;
Kategori

Ekonomi

( 40460 )

Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan

05 Jun 2024
Meski dikritik banyak pihak, pemerintah tetap bersikukuh untuk menerapkan program iuran Tabungan Perumahan Rakyat atau Tapera. Di sisi lain, analis menilai program ini bisa menjadi mesin  pertumbuhan baru bagi emiten perbankan. Saat ini, emiten yang menjadi bank penyalur Tapera di antaranya adalah PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR). Head Costumer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi mengatakan, kebijakan Tapera yang mulai mengikutsertakan karyawan swasta dalam iuran program, diperkirkaan memberikan dorongan signifikan terhadap peningkatan penyaluran  kredit hunian subsidi kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). 

Kuartal I, Perbankan Kantongi Laba Rp 61,87 Triliun

05 Jun 2024
Industri perbankan dalam tiga bulan pertama tahun ini mencetak laba bersih Rp61,87 triliun. Perolehan tersebut naik tipis 2,01% dibandingkan dengan posisi Maret 2023 yang sebesar Rp 60,65 triliun. Berdasarkan data statistik Perbankan Indonesia yang dirilis OJK, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) juga tumbuh mini 3,42% secara year on year (yoy) menjadi Rp 133,77 triliun per kuartal 1-2024. Perbankan juga mengalami penurunan di sisi margin bunga bersih ke level 4,59% per Maret 2024, dari tahun sebelumnya 4,77%. Apabila dirinci berdasarkan permodalannya, hanya bank besar dan menengah yang mencatatkan pertumbuhan laba bersih. Antara lain kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) 4 dengan laba bersih Rp42,51 triliun, tumbuh 3,48% (yoy). Kemudian net profit KBMI 3 tumbuh tertinggi 8,18% (yoy) menjadi Rp 10,71 triliun per Maret 2024. (Yetede)

Pamor Investasi Reksadana Sedang Pudar

05 Jun 2024

Kinerja reksadana masih tertekan. Perusahaan data dan riset reksadana, PT Infovesta Utama, mencatat, kinerja reksadana saham menjadi yang terlemah dibanding reksadana lain, terseret penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada Mei 2024, imbal hasil reksadana saham minus sebesar 8,26% sejak awal tahun atau year to date (ytd). Reksadana campuran juga turun 2,33% ytd. Reksadana pendapatan tetap lebih baik dengan return 0,83% sejak awal tahun. Reksadana pasar uang naik paling tinggi, meski tetap mini yakni 1,93% sejak awal tahun. Direktur Infovesta Utama Parto Kawito mengatakan, penurunan kinerja reksadana tak lepas dari berkurangnya minat investasi di produk reksadana. "Karena pertumbuhannya cenderung terbatas dan adanya peralihan ke instrumen lain lantaran banyak instrumen alternatif seperti SUN, kripto, emas, dolar AS, dan lain-lain," ujarnya, Selasa (4/6). Sejak ada Surat Edara OJK No 5/2022 tentang Produk Asuransi Yang Dikaitkan Dengan Investasi (PAYDI), tren penurunan dana kelolaan reksa dana (AUM) masih terjadi.

Adapun AUM reksadana saham, campuran, pendapatan tetap dan pasar uang saja mencapai Rp 316,45 triliun, turun 5,81% sejak awal tahun. Nilai aset reksadana (NAB) dan unit penyertaan produk-produk ini juga relatif melandai. Head of Business Development Division Henan Putihrai Asset Management (HPAM), Reza Fahmi mengakui, terjadi peralihan investasi dari reksadana saham dan pendapatan tetap ke pasar uang atau obligasi korporasi. Pemangkasan suku bunga akan mendorong prospek reksadana pendapatan tetap karena akan mendongkrak harga obligasi. Reza juga menilai positif reksadana pasar uang karena likuiditas tinggi danimbal hasil yang masih baik. Investment Specialist Sucorinvest Asset Management, Felisya Wijaya sepakat pelemahan saat ini bisa menjadi entry point yang menarik. Valuasi IHSG pun sudah murah. Perhitungan Felisya, saat ini IHSG di bawah -1 standar deviasi, yaitu kisaran 13 kali price earning atau P/E dan di bawah rata-rata 5 tahun P/E yaitu 17,3 kali. Parto melihat, prospek jangka panjang investasi reksadana masih menarik. Kalkulaasi dia, reksadana saham bisa memberi return 5%-6%, reksadana pendapatan tetap 3%-4%, dan reksadana pasar uang 2%-2,5% di tahun 2024.

Daftar Belanjaan Banyak, Tapi Isi Dompet Pas-Pasan

05 Jun 2024

Penyusunan anggaran masa transisi pemerintahan di tahun depan cukup pelik. Banyaknya program baru yang akan pemerintahan berikutnya jalankan, membuat kebutuhan anggaran belanja melejit. Alhasil, ruang fiskal pun semakin sempit. Belanja negara tahun pertama era Prabowo Subanto-Gibran Rakabuming Raka mencapai Rp 3.500 triliun untuk mengakomodasi sejumlah kebutuhan. Pertama, utang jatuh tempo yang harus dibayar pemerintah tahun depan. Nilainya, mencapai Rp 704 triliun. Kedua, belanja rutin pemerintah, terutama belanja pegawai yang nilainya juga besar. Berkaca pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024, alokasi belanja belanja pegawai Rp 484,4 triliun. Belum lagi, belanja barang dan modal yang juga harus dialokasikan di 2025. Ketiga, berbagai anggaran wajib, seperti anggaran pendidikan sebesar 20% dari APBN. Pemerintah telah menetapkan rencana alokasi anggaran ini dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2025 sebesar Rp 708,2 triliun hingga Rp 741,7 triliun. Ditambah, anggaran kesehatan yang rencananya Rp 191,5 triliun hingga Rp 217,8 triliun. , anggaran perlindungan sosial. Pemerintah juga telah menetapkan rencana alokasi pos belanja ini sebesar Rp 496,9 triliun hingga Rp 513 triliun, naik dari 2024 sebesar Rp 496,8 triliun., anggaran perlindungan sosial. Pemerintah juga telah menetapkan rencana alokasi pos belanja ini sebesar Rp 496,9 triliun hingga Rp 513 triliun, naik dari 2024 sebesar Rp 496,8 triliun.

"Kalau dibandingkan dengan APBN 2024, ini (Postur Makro Fiskal 2025) tetap cukup realistis, meskipun kita dihadapkan pada berbagai shock harga komoditas yang relatif rendah," kata Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR, Selasa (4/6). Menteri Perencanaan pembangunan Nasional Suharso Manoarfa mengatakan, defisit anggaran 2025 yang melebar juga dipengaruhi pembayaran bunga utang yang terus naik. "Ini memang di-stream line lagi kira-kira ke depan kalau mau melakukan belanja dengan sumber utang, sebaiknya belanja modal reveneu base. Artinya, dia bisa secara finance membayar kembali utang-utang itu," ujarnya. Anggota Banggar DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Dolfie Othniel Frederic khawatir, defisit yang tinggi akan mempersempit ruang fiskal pemerintahan baru. Sebab itu, ia meminta target belanja negara 2025 lebih efisien lagi. Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menilai, defisit anggaran tersebut mencerminkan APBN tidak cukup fleksibel terhadap situasi perekonomian yang masih tidak pasti. Menurutnya, defisit anggaran yang ideal tahun depan maksimal 2,45% dari PDB.

Realisasi Pencairan Gaji Ke-13 Sentuh Rp 21,1 T

05 Jun 2024
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah membayarkan gaji ke-13 untuk ASN, TNI/Polri, dan pensiunan. Realisasi pencairan gaji ke-13 hingga Senin (3/6) pukul 16.00 total mencapai Rp 21,12 triliun. Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Deni Surjantoro mengatakan, jumlah pembayaran gaji ke-13 untuk ASN pusat serta anggota TNI dan Polri sudah Kemenkeu cairkan sebesar Rp 10,89 triliun kepada 1,67 juta pegawai. Perinciannya, pembayaran gaji-13 ANS mencapai Rp 5,04 triliun untuk 709.573 pegawai, pembayaran kepada pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) Rp 298 miliar untuk 74.707 pegawai, anggota Polri sebanyak Rp 3,18 triliun untuk 441.521 personel, dan prajurit TNI sebesar Rp 2,36 triliun untuk 429.493 personel. Di sisi lain, Kemenkeu juga sudah mencairkan gaji ke-13 sebesar Rp 10,23 triliun untuk 3,12 juta pensiunan. Pencairan tersebut Kemenkeu salurkan melalui PT Taspen mencapai Rp 8,9 triliun untuk 2.647.698 pensiunan dan PT Asabri Rp 1,33 triliun untuk 468.666 pensiunan.

Berpotensi Koreksi Terbatas

05 Jun 2024
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil melanjutkan kenaikan sebesar 0,90% ke angka 7.099,31 pada penutupan perdagangan Selasa (4/6). IHSG diprediksi kembali mengalami koreksi terbatas dengan support 7.036 dan resistance di level 7.171 pada Rabu (5/6). Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menyebut, penguatan IHSG di tengah terkoreksinya mayoritas bursa Asia. Menurut dia, penguatan IHSG akibat penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Secara teknikal, Equity Research Analyst Pintraco Sekuritas, Nurwachidah melihat, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) menunjukkan penyempitan negative slope. Sedangkan, Stochastic Relative Strength Index (RSI) berada di area oversold. "Mengindikasikan potensi IHSG menguji kembali level 7.150," kata Nur kepada Kontan, Selasa (4/6). Pasar keuangan global juga menantikan rilis data US Institute for Supply Management (ISM) Services PMI bulan Mei yang diproyeksikan akan menembus zona ekspansif ke level 50,50. Saham-saham pilihan teratas menurut Nur untuk perdagangan Rabu pada (5/6) meliputi JSMR, ASSA, SMRA, INTP, SMGR, dan PNLF

Perlu Strategi Jitu di Papan Akselerasi

05 Jun 2024

Barisan saham di papan akselerasi tetap mendaki saat pasar sedang berfluktuasi. Ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat di awal bulan Juni 2024, saham di papan akselerasi masih mampu mengikuti. Pada perdagangan Selasa (4/6), indeks saham yang dihuni oleh emiten skala aset kecil-menengah ini menguat 1,14%. Pekan lalu, saat IHSG terjun 3,48% dan hampir seluruh indeks melorot, papan akselerasi masih melaju 0,33%. Pendiri WH-Project, William Hartanto mengamati pergerakan saham-saham di papan akselerasi tidak otomatis berlawanan ataupun searah dengan IHSG.  Menurut William, papan akselerasi menarik sebagai pilihan para trader. Dus, kecenderungan saham di papan akselerasi yang anggotanya identik dengan kategori saham lapis ketiga ini memiliki fluktuasi yang sangat  tinggi.

Emiten di papan ini mudah naik dan turun dalam waktu cepat. Saham-saham di papan akselerasi bisa menjadi alternatif saat IHSG sedang melandai atau bergerak dalam volatilitas yang kencang. Tapi, tetap hati-hati. Saran William, barengi dengan diversifikasi, setidaknya dengan saham-saham di lapis kedua. Analis Stocknow.id, Emil Fajrizki menambahkan, ketika pasar sedang sepi, saham-saham lapis ketiga seperti saham di papan akselerasi lebih ramai diperdagangkan. "Saham-saham akselarasi ini lebih cocok untuk day trade saja, karena tingkat volatilitas serta rawan aksi goreng saham yang tinggi," ungkap Emil. Maka, analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menyarankan pelaku pasar lebih memperhatikan faktor teknikal termasuk volume dan fluktuasi harganya. Pilihannya trading buy PT Arsy Buana Travelindo Tbk (HAJJ) dan PT Tourindo Guide Indonesia Tbk (PGJO).

Masih Ada Emiten yang Menebar Bonus

05 Jun 2024

Sederet emiten bersiap menebar dividen tunai dalam waktu dekat. Salah satunya  PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO). Produsen air minuman berlabel Cleo ini akan membagikan dividen tunai dari tahun buku 2023 sebesar Rp 60,39 miliar. Jumlah ini setara Rp 5,05 per saham. Jadwal cum date pada 7 Juni 2024. "Dividen tunai akan dibagikan kepada pemegang saham yang namanya tercatat di recording date 11 Juni 2024," jelas Lukas Setio, Sekretaris Perusahaan CLEO di keterbukaan informasi, Senin (3/6). CLEO membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 305,77 miliar sepanjang 2023.

Pencapaian ini melesat 65,75% secara tahunan dari Rp 195,46 miliar di 2022. Berikutnya ada PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA)  bakal membagikan dividen sejumlah Rp 294,39 miliar. Ini setara dengan 43,17% dari laba bersih yang dibukukan STAA untuk tahun buku 2023. Sekretaris Perusahaan Sumber Tani Agung Resources, Juliani Chandra menjelaskan pembagian dividen ini sesuai dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 30 Mei 2024. Jadwal cum date  sama seperti CLEO, pada 7 Juni 2024.  Sedangkan recording date tanggal 11 Juni 2024. Emiten sawit lain, PT Palma Serasih Tbk (PSGO) tak mau ketinggalan menebar bonus dividen sebesar Rp 150,80 miliar. Nantinya setiap pemegang saham PSGO akan memperoleh Rp 8 per saham. 

Siap Memperluas Pasar Luar Jawa

05 Jun 2024

Kinerja emiten menara, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) diprediksi masih akan tumbuh positif pada 2024. Optimisme itu terbersit di saat hadir pemain baru di di bisnis telekomunikasi yakni Starlink. Pendapatan yang kuat dari bisnis menara dan non menara akan jadi amunisi TOWR ke depan. Laba bersih TOWR di kuartal I-2024 naik 6% secara tahunan alias year on year (yoy) menjadi Rp 797 miliar, didukung oleh pertumbuhan pendapatan sebesar 6% yoy. Analis Sucor Sekuritas, Christofer Kojongian mengatakan, bisnis non-menara juga terus menjadi mesin pertumbuhan utama, yang tumbuh 19% yoy menjadi Rp 965 miliar. Pendorongnya adalah lonjakan yang signifikan dalam bisnis jaringan internet kabel optik (FTTH) menjadi Rp 118 miliar pada kuartal I-2024 dari Rp 11 miliar pada periode sama 2023.

Ditambah pertumbuhan bisnis jaringan fiber ke menara (FTTT) yang naik 13% yoy. Saat ini kontribusi pendapatan non-menara mencapai 31,7% dari total pendapatan. Potensi pertumbuhan bisnis menara juga terbuka dengan 500 pesanan menara baru di sisa tahun ini. Hal ini akan menghasilkan pertumbuhan pendapatan bisnis menara 5% yoy pada 2024 menjadi Rp 8,8 triliun. Sehingga dia memproyeksi laba bersih TOWR akan naik 12% yoy dan 6% yoy di 2024 dan 2025 menjadi masing-masing Rp 3,6 triliun dan Rp 3,9 triliun. Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas mengatakan, sentimen negatif di industri menara ke depan terkait persaingan yang ketat, fluktuasi nilai tukar rupiah dan kondisi suku bunga yang tinggi. Karena rasio utang cukup tinggi," kata Sukarno, kepada KONTAN, Selasa (4/6).

Sementara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan membuka kesempatan Starlink bisa bekerja sama dengan pemain lokal. Skemanya akan bergantung perizinan masing-masing pihak. Jadi sesuai perizinan masing-masing. Sementara soal kemampuan Starlink tersambung langsung ke ponsel warga Indonesia secara aturan diperbolehkan. Sebab, Starlink bisa langsung berjualan ke konsumen. Jadi akan ada persaingan di suatu wilayah dengan internet service provider (ISP), yang mungkin juga bekerja sama dengan Starlink. Analis Mirae Aset Sekuritas Indonesia Won Junghoon menilai kehadiran Starlink sejatinya untuk segmen business to business (B2B) bukan untuk ritel. Seperti di Malaysia dan Filipina, meskipun sudah ada Starlink tetapi operator di kedua negara tersebut tetap bisa menjaga pangsa pasar. "Justru, para emiten bisa menangkap peluang dengan bekerja sama dengan Starlink untuk menyasar daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) atau Ibu Kota Nusantara (IKN)," kata Junghoon.

Tren Nilai Tukar Melemah

05 Jun 2024
Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (4/6). Di pasar spot rupiah naik 0,06% ke Rp 16.220 per dolar AS. Sedangkan di Jisdor Bank Indonesia (BI), kurs rupiah naik 0,03% ke posisi Rp 16.220 per dolar AS. Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan tipis rupiah akibat tumbuhnya harapan penurunan suku bunga, seiring dengan data AS yang lemah dan dolar merosot. Oleh sebab itu, BI menunda waktu pemangkasan suku bunga pertama untuk BI rate. BI diprediksikan baru menurunkan suku bunga pada kuartal IV-2024. Analis Pasar Mata Uang, Lukman Leong memprediksi, mata uang rupiah akan berkonsolidasi, dengan kecenderungan melemah terhadap dolar AS.