Ironi Industri Farmasi
Kemandirian industri farmasi nasional ibarat peribahasa jauh panggang dari api. Betapa tidak, sekitar 90% bahan baku obat masih diimpor, terutama dari China dan India. Ini merupakan suatu ironi di tengah masifnya insentif yang dikucurkan pemerintah untuk membangun industri bahan baku obat dalam negeri, mulai dari super tax deduction hingga tax holiday untuk mendorong pembangunan industri bahan baku obat. Selain itu, tingginya impor membuat industri farmasi nasional rentan terhadap pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS. Parahnya lagi, tingginya impor bahan baku farmasi menjadi biang kerok mahalnya harga obat di Tananh Air dibandingkan negara tetangga dan Asia lainnya. (Yetede)
Tags :
#FarmasiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023