OJK Siapkan Regulasi Baru untuk Serapan Dana IPO
Penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham alias initial public offering (IPO) menjadi perhatian publik. Ini buntut dari sorotan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terhadap realisasi dana IPO PT Bukalapak.com Tbk (BUKA). Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi mengatakan pihaknya telah mengirimkan beberapa kali surat kepada BUKA, mengingatkan agar dana hasil IPO segera digunakan. "Bukalapak menyampaikan seluruh dana akan direalisasikan sesuai rencana prospektus, selambatnya 31 Desember 2025," katanya, belum lama ini. Pasalnya, sampai 30 Juni 2024 BUKA masih menyisakan dana IPO jumbo sebesar Rp 9,82 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 900 miliar ditempatkan pada deposito dan giro, serta Rp 8,9 triliun pada obligasi pemerintah. Sisa dana IPO jumbo juga dicatat PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Hingga akhir Juni 2024, GOTO masih memiliki sisa dana hasil IPO Rp 2,81 triliun. Artinya, dari dana emisi IPO 13,57 triliun, GOTO baru merealisasikan dana IPO Rp 10,76 triliun.
Emiten lain yang juga tercatat masih menyisakan dana IPO di atas Rp 1 triliun adalah PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL).
Pengamat Pasar Modal & Direktur Avere Investama, Teguh Hidayat menilai, perlu regulasi tegas serta penyaringan lebih ketat sejak IPO. Prospektus mesti lebih rinci menjelaskan peruntukan rencana penggunaan dana IPO. Tidak cukup hanya dengan keterangan untuk modal kerja.
Vice President Infovesta
Utama Wawan Hendrayana mengingatkan, realiasasi penggunaan dana oleh emiten akan mempengaruhi kepercayaan dan minat investor terhadap sahamnya. "Bila memang emiten dipercaya, harga saham akan naik. Sebaliknya bila perubahan penggunaan dana IPO tidak sesuai, harga cenderung turun," katanya.
Head Customer Literation and Education
Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi mengamini, rencana penggunaan dana menjadi salah satu faktor daya tarik investor membeli saham IPO. Penggunaan dana juga terkait prospek kinerja emiten ke depan.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023