Ekonomi
( 40460 )Harapan Baru Emiten Batu Bara
Hasil kinerja emiten batu bara yang kurang memuaskan pada kuartal I-2024, menurunkan minat investor terhadap sahamnya. Meski demikian, ekspektasi membaiknya harga jual rata-rata (average selling price/ASP) dan peningkatan volume produksi, membawa harapan baru terhadap kinerja emiten emas hitam tersebut di kuartal dua ini. Hal itu pula yang tampaknya telah dilihat sebagai pelaku pasar, yang terbukti dari harga saham sejumlah emiten batu bara mulai beranjak naik.
Hasil kinerja emiten produsen batu bara pada kuartal I-2024 relatif beragam, meskipun ASP lebih baik dari asumsi kami. Kami melihat potensi pemulihan volume penjualan di kuartal II-2024," kata Analis Indo Premier Sekuritas Reggie Parengkuan dan Ryan Winipta dalam riset terbarunya, Senin (20/5.2025). Dalam catatan reggie dan Ryan, PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) dan PT United Tractors Tbk (UNTR) mempu mencatatkan kinerja di atas konsensus masing-masing 37% dan 27% terhadap estimasi sepanjang 2024. (Yetede)
Butuh Komitmen Bersama Atasi Air dan Sanitasi
Presiden RI Jokowi menyatakan persoalan air dan sanitasi akan semakin berat di masa mendatang. Untuk itu dibutuhkan komitmen bersama dalam pengolahan air yang inklusif dan berkelanjutan. Presiden mengungkapkan bahwa 72% permukaan bumi tertutup dan hanya 1% yang bisa diakses sebagai air minum dan keperluan sanitasi. Kekhawatiran ini akan berdampak pada pertanian. "Di tahun 2050, 500 juta petani kecil sebagai penyumbang 80% pangan dunia di prediksi paling rentan mengalami kekeringan. Tanpa air tidak ada makanan, tidak ada perdamaian, tidak ada kehidupan.
No water no life, no growth," kata Jokowi. Presiden berharap dengan diadakannya Forum Air Sedunia ini dapat memperkuat komitmen kolaborasi antar negara dalam mengatasi masalah terkait air. "Indonesia berharap dunia dapat saling bergandengan tangan secara berkesinambungan untuk dapat memperkuat komitmen kolaborasi dalam mengatasi tantangan global terkait air. Let's preserve our water today for shared prosperity tomorrow," jelasnya(Yetede)
Presiden Dorong Starlink Berkolaborasi Dengan ISP Lokal
Market Share Domain .id Telah Capai 41,79%
Otonomi Daerah Bisa Jadi Kekuatan Pengembangan Ekonomi Syariah
Blok Rokan dan Mahakam Simbol Kebangkitan Energi Nasional
Indonesia Akan Ekspor 65 Ribu Ton Jagung
RI-Vietnam Kerja Sama Pertanian Padi Lahan Rawa
Indonesia dan Vietnam sepakat memperkuat kerja sama pengembangan pertanian padi di lahan rawa, khususnya varietas bibit untuk lahan rawa dengan produktivitas tinggi serta teknologi mekanisme dan pertanian presisi. Hal itu demi memacu produktivitas dan indeks pertanaman (IP) padi di lahan rawa. Kedua negara juga sepakat mengembangkan sistem pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan (sustainable agriculture).
Demikian inti pertemuan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman serta menteri Pertanian dan Pembangunan Desa Vietnam Le Minh Hoan bseretaa pejabat tinggi Kementerian Pertanian dan Pembangunan Desa Republik Sosialis Vietnam (MARD) di kantor Pusat MARD di Hanoi, Vietnam, Minggu (19/05/2024). Pertemuan ini menyepakati kerja sama teknologi lahan rawa yang sedang digalakkan RI. Pada akhir pertemuan, Menteri Pertanian RI dan Vietnam meneken MoU on Agriculture Cooperation. Sebagai tindak lanjut, kedua Menteri sepakat Membentuk Kelompok Kerja Pertanian yang beranggotakan perwakilan pejabat teknis kedua negara. (Yetede)
Ironi Pertanian Tanpa Petani
Menguji Kredibilitas Anggaran Prabowo-Gibran
Potret ekonomi pemerintah baru mulai nampak. Pemerintah kemarin menyerahkan proyeksi dan asumsi makro ekonomi Indonesia 2025 ke parlemen. Ini akan jadi modal awal pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka memimpin Indonesia lima tahun ke depan, atau mulai Oktober 2024-Oktober 2029. Lewat Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2025, ini akan menjadi acuan pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk menyusun Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025. Merujuk dokumen yang sama, target pertumbuhan ekonomi 2025 dipatok 5,1%-5,5%. Angka jauh dari target Prabowo-Gibran yang menginginkan ekonomi tumbuh hingga 8% selama tiga tahun ke depan.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut, pertumbuhan ekonomi tahun depan akan ditopang stabilitas inflasi, kelanjutan hilirisasi sumber daya alam, pengembangan industri kendaraan listrik, hingga digitalisasi yang didukung perbaikan iklim investasi dan kualitas SDM. Untuk mencapai target ekonomi tumbuh di sasaran 5,1%-5,5%, pemerintah memproyeksikan belanja negara di kisaran 14,59%-15,18% dari produk domestik bruto (PDB). Yang menarik, untuk membiayai belanja itu, target pendapatan negara lebih rendah dari belanja atau berkisar 12,14%-12,36% PDB.
Alhasil, anggaran 2025 akan defisit 2,45%-2,82% PDB. Target ini lebih besar dari defisit APBN 2024 yang dipatok sebesar 2,29% PDB. Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan, dengan indikasi rasio pendapatan yang rendah ketimbang belanja negara, itu memperkuat argumen bahwa tahun depan pemerintah akan mengandalkan pendanaan alternatif sebagai tambahan pendanaan utama. Pada 2025, pemerintah memasang target imbal hasil surat berharga negara atau yield SBN tenor 10 tahun berkisar 6,9%-7,3%, lebih tinggi dibanding target 2024 sebesar 6,7%.
Alhasil, beban pokok sekaligus bunga utang pemerintah bakal lebih besar. Chief Economist The Indonesia Economic Intelligence (IEI) Sunarsip menyoroti target pertumbuhan ekonomi yang berkutat di level 5%. Meski realistis, angka ini belum mencerminkan perbaikan fundamental ekonomi kita. Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI), Ronny P. Sasmita juga melihat, pemerintahan Prabowo-Gibran masih terjebak tren pertumbuhan era Jokowi di kisaran 5%. Jadi "Pekerjaan mencapai 8% tidak mudah," ucap dia.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









