;

Dari Surat Utang Negara, Duit Bank Mengalir ke SRBI

Ekonomi Hairul Rizal 17 Jul 2024 Kontan (H)
Dari Surat Utang Negara, Duit Bank Mengalir ke SRBI

Pamor Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang diluncurkan Bank Indonesia (BI) September 2023 lalu kian meningkat di mata perbankan. Instrumen moneter ini kini jadi salah satu tujuan penempatan dana favorit perbankan. Perbankan diduga mengalihkan dana dari Surat Berharga Negara (SBN) ke instrumen tersebut. Bank Indonesia (BI) mencatat kepemilikan perbankan di SRBI per Juni 2024 mencapai Rp 461,29 triliun, setara 63,97% dari total SRBI yang sudah diterbitkan. Di saat yang sama, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mencatat kepemilikan bank di SBN menyusut. Per September 2023, kepemilikan bank di SBN mencapai Rp 1,64 kuadriliun. Ekonom Perbankan Binus University Dody Arifianto menyebut, perbankan memiliki pertimbangan tersendiri dalam penempatan dana di surat berharga. 

Ia menilai perpindahan dana dari SBN ke SRBI terjadi karena perbedaan imbal hasil yang mencolok. SRBI memang menawarkan imbal hasil yang menggiurkan. Ambil contoh, pada penawaran 12 Juli, BI mematok bunga SRBI tenor 6 bulan 7,29%, tenor 9 bulan 7,39% dan tenor 12 bulan mencapai 7,42%. Head of Trading & Treasury Global Financial Markets DBS Indonesia Ronny Setiawan menyebut, pihaknya selalu menyesuaikan kebutuhan bank dalam penempatan dana yang dimiliki. Dari sisi kebutuhan, SBN dan SRBI punya keunggulan masing-masing. Alhasil, terdapat reinvestment risk ketika instrumen tersebut jatuh tempo. “Alokasi pembelian disesuaikan dengan kebutuhan penempatan bank saat itu,” ujar Rony kapada KONTAN, Selasa (16/7). Bank Central Asia (BCA) juga tidak gamblang menjawab mengenai peralihan dana ke SRBI. EVP Corporate Communication BCA Hera F. Haryn mengatakan, penempatan dana di instrumen surat berharga merupakan bagian dari strategi pengelolaan likuiditas.

Tags :
#Obligasi
Download Aplikasi Labirin :