Investasi Bodong untuk Modal Foya-foya di AS
Guo Wengui (57), pengusaha kaya asal China yang mengasingkan diri ke AS, menjadi sensasi setelah ketahuan menipu untuk berfoya-foya. Dengan janji investasi yang ternyata bodong, Guo meraup kekayaan 1 miliar USD (Rp 16 triliun). Hal itu terungkap dalam sidang kasus penipuan di pengadilan New York, Jumat (24/5) siang waktu setempat atau Sabtu (25/5) dini hari waktu Indonesia. ”Guo melakukan penipuan besar-besaran terhadap banyak orang demi berfoya-foya,” kata Asisten Jaksa Micah Fergenson. Kepada para pengikutnya di dunia maya, Guo menjanjikan mereka bisa kaya melalui investasi. Rupanya uang yang terkumpul digunakan untuk membiayai gaya hidup glamor.
Jaksa menyebut aset Guo dan keluarganya juga mencakup apartemen senilai 70 juta USD di Central Park, dua kapal pesiar mewah, rumah mewah seluas 15.000 meter persegi, mobil-mobil mewah senilai total 60.000 USD, bahkan kasur seharga 35.000 USD (Rp 561 juta). Guo pindah dari China ke AS pada 2014. Ketika itu, Pemerintah China menjalankan operasi pemberantasan korupsi. Banyak pejabat yang merupakan teman-teman Guo berakhir di penjara. Setelah meninggalkan China, otoritas China menuding Guo atas sejumlah kejahatan, antara lain, pemerkosaan, penculikan, penyuapan, dan pencucian uang. Guo menyebut tuduhan itu salah dan digunakan untuk menghukum dirinya karena mengungkap korupsi dan mengkritik para pemimpin di Partai Komunis.
Kejahatan Guo terungungkap, setelah otoritas di China dan Hong Kong menyita aset-asetnya. Guo mulai bisnis investasi bodong tahun 2018, Guo mengiming-imingi keuntungan finansial di sektor properti atau aset kripto melalui video daring berbahasa Mandarin. Dia menawarkan investasi di perusahaan media miliknya, usaha patungan mata uang kripto, program pinjaman pertanian, dan keanggotaan klub eksklusif dengan layanan istimewa. Guo ditangkap polisi di New York pada Maret 2023 atas tuduhan penipuan. Ia menghadapi 12 dakwaan, termasuk penipuan, pemerasan, konspirasi, dan pencucian uang. Sidang yang dipimpin Hakim Distrik Analisa Torres diperkirakan molor sampai Juli 2024. Sidang Guo menghadirkan 12 orang juri yang akan berembuk untuk menentukan Guo bersalah atas dakwaan yang dijatuhkan kepadanya atau tidak. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023