SELEKSI KETAT SAHAM BERKUALITAS
Dinamika pasar yang bergerak makin cepat menjadi momentum bagi Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan pembenahan melalui seleksi ketat saham-saham berkualitas demi menarik minat investor. Sebagai gambaran, berdasarkan data Bloomberg, kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) hingga perdagangan terakhir masih terkoreksi tipis 0,69% sepanjang 2024 dengan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) sebesar Rp12,16 triliun. Di tengah kondisi itu, BEI tercatat mengeluarkan 98 peringatan aktivitas tak wajar (unusual market activity/UMA) sehingga diperlukan perdagangan efek yang teratur, wajar, dan efi sien. Dalam aturan barunya, Bursa menerapkan ketentuan seperti catatan performa keuangan dari sisi ekuitas positif, filter dari sisi likuiditas yang tecermin pada nilai kapitalisasi pasar dan porsi saham publik atau free float hingga kinerja tanpa rugi bersih selama 2 tahun berturut-turut yang berlaku pada Mei 2025. Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi mengatakan, alat seleksi saham papan utama ini sudah memberikan investor informasi untuk mendapatkan saham yang lebih berkualitas.
Emiten di papan utama, misalnya, tidak boleh memiliki ekuitas negatif sehingga investor mendapatkan saham berkualitas dari sisi ekuitas. Lebih lanjut Audi menyatakan, langkah BEI untuk memasukkan 10 emiten penghuni papan utama yang lolos seleksi langsung mendapatkan perhatian dari investor. Bisnis mencatat 10 emiten penghuni baru papan utama a.l. yakni PT Bank Capital Indonesia Tbk. (BACA), PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk. (BDKR), dan PT Habco Trans Maritima Tbk. (HATM). "Selain itu, dari emiten yang turun ke papan pengembangan beberapa yang masih rutin membagikan dividen, sehingga masih dapat diperhatikan meski untuk momen tertentu saja seperti BNLI (PT Bank Permata Tbk.), HMSP (PT H.M. Sampoerna Tbk.), dan ADMF (PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk.)," katanya.
Angin segar dari kebijakan BEI ini dirasakan oleh PT Trans Power Marine Tbk. Direktur Trans Power Marine Rudi Sutiono menyatakan, sebagai penghuni baru papan utama, perusahaan seperti mendapatkan suntikan tenaga untuk mengakselerasi misi ekspansi. Terpisah, Community & Retail Equity Analyst Lead Indo Premier Sekuritas Angga Septianus justru menyatakan, penambahan ketentuan seleksi saham bukanlah satu-satunya pertimbangan memilih saham.
Pengamat Pasar Modal & Founder WH-Project William Hartanto justru menilai, pada dasarnya kinerja fundamental emiten masih menjadi parameter utama bagi investor jangka panjang. Menurutnya, penyesuaian papan merupakan terobosan baru, tetapi tidak menjadi tujuan utama bagi para investor. Terpisah, Direktur Avere Investama Teguh Hidayat menambahkan kebijakan ini bakal memberikan sentimen jangka pendek terhadap kinerja harga saham emiten terkait, khususnya saham yang turun kelas.
Tags :
#SahamPostingan Terkait
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Duo Investor Raksasa Dibalik RS Hermina
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Ketegangan AS–Iran Tekan Sentimen Pasar Global
Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Saham Energi
ICBP–INDF Tebar Dividen Besar
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023