Industri Mesin Butuh Inovasi Teknologi untuk Bertahan
Inovasi teknologi permesinan nasional terus didorong untuk mendukung penanggulangan bencana alam dan memperkuat ketahanan industri dalam negeri. Menurut Andi Rizaldi, Kepala Badan Standardisasi Industri dan Kebijakan Jasa (BSKJI) Kementerian Perindustrian, industri dalam negeri telah menjadi pelopor dalam mengembangkan teknologi inovatif yang berperan penting dalam menghadapi bencana alam seperti gempa bumi, banjir, dan tsunami.
Peran teknologi dalam ketahanan bencana dibagi menjadi dua fase: kesiapsiagaan dan mitigasi prabencana serta pemulihan pascabencana. Kesiapsiagaan melibatkan penggunaan teknologi seperti pesawat nirawak (drone) untuk memetakan rute darurat dan membangun jaringan telekomunikasi di daerah yang sinyalnya terganggu. Dalam fase pemulihan, alat-alat mekanik canggih seperti rural multipurpose mechanical tools (AMMDes), domus, dan drone digunakan untuk memulihkan wilayah terdampak.
AMMDes, misalnya, adalah alat serbaguna yang mendukung penanggulangan bencana di daerah terpencil dengan menyediakan pemurnian air dan stasiun pengisian ulang air minum. Domus, di sisi lain, memungkinkan pembangunan perumahan cepat dalam waktu 5 hari setelah bencana. Teknologi drone juga memainkan peran penting dalam mempercepat upaya pemulihan dan mengurangi kerugian akibat bencana.
Kementerian Perindustrian mengapresiasi penyelenggaraan pameran Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2024 di JIExpo, Kemayoran, sebagai ajang penting untuk menampilkan inovasi-inovasi teknologi tersebut.
Postingan Terkait
RI Kembangkan Industri Pesawat Amfibi
Ancaman Deindustrialisasi & Nasib Buruh
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Danantara Gencar Himpun Pendanaan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023