Ekonomi
( 40733 )PMN Bukan Solusi Jitu
Benahi Ekosistem Asuransi Kesehatan
OJK bertekad untuk membenahi ekosistem asuransi kesehatan. Hal ini dilakukan seiring melonjaknya rasio klaim terhadap premi yang diterima perusahaan asuransi yang sangat tinggi, melebihi premi bruto yang diterima. Kondisi ini dinilai kurang ideal dari sisi bisnis. "Tadi disampaikan angkanya 138%, ini mungkin perlu dijajaki lebih lanjut, namun kami memastikan bahwa itu diatas 100%. Ini belum memperhitungkan dari biaya lain secara keseluruhan, jadi belum combine ratio, tapi baru murni klaim rasio terhadap premi yang diterima," kata Kepala Ekskutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono. Ia mengatakan, produk asuransi kesehatan termasuk produk unggulan, terbukti dari minat perusahaan asuransi terhadap produk ini cukup tinggi, yakni dari perusahaan asuransi jiwa dan perusahaan asuransi umum. (Yetede)
Marak BNPL, Transaksi Kartu Kredit Masih Tumbuh 11,57%
Ditengah maraknya bisnis buy now pay later (BNPL) yang ditawarkan, bisnis kartu kredit perbankan masih mencatatkan pertumbuhan positif. Bank Indonesia (BI) mencatat volume transaksi kartu kredit masih tumbuh dua digit per April 2024. Nominal kartu kredit masih meningkat 11,67% (year on year/yoy) mencapai Rp 34,39 triliun," kata Gubernur BI Perry Warjiyo. Sementara itu OJK juga mencatatkan outstanding piutang pembiayaan perusahaan BNPL per maret sebesar Rp 8,13 triliun, meningkat 23,9% (yoy) lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kartu kredit. Dengan rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) gross 3,15%, dan NPF nett 0,59%. Meskipun pertumbuhan bisnis paylater lebih tinggi dibandingkan dengan bisnis kartu kredit, namun kedua produk tersebut memiliki pasar yang berbeda. Sehingga, seharusnya bisnis paylater tidak bisa menggantikan kartu kredit dan tidak perlu dikhawatirkan perbankan. (Yetede)
Medco Energi Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo Rp400 Miliar
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) siap melunasi obligasi jatuh tempo sebesar Rp 400 miliar. Dana tersebut berasal dari hasil penerbitan obligasi pada tahun ini dengan total nilai mencapai Rp 1,5 triliun. Pada tahun ini, tepatnya pada Februari 2024, emiten dengan kode saham MEDC tersebut telah menerbitkan Obligasi Berkelanjutan V Tahap II Tahun 2024 dengan hasil menghimpun dan sejumlah total Rp 1,5 triliun. Direktur Keuangan Medco Energi Internasional Anthony R. Mathias menyampaikan, dana yang terhimpun dari penerbitan Obligasi Berkelanjutan II Tahap V Tahun 2024 tersebut akan digunakan perseroan untuk melunasi Obligasi rupiah perusahaan yang jatuh tempo tahun ini. "Termasuk untuk pembayaran Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2021 Seri A," jelas Anthony. (Yetede)
Elon Musk Berbalik Dukung Non-Tarif untuk Mobil Listrik
CEO Tesla ELon Musk mengatakan tidak mendukung pengenaan tarif untuk kendaraan listrik buatan China. Pernyataannya merespon pengumuman Presiden Amerika Serikat Joe Biden baru-baru ini yang menyatakan bakal menerapkan tarif 100% atas impor mobil listrik China. Pekan lalu pemerintah Biden menyampaikan akan menerapkan tarif 100% untuk impor kendaran listrik China ke AS dengan tujuan menghentikan mobil listrik China murah membanjiri pasar AS. Menurut Gedung Putih subsidi China telah membantu perusahaan-perusahaan memproduksi produk energi bersih murah secara berlebihan, seperti panel surya dan kendaraan listrik hingga melebihi permintaan domestik. "Baik Tesla maupun saya tidak meminta tarif ini. Bahkan, saya terkejut ketika terif tersebut diumumkan," ujar Musk. Tesla sendiri harus berjuang untuk tahun ini, mengingat armada kendaraan listriknya yang menua, lemahnya permintaan konsumen untuk kendaraan, dan meningkatnya persaingan global-terutama China. (Yetede)
Menakar Bukti Kasus Kekerasan Seksual Ketua KPU
Era Bunga Tinggi, Bank Syariah Mega Syariah Jaga Likuiditas
RI Ajak China Kembangkan Teknologi Pertanian Padi
Indonesia menjalin kerja sama dengan lembaga riset pada terbesar di China, China National Rice Research Institute (CNRRI), untuk mengembangkan teknologi pertanian guna menurunkan biaya produksi hingga 40-60%. CNRRI dikenal sebagai pusat riset terkemuka yang memainkan peran kunci dalam mengkoordinasikan program penelitian padi tingkat nasional dan global. Lembaga itu telah menghasilkan berbagai varietas padi unggul yang resisten hama penyakit, toleran cekaman lingkungan, serta menggunakan teknologi ramah lingkungan, dan hemat biaya.
Kerja sama yang diinisiasi Indonesia itu disambut baik oleh CBRRI dan difokuskan pada beberapa area penting. Area itu meliputi peningkatan kualitas benih dengan mengembangkan benih lebih adaptif terhadap kondisi kekeringan serta teknologi pertanian modern dengan mengaplikasikan teknologi digital (kecerdasan buatan/AI) dan alat mesin pertanian modern seperti mesin pembibitan otomatis, transplanter, drone, combine harvester, dan RMU (rice milling unit). (Yetede)
Layanan Ramah Lansia bagi Jemaah Haji
Jemaah haji berusia lanjut mendapatkan layanan khusus untuk memudahkan melaksanakan ibadah haji. Selain mendapatkan fasilitas penginapan berstandar ramah lansia, jemaah lansia juga bisa mengakses layanan kursi roda saat menjalankan rangkaian ibadah umrah wajib di Masjidil Haram. Kabid Akomodasi Daerah Kerja Mekkah Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Zaenal Muttaqin mengutarakan hal itu, Kamis (23/5) di Mekkah, Arab Saudi. Menurut Zaenal, total ada 170 hotel disiapkan untuk jemaah haji Indonesia yang berjumlah 241.000 orang.
Dari jumlah itu, 41.000 orang di antaranya Jemaah lansia. ”Hingga saat ini 29.134 anggota jemaah haji Indonesia sudah berada di Mekkah,” ujarnya. Ia mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan para pemilik hotel untuk menyiapkan layanan rama lansia, antara lain menyediakan kursi roda dan jalur, khususnya bagi jemaah lansia. Ia pun meminta agar jemaah lansia diprioritaskan untuk ditempatkan di kamar dekat lift agar mudah dievakuasi jika ada kondisi darurat. Pihak hotel juga diminta menyediakan kamar mandi ramah lansia, seperti menyediakan pegangan tangan.
”Petugas bersiaga 24 jam,” tuturnya. Berdasarkan pemantauan di sejumlah hotel di Mekkah, fasilitas ramah lansia tersedia. Selain kursi roda dan jalur khusus kursi roda, ada stiker bertuliskan prioritas bagi Jemaah lansia yang ditempelkan di dinding dekat tempat duduk di area lobi hotel, seperti di Hotel Al Ghadeer. Ada juga tim petugas lansia dari PPIH. Untuk ibadah wukuf di Arafah, Muzdalifah, dan Mina pada puncak haji, PPIH menyiapkan sekitar 300 kamar hotel bagi jemaah lansia yang tidak memungkinkan menginap di tenda. ”Kami juga menyiapkan beberapa perlengkapan yang dibutuhkan jemaah lansia,” ungkapnya. Kabid Transportasi PPIH Kemenag Mujib Roni menyatakan, untuk jemaah lansia, disiapkan bus Shalawat yang didesain khusus dengan deck lebih rendah dan bisa untuk kursi roda.
Ada 20 bus Shalawat khusus jemaah lansia yang melintasi 170 hotel Jemaah Di Kompleks Masjidil Haram, Rabu (22/5) malam, Jemaah lansia melaksanakan umrah wajib dan shalat dibantu Jemaah pendamping ataupun memakai jasa pendorong kursi roda. Seorang anggota jemaah lansia mengaku membayar jasa pendorong kursi roda 250 real atau setara dengan Rp 1,1 juta untuk tawaf dan sai. Siti Kharomah (74), warga Lamongan, Jawa Timur, memilih menggunakan kursi roda untuk beribadah umrah karena sulit berjalan jauh. ”Saya habis jatuh menjelang keberangkatan ke Tanah Suci. Jadi, saya pakai kursi roda, suami sehat, tak perlu pakai kursi roda,” ujarnya.. (Yoga)
Rokok Elektronik Pun Membunuhmu
WHO mencatat 8 juta orang meninggal setiap tahun akibat produk tembakau. sebanyak 7 juta kematian karena penggunaan tembakau secara langsung dan sisanya oleh paparan perokok pasif. Bahaya rokok terjadi pada segala bentuk produk tembakau. Tidak ada tingkat paparan tembakau yang aman, termasuk pada penggunaan rokok elektronik. Selain itu, tidak ada bukti bahwa penggunaan rokok elektronik efektif membantu seseorang berhenti merokok. Kenyataannya justru tidak sedikit yang menjadi perokok dual-user, yang artinya merokok konvensional juga merokok elektronik. Bahayanya pun menjadi lebih besar. Sejumlah bukti ilmiah telah menunjukkan berbagai bahaya dari konsumsi rokok elektronik. Paparan nikotin dari rokok elektronik pada ibu hamil dapat berdampak buruk bagi janin.
Konsumsi nikotin pada anak dan remaja bisa berdampak negatif terhadap perkembangan otak. Dampaknya bisa jangka panjang yang akhirnya dapat menyebabkan gangguan dalam belajar dan menimbulkan kecemasan. Penelitian epidemiologi yang dilaporkan WHO memperlihatkan, penggunaan rokok elektronik turut meningkatkan penggunaan rokok konvensional di kemudian hari, khususnya pada remaja. Risiko penggunaan rokok konvensional meningkat hingga tiga kali lipat. Rokok elektronik dapat mengeluarkan zat beracun yang bersifat karsinogen yang dapat memicu kanker. Rokok elektronik juga dapat menimbulkan gangguan pada paru-paru serta efek negatif pada kesehatan pembuluh darah dan jantung.
Terkadang, tingkat racun pada rokok elektronik bisa lebih tinggi dibandingkan dengan rokok konvensional. Hal itu juga termasuk racun dari asapnya. Penelitian dari The Johns Hopkins University tentang bahan rokok elektronik yang dipublikasikan pada Oktober 2021 mengungkap adanya ribuan bahan kimia dalam produk tersebut. Dari sebagian bahan kimia yang telah teridentifikasi ditemukan bahan-bahan dengan potensi berbahaya, antara lain pestisida dan perasa yang memiliki efek racun dan iritasi pada saluran pernapasan. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) telah mengidentifikasi penyakit baru yang berkaitan dengan cedera paru akibat rokok elektronik. Penyakit yang disebut dengan Evali (cedera paru terkait produk rokok elektronik ataupun vaping) ini berisiko tinggi menyebabkan kematian. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









