Ekonomi
( 40460 )Petani ”Champion” Diminta Jadi Investor di Daerah Defisit Pangan
Kementan meminta petani champion atau unggulan bawang merah dan cabai menjadi investor di daerah yang kerap mengalami defisit stok kedua komoditas tersebut, guna mengatasi problem tahunan kenaikan harga kedua komoditas yang rutin menyumbang inflasi. Direktur Perbenihan Hortikultura Ditjen Hortikultura Kementan Inti Pertiwi Nashwari, Selasa (4/6) mengatakan, Kementan telah menggelar rapat koordinasi dengan para petani champion bawang merah pada 30 Mei 2024. Dalam rapat itu, mereka bersedia berinvestasi membudidayakan bawang merah di daerah-daerah yang kerap mengalami defisit stok komoditas tersebut. Mereka siap mengelola lahan milik pemda atau menyewa lahan di daerah tersebut untuk membudidayakan dan menjadi offtaker bawang merah.
Namun, status hokum lahan itu harus jelas serta memenuhi persyaratan teknis dan geografis untuk budidaya bawang merah. Kementan dan para champion, telah menyiapkan persyaratan penggunaan dan karakteristik lahan beserta varietas bawang merah yang sesuai dengan karakter lahan tersebut. Ada varietas bawang merah yang adaptif di dataran rendah-menengah, yakni bima brebes, super philips, dan biru lancor. Ada juga varietas yang adaptif di dataran menengah-tinggi, seperti tajuk, batu ijo, dan SS sekato. Selain itu, petani champion bawang merah juga siap memasok benih dan sarana-sarana produksi yang dibutuhkan serta mentransfer teknologi budidaya bawang merah. Mereka bahkan berkomitmen menjadi pemasok bawang merah melalui skema kerja sama antar daerah. (Yoga)
Menimbang Dampak Kebijakan FCA Bursa
Beberapa karangan bunga berdiri di jalur masuk pengunjung ke kantor Bursa Efek Indonesia pada akhir Mei 2024. Pada papan karangan bunga dengan hiasan berwarna dan tulisan cerah itu tertulis ucapan seperti ”Rest in Peace Kebijakan FCA BEI” atau ”Yth Pimpinan BEI, tolong ubah FCA, enggak kondusif buat market”. Pemberi ucapan adalah individu yang kemungkinan investor pasar modal. Kebijakan FCA atau full periodic call auction sejauh ini menjadi salah satu aturan baru BEI yang menuai penolakan dari sebagian investor ritel. Sejak diresmikan pada 20 Maret 2024, beberapa influencer atau pemengaruh pasar modal dalam negeri menyuarakan kritik mereka terkait aturan ini. Sebuah petisi daring juga sempat muncul untuk mengumpulkan 25.000 investor yang ikut menuntut penghapusan peraturan FCA.
Hingga Selasa (4/6) petisi itu baru ditandatangani 15.134 orang. Peraturan FCA ini pada dasarnya melengkapi aturan perdagangan saham yang masuk ke dalam papan pemantauan khusus, yang setidaknya mengalami satu dari 11 kriteria, antara lain berkaitan dengan masalah likuiditas rendah, ekuitasnya negatif, dituntut pailit, atau tak memenuhi persyaratan bursa. Jika sebelumnya aturan ini hanya berlaku bagi saham perusahaan tercatat dengan likuiditas perdagangan rendah, saat ini CA berlaku penuh bagi seluruh saham yang dipantau khusus. Aturan ini juga mengubah batas minimum autorejection harga saham dari Rp 50 menjadi Rp 1 per lembar saham. Berbeda dengan saham umum yang pembentukan harganya dapat dipantau setiap saat, saham dalam pemantauan khusus hanya diperdagangkan secara lelang di pasar negosiasi dalam beberapa sesi sehari.
Aspek inilah yang menjadi bahan protes sejumlah investor. Pengamat pasar modal Lanjar Nafi membaca, reaksi negatif terhadap kebijakan FCA cenderung datang dari investor berpengalaman yang merasa bahwa sistem ini membatasi fleksibilitas dan dinamika perdagangan saham yang selama ini mereka ikuti. Kebijakan FCA juga berpotensi membatasi likuiditas karena perdagangan hanya dilakukan pada waktu tertentu dan tidak secara terus-menerus sepanjang hari perdagangan. Hal ini bisa membuat investor kesulitan untuk melakukan transaksi segera. ”Padahal, tujuan utama kebijakan ini agar dapat mengurangi risiko perdagangan yang terlalu spekulatif dan meningkatkan pemahaman investor pemula tentang investasi yang aman,” ujarnya, Selasa (4/6). (Yoga)
Budidaya Teripang di Kota Tual
Pembudidaya menunjukkan teripang yang dibudidayakan di rumahnya di Desa Taar, Kota Tual, Maluku, Selasa (4/6/2024). Sebagian masyarakat di desa ini membudidayakan teripang secara mandiri di rumah. Teripang dengan berat di atas 400 gram biasa dijual seharga Rp 600.000-Rp 1,8 juta bergantung pada ukuran. Semakin besar ukuran teripang tersebut, maka akan semakin mahal harganya. (Yoga)
Pasokan Gabah Kering Panen
Buruh tani terlihat sedang menjemur gabah di Desa Sukamaju, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (4/6/2024). Cuaca yang tidak menentu, kurangnya pasokan air, dan hama penggerek batang padi membuat produksi gabah berkurang. Satu hektar areal persawahan biasanya mendapatkan 7,8 ton gabah kering panen, tetapi panen kali ini hanya 3-4 ton. Harga gabah kering panen di tingkat petani Rp 6.700 hingga Rp 6.800 per kilogram. Saat panen bagus, penggilingan padi tersebut mampu menghasilkan 6 ton beras. Kini, sehari hanya 4 ton beras (Yoga)
Penerbangan Langsung dari Indonesia ke Korea Selatan
Kerja sama antara Lion Group dan Jeju Air akan memudahkan pelaku perjalanan terbang dari Batam atau Denpasar langsung ke Incheon, Korea Selatan. Nantinya, Jeju Air akan beroperasi saban hari untuk melayani rute internasional tersebut. Nantinya, Jeju Air dapat melayani penumpang dari Bandara Internasional Incheon, Korsel, langsung ke Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, Kepri. Penerbangan pertama akan dimulai pada 27 Juli 2024.
”Sekarang dari sisi business to business sudah beres, government to government juga sudah tuntas. Jadi, tinggal mulai penerbangannya saja, kita sama-sama tunggu,” ujar Presiden Direktur Lion Group Daniel Putut Kuncoro seusai penandatanganan kerja sama strategis berbagi kode penerbangan (code-share) di Jakarta, Selasa (4/6). Selain rute tersebut, Jeju Air juga memperluas rutenya dengan perjalanan Bandara Incheon keBandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali.
Berbeda dengan penerbangan ke Batam, penerbangan ke Denpasar menurut rencana beroperasi jelang akhir tahun 2024. Daniel mengatakan, baik penerbangan Batam maupun Denpasar, sementara ini Jeju Air tersedia tujuh kali dalam sepekan. Artinya, setiap hari akan ada satu penerbangan rute Incheon-Batam dan Incheon-Denpasar. (Yoga)
Menyambut Tarif Normal LRT Jabodebek
Arini Zulfah (26) menaiki eskalator Stasiun LRT Jabodebek Dukuh Atas di Jakpus. Saat ditanya, Arini lupa bahwa tarif LRT mulai normal sejak 1 Juni lalu. Ia tidak pernah mengecek saldo kartu elektroniknya. Beruntung saldonya masih tersisa untuk perjalanan hingga Stasiun Cawang. ”Biasanya langsung naik aja. Ternyata tadi tarifnya dari Stasiun Dukuh Atas ke Cawang Rp 9.200. Lumayan juga, ya. Kemarin pas Rp 7.200 sudah terbilang mahal,” ujar Arini, Selasa (4/6). Meskipun demikian, Arini mengaku lebih memilih naik LRT dibandingkan transportasi publik lain karena stasiunnya lebih bersih dan lengang.
Selain itu, kondisi di dalam kereta juga bersih. ”Walaupun LRT kadang padat, tidak separah KRL. (Kalau naik kendaraan bermotor sendiri) Jakarta macet banget. Jadi, akan tetap naik LRT,” katanya. Arini sebenarnya keberatan dengan tarif LRT yang kembali normal. Sebab, ia merasa saat ini pengguna LRT sudah semakin banyak dan berpotensi berdesak-desakan. Menurut Arini, informasi mengenai tarif baru harus disebarluaskan dengan jelas agar penumpang tidak kebingungan dan dapat mempersiapkan diri dengan baik. Rizky Hasbullah (32), warga Jaksel, menilai, lebih baik tidak ada perbedaan harga pada jam sibuk dan nonsibuk.
Alih-alih harus membayar lebih, menurut dia, pengguna LRT pada jam sibuk seharusnya mendapatkan tariff lebih murah karena standar pelayanan minimal transportasi bakal menurun. Rizky menambahkan, tarif LRT Jabodebek memang lebih mahal daripada transportasi publik lain di Jakarta, tetapi, tarif itu sesuai dengan kecepatan yang ditawarkan dan kelebihan bebas macet. Ia berharap jadwal perjalanan LRT Jabodebek ditambah agar waktu tunggu bisa lebih singkat dan tidak ada penurunan kualitas pelayanan saat jumlah penumpang bertambah. (Yoga)
Pariwisata Nantikan Peta Jalan Jakarta Tanpa Status Ibu Kota Negara
Kalangan dunia usaha pariwisata masih mencermati langkah pemerintah terkait pemindahan ibu kota negara ke Nusantara dan Jakarta menuju kota global. Mereka membutuhkan kepastian arah atau peta jalan pemindahan dan perubahan Jakarta untuk keberlanjutan usaha yang mulai pulih setelah dua tahun dihantam pandemi Covid-19. Hal itu tergambar dalam laporan BPS DKI Jakarta tentang Perkembangan Pariwisata DKI Jakarta April 2024, Selasa (4/6). Hotel bintang dua paling banyak dipilih (50,70 %), disusul hotel bintang empat dan bintang tiga, masing-masing 47,05 % dan 44,23 %, serta hotel bintang lima (33,03 %). Dari keterisian kamar itu, rata-rata lama menginap di hotel berbintang mencapai 1,71 hari.
Lama menginap di hotel non bintang 1,28 hari. ”Dibandingkan tahun 2020-2022 sudah ada kenaikan, tetapi tidak merata,” ujar Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia DKI Jakarta Sutrisno Iwantono, Selasa (4/6). Selama ini banyak ASN datang ke Jakarta untuk urusan pemerintahan. Begitu juga pebisnis yang datang karena banyak kantor pusat terletak di Jakarta. Mereka ini paling banyak menginap di hotel bintang tiga ke bawah dan non-bintang. Menurut Iwantono, semenjak pandemi Covid-19, banyak hotel banting harga dan kegiatan berlangsung secara daring (online) sehingga ASN dan pebisnis tidak perlu ke Jakarta.
Alhasil, keterisian hotel bintang tiga ke bawah dan non-bintang berkurang dalam kondisi harga belum kembali normal, ditambah pindahnya ibu kota ke Nusantara pasti terdampak karena tadinya Jakarta pusat pemerintahan dan bisnis. Iwantono dan pelaku usaha masih menanti langkah konkret pemerintah terkait pindahnya ibu kota negara ke Nusantara di Kalimantan Timur dan Jakarta menuju kota global yang memberikan kepastian tentang masa depan Jakarta. (Yoga)
Didik Iswandi Wayang Porong untuk Semua
Dalang Ki Didik Iswandi bersantai bersama keluarga di rumahnya, Desa Candipari, Kecamatan Porong, Sidoarjo, Kamis (7/3) sore. Beberapa hari sebelumnya, aktivitas dalang wayang gagrak Porong ini padat karena banyak permintaan pentas dari sejumlah desa di Sidoarjo. Pementasan wayang kulit gaya Porongan terkait erat dengan acara bersih desa atau ruwatan. Sebagian besar pemerintah desa di Kota Delta, julukan Sidoarjo karena berada di delta Sungai Brantas, masih mempertahankan tradisi ruwat untuk membersihkan energi negatif dan memperbarui keselarasan dengan alam. Juga sebagai wujud syukur atas limpahan rezeki yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa.
Wayang gagrak Porong termasuk kiblat wayang khas Jawa Timur. Wujudnya berbeda dengan wayang kulit gaya Jawa Tengah (Mataraman). Mulai dari susunan acara, irama musik, pengucapan, hingga ekspresi dalangnya. Nuansa wayangnya lebih dinamis dengan dominasi permainan kendang. Warna cerah mendominasi dan memiliki aspek mistis yang lebih kuat. Seiring berjalannya waktu, wayang gagrak Porong justru kalah terkenal dibanding wayang gaya Yogyakarta dan Solo. Selain kalah dalam hal promosi, wayang Porongan juga kalah pamor karena identik dengan kesenian rakyat yang berkembang pada masyarakat pesisir.
Adapun wayang Jawa Tengah lebih identik dengan kalangan priayi dan elite birokrasi. Kondisi itu memantik keprihatinan Didik dan para dalang wayang jawa timuran lainnya. Dia khawatir keberlangsungan wayang Porongan yang digelutinya sejak 1984, akan terancam apabila tidak bisa diterima oleh semua kalangan. Bersama para seniman wayang, Didik yang juga anggota Komite Seni Tradisi Dewan Kesenian Sidoarjo ini meminta Pemkab Sidoarjo agar memberikan kesempatan kepada wayang gagrak Porong. Melalui Surat Edaran Bupati Sidoarjo No 100.3/1056/448.1.1.3/2024, tertanggal 21 Januari 2024, camat dan kepala desa/lurah seluruh Sidoarjo dihimbau agar dalam kegiatan bersih desa/ruwat menampilkan budaya lokal, termasuk wayang Porongan.
Kebijakan itu disambut antusias para dalang yang menggeluti wayang gagrak Porong. Didik mengatakan, pementasan pada hajatan pemerintah desa hingga pemkab menjadi momentum mendongkrak martabat atau pamor wayang Porongan. Didik terus berupaya menyebarluaskan wayang gagrak Porong agar semakin dikenal di seluruh nusantara, bahkan mancanegara. Ia juga menyosialisasikan kepada generasi masa kini agar mereka tergugah untuk menjaga keberlangsungan wayang kulit, khususnya wayang gagrak Porong hingga masa nanti. (Yoga)
Kawal Pengelolaan Dana Tapera
Berkolaborasi Dengan Kementerian Perdagangan, Bank Mandiri Sukseskan Trade Expo Indonesia 2024
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









