;

BPR Diharapkan Bergabung ke Bursa

Ekonomi Yoga 21 May 2024 Kompas
BPR Diharapkan Bergabung ke Bursa

Bursa Efek Indonesia (BEI) menanti bergabungnya penyalur kredit berupa bank perekonomian rakyat ke  pasar modal. Kesempatan ini bertujuan meningkatkan efisiensi dan kapasitas industri tersebut. BEI telah membuka peluang bagi bank perekonomian rakyat (BPR), termasuk yang berbasis syariah (BPRS), untuk menggalang dana melalui penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) di pasar modal Indonesia, sesuai ketentuan Peraturan OJK (POJK) No 7 Tahun 2024 tentang BPR dan BPRS yang diterbitkan 25 April 2024. Namun, peluang itu belum dimanfaatkan oleh lebih dari 1.500 BPR yang eksis di Indonesia. “Mungkin karena peraturan IPO untuk BPR dan BPRS ini masih relatif baru, dapat kami informasikan bahwa saat ini belum terdapat permohonan pencatatan dari BPR dan BPRS yang disampaikan kepada BEI,” ungkap Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna kepada wartawan, Senin (20/5).

Sesuai ketentuan yang ada, baik BPR maupun BPRS yang dapat melakukan penawaran umum perdana saham melalui pasar modal Indonesia wajib memiliki persyaratan, antara lain, modal inti minimum Rp 80 miliar dan penilaian tata kelola dengan predikat paling rendah peringkat 2, penilaian profil risiko paling rendah peringkat 2, dan tingkat kesehatan paling rendah peringkat komposit (PK)-2, serta keseluruhannya dinilai dalam dua periode terakhir. OJK mengingatkan agar BPR dan BPRS dapat berpartisipasi di pasar modal dalam upaya mengembangkan industri secara berintegritas, adaptif, dan berdaya saing. Hal ini guna berkontribusi dalam menyediakan layanan keuangan kepada masyarakat, terutama pelaku usaha mikro dan kecil di wilayahnya. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :