;

Syarat Berjalan di Ruang Angkasa, Harus Kaya

Ekonomi Yoga 13 Sep 2024 Kompas
Syarat
Berjalan di Ruang Angkasa, Harus Kaya

Panggung sejarah menjadi milik Jared Isaacman. Dia keluar dari palka kapsul Dragon dan berjalan di antariksa pada Kamis (12/9). Ia menjadi orang pertama yang berjalan di luar angkasa tanpa menjadi astronot. Pada Selasa (10/9), ia dan tiga orang lain menaiki pesawat ulang-alik Polaris milik SpaceX, perusahaan pimpinan Elon Musk. Setelah dua hari terbang ke antariksa, ia dijadwalkan keluar palka, lalu berjalan di luar angkasa. Dalam misi Polaris 4 ini, karyawan SpaceX, Sarah Gillis, akan berjalan bersama Isaacman. Beberapa perusahaan swasta dan institusi penelitian ruang angkasa sejumlah negara mulai menyediakan paket wisata ke ruang angkasa. Namun, SpaceX melangkah lebih jauh. Ada alasan mengapa hal ini menjadi hal yang sangat khusus dan elite: berjalan di luar angkasa dianggap bagian paling berbahaya dari penerbangan apapun.

Bahaya mengintai sejak roket dan pesawat bersiap meninggalkan landasan, selama di luar angkasa dan sampai kembali ke Bumi. Perjalanan antariksa membutuhkan pelatihan yang ekstensif. ”Berjalan di luar angkasa sama sekali berbeda dari sekadar terikat di roket, mengendarainya, merasakan gravitasi nol, dan kemudian kembali ke Bumi,” ujar pensiunan astronot NASA, Chris Cassidy, yang sangat memahami tingkat bahaya berjalan di ruang angkasa karena dia mengalami langsung. Saat bekerja di luar Stasiun Ruang Angkasa Internasional (ISS) tahun 2013, rekannya, seorang astronot Italia, Luca Parmitano, hampir ”tenggelam”. Helm Parmitano berisi air yang berasal dari pakaiannya yang dilengkapi sistem pendingin. Ia nyaris tak berhasil kembali ke dalam kapsul tepat waktu. Fenomena tersebut membuatnya khawatir.

Dia menilai orang-orang kaya bisa menghadapi risiko bahaya menjelajah luar angkasa dengan pelatihan yang minimal. Bagi Isaacman, perjalanan antariksa kali ini bukan yang pertama. Pada 2021, dia melakukan perjalanan yang sama bersama tiga orang lainnya. Seperti pada misi kali ini, pada misi 2021 pun Isaacman menjadi penyandang dana sepenuhnya. Awak lain naik secara gratis. Meski tak lulus SMA, Isaacman dikenal sebagai pengusaha jasa pemrosesan transaksi keuangan. Pada 1999, tak lama setelah putus sekolah, dia mendirikan layanan pembayaran United Bank Card, yang kini berubah menjadi Shift4. Selain mengembangkan peranti lunak pembayaran seluler, perusahaan ini juga melayani pembayaran daring untuk berbagai jenis usaha. Usahanya makin moncer setelah tahun 2020 go public. Diperkirakan, perusahaan ini memproses lebih dari 260 miliar USD pembayaran per tahun.

Perusahaan mengklaim pelanggannya mencapai 200.000. Menurut perhitungan majalah Forbes, kekayaan bersihnya1,8 miliar USD. Kecintaan pada dunia dirgantara tak berhenti meski dia telah menjual Draken. Terbang, menurut Isaacman, menjadi terapi psikologis baginya setelah jadwal hariannya yang sangat padat. Ia pilot tersertifikasi untuk aneka jet, termasuk jet tempur. Spacewalking oleh Isaacman dan Gillis berbeda dengan yang dilakukan para astronot dan kosmonot. Isaacman dan Gillis berjalan di antariksa semata karena mereka menginginkan itu. Pepatah ”orang kaya bebas” benar-benar ditunjukkan Isaacman. Ia memakai kekayaannya untuk membayar agar bisa berjalan di luar angkasa. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :