;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Kedai Kopi Bermekaran di Kendari

27 Sep 2024
Serupa bunga dimusim semi, kedai kopi bermekaran di Kendari, Sulawesi Tenggara. Keberadaannya bak oase di hiruk pikuk kota.  Terang mulai meluruh saat Dea (30) dan Sasa (26) tiba di tepi danau di Perumahan Boulevard, Kambu, Kendari. Setelah memarkir kendaraan, keduanya bergegas turun ke kedai tepi danau yang menjadi tujuan sebelum matahari benar-benar menghilang, Sabtu (21/9/2024) petang. Mereka memasuki kedai Sky Lake Cafe, lalu mengambil tempat duduk di sisi yang paling dekat danau dan memesan secangkir kopi dingin. Sembari menanti minuman datang, karyawan swasta ini tidak melewatkan kesempatan berfoto di sore yang syahdu.

 ”Lihat di Tiktok, ada tempat baru di tengah perumahan. Makanya ke sini. Waktunya pas di akhir pekan habis bekerja sepekan,” tutur Dea. Setiap akhir pekan, ia rutin mencari tempat untuk kongko bersama rekan atau keluarga, sekadar menghilangkan lelah dan penat setelah rutin beker ja. ”Healing dulu,” katanya. Lokasi kedai kopi ini berada di dalam kawasan perumahan. Jarak dari jalan poros sekitar 2 kilometer. Untuk sampai kesana, pengunjung melewati jalan berbatu yang berdebu. Sejak sebulan terakhir, pemilik menyulap rumahnya menjadi kedai kopi. Lokasi kedai yang tepat berada di tepi danau kecil menjadi pembeda. Rasa kopi yang segar dan kekinian membuat tempat ini tepat untuk menikmati senja. (Yoga)

Tapera Diprioritaskan Bagi Pekerja Informal

27 Sep 2024
Pembiayaan rumah untuk pekerja sektor informal mulai dibidik. Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat berencana menggandeng kepesertaan pekerja informal untuk tabungan perumahan rakyat. Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat(BP Tapera) tengah mengkaji penetrasi kemasyarakat informal dalam mendapatkan pembiayaan perumahan subsidi. Skema pembiayaan rumah bersubsidi untuk pekerja informal akan disinkronkan dengan kebijakan sektor perumahan pada pemerintahan mendatang. Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengemukakan, pihaknya tengah mengkaji kepesertaan Tapera untuk pekerja sektor informal. Pekerja informal dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang masuk kriteria masyarakat berpenghasilan rendah dan belum layak bank (bankable) dapat mengakses kredit pemilikan rumah (KPR).

”Masih kita bahas regulasi dan tata kelolanya serta akan disinkronkan dengan kebijakan di sektor perumahan rakyat kedepan,” kata Heru saat dihubungi, Kamis (26/9). Heru menilai kepesertaan pekerja sektor informal dan UMKM sangat potensial, terutama peserta yang belum memiliki rumah. Konsep kepesertaan itu meliputi pekerja informal yang menjadi peserta. Tapera dan menabung minimal setahun. Selanjutnya, peserta yang mengajukan pembiayaan perumahan akan masuk prioritas antrean pembiayaan. Skema pembiayaan tengah dikaji, termasuk bauran akses antara KPR fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) ataupun KPR Tapera. 

Terkait bauran skema KPR FLPP dan KPR Tapera kebijakan tingkat suku bunga akan diperhitungkan di bawah tingkat suku bunga pasar. ”Besarannya tentu menunggu kebijakan ke depan,” lanjutnya. Dari data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2021 yang dirilis Badan Pusat Statistik, 7,4 juta rumah tangga informal menempati rumah tidak layak huni. Sementara 4,3 juta rumah tangga belum memiliki rumah sendiri. Rentang penghasilan sektor informal meliputi penghasilan di bawah upah minimum provinsi (UMP) sebanyak 19,33 juta rumah tangga (62,2 persen), dikisaran UMP hingga Rp 8 juta sejumlah 11,64 juta rumah tangga (37,4 persen), dan penghasilan di atas Rp 8 juta sejumlah 1,1 juta rumah tangga (0,4 persen). (Yoga)

Saham Kembali Menjadi Primadona

27 Sep 2024
Pelonggaran kebijakan moneter global serta pemangkasan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, dan Bank Indonesia telah menciptakan gelombang baru di pasar modal dan keuangan. Kebijakan ini mengubah profil risiko dan peluang imbal hasil instrumen investasi yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Pada Rabu (18/9/2024), Bank Indonesia (BI) mulai mengakhiri rezim suku bunga tinggi dengan memangkas 25 basis poin (bps) dari nilai suku bunga acuan 6,25 persen menjadi 6,0 persen. Kurang sehari, The Federal Reserve (The Fed) menyusul memangkas lebih banyak suku bunga yang telah setahun ditahan di level 5,25-5,50 persen sebesar 50 bps. Kebijakan monumental tersebut menciptakan dinamika dipasar keuangan dalam negeri. Kepercayaan para investor membuat arus modal asing kembali melimpah sejak awal paruh kedua 2024.

Dalam sepekan sampai Senin (23/9), pasar keuangan Indonesia kelimpahan arus modal masuk sebesar 81,6 juta dollar AS di produk saham dan 865,1 juta dollar AS ke produk obligasi. Bagi investor yang hendak masuk atau memilih instrumen investasi di pasar modal, saat ini investasi saham yang paling berpotensi memberikan keuntungan lebih. Head of Equity Research and Strategy Mandiri Sekuritas Adrian Joezer mengatakan, pelonggaran kebijakan moneter dan fiskal yang diikuti penguatan nilai tukar rupiah menandakan terkendalinya inflasi dan potensi peningkatan pembiayaan sektor riil yang ujungnya menggairahkan perekonomian. Hal ini menghasilkan sentimen positif yang membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tumbuh sekitar 11 persen dalam tiga bulan terakhir hingga ke level 7.700-7.900. 

”Kami melihat peluang yang lebih tinggi bagi IHSG untuk mencapai skenario kenaikan indeks di 8.000 pada akhir tahun ini,” katanya, Rabu (25/9/2024). Keyakinan pada skenario itu didasari proyeksi Mandiri Sekuritas pada kelanjutan pemangkasan suku bunga BI hingga total 75 bps menjadi 5,5 persen hingga akhir tahun 2024 dan total 150 bps menjadi 4,75 persen di tahun depan. Siklus pemangkasan suku bunga, kata Adrian, akan dirasakan sektor-sektor yang cukup sensitif terhadap penurunan suku bunga dan penguatan nilai tukar rupiah, seperti keuangan, kebutuhan harian, dan properti. ”Saham-saham berkapitalisasi kecil dan menengah juga tetap menjadi pilihan kami,” ujarnya. Praktisi pasar modal dan dosen Pascasarjana Manajemen Keuangan Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma, Lucky Bayu Purnomo, mengatakan, saham di sektor perbankan akan mendapat keuntungan dari siklus penuruna suku bunga selain pertambangan, perkebunan, dan teknologi. (Yoga)

Perekonomian Diharapkan Terdongkrak oleh Industri Halal

27 Sep 2024
Pengenalan aneka produk halal sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat diharapkan dapat mendongkrak potensi ekonomi industri halal domestik. Apalagi, pemerintah akan menerapkan wajib sertifikasi produk halal bagi para pelaku usaha secara bertahap. Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Eko SA Cahyanto dalam pembukaan Halal Indonesia International Industry Expo 2024 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (26/9/2024). Pameran diharapkan dapat dihadiri 15.000 pengunjung dari 35 negara sehingga dapat meningkatkan kerja sama dan investasi pada industri halal.

Acara yang berlangsung pada 26-29 September 2024 tersebut diikuti 200 tenant pelaku industri halal Indonesia. Mereka berasal dari industri mode dan apparels, kosmetik, makanan dan minuman, keramik dan tableware, farmasi, industri aneka, serta kawasan industri halal. Eko mengatakan, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk mengembangkan industri halal. Potensi tersebut harus terus dikembangkan agar Indonesia dapat menjadi pusat produksi halal dunia dan menjadi bagian dari rantai pasok produk halal global. Merujuk data State of the Global Islamic Economy Report, konsumsi masyarakat Muslim dunia terus meningkat, dari 1,62 triliun dollar AS menjadi 2,4 triliun dollar AS pada 2024. Hal ini terutama berasal dari produk makanan halal, obat-obatan, kosmetik, mode, perjalanan, dan media. 

”Kami berharap bahwa kegiatan ini akan berdampak besar bagi pertumbuhan industri di Indonesia, khususnya industri halal, dan juga meningkatkan kesadaran dari masyarakat terhadap aspek-aspek produk halal industri,” kata Eko. Dari sisi domestik, sektor unggulan rantai nilai halal (halal value chain) pada triwulan I-2024 tumbuh 1,94 persen secara tahunan. Capaian tersebut ditopang oleh sektor makanan dan minuman halal serta mode yang mencatatkan pertumbuhan masing-masing 5,87 persen secara tahunan dan 3,81 persen secara tahunan. Eko menyebut, terdapat aneka produk halal buatan industri lokal yang telah mengantongi sertifikasi halal. Namun, produk-produk tersebut belum dikenal masyarakat luas sehingga perlu ada upaya untuk memperkenalkannya, salah satunya melalui pameran. (Yoga)

Pelonggaran Kebijakan Moneter Yang Berimbas Pada Menguatnya Rupiah

27 Sep 2024

Pelonggaran kebijakan moneter yang berimbas pada menguatnya rupiah bisa menjadi ”angin segar” yang mengerek kinerja manufaktur setelah terkontraksi dua bulan berturut-turut. Namun, itu saja tidak cukup. Industri pengolahan tetap membutuhkan kebijakan suportif yang bisa melindungi pasar domestik dari serbuan impor Era suku bunga tinggi (higher for longer) yang terjadi selama dua tahun terakhir mulai menunjukkan tanda-tanda melandai. Bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), pada 18 September 2024 menurunkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps) dari 5,25-5,5 persen menjadi 4,75-5,25 bps. Sebelum keputusan The Fed itu, Bank Indonesia (BI) juga telah terlebih dulu memangkas suku bunga acuannya 25 bps menjadi 6 persen. Keputusan itu diambil BI setelah mencermati adanya kejelasan tentang arah penurunan suku bunga acuan The Fed. 

Sesuai ekspektasi, pelonggaran kebijakan moneter tersebut pun berimbas pada menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Pada Rabu (25/9/2024), rupiah bahkan menyentuhRp 15.090per dollar AS alias posisi terkuat sejak 31 Juli 2023. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meyakini, kondisi penurunan suku bunga dan penguatan rupiah itu bisa mengerek kinerja industri manufaktur yang belakangan ini melemah. Berdasarkan data S&P Global, Indeks Manajer Pembelian atau Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia terkontraksi selama dua bulan berturut-turut, yakni Juli 2024 di level 49,3 dan Agustus 2024 di level 48,9. Airlangga menilai, tekanan eksternal secara moneter itulah  yang menyebabkan persepsi kinerja industri manufaktur melemah hingga terkontraksi selama dua bulan terakhir. Kenaikan suku bunga dan pelemahan rupiah terhadap dollar AS membuat biaya produksi yang ditanggung industri membengkak akibat mahalnya harga bahan baku impor dan tingginya beban bunga pinjaman. (Yoga)

Kawasan Rebana destinasi investasi Jawa Barat.

27 Sep 2024
Rebana, akronim dari Cirebon-Patimban-Kertajati, adalah kawasan metropolitan yang meliputi wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Subang, dan Sumedang. Sama seperti namanya, daerah utara Jabar ini terhubung dengan Pelabuhan Patimban, Subang, dan Bandara Internasional Jabar, Kertajati. Wilayah utara Jabar ini menjadi salah satu primadona yang dipamerkan dalam West Java Investment Summit (WJIS) 2024 di Bandung, Kamis (19/9/2024). Acara yang diselenggarakan oleh Pemerintah Jabar bersama Bank Indonesia tersebut menjadi etalase dalam memamerkan 170 potensi dan menawarkan 40 paket investasi dengan nilai mencapai Rp 117,6 triliun. Acara yang dihadiri 1.007 peserta ini menunjukkan kawasan Rebana sangat diminati. Bahkan, dua dari empat kesepahaman investasi yang ditandatangani saat acara berlangsung berasal dari daerah tersebut.

 Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Jabar Nining Yuliastiani memaparkan, dua investasi ini antara lain pengelolaan energi di Waduk Sadawarna, Kabupaten Subang, dengan nilai Rp 360 miliar dan pengadaan air bersih untuk kawasan Pelabuhan Patimban, zona industri hingga domestik di Subang, senilai Rp 134,2 miliar. Sejumlah paket investasi di kawasan BIJB Kertajati hingga kota bandara (aerocity) di kawasan tersebut juga ditawarkan kepada para investor. Sumedang yang menjadi bagian dari Rebana turut menawarkan peluang investasi di sektor energi geotermal dan kawasan industri terpadu. Berbagai investasi dari Rebana dengan nilai total mencapai Rp 39,4 triliun juga menarik minat para calon investor yang hadir di WJIS 2024. Nining menyatakan, hampir semua peluang yang ditawarkan ini menjadi pembahasan dalam forum diskusi bersama para investor. (Yoga)

Kehadiran Tol Laut Efektif Mengurangi Kesenjangan Pembangunan

27 Sep 2024
Kehadiran tol laut efektif mengurangi kesenjangan pembangunan dan disparatis harga antara Indonesia barat dan timur. Ini terlihat pada turunnya harga sejumlah bahan bangunan dan  terkendalinya laju inflasi di Indonesia timur. Saat ini harga semen di Papua rata-rata sudah dibawah Rp 100 ribu per sak, turun tajam dibandingkan sebelum 2015 yang berkisar Rp 1-2 juta. Ini diharapkan bisa memacu aktivitas pembangunan dikawasan itu, sehingga aktivitas ekonomi menggeliat dan kesenjangan terkikis. Sementara itu, inflasi cenderung terkendali di kawasan Indonesia timur. Agustus 2024, inflasi di Papua mencapai 1,03% secara tahunan, Papua Selatan 1,8%, Papua Tengah 3,74%, dan Papua Pegunungan 5,05%. Tol laut merupakan jalur pelayaran  bebas hambatan yangmenghubungkan pelabuhan-pelabuhan ke seluruh Indonesia. Salah satu tujuan program ini yaitu untuk menurunkan disparatis harga  terhadap barang-barang tertentu antara daerah dan pulau yang satu dengan lainnya. (Yetede)

Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti 4 di luar PT Bank Mandiri

27 Sep 2024

Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 4 di luar PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencetak laba bersih sebesar Rp86,42 triliun per Agustus 2024. Perolehan ini tumbuh 7,79% dibandingkan Agustus 2023 sebesar Rp80,17 triliun. Adapun, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mengantongi laba bersih bank only Rp36,12 triliun, tumbh 3,96% secara tahunan (year on year/yoy). Didukung dengan pendapatan bunga bersih (net interest incoming/NII) sebesar Rp73,63, naik 2,89% (yoy).

Kemudian, posisi kedua ada PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dengan pertumbuhan laba bersih bank only tertinggi 13,5% (yoy) menjadi Rp35,99 triliun, angka ini tidak jauh berbeda dari BRI. Pertumbuhan laba BCA ditopang dari NII yang meningkat 8,78% (yoy) menjadi Rp50,55. Karena Bank Mandiri belum merilis laporan keuangan Agustus, peringkat selanjutnya adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) dengan laba bersih Rp14,22 triliun, tumbuh 4,33% (yoy), didukung NII sebesar Rp25,56 triliun, terkontraksi 6,82% (yoy). (Yetede)

PT Green Power Group Tbk Langsung Tancap Gas Menggarap Bisnis Baterai Kendaraan Listrik

27 Sep 2024

PT Green Power Group Tbk (LABA) langsung tancap gas dalam menggarap bisnis baterai kendaraan listrik (elektric vehicle/EV) setelah berganti pemegang saham pengendali pada akhir Juni 2024. Emiten yang sebelumnyu bernama PT Ladang Baja Murni Tbk dan bergerak di bidang produksi baja tersebut, memutus untuk mengganti care business dari produksi baja ke bisnis baterai EV setelah diakuisisi PT Nev Stored dan bergerak di bidang kepemilikan saham sebanyak 50,75%.

Langkah itu tampaknya mendapat responn positif dari pasar, yang terlihat dari lonjakan sahamnya sehingga 1.000% ke level Rp550. Manajemen Green Power menegaskan bisnis perseroan  ke depannya akan mengacu pada produksi baterai lithium, penyewaan baterai, pembangunan jaringan stasiun penukaran baterai, serta investasi dan pengoperasian stasiun tenaga surya. Terbaru, perseroan membentuk tiga perusahaan dengan mitra strategis  untuk pengembangan ekosistem baterai EV. (Yetede)

BSI Mengadopsi Sistem Payroll

27 Sep 2024
Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPPK) PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencapai Rp297,78 triliun atau tumbuh 16,26% secara tahunan (year on year/yoy) hingga Agustus 2024. Kinerja tersebut diantaranya ditopang oleh pengelolaan dana payroll sebesar Rp21 triliun atau lebih dari 1,2 juta nasabah. "Saat ini BSI terus berfokus pada pengembangan dana  murah di segmen retail. Salah satunya lewat sistem payroll. Melalui payroll ini, menjadi salah satu gate awal untuk menarik ekosistem transaksi syariah," kata Direktur Sales and Distribution BSI Anton Sukarna. BSI terus berupaya mempertahankan kinerja positif melalui optimalisasi dana murah yang pada periode yang sama naik pesat hingga 22,15%. Dana murah atau CASA (curent account saving account) yang dihimpun BSI hingga  Juni 2024 mencapai Rp 184 triliun, tumbuh 21,65% secara tahunan. Jumlah nasabah payroll mencapai 1,1 juta. Sedangkan DPK mencapai Rp 297 triliun atau tumbuh 17,5% pada periode yang sama. (Yetede)