Ekonomi
( 40460 )Impor Minyak Meningkat, Subsidi BBM Terdorong Naik
Di tengah rencana pemerintah membatasi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, tren volume impor migas Indonesia terus menanjak. Alhasil, membesarnya kebutuhan minyak maupun gas ketimbang produksi nasional menyebabkan Indonesia tetap menyandang status net importer migas. Konsekuensinya, defisit migas kian membesar. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, volume impor minyak mentah dan hasil minyak Indonesia pada tahun 2018 masing-masing mencapai 16,93 juta ton dan 26,74 juta ton. Volume impor ini sempat turun di tahun 2019 dan 2020, namun secara konsisten naik pada 2021 hingga 2023. Tahun lalu, volume impor komoditas ini masing-masing sebesar 17,84 juta ton dan 27,37 juta ton. Sementara itu, nilai impor minyak mentah dan hasil minyak mengalami fluktuasi. Namun di 2019, masing-masing nilainya mencapai US$ 9,16 miliar dan US$ 20,71 miliar. Sedangkan di 2023 nilainya lebih tinggi, yakni US$ 11,14 miliar untuk impor minyak mentah dan US$ 24,69 miliar untuk impor hasil minyak. Artinya, tak sedikit devisa Indonesia yang terbang ke luar negeri lantaran hal tersebut.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia belum lama ini mengungkapkan sebesar Rp 450 triliun per tahun devisa negara dihabiskan untuk impor migas, terutama untuk kebutuhan
liquefied petroleum gas
(LPG).
Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda mengatakan, salah satu faktor impor migas yang terus meningkat lantaran produksi minyak didalam negeri semakin menurun. Konsekuensinya, peningkatan impor ini akan membuat subsidi membengkak. "Yang berbahaya, subsidi pasti akan membengkak," ujar dia kepada KONTAN, Kamis (12/9).
Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin menambahkan, penurunan
lifting
minyak lantaran tidak adanya investasi baru di sektor hulu, ditambah usia sumur minyak di dalam negeri semakin tua. Sementara itu, konsumsi terus melejit.
Wijayanto mendesak pemerintah perlu melakukan upaya penghematan, terutama di sektor transportasi yang saat ini mengonsumsi sekitar 62,5% minyak bumi di Indonesia, dan 97% di antaranya dikonsumsi kendaraan pribadi.
Risiko Kenaikan Tarif PPN bagi Pertumbuhan Ekonomi
Rencana pemerintah menaikkan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 12% pada 2025 menuai penolakan dari berbagai pihak. Kebijakan ini dinilai tidak tepat diberlakukan tahun depan lantaran daya beli sedang rentan. Hasil penelitian Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menunjukkan, apabila tarif PPN naik menjadi 12%, maka perekonomian berisiko mengalami kontraksi. Direktur Eksekutif Indef, Esther Sri Astuti menyebutkan, kenaikan tarif PPN akan menyebabkan upah nominal menurun. Alhasil, pendapatan riil ikut turun sehingga berisiko terhadap inflasi, ekspor hingga impor.
Adapun berdasarkan perhitungan Indef, jika skenario kenaikan tarif PPN sebesar 12,5%, maka upah nominal akan mengalami kontraksi 5,86%, serta Indeks Harga Konsumen (IHK) turun 0,84%. Kondisi tersebut akan membuat pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) berpotensi terkontraksi 0,11%.
"Nah, ini sekali lagi angka skenario jika tarif PPN dinaikkan menjadi 12,5%. Sementara pemerintahan presiden terpilih Prabowo Subianto, rencananya akan memberlakukan tarif PPN sebesar 12% pada Januari 2025, maka kurang lebih angkanya akan sekitar ini [skenario PPN 12,5%]," kata Esther, Kamis (12/9).
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso sebelumnya menyampaikan, penerapan kenaikan tarif PPN menjadi 12% pada 2025 akan tetap menyesuaikan kebijakan pemerintahan baru. Artinya, ada kemungkinan kebijakan itu ditunda.
Yang jelas, Susiwijono bilang, saat ini pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Wakil Menteri Keuangan II Thomas Djiwandono yang juga merupakan keponakan Prabowo Subianto, Presiden terpilih 2024-2029.
Efek Gizi Baik terhadap Kinerja Emiten di Sektor Konsumsi
Presiden dan Wakil Presiden terpilih hasil Pemilihan Presiden 2024, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, bakal merealisasikan program makan bergizi gratis di masa kepemerintahannya. Bahkan, program ini direncanakan akan dimulai pada Januari 2025 dengan sasaran 15 juta penerima manfaat pada tahap pertama. Kementerian Pertanian telah memastikan, ada sekitar 36 sampai 40 badan hukum, baik koperasi maupun perusahaan yang berpartisipasi mendatangkan total 1,3 juta ekor sapi hidup untuk suplai susu. Equity Research Analyst Bahana Sekuritas Christine Natasya menilai, program makan bergizi gratis akan membawa dampak positif bagi kinerja di sektor poultry atau peternakan. Seperti PT Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) dan PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN).
Selain itu, emiten
dairy
seperti PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company (ULTJ) juga akan tersengat sentimen positif dari program tersebut.
Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo mengamini, emiten poultry bisa diuntungkan dari adanya program makan bergizi gratis. Tapi, perlu dilihat lebih rinci apakah 40 perusahaan yang berpartisipasi semuanya sudah mencatatkan sahamnya di bursa, atau hanya sebagian.
Azis menambahkan, selain
poultry
dan
diary, emiten beras juga bisa ikut terpapar sentimen positif. Namun, investor perlu melihat juga seperti apa mitra swasta yang digandeng pemerintah untuk memasok kebutuhan beras dalam program makan bergizi gratis tersebut.
Christine merekomendasi beli saham seperti CPIN dan JPFA. Adapun target harga untuk masing-masing saham poultry tersebut Rp 5.500 dan Rp 2.000.
Syarat Berjalan di Ruang Angkasa, Harus Kaya
Panggung sejarah menjadi milik Jared Isaacman. Dia keluar dari palka kapsul Dragon dan berjalan di antariksa pada Kamis (12/9). Ia menjadi orang pertama yang berjalan di luar angkasa tanpa menjadi astronot. Pada Selasa (10/9), ia dan tiga orang lain menaiki pesawat ulang-alik Polaris milik SpaceX, perusahaan pimpinan Elon Musk. Setelah dua hari terbang ke antariksa, ia dijadwalkan keluar palka, lalu berjalan di luar angkasa. Dalam misi Polaris 4 ini, karyawan SpaceX, Sarah Gillis, akan berjalan bersama Isaacman. Beberapa perusahaan swasta dan institusi penelitian ruang angkasa sejumlah negara mulai menyediakan paket wisata ke ruang angkasa. Namun, SpaceX melangkah lebih jauh. Ada alasan mengapa hal ini menjadi hal yang sangat khusus dan elite: berjalan di luar angkasa dianggap bagian paling berbahaya dari penerbangan apapun.
Bahaya mengintai sejak roket dan pesawat bersiap meninggalkan landasan, selama di luar angkasa dan sampai kembali ke Bumi. Perjalanan antariksa membutuhkan pelatihan yang ekstensif. ”Berjalan di luar angkasa sama sekali berbeda dari sekadar terikat di roket, mengendarainya, merasakan gravitasi nol, dan kemudian kembali ke Bumi,” ujar pensiunan astronot NASA, Chris Cassidy, yang sangat memahami tingkat bahaya berjalan di ruang angkasa karena dia mengalami langsung. Saat bekerja di luar Stasiun Ruang Angkasa Internasional (ISS) tahun 2013, rekannya, seorang astronot Italia, Luca Parmitano, hampir ”tenggelam”. Helm Parmitano berisi air yang berasal dari pakaiannya yang dilengkapi sistem pendingin. Ia nyaris tak berhasil kembali ke dalam kapsul tepat waktu. Fenomena tersebut membuatnya khawatir.
Dia menilai orang-orang kaya bisa menghadapi risiko bahaya menjelajah luar angkasa dengan pelatihan yang minimal. Bagi Isaacman, perjalanan antariksa kali ini bukan yang pertama. Pada 2021, dia melakukan perjalanan yang sama bersama tiga orang lainnya. Seperti pada misi kali ini, pada misi 2021 pun Isaacman menjadi penyandang dana sepenuhnya. Awak lain naik secara gratis. Meski tak lulus SMA, Isaacman dikenal sebagai pengusaha jasa pemrosesan transaksi keuangan. Pada 1999, tak lama setelah putus sekolah, dia mendirikan layanan pembayaran United Bank Card, yang kini berubah menjadi Shift4. Selain mengembangkan peranti lunak pembayaran seluler, perusahaan ini juga melayani pembayaran daring untuk berbagai jenis usaha. Usahanya makin moncer setelah tahun 2020 go public. Diperkirakan, perusahaan ini memproses lebih dari 260 miliar USD pembayaran per tahun.
Perusahaan mengklaim pelanggannya mencapai 200.000. Menurut perhitungan majalah Forbes, kekayaan bersihnya1,8 miliar USD. Kecintaan pada dunia dirgantara tak berhenti meski dia telah menjual Draken. Terbang, menurut Isaacman, menjadi terapi psikologis baginya setelah jadwal hariannya yang sangat padat. Ia pilot tersertifikasi untuk aneka jet, termasuk jet tempur. Spacewalking oleh Isaacman dan Gillis berbeda dengan yang dilakukan para astronot dan kosmonot. Isaacman dan Gillis berjalan di antariksa semata karena mereka menginginkan itu. Pepatah ”orang kaya bebas” benar-benar ditunjukkan Isaacman. Ia memakai kekayaannya untuk membayar agar bisa berjalan di luar angkasa. (Yoga)
Penjualan Merosot, Laba INTP Terus Tertekan
Emiten semen harap-harap cemas menanti keputusan bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed, dalam memangkas suku bunga acuan pada pertemuan FOMC pekan depan. Maklum, langkah The Fed ini bisa menjadi sentimen positif bagi prospek bisnis emiten semen.
Sekretaris Perusahaan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), Dani Handajani mengatakan, kebijakan The Fed memotong suku bunga bisa diikuti Bank Indonesia (BI). "Pemangkasan suku bunga akan mendorong investasi di sektor riil. Misalnya sektor properti yang akan menjadi pendorong permintaan semen," ujar Dani, Sabtu (9/9).
Selama enam bulan pertama tahun ini, INTP membukukan volume penjualan semen dan klinker 9,03 juta ton. Angka ini lebih tinggi 672.000 ton atau naik 8% secara tahunan.
Head of Investment Nawasena Abhipraya Investama, Kiswoyo Adi Joe melihat, kinerja INTP di kuartal tiga ini masih berat. Sentimennya ialah masih lesunya permintaan pasar semen domestik dan luar negeri, terutama China.
Analis Investindo Nusantara Sekuritas, Pandhu Dewanto melihat, kinerja emiten semen di kuartal II cenderung lemah. Sebab, ada musim libur lebaran dan cuaca. Tapi, di semester tiga biasanya ada lonjakan permintaan, karena pembangunan kembali berjalan.
Kinerja EXCL Ditingkatkan oleh Ekspansi Pasar
PT XL Axiata Tbk (EXCL) mengumumkan rencana akuisisi Serve Co dari PT Link Net Tbk (LINK). Aksi korporasi ini dinilai akan memperkuat posisinya sebagai perusahaan telekomunikasi Indonesia. EXCL akan membeli layanan business to consumer (B2C) Link Net. EXCL mengakuisisi 750.000 pelanggan B2C dengan total nilai Rp 1,87 triliun. Selain itu, terdapat kontrak sewa jaringan fiber to the home (FTTH) selama 10 tahun sebesar Rp 11 triliun. Alhasil, total nilai transaksi mencapai Rp 12,9 triliun. Per semester I 2024, ServeCo mencatatkan pendapatan Rp 1,39 triliun. Sementara laba bersih ServeCo sebesar Rp 383,23 miliar. Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas mengatakan, rencana akuisisi EXCL akan berdampak positif terhadap kinerja EXCL lantaran akan adanya peningkatan pendapatan. Menurut dia, rampungnya aksi korporasi tersebut juga akan memperkuat fundamental EXCL, yang di antaranya akan meningkatkan aset, meperluas basis pelanggan, dan diversifikasi pendapatan. Deputy Head of Research Sucor Sekuritas, Paulus Jimmy juga menilai positif prospek EXCL. Bahkan, Sucor Sekuritas tetap memilih EXCL sebagai pilihan utamanya untuk sektor telekomunikasi. Pertumbuhan pemakaian rata-rata per pelanggan (ARPU) berkelanjutan, yang mengarah pada peningkatan margin secara keseluruhan. "Juga merger, dapat menjadi katalis positif lebih lanjut untuk perbaikan fundamental di masa depan," terangnya.
Lalu proses konvergensi untuk XL One, inisiatif
fixed mobile convergence
(FMC), tetap berjalan sesuai rencana dengan tingkat konvergensi mencapai 81% atau 216.000 pelanggan dari total 267.000 pelanggan
fixed broadband
(FBB). Adapun pelanggan FBB juga tercatat bertambah 15.000 di kuartal II 2024.
Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Jonghoon Won melanjutkan, prospek positif EXCL juga didorong keberhasilan menurunkan biaya operasional. Pada semester I-2024, EXCL mencatatkan beban usaha sekitar Rp 8,1 triliun atau turun sebesar 0,2% secara tahunan. "Meskipun tidak terlihat seperti penurunan yang signifikan, namun hal ini sangat mengesankan jika melihat pertumbuhan pendapatan sebesar 8,2% yang dicapai pada periode yang sama," terangnya.
Jonghoon, Paulus dan Sukarno merekomendasikan
buy saham
EXCL. Target harga Jonghoon Rp 3.100 per saham, lalu Paulus memasang target harga Rp 3.500 dan Sukarno Rp 2.700.
Prospek Pasar yang Melemah: Apa Penyebabnya?
Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada Kamis (12/9). Rupiah di pasar
spot
melemah 0,24% ke Rp 15.439 per dolar Amerika Serikat (AS) dibanding sehari sebelumnya. Rupiah di Jisdor Bank Indonesia (BI) juga turun 0,03% ke Rp 15.421 per dolar AS.
Ekonom Bank Danamon, Hosianna Evalia Situmoran mengatakan, pelemahan rupiah sesuai perkiraan lantaran ada potensi
profit taking.
Pengamat komoditas dan mata uang, Lukman Leong melihat, akan ada rilis data klaim pengangguran AS dan inflasi tingkat produsen AS. "Apabila ada kejutan pada hasil tersebut antara jauh lebih kuat atau lemah, rupiah diperkirakan akan berkosolidasi dengan potensi melemah terbatas," sebut Lukman, kemarin (12/9).
Lukman memperkirakan, rupiah akan berada di rentang Rp 15.400–Rp 15.500 per dolar AS pada Jumat (13/9). Hosianna memproyeksi, rupiah akan bergerak di kisaran Rp 15.450–Rp 15.550 per dolar AS.
Fenomena Penggerusan Tabungan: Makin Terasa Nyata
Fenomena makan tabungan yang melanda masyarakat Indonesia semakin nyata. Ini terlihat dari jumlah tabungan per rumahtangga di bank yang kian menyusut. Data Bank Indonesia per Juli 2024 mencatat, rata-rata tabungan rumahtangga per rekening bank hanya sebesar Rp 4,28 juta. Angka tersebut mengalami penurunan sekitar 6,3% secara tahunan. Secara total nilai simpanan tabungan di bank pada periode tersebut masih naik 5,2% secara tahunan jadi Rp 2.445 triliun. Tapi, kenaikan terjadi lebih karena pertambahan pesat jumlah rekening baru. Ekonom Bank Permata Josua Pardede menuturkan,tren penurunan rata-rata DPK sudah terjadi sejak tahun 2020. Menurut dia, selama tahun-tahun tersebut, total DPK tabungan di bank masih meningkat dan disertai pertumbuhan jumlah rekening. Ia mengambil contoh, di 2022 dan 2023, jumlah DPK tabungan meningkat masing-masing 5,61% dan 1,93%. Sedang jumlah rekening naik 18,40% dan 10,22%. Di Juli 2024, jumlah DPK tabungan masih tumbuh 5,22% dan jumlah rekening naik 11,87%. "Kenaikan jumlah akun tabungan bisa berarti semakin banyak orang punya rekening bank, atau satu orang memiliki beberapa rekening," ujar Josua, kemarin.
Ekonom dan Pengamat Perbankan Universitas Binus Doddy Ariefianto juga menuturkan, sebetulnya pertumbuhan tabungan rumahtangga diselamatkan oleh segelintir masyarakat yang memang memiliki tabungan dengan nilai nominal besar.
Menurut Doddy, kondisi ini tak bisa dihindarkan Ketika beberapa sektor ekonomi yang menyedot tenaga kerja mengalami kemunduran. Alhasil, efisiensi karyawan terjadi di beberapa sektor.
Direktur Kepatuhan OK Bank Efdinal Alamsyah mengungkapkan, penurunan tabungan bisa mengindikasikan masyarakat mengeluarkan lebih banyak uang untuk memenuhi kebutuhan mereka atau berbelanja.
Premi Asuransi Reguler Semakin Diminati oleh Konsumen
Pendapatan asuransi premi tunggal terus menurun. Masyarakat dinilai lebih menyukai membeli asuransi secara reguler.
Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat pada semester I-2024, pendapatan premi tunggal di perusahaan asuransi jiwa turun 1% secara tahunan menjadi Rp 35,5 triliun. Sedangkan premi reguler tumbuh 5,2% menjadi Rp 52,9 triliun.
Direktur Utama MNC Life Risye Dillianti menyebut, turunnya premi tunggal karena penurunan minat masyarakat. Menurut dia, masyarakat mempertimbangkan banyaknya kasus gagal bayar, terutama pada produk unitlink.
Premi reguler lebih diminati karena dinilai lebih aman dan secara
cashflow
bagi masyarakat lebih ringan. Risye mengatakan, porsi premi tunggal di MNC Life hanya 30% dari total portofolio. Dia juga mengakui kontribusinya menurun.
Senior Research Associate
IFG Progress Ibrahim Kholilul Rohman juga sepakat jika penurunan premi tunggal karena penjualan unitlink yang turun. Sementara produk tradisional masih naik.
Dari riset IFG Life, pembeli asuransi orang kaya masih naik. Bahkan daerahnya pun tersegmentasi, yakni di etnis China dan wilayah seperti Kelapa Gading, Surabaya, Pangkal Pinang, Medan, Manado dan lainnya.
Plt Direktur Utama BNI Life Neny Asriany mengatakan, pendapatan premi tunggal dan reguler di BNI Life sama-sama naik. Dia memaparkan pendapatan premi reguler naik 11%, sedangkan premi tunggal naik 6%.
Chandra Asri dalam Fase Konsolidasi: Menjaga Stabilitas Bisnis
Kendati iklim bisnis petrokimia sedang lesu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) tetap ekspansif. Emiten saham petrokimia dan infrastruktur ini juga memanfaatkan situasi saat ini untuk konsolidasi bisnis agar kinerjanya semakin kuat. Tahun ini, emiten saham milik Prajogo Pangestu itu mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar US$ 400 juta atau setara Rp 6,2 triliun. Sebagian besar capex itu akan digunakan untuk pembangunan pabrik CA-EDC yang memproduksi bahan baku plastik. Hingga akhir semester I-2024, TPIA telah menyerap belanja modal sebesar US$ 158,6 juta. Dana ini digunakan untuk pembelian aset tetap, dengan US$ 100 juta di antaranya dialokasikan untuk kegiatan turn around maintenance dan perawatan rutin. Direktur SDM & Urusan Korporat Chandra Asri Tbk Suryandi menjelaskan, sisa capex akan difokuskan untuk menyelesaikan pembangunan pabrik dan peningkatan fasilitas yang ada. "Kami akan melanjutkan investasi yang sudah ada dan tetap mencari peluang ekspansi di tahun mendatang," kata Suryandi kepada KONTAN, Rabu (11/9).
Sepanjang Januari-Juni 2024, volume penjualan Chandra Asri secara keseluruhan turun menjadi 910.000 ton dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebanyak 1,05 juta ton. Namun di tengah penurunan pendapatan tersebut, perseroan mampu melakukan efisiensi beban biaya dari US$ 1 miliar pada semester I-2023 menjadi US$ 853 juta. Di tengah ketidakpastian pasar global, Chandra Asri Group juga telah mengambil sejumlah langkah antisipasi melalui diversifikasi, konsolidasi dan transformasi bisnis. "Kami telah mengembangkan bisnis infrastruktur di sektor energi, air dan kepelabuhanan untuk memberi kontribusi positif pada kinerja keuangan perusahaan ini," katanya. Sebelumnya, Asosiasi Industri Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) mengungkapkan kekhawatiran terkait penurunan signifikan dalam tingkat utilisasi industri petrokimia, yang saat ini mendekati 50%. Sekretaris Jenderal Inaplas, Fajar Budiono, memperingatkan bahwa situasi ini berpotensi memicu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di sektor tersebut. Penurunan utilisasi ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk penurunan harga komoditas petrokimia dan daya beli masyarakat yang masih rendah.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









