Ekonomi
( 40733 )DIVESTASI SAHAM : SIASAT AMANKAN FREEPORT
Pemerintah menyiapkan siasat agar bisa menekan biaya yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan tambahan 10% saham PT Freeport Indonesia sebagai salah satu syarat perpanjangan izin operasi perusahaan tambang tembaga terintegrasi tersebut.n Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan ada skema yang memungkinkan pemerintah melalui PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID bisa mendapatkan tambahan 10% saham Freeport Indonesia dengan biaya lebih rendah, bahkan gratis. Skema tersebut pun disiapkan agar arus kas MIND ID sebagai badan usaha milik negara (BUMN) holding pertambangan tidak terbebani. Pasalnya, perseroan juga baru saja mengambil alih 14% saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO). “Jadi, tidak keluar uang lagi nanti MIND. Ada mekanismenya untuk mendapat tambahan share,” kata Menteri ESDM Arifin Tasrif akhir pekan lalu. Arifin hanya memastikan pemerintah bakal memberikan perpanjangan izin usaha pertambangan khusus (IUPK) kepada Freeport Indonesia hingga masa usia cadangan di wilayah kerjanya saat ini habis. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan kepastian kepada perusahaan yang telah mengeluarkan dana cukup besar untuk membangun smelter tembaga.
Untuk diketahui, ketentuan perpanjangan kontrak tambang untuk Freeport Indonesia diakomodasi dalam Pasal 195B ayat (2) Peraturan Pemerintah (PP) No. 25/2024, yang menyebutkan bahwa perpanjangan diberikan selama ketersediaan cadangan dan dilakukan evaluasi setiap 10 tahun. Adapun, pemegang IUPK yang berpeluang mendapatkan perpanjangan seumur cadangan tambang tersebut harus memenuhi sejumlah kriteria. Berdasarkan beleid itu, terdapat enam kriteria yang harus dipenuhi. Pertama, pemegang IUPK harus memiliki fasilitas pengolahan dan/atau pemurnian terintegrasi dalam negeri. Kedua, memiliki ketersediaan cadangan untuk memenuhi kebutuhan operasional fasilitas pengolahan dan/atau pemurnian. Ketiga, sahamnya telah dimiliki paling sedikit 51% oleh peserta Indonesia. Keempat, telah melakukan perjanjian jual beli saham baru yang tidak dapat terdilusi sebesar paling sedikit 10% dari total jumlah kepemilikan saham kepada BUMN. Kelima, mempertimbangkan upaya peningkatan penerimaan negara. Keenam, memiliki komitmen investasi baru paling sedikit dalam bentuk kegiatan eksplorasi lanjutan, dan peningkatan kapasitas fasilitas pemurnian yang telah disetujui oleh menteri. Di tempat terpisah, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal menegaskan bahwa pelibatan pelaku usaha lokal menjadi salah satu syarat dalam proses perpanjangan IUPK Freeport Indonesia nantinya, selain divestasi 10% sahamnya kepada MIND ID, dan membangun smelter di Papua.
Bahlil juga menjelaskan bahwa pihaknya tidak ingin ambil pusing dengan siapa yang akan menjadi pengendali Freeport Indonesia kelak. Dirinya hanya fokus agar keberadaan perusahaan tersebut bisa memberikan kontribusi yang optimal kepada negara dan masyarakat. “Sekarang sudah milik Indonesia, sudah 51%. Siapa yang mengerjakan itu penting, tapi jauh lebih penting pendapatan yang masuk ke negara,” katanya. Menurutnya, pemerintah bakal mengambil opsi yang paling optimal untuk negara. Dia mencontohkan, pemerintah bakal memilih agar Freeport Indonesia dikelola oleh McMoRan yang bisa menghasilkan 12 dibandingkan dengan lokal yang hanya 10. “Kalau pilihannya dikelola oleh orang Indonesia tapi pendapatannya di bawah dari kelolaan asing, kami cari pendapatan yang bagus. Apalagi, saat ini sekitar 96% pegawai di sana juga adalah tenaga kerja Indonesia,” ucapnya. Sementara itu, Freeport Indonesia langsung menindaklanjuti aturan soal percepatan pengajuan perpanjangan IUPK. Setelah dimungkinkan oleh aturan baru yang dikeluarkan pemerintah. “Terkait terbitnya PP No. 25/2024, kami segera susun perencanaan langkah-langkah selanjutnya,” kata EVP External Affairs PT Freeport Indonesia Agung Laksamana saat dihubungi beberapa waktu lalu. Rizal Kasli, Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi), menilai bertambahnya saham Indonesia di Freeport Indonesia akan berdampak positif bagi pemerintah, termasuk program penghiliran tambang mineral.
EMITEN PERDAGANGAN RITEL : ZONE Incar Rp845 Miliar
Emiten milik Hermanto Tanoko, PT Mega Perintis Tbk. (ZONE) membidik pendapatan sepanjang tahun ini bisa menembus Rp845 miliar atau meningkat 15% dibandingkan dengan 2023. Direktur Mega Perintis Luki Rusli menjelaskan perusahaan membidik pertumbuhan kinerja keuangan baik pendapatan maupun laba bersih sebesar 15% pada tahun ini. Menurutnya, ZONE menargetkan top line sebesar Rp845 miliar dan bottom line laba bersih sebesar Rp55 miliar sepanjang 2024. Untuk bisa mencapai target tersebut, imbuhnya, ZONE menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp22 miliar yang akan digunakan pembukaan gerai baru dan revitalisasi toko yang telah ada. Pembukaan toko baru akan menggunakan belanja modal yang telah dianggarkan perseroan.
Sepanjang 2024, ZONE fokus pada penjualan luringbaik daring, melalui situs Manzone. Selain itu, penjualan melalui beberapa lokapasar seperti Shopee, Tokopedia, Zalora, Lazada dan Blibli.
Penjualan pada 2023 tersebut ditopang oleh penjualan pakaian sebesar Rp681,03 miliar dan penjualan aksesoris tercatat sebesar Rp54,42 miliar. Akan tetapi, laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp46,97 miliar. Laba tersebut lebih rendah dibandingkan dengan periode tahun lalu sebesar Rp72,93 miliar.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), pemegang saham pun menyetujui penggunaan dana sebesar Rp100 juta sebagai dana cadangan umum. Dari sisi pergerakan harga sahamnya, Bloomberg mencatat bahwa ZONE terakhir ditutup pada Rp1.090 per saham. Sepanjang tahun 2024, harga saham ZONE terkoreksi 1,8%.
Perayaan Idul Adha di Asia Tenggara Serentak
Mayoritas Muslim di Asia Tenggara akan merayakan Idul Adha pada 17 Juni 2024. Sementara di Arab Saudi, rencana pergerakan jemaah terus dimatangkan. Waktu Idul Adha di Indonesia, bersama Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam, serentak pada 17 Juni 2024. Keputusan Pemerintah Indonesia sama antara lain dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Pengurus Pusat Muhammadiyah. Hasil Sidang Isbat Awal Zulhijah 1445 yang disampaikan Wakil Menag RI Saiful Rahmat Dasuki, di Jakarta, Jumat (7/6) malam, menetapkan 1 Zulhijah 1445 Hijriah jatuh pada Sabtu (8/6). Dengan demikian, Idul Adha 10 Zulhijah 1445 H akan berlangsung pada Senin (17/6).
Ketetapan Indonesia diambil berdasarkan hasil hisab kemungkinan terlihatnya hilal dengan kriteria baru Menag Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS). Artinya Idul Adha di mayoritas Asia Tenggara berbeda dari Timur Tengah. Laporan Proyek Pengamatan Hilal Global (ICOP) Pusat Astronomi Internasional (IAC) yang berpusat di Abu Dhabi, UEA, menyebut ada 20 negara merayakan Idul Adha pada Minggu, umumnya negara-negara Arab, baik di Jazirah Arab maupun Afrika. Negara itu adalah Arab Saudi, Aljazair, Bahrain, Djibouti, Irak, Kuwait, Lebanon, Libya, Mesir, Palestina, Qatar, Somalia, Sudan, Suriah,Tunisia, Uni Emirat Arab, Yaman, dan Jordania. Nigeria dan Turki juga merayakan Idul Adha pada 16 Juni 2024. (Yoga)
Kisah Keluarga Miskin Mencetak Sarjana
Lewat perjuangan amat keras, sejumlah keluarga miskin berhasil mencetak anak mereka menjadi sarjana, bahkan profesor. Sumirah (85) duduk di teras rumah bergaya arsitektur Jawa di Dusun Pengkol, Kulon Progo, Yogyakarta, Kamis (6/6). ”Rekoso tenan pokoke anak-anakku (pokoknya susah sekali anak-anakku),” kata Sumirah dalam bahasa Jawa mengenang masa-masa sulit saat membesarkan kelima anaknya, termasuk menjadikan anak keempatnya, Sarjiya, sebagai sarjana. Kini, Sarjiya bahkan telah menjadi profesor di Fakultas Teknik UGM sejak 1 Februari 2024. Dulu, keluarga Sumirah sangat miskin. Ia mencari nafkah sebagai pedagang gula jawa. Subuh-subuh dia berangkat dari rumahnya dengan bus ke Kota Yogyakarta membawa 60 kg gula jawa. Di kota itu, ia berjalan kaki dari pasar ke pasar sampai sore.
Suaminya, Tukijan, yang kini sudah almarhum, bekerja serabutan, mulai dari berjualan kerupuk keliling, menderes kelapa, sampai menjadi buruh tobong atau perajin gamping. Meski bekerja amat keras dari pagi sampai malam, pendapatan mereka tak seberapa. Bahkan, untuk makan sehari-hari saja tak cukup, apalagi membiayai pendidikan. Anak pertama dan kedua, Legiyanti serta Leginah, terpaksa putus SD karena tak ada biaya. Anak ketiga, Senen, memutuskan sekolah hanya sampai lulus SD agar adiknya, Sarjiya, bisa melanjutkan ke SMP Brosot. Sumirah dan keluarga menyadari keinginan Sarjiya sekolah demi mengangkat derajat keluarga sangat tinggi.
Maka, Sumirah dan suami setuju membiayai Sarjiya bersekolah di SMAN 1 Teladan Yogyakarta. Satu keluarga akhirnya bergotong royong dan bekerja mati-matian demi menjadikan Sarjiya sarjana. Uang kuliah Sarjiya setengahnya berasal dari hasil nggaduh sapi atau merawat ternak orang lain. Ayah, ibu, beserta anak-anak perempuan bekerja sebagai pembantu atau buruh agar bisa menutupi kebutuhan Sarjiya. Tanah warisan siap dijual kalau uang tidak cukup. Kerja keras itu berakhir manis. Sarjiya tidak hanya lulus S-1, tetapi juga S-2 dan S-3. Bahkan, Sarjiya berhasil menjadi guru besar. Masih banyak keluarga miskin lain yang berjuang mati-matian menjadikan salah seorang anak mereka sebagai sarjana di tengah tekanan biaya hidup dan uang kuliah yang membubung tinggi. Mereka tengah merangkak dari dasar lubang dan mungkin kelak bersinar di puncak kesuksesan. (Yoga)
Jaket! Rata! Gelegar ”Thrifting” Tetap Menyala di Pasar Senen
Jaket! Rata! Teriak laki-laki berkaus oblong bercelana jins belel itu memekakkan telinga. Teriakan yang terus diulang tersebut sekaligus aba-aba untuk memulai perburuan mencari baju bekas pakai. Ingat saja untuk selalu sabar, teliti, waspada, tetapi tetap santai, demi menemukan barang sesuai minat di antara lautan pakaian bekas, itu ilmu dasar berburu pakaian bekas di Lantai 2 Pasar Senen Blok III, Jakarta Pusat, itu. Pengumuman petugas dari pengeras suara berulang kali meminta kewaspadaan pengunjung terhadap copet yang menyaru sebagai sesama pembeli. Para pemilik dan penjaga kios berupaya mempermudah calon pembeli dengan mengatur barang dagangan sesuai kategori. Ada yang memisahkan jaket laki-laki dan perempuan, hoodie, kaus, rok, dan lainnya.
Ada pula kios-kios yang secara khusus menjual satu jenis barang, seperti hanya memajang aneka jas, sepatu, tas, atau pakaian dalam. Pembeli tidak perlu pusing tawar-menawar dengan pedagang. Penjaga kios dengan lantang berkata, ”Rata!” yang artinya semua barang di kios itu dijual dengan harga sama. Biasa dijumpai tulisan pada sesobek kertas atau kardus yang menginformasikan harga jual di setiap kios. Tak ketinggalan pesan tertulis ”Nawar Dosa”, ”Jangan ditawar. Dosa!”, ”Murah. Jangan Ditawar”, atau ”Kalau nawar gua cekek”. Disinilah seninya berbelanja di Pasar Senen Blok III. Alih-alih merasa terintimidasi, pengunjung harus tetap tenang dan fokus dengan tujuannya di tengah hawa yang panas.
Jika beruntung, bisa mendapat barang baru, tapi lama yang masih ada price tag dari toko di negeri asalnya. Tinggal telaten mencari dan bertanya. Nanti juga menemukan yang diidamkan meski tak menjamin selalu tersedia ukuran yang pas. Harga per helai pakaian paling murah Rp 10.000. Hoodie dan jaket dijual mulai Rp 50.000. Jaket untuk musim dingin dan kegiatan luar ruang paling murah Rp 150.000. Ada North Face, Salomon, Patagonia, dan merek ternama lain yang produknya dalam kondisi sangat baik. Pencinta tas kulit, sneakers, dan pernak-pernik pakaian lainnya juga berpeluang besar menemukan apa yang dicari.
Aktivitas di Blok III Pasar Senen menunjukkan jual beli pakaian bekas impor tak pernah mati. Kondisi yang tak terbayangkan, mengingat gencarnya penertiban impor pakaian bekas tahun lalu. Penertiban kala itu menjalankan Permendag No 40 Tahun 2022 tentang Barang Dilarang Ekspor dan Barang Dilarang Impor, demi melindungi pelaku UMKM yang bergerak di bidang produk tekstil. Pada 2023 itu, perekonomian beranjak pulih setelah pandemi Covid-19 mereda. Impor baju bekas dan penjualannya di berbagai kota di Indonesia meningkat, mencapai 26,2 ton pada 2022. Di sisi lain, nge-thrift makin menjadi gaya hidup kekinian, yaitu frugal atau hemat dan ramah lingkungan. Selain murah, membeli pakaian seken berarti menjalankan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle). Saat ekonomi tak menentu seperti sekarang, baju seken bisa semakin menjadi pilihan. (Yoga)
Harga Mahal Batik Pewarna Alam
Pekerja terlihat sedang merendam kain batik dalam proses pewarnaan dengan pewarna alami di Sentra Batik Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (8/6/2024). Penggunaan bahan alami memberi nilai tambah batik tulis. Batik tulis dengan warna alami ini dijual dari ratusan ribu hingga belasan juta rupiah. Bahan alami yang digunakan, antara lain, jalawe, tingi, secang, tegeran, jambal, mahoni, dan ketapang. (Yoga)
Nestapa ABK di Kapal Ikan Asing
Muslih, matanya sesekali berkaca-kaca saat menuturkan kisah muramnya menjadi anak buah kapal (ABK) selama dua bulan di kapal asing illegal, Run Zeng 03 yang ditahan di Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Tual, Maluku, Senin (3/6). Bersama 10 ABK asal Indonesia lainnya, pria yang bertugas sebagai juru masak itu harus mengarungi lautan lepas dengan penuh tekanan. Iming-iming agensi yang mengirimnya tak pernah terpenuhi hingga sekarang, termasuk gaji Rp 8 juta hingga Rp 11,5 juta yang seharusnya dibayarkan setiap bulan. Selain beban kerja yang tidak wajar, ABK asal Indonesia kerap mengalami perlakuan diskriminatif.
Kualitas bahan makanan yang mereka terima sering kali buruk, termasuk beras yang menjadi makanan pokok. Mereka juga dibatasi mengonsumsi ikan segar dan hanya boleh mengolah udang yang sudah terinjak. ”Kami bingung menuntut ke mana karena pimpinan di kapal orang China semua,” kata Muslih. Kisah pilu juga dituturkan Arifin, pria asal Pekalongan, Jateng, yang direkrut lewat agensi yang sama dengan Muslih. Pendapatan sebagai tukang ojek yang terus menurun memaksanya mengadu nasib di lautan. Dengan bekerja sebagai ABK, ia berharap bisa membawa pulang penghasilan yang cukup untuk melunasi biaya persalinan istri dan kebutuhan lainnya.
Namun, harapan itu pupus. Kapal ikan asing ilegal Run Zeng 03 justru membawa Arifin pada ketidakpastian.Seluruh ABK asal Indonesia di kapal tersebut harus tertahan sampai proses penyidikan selesai. ”Kalaupun enggak bisa dapat gaji, saya cuma berharap bisa pulang,” tutur Arifin. Penangkapan kapal ikan asing ilegal Run Zeng 03 oleh aparat pengawasan KKP justru menjadi hal yang melegakan para ABK asal Indonesia. Setidaknya, mereka memiliki kesempatan untuk pulang ke kampung halaman meski harus menunggu proses penyidikan selesai. (Yoga)
Baru Masuk, Terjebak Papan Khusus
Dua pekan terakhir, Bursa Efek Indonesia (BEI) dilanda gonjang-ganjing. Episentrum gempa di bursa saham ini, selain jatuhnya rupiah, tak lepas dari kepanikan investor akibat masuknya PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) ke papan pemantauan khusus dengan skema full periodic call auction alias FCA. Beleid otoritas bursa saham itu pun terus disorot dan diprotes karena banyak mudarat dan memicu komplikasi hebat di pasar saham. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), misalnya, turun 3,8% dalam dua pekan ini. Nilai kapitalisasi pasar (market cap) BEI pun ambles sekitar Rp 800 triliun. Maklum, kepanikan akibat tekanan terhadap saham BREN menular dan ikut berandil menyeret turun saham-saham big caps. Banyak investor ritel yang harus menanggung rugi akibat sahamnya terjebak FCA. Apalagi jumlah penghuni papan pemantauan khusus kian bertambah.
Per Jumat (7/6), ada 263 saham, naik dari 221 saham saat implementasi papan pemantauan khusus tahap II dengan skema FCA. Pengamat Pasar Modal & Direktur Avere, Investama Teguh Hidayat menuturkan, banyaknya emiten yang melakukan IPO di beberapa tahun terakhir bukan dari perusahaan terkenal atau akrab di masyarakat. Tidak heran banyak emiten baru yang akhirnya masuk ke dalam papan pemantauan khusus. Ini merupakan imbas dari dipermudahnya syarat sebuah perusahaan bisa melakukan IPO. Menurutnya, penolakan atas implementasi mekanisme periodic call auction ini disebabkan kurangnya transparansi dari bursa. Ini yang menyebabkan beberapa saham yang sudah naik tinggi akhirnya terkoreksi. Misalnya, BREN. Per kuartal I-2024, salah satu emiten Prajogo Pangestu ini membukukan pendapatan US$ 145,41 juta. Sedangkan laba tahun berjalan sebesar senilai US$ 28,83 juta. Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Martha Christina mencermati kinerja emiten sektor energi baru terbarukan (EBT) relatif terjaga, dan berpotensi tumbuh.
Utang Valas Memompa Cadangan Devisa
Posisi cadangan devisa Indonesia meningkat di tengah tren pelemahan rupiah yang masih melampaui level psikologis Rp 16.000 per dolar Amerika Serika (AS). Rupanya kenaikan cadangan devisa tertolong lagi oleh penerbitan utang valas yang dilakukan pemerintah. Bank Indonesia (BI) mencatat, cadangan devisa Indonesia per akhir Mei 2024 mencapai US$ 139,0 miliar, naik US$ 2,8 miliar dibandingkan posisi akhir bulan sebelumnya. Bahkan kenaikan ini kali pertama setelah tren penurunan sejak Januari 2024. Menurut BI, kenaikan cadangan devisa kali ini sejalan dengan penerbitan global bond pemerintah. Pada 17 Mei 2024, Kementerian Keuangan (Kemkeu) menerbitkan surat utang negara (SUN) dalam denominasi yen Jepang alias Samurai Bond dengan nilai sebesar JPY 200 miliar atau setara Rp 20,8 triliun. Namun menurut BI, kenaikan cadangan devisa juga ditopang penerimaan pajak dan jasa. "Posisi cadangan devisa ini setara dengan pembiayaan 6,3 bulan impor atau 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor," kata Erwin Haryono, Asisten Gubernur BI dalam keterangan tertulis, Jumat (7/6).
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede melihat, kenaikan cadangan devisa juga dipengaruhi oleh masuknya arus modal asing secara neto sebesar US$ 319 juta sepanjang Mei lalu. Selain itu, ia juga memperkirakan, neraca perdagangan masih akan mencatat surplus di bulan lalu lantaran adanya pemulihan aktivitas manufaktur dan ekspor setelah libur Idul Fitri. Pada semester kedua nanti, Josua memperkirakan posisi cadangan devisa bisa meningkat karena The Fed diproyeksikan akan menurunkan suku bunga acuannya pada Desember 2024. "Penurunan suku bunga tersebut dapat meningkatkan sentimen risk-on, yang berpotensi meningkatkan arus modal masuk ke Indonesia," tambah dia. Chief Economist Bank Syariah Indonesia (BSI) Banjaran Surya Indrastomo memperkirakan, kebijakan devisa hasil ekspor (DHE) sekaligus surplus neraca perdagangan masih bisa menopang cadangan devisa RI. Namun ia melihat, surplus neraca perdagangan disebabkan impor menyusut. Banjaran juga melihat, rupiah masih menghadapi turbulensi keuangan global dari reposisi investasi. Ia memperkirakan, rupiah akan berada di level Rp 15.680–Rp 16.180 per dolar AS.
DEPO dan WIFI Akan Menebar Dividen
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









