;
Kategori

Ekonomi

( 40460 )

LPS Mempertahankan TBP di Bank Umum

01 Oct 2024
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memutuskan untuk mempertahankan Tingkat Bunga Penjamin (TBP)  simpanan rupiah di bank umum dan bank perekonomian rakyat (BPR) serta simpanan valas di bank umum. Namun, ke depan LPS tidak menutup kemungkinan menurunkan  TBP apabila diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, dalam Rapat Dewan Komisioner (RDK) LPS telah melakukan evaluasi dan menetapkan TBP bagi simpanan dalam rupiah di bank umum dan BPR, serta simpanan dalam bentuk valuta asing di bank umum. Saat ini TBP simpanan rupiah pada bank umum adalah 4,25% dan TBP simpanan rupiah pada BPR 6,75%. Sedangkan untuk TBP simpanan valas pada bank umum adalah sebesar 2,25%. Penetapan tersebut salah satunya didasari untuk memberikan ruang lanjutan bagi perbankan dalam pengelolaan likuiditas dan suku bunga. TBP tersebut akan berlaku untuk periode 1 Oktober 2024 hingga 31 Januari 2025. (Yetede)

Hypernet Tecnologies Penyedia MSP di Indonesia

01 Oct 2024

Hypernet Technologies, salah satu penyedia managed service provider (MSP) di Indonesia, bekerja sama dengan Versa untuk mengatasi ancaman serangan dan memperkuat keamanan bagi siber perusahaan. Teknologi SSE Versa memungkinkan perusahaan melakukan sentralisasi pengamanan data secara efisiensi dan efektif. Dengan fitur Zero Trust Network Access (ZTNA), Hypernet menawarkan pendekatan keamanan revolusioner guna memastikan setiap akses ke jaringan perusahaan dilakukan verifikasi ketata, sehingga menekan resiko ancaman siber.

VP IT Services Hypernet Technologies Djoko Setyanto mengatakan, SSE Versa dapat membantu pengamanan komunikasi data dengan memanfaatkan teknologi Zero Trust Network Acces (ZTNA, Secure Web Gateway (SWG), Softwaredefine Wide Area Network SDWAN), Cloud Access Security Broker (CASB), dan Data Loss Prevention (DLP). “Dengan teknologi-teknologi tersebut, kami optimistist dapat membantu kline hypermart dalam mengelola kebijakan keamanan secara terpusat, meningkatkan efisiensi operasional, dan memberikan perlindungan  data yang kuat sesuai dengan standar tertinggi,” kata Djoko. (Yetede)

Ekspor Kelapa Nasional Ditargetkan US$ 5,23 Miliar pada 2045

01 Oct 2024
Ekspor kelapa nasional ditargetkan US$ 5,23 miliar pada 2045, atau meningkat 235.26% dibandingkan realisasi 2023 yang hanya US$ 1,56 miliar. Guna mencapai target itu, Indonesia harus  menggenjot hilirisasi dengan fokus pada produk-produk turunan kelapa yang bernilai tambah tinggi, seperti karbon aktif, nanoselulosa, dan biovtur. Sebagai pedoman, pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan bersinergi meluncurkan Peta Jalan Hilirisasi Kelapa 2025-2045. Dokumen Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan nasional (PPN/Bappenas) menyebutkan, produktivitas kelapa nasional stagnan 1,1 ton per hektare (ha), lalu 98.95% perkebunan berupa kebun rakyat tradisional tanpa  pengorganisasian dan regenerasi, serta 378.191 ha tanaman tidak menghasilkan/tua/rusak/dengan kemampuan replanting (peremajaan) 6.000-10.000 ha per tahun. Di sisi lain, sebanyak 756,98 juta kelapa bulat masih diekspor dengan pajak 0%, lalu 52,34% pemanfaatan dalam bentuk kopra guna diolah menjadi minyak, kemudian 3,68 juta ton air kelapa  di tanam diperkebunan rakyat dengan pola budi daya tradisonal sehingga produktivitasnya rendah. (Yetede)

Memperbaiki Sistem Perizinan untuk Menggenjot Investasi

01 Oct 2024
Pertumbuhan realisasi investasi kerap kali tidak berjalan optimal karena terhambat oleh rumitnya sistem perizinan di Tanah Air.  Proses perizinan bagi usaha menengah dan besar dengan risiko tinggi harus diurus dengan menghabiskan banyak waktu, karena masih ada sejumlah proses yang dilakukan di sejumlah kementerian/lembaga (K/L). Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkas Roeslani mengatakan, proses mengurus  izin untuk usaha menengah dan besar dengan tingkat  risiko yang lebih tinggi membutuhkan waktu yang lama, karena memerlukan verifikasi dan memenuhi persyarat  dari K/L dan pemerintah daerah. Oleh karena itu, kita perlu meningkatkan saya saing investasi, perbaikan regulasi, peningkatan layanan, dan percepatan perizinan berusaha. Sesuai kewenangan baik di tingkat pusat maupun daerah," kata Rosan. Rosan mengimbau agar semua K/L hingga pemerintah daerah untuk memberikan pelayanan perizinan dengan lebih optimal. (Yetede)

Akselerasi Pertumbuhan Asuransi di Tengah Tantangan Ekonomi

01 Oct 2024

Sepanjang semester I/2024, kinerja positif industri asuransi umum mendorong optimisme untuk ekspansi lebih lanjut. Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Budi Herawan, mencatat peningkatan premi asuransi umum sebesar 18,4% YoY menjadi Rp57,91 triliun, dengan prediksi pertumbuhan antara 10% hingga 15% pada akhir tahun. Budi menilai sektor properti dan asuransi kredit tetap menjadi pendorong utama, meskipun insentif pajak tidak memberikan dampak signifikan.

Direktur Utama Asuransi Raksa Pratikara, Edy, juga optimis dengan kinerja semester II/2024 meski menghadapi tantangan seperti penurunan penjualan mobil baru dan peningkatan pembiayaan bermasalah (NPF). Strategi perusahaan adalah memperluas penetrasi ke saluran distribusi yang belum dimaksimalkan.

Presiden Direktur Asuransi Tokio Marine Indonesia, Sancoyo Setiabudi, mengakui adanya penurunan kinerja perusahaannya sebesar 1,1% akibat menurunnya penjualan mobil baru. Namun, ia tetap optimis dengan pertumbuhan di lini bisnis lainnya seperti asuransi harta benda, pengangkutan, dan travel.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian OJK, Ogi Prastomiyono, optimis bahwa sektor asuransi umum akan tumbuh pada 2025, meskipun ada tantangan ekonomi makro. Ia meyakini bahwa APBN 2025 akan mendukung konsumsi domestik, memberikan efek positif pada industri asuransi.

Logam Emiten: Katalis Baru untuk Permintaan Pasar

01 Oct 2024

Paket stimulus People’s Bank of China (PBOC) diprediksi membawa dampak positif pada saham-saham emiten tambang logam, seperti yang disampaikan oleh Gubernur PBOC Pan Gongsheng. Stimulus ini melibatkan pemangkasan suku bunga reverse repo dan giro wajib minimum (GWM), yang diharapkan dapat meningkatkan permintaan komoditas logam dari China.

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Timothy Wijaya dan Christian Sitorus, memperkirakan stimulus ini akan mendorong permintaan logam, termasuk timah dan nikel. Mereka merekomendasikan beli untuk saham PT Timah Tbk. (TINS) dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL). Analis Ciptradana Sekuritas Asia, Thomas Radityo, juga memperkirakan kenaikan harga logam hingga 2026, terutama untuk nikel dan timah.

Nafan Aji Gusta dari Mirae Asset Sekuritas dan Miftahul Khaer dari Kiwoom Sekuritas melihat sentimen positif ini akan mendorong kinerja emiten tambang logam pada paruh kedua 2024. Nafan menyarankan akumulasi beli untuk saham ANTM dan MDKA. Namun, Ezaridho Ibnutama dari NH Korindo Sekuritas berpendapat bahwa penguatan harga logam mungkin tidak akan signifikan hingga akhir tahun.

General Manager Corporate Communication MDKA, Tom Malik, mengonfirmasi bahwa stimulus PBOC telah meningkatkan permintaan dan harga logam, terutama emas, perak, dan tembaga. Selain itu, VP Tiger Warrior Maybank Sekuritas, Doni Setiowibowo, menilai bahwa sektor properti China yang didorong oleh stimulus ini akan meningkatkan permintaan nikel, memberikan keuntungan bagi saham-saham seperti INCO dan ANTM.

FSPO Marlin Natuna: Penggerak Baru Industri Hulu Migas

01 Oct 2024

Proyek pembangunan unit penyimpanan dan pembongkaran migas terapung (FPSO) Marlin Natuna, yang dikembangkan sejak 2022, telah berhasil diselesaikan. Proyek ini bertujuan untuk mendukung produksi minyak dari proyek Forel di Laut Natuna, Kepulauan Riau. FPSO Marlin Natuna, dengan kapasitas 250.000 barel, akan menampung minyak dari proyek tersebut, yang diharapkan mulai onstream pada akhir 2024 dengan produksi sekitar 10.000 barel per hari.

Deputi Eksploitasi SKK Migas, Wahju Wibowo, menyatakan bahwa proyek ini merupakan bagian penting dari Wilayah Kerja South Natuna Sea Block B, dengan total investasi mencapai US$236 juta (Rp3,5 triliun). Ia berharap proyek ini tidak hanya mendukung fasilitas produksi hulu migas tetapi juga menciptakan dampak positif bagi perekonomian nasional.

Direktur Utama Medco E&P, Ronald Gunawan, menegaskan bahwa FPSO Marlin Natuna akan mulai beroperasi pada akhir tahun 2024, dan proyek ini merupakan bukti kemampuan Medco dalam menangani proyek kompleks serta komitmennya terhadap industri migas Indonesia. Muhammad Darwin, Kepala Dinas ESDM Provinsi Kepulauan Riau, juga mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah daerah, SKK Migas, dan Medco E&P, serta menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam kemudahan perizinan.

Memperindah Destinasi Wisata Taka Bonerate

01 Oct 2024

Taman Nasional Taka Bonerate berpotensi menjadi magnet wisatawan domestik dan mancanegara karena pesona baharinya yang menakjubkan. Namun, akses ke taman nasional ini masih perlu diperbaiki. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Arafah, menyatakan bahwa pemerintah berupaya meningkatkan akses, termasuk melalui pelayaran langsung dari Makassar ke Taka Bonerate. Hal ini diprediksi akan meningkatkan kunjungan wisatawan. Wakil Bupati Kepulauan Selayar, Syaiful Arif, menambahkan bahwa Festival Taka Bonerate, yang akan diadakan pada Oktober 2024, dirancang untuk mempromosikan pariwisata dan budaya lokal. PT Pelni juga mendukung acara ini dengan membuka rute pelayaran sementara ke Pulau Bonerate selama festival berlangsung, meskipun belum ada rencana untuk membuat rute reguler karena kendala infrastruktur.

Optimisme Pebisnis Tergerus Kekhawatiran Daya Beli

01 Oct 2024

Optimisme pebisnis masih berkibar pada kuartal terakhir 2024 ini. Periode ujung tahun, saat terjadi pergantian kepemimpinan nasional dari Presiden Joko Widodo ke Presiden 2024-2029 Prabowo Subianto. Kondisi ini tecermin dari hasil survei Indeks Keyakinan CEO Indonesia atau Indonesia CEO Confidence Index (ICCI) kuartal IV-2024. Survei KONTAN atas persepsi Chief Executive Officer (CEO) dari puluhan perusahaan menyebutkan para nakhoda korporasi di level optimistis di kuartal terakhir 2024. Meski begitu, optimisme itu dibayangi dengan sejumlah masalah yang dikhawatirkan masih menjadi bandul berat yang bisa membuat keyakinan para CEO memudar. Kekhawatiran tersebut menyangkut pelambatan ekonomi global, efek ke ekonomi dalam negeri serta daya beli masyarakat yang tak kunjung naik. Hasil survei, keyakinan para CEO secara umum memang menurun. Ini ditunjukkan keyakinan mereka ke level 3,29 di kuartal IV-2024, turun dari level kuartal III-2024 yang sebesar 3,39. Dari enam indikator survei, penilaian terhadap perekonomian global di zona pesimis. Dalam survei ICCI periode ini, para CEO masih menyoroti persoalan daya beli dan kondisi global yang masih menantang pada akhir tahun. 

Mereka menilai, daya beli masih lemah di tengah kuatnya tekanan harga komoditas pangan. "Daya beli masyarakat masih lemah," ujar Sandra Sunanto, Presiden Direktur PT Hartadinata (HRTA). Sinyal kuat pelemahan daya beli juga nampak dari anjloknya pembelian barang-barang berdaya tahan lama atau durable goods. Penjualan mobil, anjlok 17,1% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi 560.619 unit pada Januari-Agustus 2024. Meski begitu, daya beli di penghujung tahun diharapkan membaik seiring turunnya bunga acuan BI sebesar 25 basis poin (bps) dari 6,25% menjadi 6% pada pertengahan September lalu. "Semoga penurunan suku bunga akan menjadi stimulus kuartal IV ini," ujar Santosa, Direktur Utama PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI). "Konflik geopolitik, inflasi tinggi, fluktuasi nilai tukar, dan ancaman resesi global dapat memberikan dampak negatif terhadap bisnis dan menjadi faktor yang perlu diwaspadai," ungkap Direktur Utama PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk, David Hidayat "Sejauh ini situasi politik paska pemilu cukup kondusif, harapannya transisi pemerintahan ini bisa berjalan lancar sampai tuntas," ujar Setyono Djuandi Darmono, Direktur Utama PT Jababeka Tbk (KIJA).  

IHSG Merana di Tengah Arus Dana Asing ke China

01 Oct 2024

Dana investor asing menguap dari bursa saham dalam negeri. Pada perdagangan Senin (30/9), investor asing mencatat penjualan bersih atau net foreign sell sebesar Rp 3,10 triliun di seluruh pasar. Dalam lima hari terakhir, net sell asing sudah mencapai Rp 7,7 triliun. Investor asing terpantau banyak melepas kepemilikannya di saham blue chip, terutama sektor perbankan. Aliran dana asing paling deras keluar dari saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan net foreign sell Rp 3,99 triliun dalam lima hari terakhir. Menyusul saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dengan net sell lebih dari Rp 1 triliun. Dana asing di sejumlah negara termasuk Indonesia, ditengarai memang sedang pindah haluan ke bursa saham China. Investor global melihat kesempatan berburu saham-saham undervalue di China yang akan terdorong kebijakan stimulus. Hal ini juga terlihat dari pergerakan indeks saham di China yang menguat signifikan. Shanghai Composite Index (SSEC) melonjak 8,06% dalam satu hari ke 3.336,5. Senior Research Analyst Lotus Andalan Sekuritas Fath Aliansyah mengatakan, efek stimulus yang digelontorkan oleh People Bank of China (PBoC) memang cukup signifikan memengaruhi pasar saham regional belakangan ini. "Namun, kalau perekonomian China pulih, Indonesia yang akan diuntungkan karena pasar ekspor Indonesia ke China besar," jelasnya kepada KONTAN, Senin (30/9). Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan, penurunan indeks di pasar China selama ini telah membuat valuasi saham di Negeri Tirai Bambu semakin murah. 

Selain itu, saat IHSG bulan September sudah naik kencang, pasar China yang masih berada di level bawah akan lebih menarik bagi investor asing. Menurut Nico, perlu kekuatan baru bagi China untuk bisa bangkit. "Namun ini hanya sentimen sesaat karena fundamental China belum membaik," katanya. Nico menilai, saham-saham yang dilego investor asing masih menarik dan murah sehingga bisa dilirik. Saham pilihannya jatuh pada BBRI dengan target harga di Rp 5.750, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI ) dengan target harga Rp 7.850 dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan target harga Rp 11.550. Investor juga bisa mencermati saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR). Sedangkan saham pilihan Fath ialah saham perbankan blue chip. Selain itu, saham PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Adaro Energy Indonesia (ADRO) juga bisa dicermati. Senior Investment Strategist Bank DBS Joanne Goh menilai, aliran modal bisa kembali masuk, jika pemangkasan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserves kembali berlanjut di bulan November dan Desember 2024.