;
Kategori

Ekonomi

( 40460 )

Surplus Dagang dan ”Goyang” Rupiah

21 May 2024

Selama empat tahun terakhir, Mei 2020-April 2024, neraca perdagangan migas dan nonmigas Indonesia mencatat surplus beruntun yang mampu menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun, surplus dagang itu belum optimal membantu meredam ”goyang” rupiah. Pada 15 Mei 2024, BPS merilis, surplus neraca perdagangan Indonesia selama empat tahun terakhir senilai 157,15 miliar USD, dalam 48 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Kenaikan harga sejumlah komoditas ekspor, seperti minyak sawit, batubara, nikel, serta besi dan baja, menjadi penopang utama. Surplus perdagangan barang secara beruntun empat tahun terakhir itu mampu menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi dunia akibat pandemi Covid-19 dan perang Rusia-Ukraina. Hal itu terutama terlihat pada 2021 dan 2022. Di saat Covid-19 masih merebak pada 2022, ekonomi Indonesia tumbuh 3,7 % secara tahunan.

Pada 2022, di tengah mencuatnya perang Rusia-Ukraina, ekonomi Indonesia tumbuh 5,31 % kontribusi kinerja ekspor memang terus turun seiring tren penurunan harga komoditas, terutama pada 2023 dan triwulan I-2024. Di tengah surplus dagang beruntun dalam empat tahun terakhir itu, nilai tukar rupiah terhadap USD beberapa kali terdepresiasi. Pada April 2024, nilai tukar rupiah tembus di atas Rp 16.000 per USD. ”Goyang” rupiah bisa teredam jika Indonesia memiliki cadangan devisa yang kuat. Salah satu sumber devisa itu berupa devisa hasil ekspor (DHE). Sayangnya, kebijakan menangkap DHE itu berjalan kurang optimal dan Indonesia terlambat menerapkannya. Pada Maret 2023, BI berupaya menangkap potensi itu dengan menerbitkan instrumen term deposit valuta asing (TD valas) DHE. Instrumen itu disertai dengan imbalan bunga kompetitif di kisaran 4,68-5,14 % bergantung jumlah dan tenor simpanan.

Mulai 1 Agustus 2023, Indonesia yang menganut rezim devisa bebas menerapkan kebijakan wajib memarkir DHE sumber daya alam (SDA) di dalam negeri, seiring terbitnya PP No 36 Tahun 2023 tentang DHE dari Kegiatan Pengusahaan, Pengelolaan, dan/atau Pengolahan SDA. Regulasi itu mewajibkan eksportir SDA di sektor pertambangan, perkebunan, kehutanan, dan perikanan menempatkan 30 % DHE ke dalam sistem keuangan Indonesia (SKI) melalui rekening khusus DHE SDA. Devisa itu bisa ditempatkan dalam instrumen TD valas DHE yang dikelola BI, rekening khusus bank, dan deposit Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia minimal tiga bulan. Kewajiban itu dikenakan pada eksportir non-usaha kecil menengah dengan nilai ekspor minimal 250.000 USD. Kemenkeu bahkan memberikan diskon Pajak Penghasilan bunga deposito kepada eksportir yang menempatkan devisa di dalam negeri. Dari ekspor SDA itu, pemerintah memperkirakan bisa mendapatkan DHE SDA sebesar 60 miliar USD. Perkiraan itu mengasumsikan nilai ekspor pada 2023 kurang lebih sama dengan tahun 2022. Namun, realisasi DHE SDA itu masih jauh dari nilai tersebut.

Di TD Valas DHE, misalnya, BI mencatat, per Desember 2023, DHE tersebut terkumpul 2,2 miliar USD. Meski demikian, jumlah eksportir yang menempatkan devisa dalam instrumen itu bertambah dari 56 eksportir menjadi 156 eksportir. Kemudian, per 23 April 2024, devisa yang ditempatkan dalam TD Valas DHE sebesar 1,9 miliar USD. Walau nilainya turun, jumlah eksportir yang menempatkan bertambah menjadi 163 eksportir. Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia menyebutkan banyak faktor yang memengaruhi penempatan devisa di dalam negeri. Hal itu mulai dari suku bunga valas bank negara lain yang lebih tinggi, keterbatasan modal usaha, hingga banyak perusahaan di dalam negeri yang menginduk ke perusahaan luar negeri. Hal lain adalah disebabkan oleh sumber modal usaha eksportir. Cukup bany eksportir yang mendapatkan pembiayaan dari bank di luar negeri sehingga uang hasil ekspor akan balik ke bank tersebut. (Yoga)


BPR Diharapkan Bergabung ke Bursa

21 May 2024

Bursa Efek Indonesia (BEI) menanti bergabungnya penyalur kredit berupa bank perekonomian rakyat ke  pasar modal. Kesempatan ini bertujuan meningkatkan efisiensi dan kapasitas industri tersebut. BEI telah membuka peluang bagi bank perekonomian rakyat (BPR), termasuk yang berbasis syariah (BPRS), untuk menggalang dana melalui penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) di pasar modal Indonesia, sesuai ketentuan Peraturan OJK (POJK) No 7 Tahun 2024 tentang BPR dan BPRS yang diterbitkan 25 April 2024. Namun, peluang itu belum dimanfaatkan oleh lebih dari 1.500 BPR yang eksis di Indonesia. “Mungkin karena peraturan IPO untuk BPR dan BPRS ini masih relatif baru, dapat kami informasikan bahwa saat ini belum terdapat permohonan pencatatan dari BPR dan BPRS yang disampaikan kepada BEI,” ungkap Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna kepada wartawan, Senin (20/5).

Sesuai ketentuan yang ada, baik BPR maupun BPRS yang dapat melakukan penawaran umum perdana saham melalui pasar modal Indonesia wajib memiliki persyaratan, antara lain, modal inti minimum Rp 80 miliar dan penilaian tata kelola dengan predikat paling rendah peringkat 2, penilaian profil risiko paling rendah peringkat 2, dan tingkat kesehatan paling rendah peringkat komposit (PK)-2, serta keseluruhannya dinilai dalam dua periode terakhir. OJK mengingatkan agar BPR dan BPRS dapat berpartisipasi di pasar modal dalam upaya mengembangkan industri secara berintegritas, adaptif, dan berdaya saing. Hal ini guna berkontribusi dalam menyediakan layanan keuangan kepada masyarakat, terutama pelaku usaha mikro dan kecil di wilayahnya. (Yoga)


Presiden Ajak Elon Musk Investasi di Indonesia

21 May 2024

Presiden Jokowi bertemu CEO SpaceX dan Tesla Elon Musk di sela-sela KTT Ke-10 Forum Air Sedunia, Senin (20/5) di Bali International Convention Center, Kabupaten Badung, Bali. Miliarder itu pun diajak mengembangkan investasinya di Indonesia. Presiden Jokowi mengapresiasi keikutsertaannya sebagai pembicara di forum tersebut dan membahas pentingnya pengelolaan air serta terkait mulai masuknya layanan internet berbasis satelit, Starlink. Presiden Jokowi berharap Starlink dapat bersinergi dengan penyedia internet di Indonesia untuk menyediakan akses internet yang terjangkau, mengutamakan perlindungan konsumen, serta memberikan harga yang lebih murah untuk penggunaan layanan publik, termasuk di puskesmas hingga sekolah terpencil di Indonesia.

Elon Musk menyatakan merasa terhormat bisa berpartisipasi dalam forum tersebut dan merasa senang bisa berada di Bali. ”Kami berharap dapat menyediakan konektivitas Starlink untuk mendukung fasilitas pendidikan dan kesehatan di Indonesia,” katanya kepada Presiden Jokowi. Starlink resmi diluncurkan di Bali, Minggu (19/5). Musk pun hadir di Puskesmas Pembantu Sumerta Kelod, Denpasar, untuk melihat uji coba layanan Starlink bersama Menkominfo Budi Arie Setiadi dan Menkes Budi Gunadi Sadikin. Selain itu, layanan internet dengan satelit orbit rendah ini juga mulai dipasang di Ibu Kota Nusantara.

Pemasangan disediakan Tony Blair Institute for Global Change untuk mendukung operasional pembangunan IKN, aktivitas ekonomi, dan pelayanan publik bagi masyarakat. Presiden menjelaskan bahwa Indonesia sedang mempercepat transformasi digital nasional. Karena itu, Presiden mengundang Musk untuk mengembangkan investasinya di Indonesia, yang mencakup perusahaan-perusahaan seperti SpaceX, Tesla, Neuralink, dan Boring. ”Pak Musk, Indonesia saat ini sedang menjalani percepatan transformasi digital nasional dan membuka banyak potensi investasi di sektor infrastruktur, teknologi pemerintahan, ekonomi digital, dan masyarakat digital. Oleh karena itu, kami mengapresiasi dan terus mendorong pengembangan investasi perusahaan SpaceX, Tesla, Neuralink, dan Boring di Indonesia,” tutur Presiden. (Yoga)


Pasokan Bawang Putih Mulai Bertambah

21 May 2024

Pasokan bawang putih impor di dalam negeri mulai bertambah kendati masih belum merata. Hal itu terjadi setelah pemerintah mendesak importir untuk segera merealisasikan impor dan mendistribusikan bawang putih. Pemerintah juga perlu mengantisipasi penumpukan impor bawang putih pasca kejadian itu, lantaran banyak importir akan merealisasikan impor komoditas tersebut dalam periode waktu yang sama. Hal itu mengemuka dalam Rakor Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kemendagri secara hibrida di Jakarta, Senin (20/5). Rapat yang dipimpin Irjen Kemendagri Tomsi Tohir Balaw itu dihadiri perwakilan pemeda dan kementerian/lembaga terkait pangan. Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Bambang Wisnubroto mengatakan, pasokan bawang putih impor di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta, bertambah.

Pada 17 dan 19 Mei 2024, volume bawang putih yang masuk ke pasar itu masing-masing sebanyak 90 ton dan 96 ton. ”Volume masuk tersebut tinggi karena jauh di atas rerata kebutuhan pasokan bawang putih di pasar tersebut yang sebanyak 22 ton per hari,” ujarnya. Kendati begitu, lanjut Bambang, rerata total pasokan bawang putih impor di 19 pasar pantauan di daerah-daerah lain masih di bawah normal. Oleh karena itu, Kemendag akan mengawal realisasi impor dan distribusi bawang putih serta segera mengeluarkan sisa persetujuan impor (PI) komoditas itu. Berdasarkan data Kemendag, per 17 Mei 2024, total rerata pasokan bawang putih sepekan terakhir di 19 pasar pantauan sebanyak 151 ton. Volume pasokan itu 13,53 % di bawah total pasokan normal 191 ton.

Dari 19 pasar pantauan itu, pasokan bawang putih di lima pasar di atas pasokan normal dan di 14 pasar di bawah normal. Pasar dengan pasokan bawang putih di bawah normal antara lain Pasar Induk Jakabaring di Palembang, Pasar Johar di Semarang, Pasar Induk Cikopo di Purwakarta, Pasar Induk Pare di Kediri, Pasar Besar Palangkaraya, dan Pasar Wosi di Manokwari. Kemendag juga mencatat, realisasi impor bawang putih per 17 Mei 2024 sebanyak 133.690 ton. Volume realisasi impor tersebut 38,27 % dari PI yang telah diterbitkan dengan volume 342.127 ton. Realisasi impor itu juga baru 20,72 % dari total alokasi impor bawang putih pada 2024 yang sebanyak 645.025 ton. Sisa volume impor bawang putih yang belum diterbitkan PI-nya sebanyak 302.898 ton. (Yoga)


Mempertahankan Kelestarian Tenun Troso

21 May 2024

Seoarang pemuda terlihat sedang menenun, ia merupakan pekerja pada salah satu usaha kerajinan tenun di Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, Kebupaten Jepara, Jawa Tengah, Senin (20/5/2024). Sebagian perajin masih mempertahankan tradisi menenun di tengah gempuran beragam produk impor yang sangat berdampak pada usaha mereka. Mereka menyelesaikan satu helai kain dalam beberapa hari dan menjualnya dengan harga jual Rp 300.000 hingga Rp 2 juta. (Yoga)

Perluasan Inovasi Padi Apung Terkendala Biaya Tinggi

21 May 2024

Inovasi padi apung berhasil dikembangkan dalam skala kecil di lahan rawa pasang surut Desa Sampurna, Barito Kuala, Kalsel. Namun, pengembangannya dalam skala luas masih terkendala biaya produksi yang tinggi. Perawatannya terbilang rumit. Tanaman padi apung dengan media tanam pot plastik dan styrofoam menghijau di lahan rawa pasang surut, di samping rumah Suparlan (55), warga Desa Sampurna, Senin (20/5).  Desa ini berjarak 35 km dari Banjarmasin. Ia menuturkan, padi apung yang ditanamnya itu baru berusia satu bulan. Tahun 2024 merupakan tahun keduanya mengembangkan padi apung dengan bantuan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel. Jenis padi yang ditanamnya adalah siam madu.

”Padi ini bisa panen dalam usia tiga bulan. Kalau tidak ada kendala, dalam dua bulan ke depan, Juli, sudah bisa panen,” ujar Suparlan. Pada tahun pertama uji coba padi apung di desanya, hanya Suparlan yang berhasil panen pada Mei 2023. Dari 630 rumpun padi yang ditanam menggunakan 30 lembar styrofoam berukuran 1 x 2 meter, Suparlan dapat 12 kaleng padi atau 240 kg.  ”Kalau sebagian hasilnya tidak dijual, hasil panen padi apung tahun lalu itu cukup untuk makan kami bertiga di rumah selama setahun,” katanya. Namun, karena hasil panennya sangat bagus, banyak petani setempat yang meminta agar Suparlan menjualnya sebagai benih. ”Hasil panen padi apung tahun lalu itu setara hasil panen padi di sawah 2 borong (340 meter persegi),” ujarnya.

Menurut Suparlan, padi apung cocok dikembangkan di lahan rawa pasang surut setelah dirinya dan banyak petani di desanya kerap gagal panen pascabanjir besar di Kalsel tahun 2021. Namun, pengembangannya saat ini terkendala biaya besar di awal, khususnya untuk media tanam. ”Saya terbantu karena sudah dua tahun ini mendapat bantuan media tanam dari pemerintah. Tahun ini, saya menggunakan 76 lembar styrofoam dengan lebih dari 1.500 pot padi apung,” ucapnya. Meskipun modal awal besar, Suparlan menyebut biaya perawatan padi apung lebih ekonomis dibandingkan perawatan padi di sawah. Hal itu karena tanaman padi apung tidak membutuhkan banyak pupuk dan pestisida. (Yoga)


Beni Yusana dan Qonny Ilma Nofianti Asa Baru dari Ayam Sentul

21 May 2024

Beni Yusana (54) kerap jatuh bangun saat menjalani kehidupan. Namun, ternak ayam sentul Kabupaten Ciamis membangkitkannya. Kini, bersama anaknya, Qonny Ilma Nofianti (28), mereka tidak hanya berbisnis, tetapi turut melestarikan ayam khas itu. ”Di sini enggak ada ayam yang stres. Sehat,” ucap Beni saat menunjukkan puluhan ayam sentul di Qomafi Farm, Jumat (3/5). Letaknya di Desa Sukasari, Kecamatan Tambaksari, 36 km dari pusat kota Ciamis, Jabar. Dari sela-sela kandang, beberapa ayam jantan bertengger memperlihatkan dada besar yang dibalut bulu berwarna abu-abu. Ayam sentul punya modal untuk pamer. Posturnya mirip ayam petarung. Kini, ayam plasma nutfah Jabar ini dipelihara 1.200 peternak yang tersebar di 11 kabupaten.

Abah, sapaan Beni, mengenal ayam sentul seperti memahami dirinya sendiri. Ayam sentul menjadi jawaban atas jeratan utang. Keberadaannya sekaligus harapan keluarganya menghadapi masa depan. Awalnya Beni mencoba bertani dan berkebun dengan modal lahan 5.400 meter persegi dan sawah 700 meter persegi. Kelompok Tani Taruna Guna Bhakti besutannya mendapat program penanaman jagung seluas 6 hektar. ”Kami dapat penghargaan dari Pemprov Jabar hingga Tambaksari ditetapkan sebagai kecamatan jagung di Ciamis,” ucapnya. Tahun 2009, pendapatannya ia gunakan untuk beternak sapi. Kala itu, ia menginvestasikan Rp 300 juta untuk membeli puluhan sapi unggul.Tahun 2012, usahanya mandek, bahkan bangkrut.

Muncullah ide ternak ayam sentul, yang lebih murah dan daya tahannya lebih bagus. Ayam sentul merupakan turunan ayam hutan asal Ciamis yang telah didomestifikasi. Belajarlah ia ke Edi Diana, pelopor peternak ayam sentul di Ciamis. Edi memberinya dua ayam. Tiga ekor lainnya ia beli dengan harga Rp 600.000 per ekor. Kandang sapi dijadikan tempat ternak ayam. Istrinya, Teti, berjualan pakaian untuk menambah pemasukan. Setahun pertama, ia fokus pada pemeliharaan ternak untuk menghasilkan bibit yang sesuai. Dari upaya itu, ia mendapatkan 173 ekor ayam. ”Tahun 2013-2014, abah sudah bisa hasilkan DOC (anak ayam) 1.700-2.800 ekor per bulan,” katanya.

Akhirnya, perekonomian keluarganya membaik. Utang pun terbayarkan pada 2015. Namun, pada 2017, ia kena tipu. Hasil panen empat kali dengan produksi 1,4 ton ayam hilang. Uang puluhan juta rupiah hangus.  Hanya tersisa 11 ekor ayam pejantan di kandang. Titik cerah datang ketika ia mendapat bantuan bibit ayam 200 ekor dari Pemprov Jabar. Anak semata wayangnya, Qonny Ilma Nofianti, pulang kampung dari merantau di Jakarta. Dengan kreativitasnya, Qonny membawa ayam sentul ke jalur penjualan daring. Ketika banyak usaha ambruk saat pandemi Covid-19, Qonny dan abahnya justru meraup cuan. Sejumlah warga yang sebelumnya merantau seperti Qonny kini mulai pulang kampung beternak ayam. ”Anak yang pulang dari kota sekitar 49 orang. Kami fasilitasi bibit, DOC, dan bayarnya bisa setelah panen.

Rumah-rumah yang ditinggal penghuninya terisi lagi,” ujar Beni. ”Belgia saja nantangin, kalau bisa pasok 42.000 ekor per bulan, dia mau buka konsulat di Bandara Kertajati (Majalengka). Padahal, permintaan 12.000 ekor se-Jabar saja baru terealisasi 0,091 %,” ungkapnya. Bahkan, permintaan ayam sentul di tempatnya saja mencapai 1.000 ekor per hari dengan bobot 0,9-1,2 kg. Hingga kini ia dan Qonny baru bisa memenuhi 267 ekor ayam per hari. Kini, di bawah bendera Qomafi Farm, mereka memiliki 7.500 anakan, 250 induk, dan 9.800 pedaging. Permintaannya juga bertambah menjadi sekitar 150 ekor per hari dengan omzet puluhan juta rupiah. Dia bekerja sama dengan 32 mitra yang men jual karkas hingga beragam jenis kuliner. (Yoga)


Menuai Hasil Investasi Besar Saham Freeport

21 May 2024
Pemerintah melalui MIND ID menggelontorkan investasi besar, US$ 3,8 miliar untuk mengakuisisi 51% saham PT Freeport Indonesia (PTFI), perusahaan tambang dan pengolahan bijih tembaga, emas, dan perak di Papua. Kini, MIND ID mulai memetik hasil dari investasi tersebut. Tahun 2023, MIND ID meraih bagian laba bersih PTFI sebesar Rp24,68 triliun, melonjak dari tahun 2018 sebesar Rp 184,1 miliar, berdasarkan laporan keuangan MIND ID di Bursa Efek Singapura. Sepanjang 2023, PTFI berhasil memproduksi tembaga 1,65 miliar pound serta 1,97 juta ounces emas. Pendapatan PTFI mencapai Rp 128 triliun, turun dari Rp125 triliun, sedangkan laba bersih turun tipis menjadi Rp48,2 triliun dari Rp49,6 triliun. Adapun setoran dividen PTFI ke MIND ID tahun lalu mencapai US$ 277 juta atau Rp4,2 triliun. Memang, jumlah itu berkurang dari tahun 2022 sebesar US$ 575,5 juta atau Rp8,5 triliun, tetapi lebih besar dari 2021 sebesar US$ 243 juta. (Yetede)

Neraca Pembayaran Defisit US$ 6 Miliar

21 May 2024

Bank Indonesia (BI) mencatat neraca pembayaran Indonesia (NP) pada kuartal I 2024 defisit  sebesar US$ 6 miliar. Defisit ini dinilai tetap rendah meskipun ekonomi global melambat. Di sisi lain transaksi modal dan finansial mencatat defisit yang terkendali akibat peningkatan ketidakpastian di pasar keuangan global. Asisten Gubernur Bank Indonesia Erwin Haryono dalam keterangan resminya, Senin (20/5/2024) menyampaikan, cadangan devisa pada akhir maret 2024 tetap tinggi di angka US$ 140,4 miliar.

Nilai tersebut setara dengan pembiayaan impor selama 6,2 bulan dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Sementara itu, defisit transaksi berjalan tercatat sebesar US$ 2,2 miliar (0,6% dari PDB), lebih tinggi dibandingkan defisit US$ 1,1 miliar dolar AS (0,3% dari PDB) pada kuartal IV 2023. Neraca perdagangan nonmigas masih membukukan surplus, meskipun lebih rendah dari triwulan sebelumnya akibat penurunan kinerja  ekspor non migas sesuai dengan perlambatan ekonomi global. (Yetede)

Kenaikan Biaya Dana Tekan Profitabilitas Perbankan

21 May 2024

OJK mencatat adanya kontraksi pertumbuhan  profitabilitas perbankan. Di mana per Februari 2024 laba bersih perbankan nasional sebesar  Rp39,36 triliun, terkoreksi 1,77% dibandingkan dari periode Februari 2023 sebesar Rp40,07 triliun. Kepala Ekskutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, penurunan laba tersebut terlihat karena biaya dana perbankan yang mengalami tren peningkatan. "Meningkatnya dana biaya yang tidak diimbangi dengan peningkatan suku bunga kredit. Namun demikian, ROA (return on aset) dan NIM (net interest margin) masih tergolong cukup tinggi," ujar Dian.

Adapun ROA perbankan per Maret 2024 berada di level 2,62%, angka ini lebih rendah dibandingkan  posisi tahun lalu di angka 2,77%. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh penurunan NIM dari sebesar 4,77% pada Maret 2023 menjadi 4,59% per Maret 2023 menjadi 4,59% per Maret 2024. Menurunnya NIM perbankan lantaran bank menahan suku bunga kreditnya yang berdampak  pada profitabilitas  perbankan yang akan ada dalam tren melambat. (Yetede)