;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Bergabungnya First Media dan XL Axiata

04 Oct 2024
Layanan internet residensial dengan brand Firts Media yang dulu menjadi bagian dari bisnis PT Link Net Tbk secara resmi telah menjadi bagian dari PT XL Axiata Tbk terhitung sejak 27 September 2024. Semua layanan First Media kepada konsumen ritelnya (business to costumer/B2C) pun kini dikelola penuh oleh XL Axiata. Bergabungnya salah satu penyedia layanan internet kabel terbesar di Indonesia tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut berdasarkan perjanjian pengalihan bisnis  B2C Link Net dengan XL Axiata pada 22 mei 2024.  Setelah penggabungan bisnis tersebut, First Media dan XL Axiata akan terus berupaya memastikan agar pelanggan tetap menikmati layanan yang sama atau lebih baik. Bahkan pelanggan akan memiliki kemudahan akses ke rangkaian produk yang lebih lengkap, termasuk seluler, selain internet berbasis kabel dan TV kabel. (Yetede)

Masukan untuk Indonesia Dari Bank Dunia

04 Oct 2024
LAPORAN Bank Dunia menunjukkan bahwa Indonesia berada dalam perangkap negara berpendapatan menengah atau middle income trap. Laporan bertajuk The Middle-Income Trap ini memaparkan bahwa, sejak 1970-an, pendapatan per kapita di negara berpendapatan menengah rata-rata mandek di angka kurang dari sepersepuluh pendapatan per kapita Amerika Serikat. Menurut riset tersebut, sejak 1990-an, hanya 34 negara berpendapatan menengah yang berhasil mencapai status berpendapatan tinggi. Sedangkan sisanya atau 108 negara, hingga akhir 2023, masih terjebak dalam perangkap berpendapatan menengah. Bank Dunia juga memberikan saran bagi negara dengan pendapatan menengah atas seperti Indonesia agar bisa naik kelas. Strategi yang dilakukan adalah investasi, infusi, dan inovasi. (Yetede)

Pemerintah Memberikan Penawaran Prioritas Wilayah Izin Usaha Pertambangan Kepada Organisasi Keagamaan

04 Oct 2024
LANGKAH pemerintah memberikan penawaran prioritas wilayah izin usaha pertambangan (WIUP) kepada badan usaha milik organisasi kemasyarakatan keagamaan berbuntut polemik di tengah publik, terutama di kalangan internal ormas keagamaan itu sendiri. Sejumlah beleid disesuaikan untuk memberi landasan hukum atas langkah tersebut. Mulai dari perubahan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 96 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan menjadi PP Nomor 25 Tahun 2024. Aturan lain yang juga diubah yakni Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 70 Tahun 2023 tentang Pengalokasian Lahan bagi Penataan Investasi, yang diubah menjadi Perpres Nomor 76 Tahun 2024.

Perubahan aturan itu bertujuan memberi dasar hukum bagi ormas keagamaan untuk mendapatkan penawaran prioritas dalam pengelolaan WIUP yang berasal dari perjanjian karya pengusahaan pertambangan batu bara (PKP2B). Induk aturan tersebut adalah Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara yang disahkan saat awal pandemi Covid-19 melanda. Atas nama kewenangan bebas atau diskresi, pemerintah memiliki ruang untuk menerbitkan atau mengubah aturan sebagaimana dalam urusan pemberian penawaran izin tambang bagi ormas keagamaan. Meski kebijakan ini dari sisi filosofis-konstitusional terbuka untuk diperdebatkan. (Yetede)

Masih Terjebak Negara Berpendapatan Menengah

04 Oct 2024
BANK Dunia menyatakan Indonesia butuh keajaiban untuk bisa lepas dari perangkap negara berpendapatan menengah atau middle income trap. Laporan Bank Dunia bertajuk "The Middle-Income Trap" menunjukkan 108 negara berkembang, termasuk Indonesia, sulit menuju kategori negara berpendapatan tinggi lantaran masih mengandalkan strategi kuno. "Jika tetap menggunakan pedoman lama, sebagian besar negara berkembang akan kalah dalam perlombaan untuk menciptakan masyarakat yang cukup makmur pada pertengahan abad ini," ujar Kepala Ekonom Bank Dunia Indermit Gill dalam laporan yang dirilis pada Agustus 2024 tersebut.

Dalam ekonomi pembangunan, perangkap negara berpendapatan menengah merupakan situasi ketika suatu negara telah berkembang hingga produk domestik bruto (PDB) per kapita mencapai tingkat pendapatan menengah, tapi tidak berkembang lebih jauh dan tak mencapai status negara berpendapatan tinggi.Bank Dunia membuat klasifikasi negara berdasarkan PDB per kapita dalam empat kategori. Keempatnya adalah negara berpendapatan rendah (US$ 1.035), negara berpendapatan menengah bawah (US$ 1.036-4.045), negara berpendapatan menengah atas (US$ 4.046-12.535), dan negara berpendapatan tinggi (di atas US$ 12.535). (Yetede)

Bangkitkan Industri Hilir Sehingga Ekspor Meningkat

03 Oct 2024
Hilirisasi sumber daya alam (SDA) berjalan sukses selama 10 tahun pemerintahan Jokowi. Investasi mengalir deras ke proyek hilirisasi, sehingga ekspor berbasis komoditas SDA meningkat yang pada ujungnya  meningkatkan ketahanan ekonomi dari gejolak eksternal. Kini waktunya pemerintahan baru yang dipimpin Prabowo Subianto melanjutkan program ini dengan membangun industri hilir yan bisa menyerap produk hilirisasi. Tujuannya agar nilai tambah yang diperolah Indonesia dari hilirisasi makin besar. Hal itu juga bisa memacu industrialisasi secara besar-besaran, sehingga porsi manufaktur terhadap produk domestik bruto (PDB) bisa kembali di atas 20%. Selama ini, hilirisasi mineral baru menyentuh produk setengah jadi, dimana pengolahannya didalam negeri baru sampai ke feronikel, nickle pig iron (NPI), hingga mixed hydroxide precipitate (MHP). Ketika produk turunan nikel itu lantas di ekspor, kebanyakan China untuk diolah kembali untuk produk manufaktur jadi. (Yetede)

Industri fintech P2P Lending Hingga Agustus 2024 Meraup Laba Sebesar Rp656,8 miliar.

03 Oct 2024
Industri fintech peer to peer (P2P) lending hingga Agustus 2024 meraup laba sebesar Rp656,8 miliar. Pencapaian ini didorong oleh oustanding pembiayaan industri fintech P2P  lending hingga Agustus 2024 sebesar Rp 72,03 triliun, melesat 35,62% secara yoy. Berdasarkan OJK, laba per Juli yang meningkat  23,97% (yoy). Adapun, dari sisi kualitas secara agregat juga masih terjaga dengan tingkat wanprestasi (TWP 90) di evel 2,38%, membaik dari bulan sebelumnya 2,53%. "Laba kembali meningkat, Juli juga naik dan di  Agustus  ini terus naik," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman. Agusman mengungkapkan, selain dari pembiayaan yang melesat, laba fintech P2P lending juga didukung dari peningkatan  pendapatan dan efisiensi beban operasional perusahaan. Sehingga dapat membukukan laba yang semakin moncer. (Yetede)

Tekad Bulat Bisnis Adaro Energy

03 Oct 2024
PT Adaro Energi Indonesia Tbk (ADRO) telah membulatkan tekad untuk lepas dari bisnis batu bara termal, dengan menjual 99,99% kepemilikan saham di PT Adaro Andalan Indonesia (AAI) dengan nilai berkisar US$ 2,45-2,63 miliar (setara Rp37,29 triliun). Setelah melepas kepemilikan di perusahaan yang menaungi bisnis batu bara termal Group Adaro tersebut, emiten pemilik konglomerat Garibaldi 'Boy' Thohir ini mengaku akan berfokus pada bisnis hijau dan non batu bara termal. "Setelah divestasi AAI, secara terkonsolidasi perseroan masih memiliki investasi di bidang pertambangan batu bara metalurgi dan batuan, energi, utilitas dan infrastruktur pendukung, serta pengolahan mineral yang didukung oleh sumber daya dan potensi yang dimilikinya. Ke depannya, perseroan berharap dapat berkontribusi dalam pengembangan beberapa proyek yang dapat mendukung ekonomi hijau yang sedang dikembangkan di Indonesia," kata Sekretaris Perusahaan Adaro Energy Mahardika Putranto. (Yetede)

IHSG Tertekan Serangan Rudal Iran-Israel

03 Oct 2024

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (02/10/2024) ditutup melemah  -78,87 poin atau -1,03% ke level 7.563. Hal ini sebagai dampak langsung dari ketidakpastian global dan fluktuasi harga energi akibat krisis geopolitik di Timur Tengah, pasca serangan rudal Iran ke Israel. Namun, sejumlah analis masih optimistik IHSG mampu kembali ke zona hijau. Meskpiun IHSG melemah, sektor basic materialis menjadi yang paling kuat dengan kenaikan tipis sebesar +0,03%.

aDi sini lain, sektor transportation & logistics mengalami penurunan terbesar dengan pelemahan -1,95%, yang mencerminkan dampak langsung dari ketidakpastian global dan fluktuasi harga energi akibat krisisi geoplitik di Timur Tengah. Dalam risetnya, Pilarmas Sekuritas menuturkan, situasi di Timur Tengah menjadi fokus perhatian para pelaku pasar setelah Iran meluncurkan serangan rudal terhadap Israel, yang kemudian di respons dengan ancaman pembalasan dari Israel dan Amerika Serikat. Ketegangan ini menambah tekanan pada pasar saham di Asia, termasuk Indonesia, yang ikut terseret dalam pelemahan. (Yetede)

Kontraksi manufaktur tiga bulan berturut-turut menjadi PR yang harus segera dibenahi

03 Oct 2024

Kontraksi manufaktur selama tiga bulan berturut-turut menjadi PR yang harus segera dibenahi oleh pemerintahan Prabowo Subianto. Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament (APSyFI) Redma Gita. Redma Wirawasta mengatakan, perbaikan industri manufatur bergantung pada pemerintahan baru nantinya. Dia menilai kinerja Kemenperin sangat positif selama ini, karena dianggap sangat paham pada industri. Redma menilai justru masalahnya ada di Kemenkeu dan Kementerian ESDM.

"Kalau Menkeu tidak mengerti masalah manufaktur, tidak pro industri dalam negeri, ya dalam lima tahun kedepan akan terjadi deindustrialisasi dan industri akan tambah banyak pabrik yang tutup," ucap Redma kepada Investor Daily. Dia mengatakan, tanda-tanda kontraksi sebenarnya sudah terlihat dari 2023, dimana ada dua poin penting yang penurunan industri manufaktur yaitu dari pasarnya yang tidak bagus dan harga energi yang mahal. Market globalnya sedang tidak bagus sehingga semua mengandalkan pasar dalam negeri, sehinga pasar dalam negeri itu diserang produk-produk impor," terang Redma. (Yetede)


Indonesia Sedang Berupaya Mencapai Status Negara Berpendapatan Tinggi

03 Oct 2024
INDONESIA sedang berupaya mencapai status negara berpendapatan tinggi. Cita-cita ini merupakan salah satu aspirasi "Indonesia Emas 2045". Cita-cita itu diharapkan tercapai bertepatan dengan peringatan kemerdekaan ke-100 tahun. Namun ada syarat untuk mencapai status negara berpendapatan tinggi: perekonomian Indonesia harus tumbuh 6-7 persen per tahun dalam dua dekade ke depan. Jika terealisasi, perekonomian Indonesia akan berlipat ganda menjadi empat kali lebih besar pada 2045.  Namun Indonesia harus melakukan upaya khusus untuk mencapai target itu. Salah satu caranya adalah memprioritaskan sumber pertumbuhan ekonomi potensial, seperti ekonomi biru, manufaktur, dan pembangunan perkotaan. Penyerapan teknologi baru dan ilmu pengetahuan dasar juga harus terus diupayakan.

Dengan status negara berpendapatan tinggi, situasi ekonomi yang diidamkan Indonesia pada 2045 adalah tingkat produk domestik bruto (PDB) nominal menyentuh US$ 10 triliun. Pendapatan nasional bruto per kapita mencapai US$ 30.300 dan kontribusi manufaktur sebesar 28 persen. Indikator-indikator itu bisa saja tercapai, syaratnya, dalam perjalanan menuju 2045, Indonesia tidak menghadapi peristiwa "black swan", seperti krisis keuangan global atau insiden geopolitik besar. Tak boleh dilupakan juga syarat yang tak kalah penting: meningkatkan produktivitas pada pertumbuhan ekonomi, seperti yang dipaparkan di awal. Ihwal produktivitas ini, ada satu kutipan bagus dari ekonom Paul Krugman. "Produktivitas bukanlah segalanya, tapi hampir segalanya dalam jangka panjang." Dengan demikian, menggenjot produktivitas adalah strategi yang harus dipilih Indonesia. (Yetede)