;

Menyambut Tarif Normal LRT Jabodebek

Ekonomi Yoga 05 Jun 2024 Kompas
Menyambut Tarif Normal LRT Jabodebek

Arini Zulfah (26) menaiki eskalator Stasiun LRT Jabodebek Dukuh Atas di Jakpus. Saat ditanya, Arini lupa bahwa tarif LRT mulai normal sejak 1 Juni lalu. Ia tidak pernah mengecek saldo kartu elektroniknya. Beruntung saldonya masih tersisa untuk perjalanan hingga Stasiun Cawang. ”Biasanya langsung naik aja. Ternyata tadi tarifnya dari Stasiun Dukuh Atas ke Cawang Rp 9.200. Lumayan juga, ya. Kemarin pas Rp 7.200 sudah terbilang mahal,” ujar Arini, Selasa (4/6). Meskipun demikian, Arini mengaku lebih memilih naik LRT dibandingkan transportasi publik lain karena stasiunnya lebih bersih dan lengang.

Selain itu, kondisi di dalam kereta juga bersih. ”Walaupun LRT kadang padat, tidak separah KRL. (Kalau naik kendaraan bermotor sendiri) Jakarta macet banget. Jadi, akan tetap naik LRT,” katanya. Arini sebenarnya keberatan dengan tarif LRT yang kembali normal. Sebab, ia merasa saat ini pengguna LRT sudah semakin banyak dan berpotensi berdesak-desakan. Menurut Arini, informasi mengenai tarif baru harus disebarluaskan dengan jelas agar penumpang tidak kebingungan dan dapat mempersiapkan diri dengan baik. Rizky Hasbullah (32), warga Jaksel, menilai, lebih baik tidak ada perbedaan harga pada jam sibuk dan nonsibuk.

Alih-alih harus membayar lebih, menurut dia, pengguna LRT pada jam sibuk seharusnya mendapatkan tariff lebih murah karena standar pelayanan minimal transportasi bakal menurun. Rizky menambahkan, tarif LRT Jabodebek memang lebih mahal daripada transportasi publik lain di Jakarta, tetapi, tarif itu sesuai dengan kecepatan yang ditawarkan dan kelebihan bebas macet. Ia berharap jadwal perjalanan LRT Jabodebek ditambah agar waktu tunggu bisa lebih singkat dan tidak ada penurunan kualitas pelayanan saat jumlah penumpang bertambah. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :