SURAT BERHARGA NEGARA : ST012 Aset Defensif Investor
Minat investor ritel terhadap Sukuk Tabungan seri ST012 terus meningkat seiring dengan keputusan Bank Indonesia yang menahan suku bunga acuan atau BI Rate di level 6,25% pada Mei 2024. ST012 sudah terjual sekitar Rp15,30 triliun per Jumat (24/5). Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan sebelumnya menambah kuota penerbitan ST012 dari awalnya Rp10 triliun menjadi Rp16 triliun. Dengan demikian, kuota ST012 tersisa kurang lebih Rp700 miliar, dengan masa penawaran yang dimulai sejak 26 April —29 Mei 2024. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, tingkat kupon ST012 masih cukup menarik bagi investor, terutama bagi mereka yang membutuhkan aset-aset yang relatif terjaga dari volatilitas pasar keuangan. Hal itu pula yang menjadi alasan investor ritel untuk mengoleksi sukuk tersebut.
Pemerintah meluncurkan ST012 dalam dua seri, yakni ST012-T2 (tenor 2 tahun) dengan kupon 6,40%, dan Green Sukuk Ritel ST012-T4 (tenor 4 tahun) dengan kupon tertinggi 6,55% per tahun. Mengacu data salah satu mitra distribusi PT Bibit Tumbuh Bersama (Bibit) per Jumat (24/5) pukul 15.00 WIB, ST012 terpantau laris diborong investor sebanyak Rp15,30 triliun dari kedua seri.
Tags :
#ObligasiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023