Jaket! Rata! Gelegar ”Thrifting” Tetap Menyala di Pasar Senen
Jaket! Rata! Teriak laki-laki berkaus oblong bercelana jins belel itu memekakkan telinga. Teriakan yang terus diulang tersebut sekaligus aba-aba untuk memulai perburuan mencari baju bekas pakai. Ingat saja untuk selalu sabar, teliti, waspada, tetapi tetap santai, demi menemukan barang sesuai minat di antara lautan pakaian bekas, itu ilmu dasar berburu pakaian bekas di Lantai 2 Pasar Senen Blok III, Jakarta Pusat, itu. Pengumuman petugas dari pengeras suara berulang kali meminta kewaspadaan pengunjung terhadap copet yang menyaru sebagai sesama pembeli. Para pemilik dan penjaga kios berupaya mempermudah calon pembeli dengan mengatur barang dagangan sesuai kategori. Ada yang memisahkan jaket laki-laki dan perempuan, hoodie, kaus, rok, dan lainnya.
Ada pula kios-kios yang secara khusus menjual satu jenis barang, seperti hanya memajang aneka jas, sepatu, tas, atau pakaian dalam. Pembeli tidak perlu pusing tawar-menawar dengan pedagang. Penjaga kios dengan lantang berkata, ”Rata!” yang artinya semua barang di kios itu dijual dengan harga sama. Biasa dijumpai tulisan pada sesobek kertas atau kardus yang menginformasikan harga jual di setiap kios. Tak ketinggalan pesan tertulis ”Nawar Dosa”, ”Jangan ditawar. Dosa!”, ”Murah. Jangan Ditawar”, atau ”Kalau nawar gua cekek”. Disinilah seninya berbelanja di Pasar Senen Blok III. Alih-alih merasa terintimidasi, pengunjung harus tetap tenang dan fokus dengan tujuannya di tengah hawa yang panas.
Jika beruntung, bisa mendapat barang baru, tapi lama yang masih ada price tag dari toko di negeri asalnya. Tinggal telaten mencari dan bertanya. Nanti juga menemukan yang diidamkan meski tak menjamin selalu tersedia ukuran yang pas. Harga per helai pakaian paling murah Rp 10.000. Hoodie dan jaket dijual mulai Rp 50.000. Jaket untuk musim dingin dan kegiatan luar ruang paling murah Rp 150.000. Ada North Face, Salomon, Patagonia, dan merek ternama lain yang produknya dalam kondisi sangat baik. Pencinta tas kulit, sneakers, dan pernak-pernik pakaian lainnya juga berpeluang besar menemukan apa yang dicari.
Aktivitas di Blok III Pasar Senen menunjukkan jual beli pakaian bekas impor tak pernah mati. Kondisi yang tak terbayangkan, mengingat gencarnya penertiban impor pakaian bekas tahun lalu. Penertiban kala itu menjalankan Permendag No 40 Tahun 2022 tentang Barang Dilarang Ekspor dan Barang Dilarang Impor, demi melindungi pelaku UMKM yang bergerak di bidang produk tekstil. Pada 2023 itu, perekonomian beranjak pulih setelah pandemi Covid-19 mereda. Impor baju bekas dan penjualannya di berbagai kota di Indonesia meningkat, mencapai 26,2 ton pada 2022. Di sisi lain, nge-thrift makin menjadi gaya hidup kekinian, yaitu frugal atau hemat dan ramah lingkungan. Selain murah, membeli pakaian seken berarti menjalankan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle). Saat ekonomi tak menentu seperti sekarang, baju seken bisa semakin menjadi pilihan. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023