Ekonomi
( 40814 )Dominasi Asuransi Syariah dalam Bisnis Patungan Kian Meningkat
Perusahaan patungan berpotensi makin menancapkan kukunya di industri asuransi jiwa dalam negeri. Berkat kekuatan modal yang dimiliki, perusahaan joint venture dianggap bakal mampu memenuhi sejumlah aturan baru yang bakal berlaku mulai tahun depan. Aturan anyar itu di antaranya penerapan PSAK 117 yang akan mulai berlaku pada Januari 2025. Aturan ini mengadopsi IFRS 17 yang sudah berlaku secara global. Selain itu, perusahaan joint venture juga dianggap lebih siap memenuhi aturan ekuitas yang dituangkan dalam POJK nomor 23 tahun 2023. Berdasarkan kajian IFG Progress, implementasi PSAK 117 akan berdampak pada ekuitas asuransi yang secara paralel sedang melakukan persiapan memenuhi POJK 23/2023. Kondisi ini diprediksi akan membuat landscape industri asuransi cenderung lebih ramping dengan aksi merger dan akuisisi guna memenuhi ketentuan ekuitas.
Pengamat asuransi Irvan Raharjo menilai tak mengherankan bila ekuitas perusahaan asuransi jiwa patungan mendominasi. Pasalnya sejak didirikan bertahun-tahun lalu, ada ketentuan permodalan perusahaan asuransi asing yang memang dipatok lebih tinggi dibanding perusahaan swasta nasional.
Sejumlah perusahaan asuransi
joint venture
pun menegaskan kesiapan memenuhi dua ketentuan ini. CEO PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk Wianto Chen bilang pihaknya sudah menggunakan standar pencatatan PSAK 117 untuk pelaporan kepada grup usahanya. Meski ia mengaku penerapan PSAK 117 memang perlu tambahan tenaga ahli hingga komponen teknis baru.
Sementara
Chief Financial Officer
PT Prudential Life Assurance Adit Trivedi bilang pihaknya telah menyelaraskan proses internal dengan standar baru tersebut sejak 2022. Terutama soal pelaporan yang dikirim ke perusahaan induk. "Kami melihat penerapan ini sebagai kesempatan untuk meningkatkan manajemen risiko serta transparansi keuangan," ungkap Adit.
Percepatan Pembangunan Angkutan Perkotaan dengan Kolaborasi
Legislasi RUU Kepariwisataan Ditolak Pemerintahan Jokowi
BRT, Mengurangi Potensi Kemacetan Bandung Raya
Persyaratan Kredit UMKM yang Rumit
Integritas Panitia KPK Tidak Meyakinkan
Polemik Kadin Masih Berlanjut
Kabinet Yang Mampu Wujudkan Visi Presiden
Presiden dan Wakli Presiden terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka harus menetapkan syarat profesional, ahli, berintegritas, dan memiliki kapabilitas teknis dalam memilih figur untuk menjadi anggota kabinet mereka, Selain itu, figur yang bisa berasal dari partai maupun dari non partai itu perlu dipastikan mampu bersinergi dan bekerja sama untuk mewujudkan visi dan program kerja pemerintah baru tetap seperti target pertumbuhan ekonomi 8%.
Khusus untuk tim ekonomi, sosok yang dipilih mesti ekonom yang memiliki paradigma ekonomi kerakyatan yang berpikir kreatif (out of the box) dan berorientasi pada kemaslahatan bersama, selain itu anggota tim harus memilki rekam jejak yang baik dan terbukti mumpuni dibidang makroekonomi, industri, dan keuangan. "Mereka harus memiliki kemampuan untuk merancang kebijakan yang inklusif, berkelanjutan, dan menciptakan multiplier effect seluas-luasnya," ujar peneliti Center of Reform of Economic (Core) Indonesia ELiza Mardian saat dihubungi Investor Daily. Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8%, lanjut dia, dibutuhkan pandangan ahli ekonom yang fokus pada sektor-sektor strategis seperti manufaktur bertekhnologi tinggi, pertanian, perekonomian digital, serta industrialisasi berbasis seumber daya alam. (Yetede)
Manufaktur Menjadi Sandaran Ekspor
Ekspor nasional tumbuh 7,13% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi US$ 23,5 miliar pada Agustus 2024 dari bulan sama tahun lalu US$ 21,9 miliar. Pertumbuhan itu berada dikisaran konsensus analis sebesar 4,1-8,5% dan terjadi ditengah tren penurunan harga komoditas. Agustus 2024, ekspor manufaktur tumbuh 8,7% menjadi US$ 17,7 miliar, menyumbangkan 75% total ekspor. Pertumbuhan ekspor manufaktur melampaui sektor pertambangan dan lainnya yang hanya tumbuh 2,76% secara yoy dan kontraksi 10,6% secara kuartalan. Berdasarkan data BPS, ekspor beberapa produk manufaktur mencetak pertumbuhan tinggi. Agustus 202, ekspor mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya tumbuh 16,4% menjadi US$ 1,3 miliar, lalu kendaraan dan bagiannya tumbuh 16,4% menjadi US$ 1,3 miliar, lalu kendaraan dan bagiannya 5,91% menjadi US$ 1 miliar, mesin dan peralatan mekanisme serta bagiannya 31,7% menjadi US$ 571 juta, nikel dan barang daripadangan 30,86% menjadi US$ 741 juta dan alas kaki 17,5% menjadi US$ 656 juta. Ekspor logam mulia dan perhiasan/permata melesat paling tinggi, sebesar 70,92% menjadi US$ 788 juta. (Yetede)
Industri Data Center Sangat Prospektif
Saham emiten pusat data ( data center) seperti PT DCI Indonesia Tbk (DCII) dan PT Indointernet Tbk (EDGE) terus mengalami kenaikan hingga membentur auto reject atas (ARA) dalam beberapa pekan terakhir. Emiten milik konglomerat Otto Toto Sugiri dan Antoni Salim, DCII melesat 43,61% dalam satu minggu terakhir, dan melambung 60,82% pada tiap bulan terakhir. Begitupun dengan emiten Toto Sugiri lainnya yakni EDGE yang juga melonjak 24,03% selama sepekan kebelakang, dan menguat 19,70% dalam tiga bulan terakhir. Prospek bisnis data center Indonesia yang masih cerah, membuat dua emiten ini masih menarik untuk dicermati.
Analis NH Korindo Sekuritas Leonardo Lijuwardi mengatakan, industri data center Indonesia masih prospektif, dengan kapasitas operasi dan nilai per kapita data center masih rendah. Sebagai gambaran, kapasitas operasi data center Indonesia sebesar 260 megawatt (MW), sementara Malaysia 289 MW dan Singapura 985 MW. Nilai perkapita data center Indonesis juga baru 1,5 watt perkapita, jauh dibawah Jepang yang 10 watt per kapita dan Singapura 100 watt per kapita. "Secara sederhana, jika menangkap peluang dari kebutuhan akan data center di kawasan Asia Tenggara, potensi pertumbuhan data center sangat luas. (Yetede
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









