;
Kategori

Ekonomi

( 40733 )

Investor Asing Mengejar Keuntungan di China

30 Sep 2024

China tengah sibuk menebar paket stimulus jumbo demi mendongkrak perekonomiannya. Sejumlah kebijakan terbaru negara ini turut berimbas ke pasar keuangan sejumlah negara, termasuk Indonesia. Stimulus yang digelontorkan Bank Sentral China alias People's Bank of China (PBoC) mulai memangkas suku bunga hingga menyuntik likuiditas di sistem perbankan untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 5%. Selama ini, Negeri Panda tertekan deflasi akibat penurunan pasar properti dan melemahnya kepercayaan konsumen. Bursa saham Tiongkok menyambut rancangan kebijakan ini dengan gembira. Sejumlah indeks di bursa saham China melesat sepekan terakhir. Pasar saham Tanah Air terkena imbasnya. Dalam jangka pendek, gelontoran stimulus China cenderung menjadi sentimen negatif untuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Head of Research Mega Capital Sekuritas, Cheril Tanuwijaya mengatakan, kombinasi pelonggaran kebijakan dan valuasi saham indeks-indeks di China yang murah, di jangka pandek, investor asing menarik dana dari emerging market ke pasar China.  "Apalagi IHSG juga riskan terkoreksi karena masih di kisaran rekor tertinggi sepanjang masa," katanya kepada KONTAN, akhir pekan lalu. Namun stimulus China, dinilai masih belum sepadan dengan ekonomi. Cheril bilang memang akan terjadi potensi perpindahan dana asing dari Indonesia ke China. Hanya saja, aliran dana investor asing yang keluar dari pasar Indonesia relatif terbatas. 

Mengingat data ekonomi China  masih lemah. Adrian Joezer, Head of Equity Research & Strategy Mandiri Sekuritas menambahkan, koreksi IHSG belakangan ini memang disebabkan aksi profit taking dibarengi kebijakan Pemerintah China. Instrumen pertama PBoC akan menggelontorkan dana sebesar CNY 500 miliar. Fasilitas ini memungkinkan perusahaan asuransi dan pialang mendapatkan akses lebih mudah untuk membeli saham.  Kemudian, kedua, PBoC juga akan menyediakan dana sebesar CNY 300 miliar berbentuk pinjaman murah ke bank-bank komersial sebagai pendanaan untuk membeli saham atau menggelar program buyback. Direktur Infovesta Utama, Edbert Suryajaya mengatakan, adanya stimulus seharusnya berdampak positif kepada pasar saham Indonesia. Jika aktivitas ekonomi di China tumbuh, akan menguntungkan emiten-emiten yang berorientasi ekspor. Cheril menimpali, kenaikan harga komoditas logam, seperti emas, nikel dan timah dapat dimanfaatkan investor. Secara tidak langsung, kenaikan harga komoditas menguntungkan emiten ekspor  di sektor tersebut.   Cheril merekomendasikan investor untuk mencermati saham-saham produsen emas. Cermati juga saham yang diuntungkan pelonggaran suku bunga seperti properti dan teknologi.

La Nina Berpotensi Menekan Margin Emiten Poultry

30 Sep 2024

Fenomena La Nina tampaknya bakal menjadi sentimen negatif bagi emiten poultry atau unggas. Sebab, fenomena ini menyebabkan kenaikan harga bahan baku pakan ternak seperti jagung. Dus, dapat meningkatkan biaya produksi bagi perusahaan sektor ini. Harga jagung domestik pada September 2024 tercatat naik 2,3% secara bulanan, terutama disebabkan oleh curah hujan sedang di luar Jawa, yang dapat memengaruhi hasil panen. Sementara itu, harga bungkil kedelai juga naik meningkat 4,4% secara bulanan. "Ke depan, kami mengantisipasi kenaikan harga bahan baku lebih lanjut didorong oleh musim hujan dan potensi efek La Nina," tulis tim riset Samuel Sekuritas, dalam riset 25 September 2024. Founder Stocknow.id, Hendra Wardana menilai, dalam jangka pendek hingga menengah, tekanan terhadap margin keuntungan emiten poultry akan meningkat imbas La Nina. Emiten yang tidak memiliki strategi hedging atau diversifikasi bahan baku yang baik akan lebih merasakan dampak dari fenomena ini. Hendra menilai, emiten seperti PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dianggap lebih tangguh dalam menghadapi fenomena ini. 

JPFA memiliki skala ekonomi yang besar serta akses pasar yang luas, sedangkan CPIN dikenal dengan efisiensi operasional yang tinggi. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo mengamini, fenomena La Nina berpotensi meningkatkan harga bahan baku untuk pakan ternak dan akhirnya menekan margin keuntungan dari emiten unggas. Sementara, Tim Riset Samuel Sekuritas menilai, di antara emiten sektor unggas JPFA dan MAIN memiliki valuasi harga paling menarik. Kedua emiten ini juga mendapat dorongan dari program pemusnahan sukarela ( culling ), termasuk adanya sentimen positif dari kebijakan pemerintah soal makan bergizi gratis. Berdasarkan konsensus, Samuel Sekuritas melihat saham CPIN dan JPFA masih mendapatkan peringkat beli dengan target harga masing-masing Rp 5.900 dan Rp 1.910. Sedangkan rekomendasi

ORI026 Tetap Menarik bagi Investor

30 Sep 2024

Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI026 sudah bisa dipesan mulai hari ini (30/9) hingga 24 Oktober 2024. Di tengah suku bunga Bank Indonesia (BI) yang terpangkas dari 6,25% menjadi 6%, ORI026 menetapkan bunga lebih tinggi dengan sistem fixed rate. Bunga  seri ORI026T3 atau tenor tiga tahun sebesar 6,3%, dan tenor enam tahun atau ORI026T6 menawarkan bunga 6,4%. Ini akan menjadi penerbitan ORI terakhir di tahun ini. Sebelum  tahun 2024 ditutup dengan penerbitan ST013 pada November mendatang. Fixed Income Analyst Pefindo, Ahmad Nasrudin menilai, potensi penawaran dana untuk ORI ini akan besar, walaupun sedang ada tren penurunan suku bunga. Selama yield yang ditawarkan obligasi ritel lebih tinggi dibandingkan rata-rata bunga deposito, maka investor masih akan tetap tertarik membeli obligasi ritel. 

Selain itu, ORI026 merupakan kesempatan bagi investor untuk berburu kupon tinggi sebelum semakin langka seiring dengan pemangkasan suku bunga yang diperkirakan masih akan dilakukan oleh bank sentral ke depan. Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas, Ramdhan Ario Maruto memperkirakan penyerapan ORI026 akan mencapai Rp 15 triliun hingga Rp 20 triliun. Ditambah  pemotongan pajak obligasi ritel ini akan lebih rendah yakni 10% dibanding deposito yang sebesar 20% "Jadi instrumen ini tetap menarik bagi masyarakat yang mempunyai kelebihan likuiditas untuk berinvestasi di pasar modal," kata, Jumat (27/9). Head of Business Development Division Henan Putihrai Asset Management (HPAM), Reza Fahmi optimistis, penjualan ORI026 tetap menarik.  Meskipun pemerintah belum mengumumkan target penjualan ORI026. Reza meyakini penjualannya akan tetap tinggi mengingat minat yang konsisten dari investor ritel terhadap instrumen ini.

Penurunan Beban Dana Jadi Angin Segar bagi Bank

30 Sep 2024

Era suku bunga tinggi resmi berakhir dengan pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed) dan Bank Indonesia (BI). Hal itu diperkirakan dapat mendongkrak kinerja emiten, khususnya sektor perbankan. Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji mengatakan, untuk jangka pendek saham sektor perbankan masih akan bergerak fluktuatif. Sebab terdapat sentimen yang mempengaruhi gerak pasar. Pertama, pasar menantikan pelantikan Prabowo-Gibran sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia terpilih. Kedua, rilis data produk domestik bruto (PDB) Indonesia kuartal III 2024 yang diperkirakan tidak setinggi pada kuartal II. Sementara untuk jangka panjang, pemangkasan suku bunga ini menjadi angin segar bagi sektor perbankan. Sebab berpotensi meningkatkan kinerja kredit perbankan. Analis BRI Danareksa Sekuritas, Victor Stefano sepakat, efek pemangkasan suku bunga tidak akan berlangsung instan. Ia memperkirakan perbaikan likuiditas yang akan mengurangi tekanan biaya dana perbankan baru akan terjadi paling cepat di kuartal I 2025. Dari sejumlah emiten bank dalam cakupannya, Victor menilai, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) akan mendapatkan keuntungan yang paling besar seiring dengan pemangkasan suku bunga. 

Sebab BBNI paling terdampak saat kenaikan suku bunga. Tercermin dengan penurunan net interest margin (NIM) sebesar 80 basis poin (bps) secara tahunan atay year on year (yoy) pada Juli 2024. Sementara itu, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) akan menjadi yang paling sedikit diuntungkan karena NIM yang tahan banting. Berdasarkan analisis Victor, semua bank kecuali BBCA mengalami transmisi kenaikan suku bunga lebih tinggi di biaya dana mereka pada kenaikan suku bunga sebelumnya dibandingkan rata-rata historis. Secara keseluruhan, Victor mempertahankan peringat overweight untuk sektor perbankan. Adapun BBCA menjadi pilihan utamanya dan menyematkan rating buy dengan target harga yang ditingkatkan menjadi Rp 12.400 dari sebelumnya Rp 11.300. Sementara itu, analis JP Morgan, Harsh Wardhan Modi mempertahankan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebagai pilihan utamanya. Ini menyusul momentum laba per saham (EPS) yang positif. "Kami memperkirakan pertumbuhan EPS sekitar 17% pada 2025 dan 2026 setelah EPS yang datar tahun ini," sebut Harsh.

Penurunan Beban Provisi Dorong Laba Perbankan

30 Sep 2024

Tantangan perbankan untuk mencetak pertumbuhan laba bersih tahun ini memang berat. Tingginya biaya dana membuat pendapatan bunga bersih alias net interest income (NII) tak bisa melaju kencang. Untungnya, biaya kredit mulai turun dan beban provisi mulai menyusut. Penyusutan ini membantu menahan tekanan laba dari tigginya biaya dana. Menilik laporan bulanan Agustus, sejumlah bank mampu membukukan pertumbuhan laba bersih meski pendapatan bunga bersih turun. Pertumbuhan ini didongkrak penurunan biaya provisi. Bank yang mencetak kenaikan NII dan penurunan beban provisi sekaligus mencetak pertumbuhan laba lebih apik. Ambil contoh, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI). Di delapan bulan pertama 2024, bank ini mencetak laba bersih secara bank only Rp 14,22 triliun, naik 4,25% secara tahunan. Padahal, pendapatan bunga bersih BNI terkoreksi 6,82% jadi Rp 25,56 triliun.

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar bilang, biaya pencadangan dibentuk sesuai kebutuhan berdasarkan proyeksi kualitas aset ke depan. Saat ini, manajemen BNI yakin kualitas aset akan terus membaik. Royke melihat penurunan suku bunga acuan akan berdampak positif pada pendapatan bunga yang diraih bank berlogo 46 ini. Terlebih, NIM di Agustus 2024 berjalan mencapai 4.4%. ”NIM kita sudah jauh di atas rata-rata bulanan semester satu yang hanya 4.0%,” tambah Royke. Bank Central Asia (BCA) mencatat beban kerugian penurunan nilai aset keuangan atau beban provisi turun 25% jadi Rp 1,29 triliun. Sedang pendapatan bunga bersih tumbuh 8,78% jadi Rp 50,55 triliun. Alhasil, laba tumbuh 13,5% jadi Rp 35,99 triliun. EVP Corporate Communication BCA Hera F. Haryn mengatakan, pihaknya selalu menerapkan prinsip kehati-hatian di setiap aspek operasional, agar sejalan dengan profil risiko yang telah ditetapkan manajemen. "Dengan begitu, kualitas aset tetap terjaga, dengan cadangan aset memadai,” ujarnya.

Obligasi Multifinance Diprediksi Semakin Semarak

30 Sep 2024

Dimulainya musim pemotongan suku bunga acuan membuat penerbitan obligasi multifinance diramal bakal makin semarak. Pemain leasing bisa mengurangi beban pendanaan lewat refinancing surat utang. Fixed Income Analyst Pefindo Ahmad Nasrudin menyebut suku bunga yang lebih rendah memberi momentum bagi perusahaan pembiayaan untuk merilis surat utang. Tapi untuk fase awal pelonggaran moneter seperti saat ini, dia menilai penerbitan obligasi kemungkinan lebih didorong oleh kebutuhan refinancing daripada untuk modal kerja pembiayaan. Sementara penerbitan obligasi untuk modal kerja nampaknya masih akan terbatas. Ahmad memprediksi dibutuhkan waktu setidaknya tiga bulan guna merangsang permintaan jasa pembiayaan. 

Ketika prospek pertumbuhan terlihat lebih jelas, barulah multifinance akan lebih banyak mengakses pasar surat utang untuk meraih pendanaan sebagai modal kerja. Yang pasti, penurunan suku bunga ini tetap bisa membuat penerbitan obligasi di tiga bulan terakhir 2024 lebih semarak. Maklum, pasar pembiayaan yang tersendat membuat penerbitan surat utang perusahaan pembiayaan turun cukup dalam. Sejumlah multifinance pun masih memantau pasar untuk merilis surat utang lagi. Presiden Direktur CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) Ristiawan Suherman bilang perusahaannya telah menerbitkan Sukuk Berkelanjutan I Wakalah Bi Al Ististmar sebesar Rp 1 triliun pada Juli lalu. CNAF berencana merilis Sukuk Berkelanjutan Tahap II pada tahun 2025. Senada, Direktur BRI Finance, Willy Halim Sugiardi menyebut penurunan suku bunga akan dimanfaatkan untuk memperkuat pendanaan. Sedangkan untuk penerbitan obligasi di sisa 2024, BRI Finance masih mengkaji kebutuhan pendanaan sembari memantau ekonomi global dan kondisi pasar.

Pengakuan terhadap Palestina di PBB

28 Sep 2024
Pengakuan terhadap negara Palestina memberikan harapan bagi Palestina dan menjadi langkah penting menuju tercapainya solusi dua negara. Hal terpenting, pengakuan ini merupakan satu-satunya cara untuk memberikan tekanan politik kepada Israel agar mengakhiri kekejamannya. Desakan untuk mengakui negara Palestina ini menguat dan disuarakan oleh negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Desakan disampaikan lagi dalam berbagai pertemuan selama penyelenggaraan Sidang Majelis Umum PBB 2024. Seperti Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi yang menyuarakan ajakan untuk segera mengakui negara Palestina setidaknya di tiga forum. Forum itu, antara lain, Rapat Kerja Tingkat Menteri untuk Badan PBB untuk Perbantuan Pengungsi Palestina (UNRWA). Pada Kamis (26/9/2024), di New York, Retno juga ikut pertemuan Komite Menteri untuk Palestina di Gerakan Non-Blok (GNB).

Selain itu, ada Pertemuan Tingkat Menteri tentang Situasi di Gaza dan Implementasi Solusi DuaNegara sebagai Jalan Menuju Perdamaian yang Adil dan Komprehensif. ”Ketika saya menyinggung tentang pengakuan ini kepada beberapa kolega, banyak yang mengatakan, ’Kami akan mengakui Palestina pada waktu yang tepat’. Kapan waktu yang tepat? Bagi saya, waktu yang tepat adalah sekarang. Kami tidak ingin menunggu hingga semua warga Palestina mengungsi atau hingga 100.000 orang terbunuh,” kata Retno dalam Pertemuan Tingkat Menteri tenang Situasi di Gaza dan Implementasi Solusi Dua Negara sebagai Jalan Menuju Perdamaian yang Adil dan Komprehensif. Retno meminta seminta sejumlah ne- gara mempertimbangkan urgensi pengakuan terhadap negara Palestina. Selain pengakuan negara Palestina, penerapan Resolusi Majelis Umum PBB ES-10/24 juga sangat penting karena memberikan harapan. (Yoga)

Permohonan Indonesia Gabung Blok Dagang Besar

28 Sep 2024
Indonesia mengajukan permohonan untuk bergabung dengan blok dagang besar, Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership. Permohonan bergabung ke dalam Comprehensive and Progressive AgreementforTrans-Pacific Partnership (CPTPP) itu disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Rabu (25/9/2024), di Jakarta. Menurut dia, presiden terpilih Prabowo Subianto juga ingin Indonesia segera bergabung dengan CPTPP. Jika nanti Indonesia resmi diterima di dalamnya, pertumbuhan ekonomi RI akan terdongkrak. 

Pada awalnya, CPTPP bernama Trans Pacific Partnership (TPP) yang digagas Amerika Serikat (AS). Dimotori Presiden Barack Obama, TPP dinilai merupakan instrumen bagi Washington guna berperan dalam dinamika Asia-Pasifik yang berkontribusi besar bagi perekonomian dunia. Sebagai ilustrasi, pada 2015-2021,Asia menyumbang 57 persen pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) global. Selain itu, pada 2021, sebanyak 42 persen PDB global (berdasarkan purchasing power parity) disumbangkan oleh Asia. Akan tetapi, TPP menjadi bulan-bulanan dalam kampanye Pilpres AS tahun 2016. Upaya Obama menancapkan kuku AS di Asia melalui TPP akhirnya dikandaskan Presiden Donald Trump.

Tak lama setelah resmi menjadi presiden pada Januari 2017, Trump menyatakan AS mundur dari TPP. Tanpa AS, 11 negara lain anggota TPP tetap mempertahankan blok dagang ini. Dari 11 negara tersebut, empat diantaranya anggota ASEAN, yakni Singapura, Vietnam, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Tujuh negara lainnya adalah Australia, Selandia Baru, Kanada, Meksiko, Chile, Peru, dan Jepang. Nama blok dagang pun diubah dari TPP menjadi CPTPP pada 2018. China mengirim aplikasi bergabung dengan CPTPP beberapa tahun lalu. Langkah serupa dilakukan Taiwan. Inggris dijadwalkan resmi menjadi anggota CPTPP akhir 2024. Sejumlah syarat harus dipenuhi oleh negara yang hendak bergabung denganCPTPP. Jika sudahbergabung, perdagangan di antara anggota lebih menguntungkan karena ada pengurangan tarif barang/jasa. (Yoga)

Kenaikan jumlah investor di pasar modal

28 Sep 2024
Bursa Efek Indonesia mencatatkan kenaikan jumlah investor di pasar modal. Sebanyak 744.000 investor baru masuk ke pasar modal Indonesia sejak awal tahun 2024. Mayoritas dari mereka adalah generasi produktif di bawah usia 40 tahu yang semakin melek keuangan dan investasi. Investor baru tersebut kini menggenapi 6 juta investor pemilik single investor identification (SID) per Rabu (25/9/2024)Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman menyampaikan, kondisi pertumbuhan investor saham ini mengindikasikan keyakinan investasi di pasar modal Indonesia yang masih cukup terjaga meski di tengah situasi ekonomi global dan domestik yang dipenuhi ketidakpastian. ”Partisipasi investor ritel masih terjaga dengan secara keseluruhan investor domestik masih menguasai, baik dari segi kepemilikan maupun transaksi,” ujarnya, Jumat (27/9).

Sampai dengan Agustus 2024, investor lokal masih mendominasi kepemilikan saham di BEI dengan persentase 51,5 persen berbanding 48,5 persen porsi kepemilikan investor asing. Kepemilikan investor individu juga masih dominan daripada investor institusi dengan persentase 53,3 persen. Investor individu didominasi investor berumur kurang dari 40 tahun dengan 55,07 persen di antaranya berusia 30 tahun atau kurang 0 tahun. Berdasarkan kepemilikan aset, investor usia 30 tahun ke bawah per Agustus 2024 memiliki aset di saham dan surat berharga mencapai Rp 37,72 triliun. Adapun investor usia 31-40 tahun memiliki total aset lebih banyak, yakni Rp 226,74 triliun. 

Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik menambahkan, BEI berkomitmen untuk terus mengembangkan pasar modal Indonesia dengan memberikan edukasi dan sosialisasi bagi masyarakat luas, termasuk generasi muda. ”Regenerasi investor di pasar modal kita menunjukkan angka yang sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa anakmuda semakin melek keuangan dan investasi, dan diharapkan menjadi fondasi yang kuat bagi pasar modal dan perekonomian Indonesia,” kata Jeffrey. BEI dan segenap otoritas di pasar modal, lanjutnya, terus menginisiasi peningkatan literasi keuangan masyarakat, salah satunya melalui Sekolah Pasar Modal (SPM), baik daring maupun luring, untuk umum atau institusi dan komunitas. BEI juga mendirikan Galeri Investasi (GI) di sejumlah universitas dan anggota bursa di seluruh Indonesia. Kampanye#AkulnvestorSaham juga menjadi bagian penting dari strategi BEI dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, terutama di kalangan investor lokal. (Yoga)

Performa Agraria Merupakan Salah Satu Program Andalan Jokowi

28 Sep 2024
PERFORMA agraria merupakan salah satu program andalan Presiden Joko Widodo yang sempat menjadi oase baru bagi masyarakat untuk memperoleh keadilan ruang hidup. Melalui program ini, Jokowi seakan-akan ingin menyelesaikan ribuan konflik agraria yang terjadi pada era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Program tersebut turut mencakup program Penguasaan Tanah dalam Kawasan Hutan (PTKH) seluas 4,1 juta hektare. Harapannya, masyarakat sekitar hutan yang terusir dari ruang hidupnya karena ulah negara bisa mendapatkan tanah mereka kembali dengan sertifikat hak milik.

Namun rencana ini ternyata indah kabar dari rupa. Reforma agraria Jokowi di sektor kehutanan gagal mencapai target, bahkan hanya menyentuh 390 ribu ha selama masa pemerintahannya. Kini, pada masa transisi menuju pemerintahan Prabowo Subianto, PTKH nyaris tak terdengar dalam percakapan publik. Tidak mengherankan jika hingga saat ini konflik agraria di kawasan hutan masih tinggi. Pada 2023 saja, klaim sepihak negara atas wilayah hutan telah menyebabkan 17 konflik yang berdampak pada 10.900 keluarga. Pertanyaannya, mengapa agenda penting seperti reforma agraria sektor kehutanan Jokowi hanya mencapai 9,51 persen dari target? Berdasarkan telaah kami, kegagalan tersebut berakar dari tiga persoalan. (Yetede)