;

Utang Valas Memompa Cadangan Devisa

Ekonomi Hairul Rizal 08 Jun 2024 Kontan
Utang Valas Memompa Cadangan Devisa

Posisi cadangan devisa Indonesia meningkat di tengah tren pelemahan rupiah yang masih melampaui level psikologis Rp 16.000 per dolar Amerika Serika (AS). Rupanya kenaikan cadangan devisa tertolong lagi oleh penerbitan utang valas yang dilakukan pemerintah. Bank Indonesia (BI) mencatat, cadangan devisa Indonesia per akhir Mei 2024 mencapai US$ 139,0 miliar, naik US$ 2,8 miliar dibandingkan posisi akhir bulan sebelumnya. Bahkan kenaikan ini kali pertama setelah tren penurunan sejak Januari 2024. Menurut BI, kenaikan cadangan devisa kali ini sejalan dengan penerbitan global bond pemerintah. Pada 17 Mei 2024, Kementerian Keuangan (Kemkeu) menerbitkan surat utang negara (SUN) dalam denominasi yen Jepang alias Samurai Bond dengan nilai sebesar JPY 200 miliar atau setara Rp 20,8 triliun. Namun menurut BI, kenaikan cadangan devisa juga ditopang penerimaan pajak dan jasa. "Posisi cadangan devisa ini setara dengan pembiayaan 6,3 bulan impor atau 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor," kata Erwin Haryono, Asisten Gubernur BI dalam keterangan tertulis, Jumat (7/6).

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede melihat, kenaikan cadangan devisa juga dipengaruhi oleh masuknya arus modal asing secara neto sebesar US$ 319 juta sepanjang Mei lalu. Selain itu, ia juga memperkirakan, neraca perdagangan masih akan mencatat surplus di bulan lalu lantaran adanya pemulihan aktivitas manufaktur dan ekspor setelah libur Idul Fitri. Pada semester kedua nanti, Josua memperkirakan posisi cadangan devisa bisa meningkat karena The Fed diproyeksikan akan menurunkan suku bunga acuannya pada Desember 2024. "Penurunan suku bunga tersebut dapat meningkatkan sentimen risk-on, yang berpotensi meningkatkan arus modal masuk ke Indonesia," tambah dia. Chief Economist Bank Syariah Indonesia (BSI) Banjaran Surya Indrastomo memperkirakan, kebijakan devisa hasil ekspor (DHE) sekaligus surplus neraca perdagangan masih bisa menopang cadangan devisa RI. Namun ia melihat, surplus neraca perdagangan disebabkan impor menyusut. Banjaran juga melihat, rupiah masih menghadapi turbulensi keuangan global dari reposisi investasi. Ia memperkirakan, rupiah akan berada di level Rp 15.680–Rp 16.180 per dolar AS.

Download Aplikasi Labirin :