;

Krisis Minyak Pacu Kenya Jadi Raja Panas Bumi

17 Jul 2024 Kompas
Krisis Minyak Pacu Kenya Jadi Raja Panas Bumi

Kapasitas terpasang energi panas bumi di Kenya, sebesar 988 megawatt memang masih kalah dari sejumlah negara di dunia, seperti AS, Indonesia, Filipina, Turki, dan Meksiko. Namun, dari persentase bauran ketenagalistrikan, Kenya juaranya. Lebih dari 40 % kelistrikan di negara tersebut disumbang panas bumi. Indonesia, dengan potensi panas bumi 23.500 MW, kapasitas terpasang pada 2023 baru 10 % saja. Selain tantangan pembiayaan, pengembangan panas bumi juga memerlukan waktu disertai berbagai risiko. Kenya dengan penduduk 55 juta jiwa, sejak puluhan tahun lalu konsisten dan bertahap mengembangkan panas bumi, salah satunya terdorong krisis minyak pada awal 1970-an.

Kala itu, sejumlah organisasi tingkat global, termasuk PBB, Bank Dunia, dan Japan International Cooperation Agency, memberi dukungan finansial dan teknologi dalam eksplorasi panas bumi. Pada periode 1981-1985, kapasitas terpasang pembangkit panas bumi di Kenya mencapai 45 MW yang datang dari tiga unit pembangkit pertama mereka di Olkaria, wilayah di sisi selatan Danau Naivasha. ”Kami tidak tahu akan seperti apa negara ini jika tak ada dorongan yang diakibatkan krisis minyak. Panas bumi andal 24 jam dan tak terpengaruh fluktuasi iklim karena kami menggunakan air yang terakumulasi di bawah tanah selama ribuan tahun. Ini kontribusi kami terhadap dunia yang lebih bersih,” ujar Peketsa Mangi, Gm Panas Bumi pada Ken Gen, perusahaan listrik milik negara Kenya, seperti dilaporkan The Guardian, Kamis (25/1).

Kini, di Olkaria, 90 km dari Nairobi, ada hampir 300 sumur panas bumi yang menghasilkan uap untuk menggerakkan turbin di lima unit Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) KenGen. Apabila dikombinasikan, 15 kepala sumur dan unit-unit pembangkit menghasilkan kapasitas 799 MW. Ditambah kapasitas produsen listrik swasta, total kapasitas terpasang panas bumi mencapai 988,7 MW. Kondisi itu membuat Kenya menjadi salah satu negara yang mayoritas pasokan kelistrikannya berasal dari energi terbarukan. Saat ini, kontribusi energi terbarukan dalam bauran ketenagalistrikan di Kenya 91 %, meliputi 47 % panas bumi, 30 % tenaga hidro, 12 % tenaga angin, dan 2 % tenaga surya. Negara seluas 580.000 kilometer persegi itu menargetkan transisi ke energi terbarukan sepenuhnya pada 2030. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :