Ekonomi
( 40460 )AS-RI Siap Tindak Lanjuti Kerja Sama Mineral Kritis
Pemerintah AS siap menindaklanjuti kesepakatan yang dibuat akhir tahun lalu untuk melibatkan Indonesia sebagai pemain dalam rantai pasok mineral kritis dan baterai kendaraan listriknya. Namun, Indonesia wajib menegakkan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola alias ESG dalam industri pengolahan mineral. Ini merupakan langkah maju dari komitmen yang dibicarakan Presiden RI Jokowi dan Presiden AS Joe Biden pada akhir 2023. Saat itu, keduanya sepakat membuat perjanjian mineral kritis atau critical mineral agreement (CMA) agar Indonesia lebih dilibatkan sebagai pemasok kebutuhan baterai kendaraan listrik AS. Dalam kunjungannya ke Jakarta selama 14-15 Juli 2024, Wakil Menlu AS Bidang Pertumbuhan Ekonomi, Energi, dan Lingkungan Jose W Fernandez bertemu dengan berbagai pemangku kepentingan di Indonesia.
Fernandez bertemu dengan perwakilan pemerintah sampai pemain industri tambang dan mineral kritis. Melalui rangkaian pertemuan Fernandez kali ini, AS ingin menindaklanjuti kembali rencana ”membuka pintu” bagi produk olahan mineral kritis Indonesia, termasuk nikel yang merupakan bahan baku untuk baterai kendaraan listrik. Sebelumnya, sempat ada kesan produk nikel Indonesia ”dikucilkan” oleh AS akibat tata kelola lingkungan dan sosial yang buruk serta faktor kedekatan RI dengan China. ”Kami melihat ada potensi besar untuk bekerja sama dengan Indonesia dalam bidang mineral kritis. Diskusi untuk menjalankan perjanjian mineral kritis di antara kedua negara saat ini terus berlangsung,” kata Fernandez dalam konferensi pers yang digelar di Kedutaan Besar AS, Jakarta, Senin (15/7). (Yoga)
Krisis Minyak Pacu Kenya Jadi Raja Panas Bumi
Kapasitas terpasang energi panas bumi di Kenya, sebesar 988 megawatt memang masih kalah dari sejumlah negara di dunia, seperti AS, Indonesia, Filipina, Turki, dan Meksiko. Namun, dari persentase bauran ketenagalistrikan, Kenya juaranya. Lebih dari 40 % kelistrikan di negara tersebut disumbang panas bumi. Indonesia, dengan potensi panas bumi 23.500 MW, kapasitas terpasang pada 2023 baru 10 % saja. Selain tantangan pembiayaan, pengembangan panas bumi juga memerlukan waktu disertai berbagai risiko. Kenya dengan penduduk 55 juta jiwa, sejak puluhan tahun lalu konsisten dan bertahap mengembangkan panas bumi, salah satunya terdorong krisis minyak pada awal 1970-an.
Kala itu, sejumlah organisasi tingkat global, termasuk PBB, Bank Dunia, dan Japan International Cooperation Agency, memberi dukungan finansial dan teknologi dalam eksplorasi panas bumi. Pada periode 1981-1985, kapasitas terpasang pembangkit panas bumi di Kenya mencapai 45 MW yang datang dari tiga unit pembangkit pertama mereka di Olkaria, wilayah di sisi selatan Danau Naivasha. ”Kami tidak tahu akan seperti apa negara ini jika tak ada dorongan yang diakibatkan krisis minyak. Panas bumi andal 24 jam dan tak terpengaruh fluktuasi iklim karena kami menggunakan air yang terakumulasi di bawah tanah selama ribuan tahun. Ini kontribusi kami terhadap dunia yang lebih bersih,” ujar Peketsa Mangi, Gm Panas Bumi pada Ken Gen, perusahaan listrik milik negara Kenya, seperti dilaporkan The Guardian, Kamis (25/1).
Kini, di Olkaria, 90 km dari Nairobi, ada hampir 300 sumur panas bumi yang menghasilkan uap untuk menggerakkan turbin di lima unit Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) KenGen. Apabila dikombinasikan, 15 kepala sumur dan unit-unit pembangkit menghasilkan kapasitas 799 MW. Ditambah kapasitas produsen listrik swasta, total kapasitas terpasang panas bumi mencapai 988,7 MW. Kondisi itu membuat Kenya menjadi salah satu negara yang mayoritas pasokan kelistrikannya berasal dari energi terbarukan. Saat ini, kontribusi energi terbarukan dalam bauran ketenagalistrikan di Kenya 91 %, meliputi 47 % panas bumi, 30 % tenaga hidro, 12 % tenaga angin, dan 2 % tenaga surya. Negara seluas 580.000 kilometer persegi itu menargetkan transisi ke energi terbarukan sepenuhnya pada 2030. (Yoga)
Harga Bitcoin Bersiap Melanjutkan Reli
Mata uang kripto,Bitcoin, diprediksi masih melanjutkan kenaikan harga setelah reli hingga 12 % selama beberapa hari sejak akhir pekan kedua Juli 2024. Tekanan jual yang berkurang diikuti naiknya sentimen positif pasar pada produk kripto ini. Reli sejak Jumat (12/7) mengakibatkan harga Bitcoin naik drastis 12 % menjadi 64.000 USD atau Rp 1,05 miliar per koin pada Selasa (16/7) tengah hari. Dibanding Senin (15/7), harga Bitcoin naik 2,3 %. Kenaikan hari ini mengerek harga mata uang lainnya, seperti Ethereum (ETH), sebesar 2,6 % menjadi 3.420 USD. Lalu, koin alternatif XRP dan SOL masing-masing naik 3 % dan 2,4 %. Token meme, DOGE, bertambah 4,3 % dan SHIB naik 7,1 %.
Analis Mobee Indonesia, bursa aset digital, Hery Hermawan, menjelaskan, reli ini terjadi setelah harga Bitcoin (BTC) terus merosot sejak pertengahan Juni karena beberapa sentimen negatif, salah satunya terkait kebijakan Pemerintah Jerman yang banyak memegang asset kripto untuk menjual Bitcoin mereka. Pemerintah Jerman diketahui memegang 46.000 Bitcoin senilai 2,81 miliar USD. Aset itu dijual perlahan sehingga membuat harga Bitcoin jatuh ke level 55.000 USD. Namun, aksi jual itu diperkirakan mereda karena Pemerintah Jerman kini hanya memiliki 0,007 Bitcoin. ”Jerman sudah menjual seluruh Bitcoin hingga habis sejak awal bulan Juli, tidak ada lagi tekanan jual BTC dari wallet Pemerintah Jerman,” kata Hery, hari ini. (Yoga)
Ironi Industri Farmasi
Investor Asia Timur Minati Perusahaan Pembiayaan Indonesia
Bank Mega Syariah Incar Laba Rp 300 Miliar
Auto 2000 Bidik Peluang di Lini Bisnis Aftersales
Menimbang Untung-Rugi Peleburan7 BUMN Karya
Kebijakan pemerintah merampingkan formasi tujuh BUMN di sektor konstruksi menjadi tiga entitas bisa mewujudkan efisiensi dan perbaikan kinerja BUMN Karya. Namun, terdapat risiko perseroan dengan kinerja baik malah akan terbebani rapor merah BUMN lainnya. Skema penggabungan yang direncanakan Kementerian BUMN mencakup penggabungan, pertama, PT Adhi Karya (Persero) Tbk dengan PT Brantas Abipraya (Persero) dan PT Nindya Karya (Persero), dengan focus pada proyek pembangunan air dan rel kereta api.
Penggabungan antara PT Hutama Karya (Persero) dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk, yang diekspektasikan dapat meningkatkan fokus perseroan terhadap proyek pembangunan jalan tol, jalan non-tol, dan bangunan kelembagaan. Skema ketiga, konsolidasi antara PT PP (Persero) Tbk dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, yang berfokus menggarap pelabuhan laut; bandar udara; rekayasa, pengadaan dan konstruksi; serta bangunan hunian (residensial). Wakil Ketua Komisi VI DPR Martin Manurung menilai upaya penggabungan itu akan menimbulkan sinergi dan efisiensi kinerja para BUMN Karya.
Peleburan ini juga akan mengurangi persaingan di antara BUMN, khususnya terkait lelang proyek. ”Komponen overhead cost (biaya produksi) dan management cost (biaya manajemen) bisa dihemat,” ujarnya, Selasa (16/7). Menteri BUMN Erick Thohir memastikan komposisi dari peleburan tujuh perusahaan konstruksi itu tidak mengalami perubahan. ”Saya sudah kirim surat ke Pak Basuki (Menteri PUPR) dan sudah di-review (ditinjau) oleh Menkeu (Sri Mulyani). Kami menunggu saja prosesnya dari Kementerian PUPR,” ujarnya, Rabu (10/7) malam. (Yoga)
Dari Surat Utang Negara, Duit Bank Mengalir ke SRBI
Pamor Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang diluncurkan Bank Indonesia (BI) September 2023 lalu kian meningkat di mata perbankan. Instrumen moneter ini kini jadi salah satu tujuan penempatan dana favorit perbankan. Perbankan diduga mengalihkan dana dari Surat Berharga Negara (SBN) ke instrumen tersebut. Bank Indonesia (BI) mencatat kepemilikan perbankan di SRBI per Juni 2024 mencapai Rp 461,29 triliun, setara 63,97% dari total SRBI yang sudah diterbitkan. Di saat yang sama, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mencatat kepemilikan bank di SBN menyusut. Per September 2023, kepemilikan bank di SBN mencapai Rp 1,64 kuadriliun. Ekonom Perbankan Binus University Dody Arifianto menyebut, perbankan memiliki pertimbangan tersendiri dalam penempatan dana di surat berharga.
Ia menilai perpindahan dana dari SBN ke SRBI terjadi karena perbedaan imbal hasil yang mencolok.
SRBI memang menawarkan imbal hasil yang menggiurkan. Ambil contoh, pada penawaran 12 Juli, BI mematok bunga SRBI tenor 6 bulan 7,29%, tenor 9 bulan 7,39% dan tenor 12 bulan mencapai 7,42%.
Head of Trading & Treasury Global Financial Markets
DBS Indonesia Ronny Setiawan menyebut, pihaknya selalu menyesuaikan kebutuhan bank dalam penempatan dana yang dimiliki. Dari sisi kebutuhan, SBN dan SRBI punya keunggulan masing-masing.
Alhasil, terdapat reinvestment
risk
ketika instrumen tersebut jatuh tempo. “Alokasi pembelian disesuaikan dengan kebutuhan penempatan bank saat itu,” ujar Rony kapada KONTAN, Selasa (16/7).
Bank Central Asia (BCA) juga tidak gamblang menjawab mengenai peralihan dana ke SRBI. EVP
Corporate Communication
BCA Hera F. Haryn mengatakan, penempatan dana di instrumen surat berharga merupakan bagian dari strategi pengelolaan likuiditas.
Risiko Tinggi Saham Papan Akselerasi
Indeks Papan Akselerasi tumbuh lumayan kencang sejak awal tahun ini. Meski begitu, perlu diingat kalau fluktuasi harga di indeks ini cukup tinggi. Sehingga risikonya juga besar. Sepanjang tahun berjalan, Indeks Papan Akselerasi sudah menguat 32,97%, Selasa (16/7). Angka ini jauh lebih tinggi daripada Indeks Papan Utama yang turun 0,64% dan Papan Pengembangan yang menguat 4,92%. Di tengah penguatan harga saham Indeks Papan Akselerasi, Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut, kinerja keuangan emiten-emiten di papan ini juga membaik. Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan, ada peningkatan kualitas terhadap saham-saham di Papan Akselerasi. Berdasarkan data BEI, rata-rata pendapatan perusahaan di Papan Akselerasi menguat dari Rp 48,82 miliar di tahun 2020 menjadi Rp 49,26 miliar pada akhir 2023. Pada periode yang sama, emiten yang tercatat di Papan Akselerasi menghasilkan rata-rata keuntungan Rp 2,43 miliar di 2023.
Angka ini meningkat dari rata-rata Rp 46 juta pada tahun 2020 silam.
Kemudian pada 2023, aset yang dimiliki oleh emiten-emiten tersebut rata-rata meningkat menjadi Rp 111,43 miliar dari Rp 88,07 miliar pada 2020 lalu. Kautsar memastikan BEI terus berupaya untuk meningkatkan kualitas emiten agar dapat menjadi pilihan investasi yang menarik dan aman bagi investor pasar modal.
Direktur Infovesta Utama, Parto Kawito mencermati, lonjakan yang terjadi pada saham-saham yang tercatat di papan akselerasi bisa jadi disebabkan oleh pengaruh dari pemodal, bahkan pemilik perusahaan.
Parto mengatakan,
annualized risk
saham-saham di Papan Akselerasi tercatat paling tinggi dibandingkan LQ45 dan IDX30. Catatan Infovesta,
annualized risk
Indeks Papan Akselerasi mencapai 19,50%. Tasrul Tanar,
Research Team
Mirae Asset Sekuritas menambahkan, kenaikan saham-saham di Papan Akselerasi ini bisa disebabkan oleh rotasi yang dilakukan oleh investor.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









