Akuisisi Aset Perkuat Prospek Bisnis Emiten
Di tengah lesunya harga minyak dan volatilitas harga gas alam yang tinggi, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) diperkirakan mampu melanjutkan tren pertumbuhan kinerja di semester kedua 2024. Mengingatkan saja, ENRG membukukan penjualan sebesar US$ 202 juta di semester I-2024, tumbuh 5% secara tahunan atau year on year (yoy). Sedangkan EBITDA tumbuh 10% yoy menjadi US$ 125,7 juta. Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas memaparkan, peningkatan kinerja semester I, didukung oleh kenaikan produksi minyak dari aset Siak dan Kampar di Riau, Sumatera. "Aset ini menyumbang 2.300 barel minyak per hari," tulisnya dalam riset, Jumat (6/9). Peningkatan prediksi dari Siak dan Kampar diperkirakan akan berlanjut. Sukarno memperkirakan, secara penuh, potensi produksi keduanya bisa mencapai 2.000 hingga 2.500 barel of oil equivalent per day (boepd) . Artinya, total potensi produksi migas berada di kisaran 48.332–48.832 boepd atau tumbuh di kisaran 14%-15% yoy. Analis Lotus Andalan Sekuritas Fath Aliansyah juga berpandangan kalau ENRG mampu meningkatkan pendapatan sebesar single digit . Ia juga mencermati fundamental emiten Grup Bakrie ini masih tetap baik untuk melakukan ekspansi organik dan anorganik. "Untuk Siak dan potensi akusisi aset lainnya akan menjadi hal menarik untuk diperhatikan karena nilainya bisa meningkat seiring perubahan kinerja dan outlook migas sendiri," sebutnya.
Associate Director of Research and Investment
Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menilai, potensi pertumbuhan ENRG akan terbatas. Hal ini tak lepas dari OPEC+ yang memperkirakan bahwa permintaan minyak dunia akan sebesar 2,03 juta barel per hari (bpd) di tahun ini. Meskipun memang, perkiraan tersebut lebih rendah dibanding perkiraan sebelumnya yang sebesar 2,11 juta bpd.
Senior Market Chartist
Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji berpandangan lebih positif. Menurutnya, kebijakan OPEC+ untuk meningkatkan kapasitas produksi bersifat sementara, terlebih fungsi OPEC+ untuk menjaga stabilitas harga minyak.
Sukarno mempertahankan rating
buy
ENRG dengan target harga Rp 290. Sementara Nafan memasang target harga ENRG di akhir tahun Rp 220, namun dengan rekomendasi
wait and see,
karena saham masih dalam fase
bearish consolidation.
Sedangkan Analis BCA Sekuritas, Achmad Yaki merekomendasikan
speculative buy
dengan target harga Rp 226–Rp 230.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023