;
Kategori

Ekonomi

( 40733 )

Industri Data Center Sangat Prospektif

18 Sep 2024

Saham emiten pusat data ( data center) seperti PT DCI Indonesia Tbk  (DCII) dan PT Indointernet Tbk (EDGE) terus mengalami kenaikan hingga membentur  auto reject atas (ARA) dalam beberapa pekan terakhir. Emiten milik konglomerat Otto Toto Sugiri dan Antoni Salim, DCII melesat 43,61% dalam satu minggu terakhir, dan melambung 60,82% pada tiap bulan terakhir. Begitupun dengan emiten Toto Sugiri lainnya yakni EDGE yang juga melonjak 24,03% selama sepekan kebelakang, dan menguat 19,70% dalam tiga bulan terakhir. Prospek bisnis data center Indonesia yang masih cerah, membuat dua emiten ini masih menarik untuk dicermati. 

Analis NH Korindo Sekuritas Leonardo Lijuwardi mengatakan, industri data center Indonesia masih prospektif, dengan kapasitas operasi dan nilai per kapita data center masih rendah. Sebagai gambaran, kapasitas operasi data center Indonesia sebesar 260 megawatt (MW), sementara Malaysia 289 MW dan Singapura 985 MW. Nilai perkapita data center Indonesis juga baru 1,5 watt perkapita, jauh dibawah Jepang yang 10 watt per kapita dan Singapura 100 watt per kapita. "Secara sederhana, jika menangkap peluang dari kebutuhan akan data center di kawasan Asia Tenggara, potensi pertumbuhan data center  sangat luas. (Yetede

Apakah Saatnya Menurunkan Suku Bunga?

18 Sep 2024

Bank Indonesia (BI) dinilai memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga acuan pada bulan ini, tanpa harus menunggu keputusan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed). Sejumlah tokoh penting menyuarakan harapan akan penurunan suku bunga BI, yang diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi dalam negeri.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Widjaja Kamdani, menekankan bahwa suku bunga yang kompetitif akan mempercepat akselerasi kinerja ekonomi dalam negeri. Dia menambahkan bahwa banyak indikator ekonomi sudah terkendali, sehingga risiko terhadap stabilitas makro jika BI Rate diturunkan cukup rendah.

Sementara itu, Direktur Keuangan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., Nofry Rony Poetra, menyatakan bahwa penurunan suku bunga acuan akan berdampak langsung pada suku bunga kredit dan pendanaan bank. Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., Sunarso, menyoroti bahwa penurunan suku bunga akan meningkatkan likuiditas perbankan, yang dapat mendorong pertumbuhan segmen mikro dan ultramikro.

CEO PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (ADMF), I Dewa Made Susila, juga mengharapkan penurunan BI Rate, karena hal tersebut akan meningkatkan keyakinan konsumen untuk berbelanja dan meningkatkan permintaan pembiayaan. Dengan penurunan suku bunga, biaya dana (cost of fund) juga akan lebih rendah, yang pada gilirannya membuat harga kredit lebih kompetitif.

Kepala Riset Bahana Sekuritas, Satria Sambijantoro, menambahkan bahwa penurunan harga minyak dan deflasi yang terjadi selama empat bulan berturut-turut mendukung potensi penurunan suku bunga. Menurutnya, keputusan BI akan sangat menarik karena akan diumumkan sebelum The Fed menyampaikan kebijakan suku bunganya.

Optimisme Investor Terus Menguat di Tengah Pasar yang Dinamis

18 Sep 2024

Optimisme investor terhadap pasar modal Indonesia terlihat dari penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai level tertinggi, meski masih ada risiko fluktuasi akibat menunggu keputusan bank sentral Amerika Serikat, The Fed, dalam pertemuan FOMC. Mayoritas pelaku pasar optimis The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin.

Saham sektor keuangan, seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), menjadi salah satu saham yang paling aktif diperdagangkan, dengan nilai transaksi Rp713,4 miliar dan penguatan sebesar 2,06%. Selain itu, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2024 sebesar US$2,90 miliar, didukung oleh peningkatan ekspor yang naik 5,97% dibandingkan bulan sebelumnya.

Bank Indonesia juga melaporkan arus modal asing yang signifikan masuk ke pasar surat berharga dan saham, dengan inflows mencapai Rp44,33 triliun di pasar SBN dan Rp31,13 triliun di pasar saham. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia, Shinta Widjaja Kamdani, menyambut baik tren ini, karena arus modal yang masuk diperkirakan akan memperkuat transaksi pasar modal hingga akhir tahun.

Namun, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) diharapkan lebih giat dalam meningkatkan kualitas pasar, terutama setelah muncul kasus suap IPO yang melibatkan oknum di BEI.

Pembiayaan UMKM: Kunci Pemulihan Ekonomi Nasional

18 Sep 2024

Selama 10 tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo, berbagai kebijakan untuk memperkuat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) telah membuka peluang besar bagi pelaku usaha di seluruh Indonesia. Konsistensi kebijakan pemerintah, termasuk fasilitasi pembiayaan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR), mampu mendorong pengembangan usaha dan memperkuat perekonomian nasional.

Contohnya, Deny Martindo, pemilik merek Kopi Benawa dari Palembang, berhasil mengembangkan usahanya dari gerobak kecil menjadi produsen kopi yang menembus pasar nasional. Hal serupa juga dialami Zulhadi, produsen minyak kelapa dari Lombok, yang berhasil memperluas pasarnya hingga Yogyakarta dan berbagai kota besar lainnya. Mereka merasakan manfaat dari stabilitas ekonomi dan iklim usaha yang kondusif, serta dukungan dari lembaga pemerintah.

Program KUR juga terbukti efektif bagi pelaku UMKM seperti Nizar Lubis, pekebun sawit, dan Partono, penjual LPG di Bogor, yang menggunakan fasilitas pinjaman untuk mengembangkan bisnis mereka. Pada 2022, penyaluran KUR mencapai nilai tertinggi sebesar Rp365,5 triliun, memberikan manfaat bagi 7,62 juta penerima.

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, menekankan empat hal penting untuk memperkuat UMKM, yakni perluasan akses pembiayaan, peningkatan inovasi pembiayaan, penguatan sinergi lintas sektor, dan evaluasi berkala untuk memastikan program berjalan sesuai target.

UMKM yang Kuat, Fondasi Ekonomi yang Stabil

18 Sep 2024

Selama 10 tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo, berbagai kebijakan untuk memperkuat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) telah membuka peluang besar bagi pelaku usaha di seluruh Indonesia. Konsistensi kebijakan pemerintah, termasuk fasilitasi pembiayaan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR), mampu mendorong pengembangan usaha dan memperkuat perekonomian nasional.

Contohnya, Deny Martindo, pemilik merek Kopi Benawa dari Palembang, berhasil mengembangkan usahanya dari gerobak kecil menjadi produsen kopi yang menembus pasar nasional. Hal serupa juga dialami Zulhadi, produsen minyak kelapa dari Lombok, yang berhasil memperluas pasarnya hingga Yogyakarta dan berbagai kota besar lainnya. Mereka merasakan manfaat dari stabilitas ekonomi dan iklim usaha yang kondusif, serta dukungan dari lembaga pemerintah.

Program KUR juga terbukti efektif bagi pelaku UMKM seperti Nizar Lubis, pekebun sawit, dan Partono, penjual LPG di Bogor, yang menggunakan fasilitas pinjaman untuk mengembangkan bisnis mereka. Pada 2022, penyaluran KUR mencapai nilai tertinggi sebesar Rp365,5 triliun, memberikan manfaat bagi 7,62 juta penerima.

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, menekankan empat hal penting untuk memperkuat UMKM, yakni perluasan akses pembiayaan, peningkatan inovasi pembiayaan, penguatan sinergi lintas sektor, dan evaluasi berkala untuk memastikan program berjalan sesuai target.

Pesona Seni Lokal Menambah Daya Tarik Ekonomi Kreatif Balikpapan

18 Sep 2024

Upaya Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif melalui ajang "Pesona Balikpapan". Kepala Disporapar Balikpapan, Ratih Kusuma, berharap ajang ini bisa memberdayakan masyarakat, khususnya para pelaku seni lokal, dan berkontribusi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ratih menekankan bahwa kegiatan ini, yang dimulai di Pantai Manggar Segar Sari, bertujuan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan pendapatan dari ekonomi kreatif, sekaligus memamerkan kreativitas seni lokal. Pesona Balikpapan akan digelar setiap bulan dengan inovasi baru untuk menciptakan pengalaman unik bagi pengunjung.

Ratih juga mengumumkan acara "Balikpapan Fest" yang akan diadakan pada 26-29 September 2024, yang menampilkan berbagai subsektor ekonomi kreatif seperti seni pertunjukan, tari, musik, fashion, dan seni lukis.

Memahami ROI dalam Investasi untuk Pertumbuhan

18 Sep 2024

Return on Investment (ROI) merupakan alat yang digunakan untuk mengukur tingkat profitabilitas dari suatu investasi. Menurut Dataindonesia.id, ROI adalah rasio yang membandingkan keuntungan atau kerugian dari suatu investasi dengan biaya awalnya. ROI biasanya dinyatakan dalam bentuk persentase dan menjadi indikator bagi investor untuk menilai efektivitas investasi. Jika hasil ROI positif, investasi dianggap menguntungkan, sedangkan jika ROI negatif, investasi belum memberikan hasil yang diharapkan. ROI sering digunakan dalam analisis keuangan untuk menentukan kelayakan suatu investasi.

Impor Makanan Bergizi Gratis Melonjak: Tantangan dan Solusi

18 Sep 2024

Impor sejumlah bahan pangan menanjak menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden TerpilihPrabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Kenaikan impor terutama pada bahan pangan yang berkaitan dengan program makan bergizi gratis (MBG) yang akan bergulir mulai tahun depan. Pertama, impor susu. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai impor susu pada Agustus tahun ini meningkat 21,19% month to month (mtm). Pun secara tahunan, nilai impor susu tumbuh 21,12% year on year (yoy). Walaupun, "(Nilai impor susu) secara kumulatif (Januari-Agustus) turun 10,27% yoy," papar Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam konferensi pers, Selasa (17/9). Kedua , impor hewan hidup berupa sapi atau lembu yang nilainya tumbuh 44,09% yoy, meski turun 22,09% mtm. Nilai impor sapi pada bulan lalu mencapai US$ 44,75 juta. Pun dengan volumenya, yang naik 54,47% yoy pada Agustus 2024, meski turun 17,71% mtm. 

Volume impor sapi pada Agustus mencapai 12.111 ton. Ketiga, telur unggas. Indonesia ternyata masih mengimpor telur unggas dengan nilai US$ 1,24 juta di bulan lalu. Angka ini tumbuh 23,68% yoy dan naik 32,80% mtm. Keempat, impor ikan. Meski Indonesia negara maritim, faktanya nilai impor ikan RI cukup besar, yakni US$ 19,24 juta di Agustus 2024. Secara tahunan, impor komoditas ini turun 18,07% yoy, tetapi meningkat 23,07% mtm. Di sisi lain, nilai ekspor RI sebesar US$ 23,56 miliar, masing-masing naik 7,13% yoy dan 5,97% mtm. Kinerja ekspor terutama didorong harga batubara dan minyak sawit mentah alias crude palm oil /CPO. Oleh sebab itu, nilai impor yang lebih rendah dibanding ekspor membuat neraca perdagangan Indonesia kembali surplus jumbo, yakni US$ 2,9 miliar. Alhasil, neraca perdagangan mencetak surplus 52 bulan berturut-turut. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede dan Chief Economist Bank Syariah Indonesia Banjaran Surya Indrastomo memperkirakan nilai impor bisa menguat sejalan dengan permintaan yang tetap tinggi. Meski begitu, Banjaran melihat surplus neraca perdagangan masih berlanjut ke depan, yang didorong kenaikan ekspor karena pemulihan ekonomi global.

Kerjasama Ekonomi Indonesia-Inggris Mencakup Berbagai Sektor

18 Sep 2024

Pemerintah Indonesia menggandeng Pemerintah Inggris dalam pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) dan ekonomi hijau. Kerja sama ini ditandai pendandatanganan memorandum saling pengertian (MSP) antara Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Manoarfa dan Menteri Pembangunan, Perempuan dan Kesetaraan Inggris Anneliese Dodds, Selasa (17/9). Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menjelaskan, kerja sama Indonesia dan Inggris meliputi berbagai sektor, di antaranya pengentasan kemiskinan, isu iklim hingga percepatan SDGs. Ada pula sektor prioritas lainnya, seperti pembangunan ekonomi berkelanjutan, kesetaraan gender dan inklusi sosial, energi bersih dan terbarukan, inovasi industri hijau dan infrastruktur ramah lingkungan, kota dan komunitas berkelanjutan, aksi iklim dan lingkungan hidup serta sektor lainnya. "Kita tahu di SDGs banyak sekali isu, termasuk karbon, kesetaraan gender, infrastruktur dan banyak hal," jelas Suharso dalam penandatanganan MoU bersama Menteri Pembangunan Inggris, Selasa (17/9).

Pengambilalihan Baru, Harapan Baru di Dunia Bisnis

18 Sep 2024

Aksi akuisisi pergantian pemegang saham pengendali di emiten Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali terjadi. Terbaru, PT Kurniamitra Duta Sentosa Tbk (KMDS) dan PT Lini Imaji Kreasi Ekosistem Tbk (FUTR) sedang melakukan proses dan negosiasi transaksi jual beli saham antara pengendali saham lama dan calon pengendali baru. Direktur Utama Kurniamitra Duta Sentosa, Hengky Wijaya menyampaikan, pada 11 September 2024, PT Dima Investindo (DI) telah menandatangani perjanjian pengikatan jual beli saham dengan PT Miki Ojisan Indomitra (MOI) dan KMDS. Kesepakatan itu terkait rencana pengambilalihan 440 juta saham milik MOI, mewakili 55% modal dalam KMDS. "Transaksi ini dapat menyebabkan perubahan pengendali saham KMDS," kata Hengky, dalam keterbukaan informasi, Kamis (12/9). Beberapa hari sebelumnya, pengumuman serupa disampaikan manajemen FUTR. Direktur Utama FUTR, Martha Rebecca menyatakan, terdapat proses negosiasi antara PT Investasi Gemilang Maju (IGM) selaku calon penjual dan PT Hexa Prima Nusantara (HPN) calon pembeli. Pelaku pasar sempat merespons positif rencana pergantian pemegang saham pengendali ini. 

Tercermin dari lonjakan harga saham KMDS di penutupan perdagangan Selasa (17/9) sebesar 5% ke level Rp 735 per saham. Harga saham PT Meratus Jasa Prima Tbk (KARW) dan PT Green Power Group Tbk (LABA) juga meroket hingga ribuan persen pasca pergantian pengendali. Pada Selasa (17/9), harga KARW ambles 9,94% ke Rp 2.810 dan LABA naik 3,01% jadi Rp 685 per saham. Namun, saham KARW sudah mengakumulasi kenaikan hingga 5.520% dan LABA terbang 1.270% sejak awal tahun ini. Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi menyoroti, pergantian pengendali dapat mengubah arah perusahaan. Kehadiran pemilik anyar biasanya membawa strategi baru. Terlebih jika pengendali baru telah berpengalaman di industrinya. Founder & CEO Finvesol Consulting, Fendi Susiyanto sepakat, posisi dan reputasi pengendali baru akan menentukan perubahan strategi bisnis dan prospek kinerja. Strategi ini bisa mengubah prospek pendapatan dan marjin laba emiten. Founder Stocknow.id, Hendra Wardana mengamini, pelaku pasar mesti mencermati rekam jejak pengendali baru dan rencana bisnis yang akan dibawa untuk emiten. Kemudian, pertimbangkan kembali performa fundamental emiten setelah diakuisisi. Pengamat Pasar Modal & Founder WH-Project William Hartanto menilai, kenaikan harga saham emiten saat awal pengumuman perubahan pengendali biasanya terdorong oleh ekspektasi pasar. Dengan adanya perubahan pengendali, ada perbaikan prospek kinerja emiten.