Ekonomi
( 40460 )Kenaikan jumlah investor di pasar modal
Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik menambahkan, BEI berkomitmen untuk terus mengembangkan pasar modal Indonesia dengan memberikan edukasi dan sosialisasi bagi masyarakat luas, termasuk generasi muda. ”Regenerasi investor di pasar modal kita menunjukkan angka yang sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa anakmuda semakin melek keuangan dan investasi, dan diharapkan menjadi fondasi yang kuat bagi pasar modal dan perekonomian Indonesia,” kata Jeffrey. BEI dan segenap otoritas di pasar modal, lanjutnya, terus menginisiasi peningkatan literasi keuangan masyarakat, salah satunya melalui Sekolah Pasar Modal (SPM), baik daring maupun luring, untuk umum atau institusi dan komunitas. BEI juga mendirikan Galeri Investasi (GI) di sejumlah universitas dan anggota bursa di seluruh Indonesia. Kampanye#AkulnvestorSaham juga menjadi bagian penting dari strategi BEI dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, terutama di kalangan investor lokal. (Yoga)
Performa Agraria Merupakan Salah Satu Program Andalan Jokowi
Ekonomi Daerah Terfasilitasi dengan Adanya Jembatan Udara
PT United Tracktors Bagikan Dividen Interim sebesar Rp667 Per Saham atau Total Rp 2,42 Triliun
Tren Bunga Menurun
Kedai Kopi Bermekaran di Kendari
Tapera Diprioritaskan Bagi Pekerja Informal
Terkait bauran skema KPR FLPP dan KPR Tapera kebijakan tingkat suku bunga akan diperhitungkan di bawah tingkat suku bunga pasar. ”Besarannya tentu menunggu kebijakan ke depan,” lanjutnya. Dari data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2021 yang dirilis Badan Pusat Statistik, 7,4 juta rumah tangga informal menempati rumah tidak layak huni. Sementara 4,3 juta rumah tangga belum memiliki rumah sendiri. Rentang penghasilan sektor informal meliputi penghasilan di bawah upah minimum provinsi (UMP) sebanyak 19,33 juta rumah tangga (62,2 persen), dikisaran UMP hingga Rp 8 juta sejumlah 11,64 juta rumah tangga (37,4 persen), dan penghasilan di atas Rp 8 juta sejumlah 1,1 juta rumah tangga (0,4 persen). (Yoga)
Saham Kembali Menjadi Primadona
Perekonomian Diharapkan Terdongkrak oleh Industri Halal
”Kami berharap bahwa kegiatan ini akan berdampak besar bagi pertumbuhan industri di Indonesia, khususnya industri halal, dan juga meningkatkan kesadaran dari masyarakat terhadap aspek-aspek produk halal industri,” kata Eko. Dari sisi domestik, sektor unggulan rantai nilai halal (halal value chain) pada triwulan I-2024 tumbuh 1,94 persen secara tahunan. Capaian tersebut ditopang oleh sektor makanan dan minuman halal serta mode yang mencatatkan pertumbuhan masing-masing 5,87 persen secara tahunan dan 3,81 persen secara tahunan. Eko menyebut, terdapat aneka produk halal buatan industri lokal yang telah mengantongi sertifikasi halal. Namun, produk-produk tersebut belum dikenal masyarakat luas sehingga perlu ada upaya untuk memperkenalkannya, salah satunya melalui pameran. (Yoga)
Pelonggaran Kebijakan Moneter Yang Berimbas Pada Menguatnya Rupiah
Pelonggaran kebijakan moneter yang berimbas pada menguatnya rupiah bisa menjadi ”angin segar” yang mengerek kinerja manufaktur setelah terkontraksi dua bulan berturut-turut. Namun, itu saja tidak cukup. Industri pengolahan tetap membutuhkan kebijakan suportif yang bisa melindungi pasar domestik dari serbuan impor Era suku bunga tinggi (higher for longer) yang terjadi selama dua tahun terakhir mulai menunjukkan tanda-tanda melandai. Bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), pada 18 September 2024 menurunkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps) dari 5,25-5,5 persen menjadi 4,75-5,25 bps. Sebelum keputusan The Fed itu, Bank Indonesia (BI) juga telah terlebih dulu memangkas suku bunga acuannya 25 bps menjadi 6 persen. Keputusan itu diambil BI setelah mencermati adanya kejelasan tentang arah penurunan suku bunga acuan The Fed.
Sesuai ekspektasi, pelonggaran kebijakan moneter tersebut pun berimbas pada menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Pada Rabu (25/9/2024), rupiah bahkan menyentuhRp 15.090per dollar AS alias posisi terkuat sejak 31 Juli 2023. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meyakini, kondisi penurunan suku bunga dan penguatan rupiah itu bisa mengerek kinerja industri manufaktur yang belakangan ini melemah. Berdasarkan data S&P Global, Indeks Manajer Pembelian atau Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia terkontraksi selama dua bulan berturut-turut, yakni Juli 2024 di level 49,3 dan Agustus 2024 di level 48,9. Airlangga menilai, tekanan eksternal secara moneter itulah yang menyebabkan persepsi kinerja industri manufaktur melemah hingga terkontraksi selama dua bulan terakhir. Kenaikan suku bunga dan pelemahan rupiah terhadap dollar AS membuat biaya produksi yang ditanggung industri membengkak akibat mahalnya harga bahan baku impor dan tingginya beban bunga pinjaman. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









