendekatan inklusi industri penerbangan ke dalam InJourney," ujar Irfan. (Yetede)

Mengagas Database Polis Asuransi Terintegrasi

24 May 2024
Dalam beberapa tahun belakangan ini kita sering mendapatkan pemberitaan mengenai tindakan-tindakan pihak asuransi yang merugikan nasabah. Mulai dari sulitnya proses pengajuan klaim. Imbal hasil investasi PAYDI yang  tidak sesuai dengan propektus, tagihan premi yang tiba-tiba naik, dan lain sebagainya. Namun yang kerap luput dari perhatian adalah ternyata perusahaan asuransi juga dihantui oleh risiko kerugian akibat tindakan fraud atas polis yang ditanggungnya. Modus penipuannya pun beraneka ragam, mulai dari penutupan informasi dan berbohong pada saat pendaftaran asuransi, memalsukan dokumen-dokumen bukti klaim, hingga memalsukan kecelakaan bahkan kematian tertanggung. Beberapa tindakan penipuan bahkan terindikasi dilakukan secara terorganisir dan melibakan berbagai pihak. Motifnya? Apalagi kalau bukan keuntungan finansial. (Yetede)

Rantai Pasok Sawit Wilmar Sudah Terapkan NDPE

24 May 2024
Wilmar telah menerapkan Kebijakan Tanpa Deforestasi, Tanpa Gambut, dan Tanpa Eksploitasi (No Deforestation, No Peat, and No Exploitation/NDPE) kepada seluruh pemasok tandan buah segar (TBS) sawit yang berada di Lanskap Aceh bagian Selatan. Langkah itu dilakukan WIlmar sebagai upaya untuk turut mendukung perlindungan Kawasan Konservasi Rawa Singkil yanag menjadi bagian wilayah tersebut. Menurut Supplier and Engagement Lead Wilmar Surya Purnama, pihaknya memastikan penerapan NDPE telah dilakukan oleh seluruh rantai pasok perusahaan, termasuk yang berada di Aceh Bagian Selatan. Langkah itu dilakukan WIlmar Surya Purnama  sebagai upaya untuk  turut mendukung perlindungan Kawasan Konservasi Rawa Singkil yang menjadi bagian wilayah tersebut. (Yetede)

Industri Rumput Laut Butuh Deregulasi

24 May 2024
Industri hilir rumput laut nasional membutuhkan deregulasi kebijakan agar bisa memanfaatkan besarnya permintaan besarnya permintaan komoditas itu di pasar internasional. Deregulasi itu di antaranya dengan mengecualikan semua HS Code terkait rumput  laut dan produk turunannya dari ketentuan devisa hasil ekspor (DHE). Merujuk riset Future Market Insights, nilai pasar rumput laut global 2023 mencapai US$ 7,79 miliar dan akan menjadi US$ 19,66 miliar pada 2033 atau memilih tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) 9,7% sepanjang 2023-2033. Menurut Ketua Asosiasi Industri Rumput Laut Indonesia (Astruli) Mc Donnny W Nagasan, pasar global  rumput laut terutama hidrokoloid sangat besar dan terus berkembang. Hal itu didorong berbagai faktor, termasuk naiknya permintaan makanan olahan serta penggunaan minyak dan gas. Contohnya CAGR 2018-2030 untuk karagenan bisa US$ 11,27 per kilo gram dan agar US$ 21,04 per kg. Indonesia bisa memanfaatkan peluang itu dengan memacu ekspor. (Yetede)

Mengapa Banyak Gen Z Menganggur

24 May 2024
ZAFA Adelia, 22 tahun, berbulan-bulan mencari pekerjaan di Jakarta. Lulusan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia yang termasuk generasi Z alias gen Z itu sudah mengirim puluhan surat lamaran kerja, tapi belum satu pun yang membuahkan hasil.  Sebagai angkatan kerja baru, Zafa khawatir tak memenuhi kualifikasi bekerja di perusahaan. "Karena fresh graduate, kadang juga bingung harus punya skill apa dan dapatnya di mana," ujarnya kepada Tempo, Kamis, 23 Mei 2024. 

Beberapa kali Zafa menemukan lowongan pekerjaan yang sesuai dengan latar pendidikannya. Sayang, perusahaan menetapkan syarat minimal pengalaman bekerja satu sampai tiga tahun. Bahkan ia mengungkapkan banyak perusahaan yang mengenakan biaya pelatihan dengan iming-iming diterima bekerja.  Ketatnya persaingan pencari kerja di Jakarta membuat Zafa mempertimbangkan melamar bekerja di daerah lain. Namun ia masih ragu karena upah minimum yang lebih kecil. Karena itu, dia berupaya mencari lowongan magang meski tak dibayar. Dengan mengikuti magang, ia berharap dapat menambah pengalaman bekerja dan memenuhi persyaratan yang dibutuhkan perusahaan. 

Bunga, 22 tahun, menghadapi masalah yang sama. Lulusan D-3 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga itu sudah dua tahun belum mendapat pekerjaan tetap. Menurut Bunga, tak banyak perusahaan yang mau menerima lulusan D-3.  Di sisi lain, Bunga merasa tidak cocok dengan jurusan yang ia pilih. Ia pun memilih mencari pekerjaan di bidang yang berbeda dengan pendidikannya. Sebagai pemula, dia juga terhalang oleh syarat minimal pengalaman bekerja.

"Lowongan magang saja bahkan dicari yang sudah berpengalaman. Perusahaan tidak mau menerima orang yang baru memulai," ucapnya.  Ketidaksesuaian antara kebutuhan industri dan angkatan kerja baru memang menjadi salah satu pangkal masalah banyaknya gen Z yang menganggur. Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyoroti penyumbang angka penganggur terbanyak di kalangan gen Z berasal dari lulusan SMK. Angka pengangguran tersebut bahkan mencapai 8,9 persen. "Penganggur kita ini terbanyak disumbang lulusan SMK dan SMA. Ini terjadi karena adanya miss-match," ucapnya. (Yetede)