Ekonomi
( 40733 )Genjot Dana Kelolaan, MI Luncurkan Reksadana Baru
Manajer Investasi (MI) di Tanah Air tetap rajin menerbitkan produk-produk baru untuk menggenjot dana kelolaan tahun ini.
Seperti KISI Asset Management (AM) berencana meluncurkan Reksadana Global Sharia di semester kedua tahun ini. Reksadana global ini akan diinvestasikan dalam portofolio perusahaan teknologi ternama seperti Tesla, Nvidia, Google dan Apple.
Direktur Investasi KISI AM, Arfan Karniody memproyeksi, perusahaan-perusahaan teknologi tersebut akan tumbuh dengan baik dalam jangka panjang. Selain diharapkan bisa memberikan potensi tingkat pertumbuhan tinggi, produk reksadana syariah global bisa menawarkan diversifikasi investasi yang lebih luas dengan investasi ke berbagai negara dan sektor.
Direktur Utama KISI Asset Management, Mustofa mengungkapkan, akhir tahun lalu dana kelolaan KISI AM sekitar Rp 2,1 triliun. Sementara akhir tahun ini ditargetkan dana kelolaan mencapai Rp 3 triliun. Realisasi dana mencapai Rp 2,7 triliun per Juni 2024. Kontribusi dana kelolaan KISI AM umumnya disokong oleh kinerja produk reksadana campuran dan pasar uang.
Sementara Mandiri Manajemen Investasi baru saja meluncurkan reksadana berbasis aspek environmental, social and governance (ESG) bertajuk Reksadana Mandiri ETF SRI-Kehati. Kebijakan investasi dari produk ini minimum 80% dan maksimum seluruhnya dari nilai aktiva bersih (NAB) pada efek bersifat ekuitas yang diperdagangkan di BEI dan terdaftar dalam Indeks SRI-KEHATI.
Menyasar Pendanaan Produktif P2P Lending
Menginjak tahun kedelapan, industri peer-to-peer (P2P) lending sudah bukan lagi dikategorikan sebagai infant industry di industri jasa keuangan Indonesia. P2P lending diharapkan sudah lebih kuat dalam fondasi permodalan, stabil dalam kinerja keuangan, serta jauh lebih baik dalam penerapan governance, risk, and compliance (GRC). P2P lending lahir dilatarbelakangi sebagai instrumen alternatif pendanaan bagi masyarakat yang belum terjangkau bank dan lembaga keuangan konvesional pada umumnya. Berdasarkan data Kadin Indonesia, pada 2023 terdapat 66 juta UMKM di Indonesia yang menyerap 97% total tenaga kerja nasional dan berkontribusi terhadap PDB sebesar 61%. Hal ini mencerminkan besarnya potensi pasar yang dapat dimanfaatkan industri P2P lending ke sektor produktif dan UMKM dengan menawarkan akses mudah, bunga pinjaman rendah, dan tanpa agunan. P2P lending memiliki karakteristik tersendiri dibanding instrumen keuangan lainnya. Dari sisi borrower, persyaratannya pendanaan P2P lending lebih sederhana dan dapat mengajukan pendanaan tanpa adanya agunan.
Proses penyalurannya pun lebih cepat dan dapat dilakukan di mana saja tanpa ada batasan waktu dan lokasi karena berbasis digital. Sementara itu, dari sisi lender, P2P lending menjadi salah satu pilihan dalam melakukan diversifikasi investasi. Selain itu, investasi di P2P lending menawarkan imbal hasil yang jauh lebih kompetitif dibandingkan dengan industri jasa keuangan pada umumnya. Disadari, pendanaan P2P lending di sektor produktif belum sepopuler seperti halnya kredit bank atau pembiayaan lainnya di masyarakat, tecermin dari proporsi penyaluran dana masih didominasi oleh sektor konsumtif. Terdapat tiga hal yang dapat dilakukan untuk mendorong pendanaan sektor produktif. Pertama, OJK telah menerbitkan SE OJK 19/2023 tentang Penyelenggaraan LPBBTI dengan memberlakukan batas maksimum manfaat ekonomi bagi pendanaan sektor produktif. Dalam SE ini, manfaat ekonomi yang diberlakukan untuk pendanaan sektor produktif sebesar 0,1% per hari sejak 1 Januari 2024 dan berkurang lagi menjadi 0,067% per hari pada 1 Januari 2026. Kedua, perluasan penyaluran sektor produktif yang masih terkonsentrasi pada kategori tertentu. Berdasarkan data statistik fintech P2P lending, penyaluran produktif terbesar terdapat pada kategori perdagangan besar, eceran, reparasi dan perawatan kendaraan bermotor sebesar Rp3,155 triliun. Ketiga, secara umum penyaluran P2P lending masih terkonsentrasi di pulau Jawa, dengan jumlah penyaluran sebesar Rp15,9 triliun, sedangkan di luar jawa hanya sebesar Rp4,9 trilliun.
BUDI DAYA BENUR DI LUAR NEGERI : KKP Raih PNBP Rp3,6 Miliar
Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat pendapatan negara bukan pajak dari budi daya benih bening lobster (BBL) atau benur di luar wilayah Indonesia mencapai Rp3,6 miliar hingga 18 Juli 2024. Asisten Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Tugas Media dan Komunikasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Doni Ismanto menyampaikan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) itu menyusul terbitnya Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) No.7/2024 tentang Pengelolaan Lobster (Panulirus spp.), Kepiting (Scylla spp.), dan Rajungan (Portunus spp.). “PNBP sejak Permen KP No.7/2024 dilakukan angkanya sekitar Rp3,60 miliar. Bayangkan jika selama ini banyak orang bilang benih BBL terbang ke luar negeri, kita enggak dapat apa-apa,” katanya dalam konferensi pers Update Perkembangan Kasus Penyelundupan BBL di Jakarta, Kamis (18/7).
Dari total PNBP senilai Rp3,60 miliar, paparnya, sebanyak Rp2,70 miliar akan dimanfaatkan masyarakat dan Rp901 juta akan dikelola oleh Badan Layanan Umum (BLU) untuk pengelolaan lobster. Permen KP No.7/2024 terbit pada Maret 2024 yang membuka peluang ekspor benur yang sempat dilarang pada 2015 dan kemudian dibuka pada 2020. Dalam regulasi tersebut, KKP mengizinkan penangkapan benur untuk pembudidayaan. Pembudidayaan benur dapat dilakukan di dalam dan/atau di luar wilayah Indonesia.
Budi daya benur yang dilakukan di luar wilayah Indonesia hanya bisa dilakukan oleh investor yang melakukan pembudidayaan benur di Indonesia dengan sejumlah ketentuan, di antaranya pemerintah asal investor telah menandatangani dokumen perjanjian dengan pemerintah Indonesia.
Wabah Permisif terhadap Korupsi
Dunia Usaha Menggeliat, Manufaktur Solid
Danamon Targetkan KPR dan Kartu Kredit Tumbuh 15 %
Bank Mandiri Dorong Penyaluran Kredit Hijau
ASDP Optimistis Cetak Laba 733 Miliar
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat kenaikan dalam layanan penumpang dan kendaraan pada semester pertama tahun 2024. Dalam periode ini, ASDP melayani 5,89 juta penumpang dan 11,42 juta kendaraan di seluruh Indonesia, menandai peningkatan dalam industri penyebrangan. Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin, menyatakan optimisme manajemen terhadap pertumbuhan bisnis penyebrangan yang diperkirakan akan terus berlanjut hingga akhir tahun. "Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan prima, terutama bagi sektor logistik yang menjadi pilar kinerja perusahaan," kata Shelvy. Menurut kinerja ASDP pada semester I-2024 menunukkan pertumbuhan dengan total pendapatan dengan konsolidasi mencapai Rp 2,560 triliun, meningkat 9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, ASDP mencatat laba sebesar Rp356 miliar. (Yetede)
Tren Bisnis E-Commerce RI Terus Tumbuh Positif
Transisi Energi AS Bisa Terhambat di Bawah Trump
Transisi energi bersih di AS bisa terhambat jika Donald Trump kembali menjadi presiden. Ia dan pendukungnya setuju menambang lebih banyak minyak, gas, dan batubara. Sikap Trump dan pendukungnya mengemuka selama Konvensi Nasional Partai Republik (RNC) di Milwaukee, Wisconsin. Dimulai Senin (15/7), konvensi dijadwalkan berakhir Kamis (18/7). Gubernur North Dakota Doug Burgum menyebut kebijakan transisi energi pemerintahan Joe Biden sebagai kesalahan. ”Agenda energi hijau Biden seperti ditulis China, Rusia, dan Iran,” katanya. Ia menuding Biden membenci energi fosil. ”Perang Biden terhadap energi (fosil) menyakiti warga AS,” ujar gubernur dari negara bagian yang termasuk produsen besar minyak itu. Ia menyebutkan, AS bisa makmur dan damai kalau produksi bahan bakar fosilnya dinaikkan. ”Saat Trump melepas (cadangan) energi AS, kita melepaskan kemakmuran AS dan memastikan keamanan nasional kita,” ujarnya dalam RNC hari ketiga.
Senator Katie Britt dari Alabama dan Senator Marsha Blackburn dari Tennessee termasuk yang membahas soal transisi energi. Mereka menyoroti kegagalan pemerintahan Joe Biden mengendalikan harga BBM. Harga naik 48 % sejak Biden dilantik. Sementara tarif listrik naik 15 %. Sejak awal kampanye, Trump menyatakan kejayaan AS tak hanya berdikari sektor energi. AS juga mau jadi pemain besar pasar energi global. Menurut dia, penggunaan energi terbarukan tak bisa mewujudkan hal tersebut. AS harus menggenjot produksi minyak, gas, dan batubara. Agenda transisi energi era Biden, menurut Trump dan pendukungnya, justru membu at perekonomian AS melorot dan terseok-seok. Ketua Asosiasi Minyak dan Gas AS, Tim Stewart menyatakan dukungan kepada Trump. ”Hanya melalui dominasi di sektor migas kekuatan ekonomi AS tercapai. Caranya, dengan meningkatkan produksi, memudahkan perizinan di semua sektor migas, dan menghentikan larangan ekstraksi,” tuturnya kepada media Just the News edisi 8 Juli 2024. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









