Masyarakat di Dunia Belum Setara Mengakses Air dan Sanitasi
Akses air bersih dan sanitasi yang tidak merata mengancam kesehatan masyarakat dunia. Pemangku kebijakan perlu menggandeng beragam komunitas demi menjamin setiap warganya dapat menjangkau layanan akses air bersih dan sanitasi tanpa terkecuali. Kegiatan Forum Air Dunia (World Water Forum/WWF) Ke-10 di Nusa Dua, Bali, yang ditutup Jumat (24/5) mengesahkan deklarasi tingkat menteri yang menyatakan akan menerjemahkan komitmen di bidang pengelolaan sumber daya air ke dalam kebijakan dan rencana aksi. Dalam deklarasi itu, disadari dampak perubahan iklim dan pertumbuhan populasi butuh pengelolaan dan pendanaan berkelanjutan demi memenuhi hak masyarakat terhadap akses air yang aman.
Deklarasi tingkat menteri itu melampirkan 113 proyek dan inisiatif dari beragam negara dan organisasi internasional senilai 9,4 miliar USD, yang bertujuan mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) no 6 tentang air bersih dan sanitasi yang dinyatakan tersendat (off-track). Saat menutup WWF Ke-10, Wakil Presiden Dewan Air Dunia Eric Tardieu menggarisbawahi ketidaksetaraan di dunia yang perlu menjadi perhatian, tercermin dari masyarakat yang tidak memiliki akses air minum yang aman dan sanitasi serta penduduk yang kesehatannya dipertaruhkan karena hanya bisa mendapatkan air dengan kualitas buruk.
Dokumen ”The United Nations World Water Development Report 2024: Wate for Prosperity and Peace” menyatakan, per 2022, ada 2,2 miliar penduduk dunia tak memiliki akses terhadap layanan air minum yang aman. Jumlah penduduk dunia yang tak memiliki akses sanitasi mencapai 3,5 miliar jiwa. Tardieu menilai, WWF Ke-10 perlu menjamin keterjangkauan akses air bersih dan sanitasi kepada setiap orang. ”Kami ingin mendorong keterjangkauan itu melaluitata kelola lestari, menggandeng lebih banyak komunitas, dan membangun daya tahan terhadap perubahan lingkungan tanpa meninggalkan siapa pun,” ujarnya. Di sela WWF Ke-10, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono juga menyepakati pendanaan sistem penyediaan air minum wilayah Karian-Serpong berkapasitas 4.600 liter per detik. Targetnya, untuk memberi akses air minum kepada 1,84 juta penduduk di Tangerang dan Tangsel, Banten, serta Jakarta, senilai Rp 2,4 triliun. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023