;
Kategori

Ekonomi

( 40733 )

Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti 4 di luar PT Bank Mandiri

27 Sep 2024

Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 4 di luar PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencetak laba bersih sebesar Rp86,42 triliun per Agustus 2024. Perolehan ini tumbuh 7,79% dibandingkan Agustus 2023 sebesar Rp80,17 triliun. Adapun, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mengantongi laba bersih bank only Rp36,12 triliun, tumbh 3,96% secara tahunan (year on year/yoy). Didukung dengan pendapatan bunga bersih (net interest incoming/NII) sebesar Rp73,63, naik 2,89% (yoy).

Kemudian, posisi kedua ada PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dengan pertumbuhan laba bersih bank only tertinggi 13,5% (yoy) menjadi Rp35,99 triliun, angka ini tidak jauh berbeda dari BRI. Pertumbuhan laba BCA ditopang dari NII yang meningkat 8,78% (yoy) menjadi Rp50,55. Karena Bank Mandiri belum merilis laporan keuangan Agustus, peringkat selanjutnya adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) dengan laba bersih Rp14,22 triliun, tumbuh 4,33% (yoy), didukung NII sebesar Rp25,56 triliun, terkontraksi 6,82% (yoy). (Yetede)

PT Green Power Group Tbk Langsung Tancap Gas Menggarap Bisnis Baterai Kendaraan Listrik

27 Sep 2024

PT Green Power Group Tbk (LABA) langsung tancap gas dalam menggarap bisnis baterai kendaraan listrik (elektric vehicle/EV) setelah berganti pemegang saham pengendali pada akhir Juni 2024. Emiten yang sebelumnyu bernama PT Ladang Baja Murni Tbk dan bergerak di bidang produksi baja tersebut, memutus untuk mengganti care business dari produksi baja ke bisnis baterai EV setelah diakuisisi PT Nev Stored dan bergerak di bidang kepemilikan saham sebanyak 50,75%.

Langkah itu tampaknya mendapat responn positif dari pasar, yang terlihat dari lonjakan sahamnya sehingga 1.000% ke level Rp550. Manajemen Green Power menegaskan bisnis perseroan  ke depannya akan mengacu pada produksi baterai lithium, penyewaan baterai, pembangunan jaringan stasiun penukaran baterai, serta investasi dan pengoperasian stasiun tenaga surya. Terbaru, perseroan membentuk tiga perusahaan dengan mitra strategis  untuk pengembangan ekosistem baterai EV. (Yetede)

BSI Mengadopsi Sistem Payroll

27 Sep 2024
Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPPK) PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencapai Rp297,78 triliun atau tumbuh 16,26% secara tahunan (year on year/yoy) hingga Agustus 2024. Kinerja tersebut diantaranya ditopang oleh pengelolaan dana payroll sebesar Rp21 triliun atau lebih dari 1,2 juta nasabah. "Saat ini BSI terus berfokus pada pengembangan dana  murah di segmen retail. Salah satunya lewat sistem payroll. Melalui payroll ini, menjadi salah satu gate awal untuk menarik ekosistem transaksi syariah," kata Direktur Sales and Distribution BSI Anton Sukarna. BSI terus berupaya mempertahankan kinerja positif melalui optimalisasi dana murah yang pada periode yang sama naik pesat hingga 22,15%. Dana murah atau CASA (curent account saving account) yang dihimpun BSI hingga  Juni 2024 mencapai Rp 184 triliun, tumbuh 21,65% secara tahunan. Jumlah nasabah payroll mencapai 1,1 juta. Sedangkan DPK mencapai Rp 297 triliun atau tumbuh 17,5% pada periode yang sama. (Yetede)

PT Bank Muamalat Indonesia Mencatat Kinerja Solid dalam Pembiayaan Emas Melalui Produk Solusi Emas Hijrah

27 Sep 2024
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja yang solid dalam pembiayaan kepemilikan emas melalui produk Solusi Emas Hijrah. Hingga Agustus 2024, pencairan produk ini tumbuh 191% atau hampir dua kali lipat dibandingkan dengan pencairan pada Mei 2024. Hal ini menandakan terjadinya peningkatan minat masyarakat teradap investasi emas. SEVP Retail Banking Bank Muamalat Dedy Suryadi Dharmawan menjelaskan, saat ini nasabah semakin memahami pentingnya  investasi emas sebagai solusi untuk kebutuhan di masa yang akan datang. Kenaikan harga emas yang terjadi belakangan ini, menambah kepercayaan masyarakat terhadap emas  sebagai intrusmen investasi jangka panjang yang aman dan menguntungkan. "Sejak kami lancarkan awal Agustus lalu ditambah masa pengenalan produk ini sebelumnya, Solusi Emas Hijrah terbukti ampuh  menarik minat masyarakat. Kenaikan akses pembiayaan produk ini seiring dengan solusi bagi nasabah untuk mempersiapkan dana di masa mendatang," jelas Dedy. (Yetede)

Janji Tinggal Janji Jokowi

27 Sep 2024
DI ujung masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, salah satu janji yang tidak kunjung ditepati adalah reforma agraria. Gagah berani memasukkan janji tersebut dalam Nawacita, program pemerintahannya pada 2014, Jokowi terbukti lebih condong pada investasi kelas kakap berbasis agraria dibanding masyarakat kecil, misalnya petani. Ribuan petani dari berbagai daerah memperingati Hari Tani Nasional pada Selasa, 24 September 2024, dengan menggelar unjuk rasa di depan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Mereka menuntut pemerintah menjalankan reforma agraria sejati yang sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria.

Sikap para petani, buruh tani, nelayan, dan masyarakat adat itu sudah semestinya karena mereka telah menjadi korban janji Jokowi sejak ia dilantik sebagai presiden pada 2014. Saat itu, dia berjanji meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan mendorong land reform dan program kepemilikan tanah seluas 9 juta hektare. Namun, dalam praktiknya, reforma agraria itu dimanipulasi sehingga sekadar program legalisasi aset atau bagi-bagi sertifikat tanah. (Yetede)




Jokowi pada Pekan ini Meresmikan Produksi Awal dari Tiga Smelter Sekaligus

27 Sep 2024
RESIDEN Joko Widodo pada pekan ini meresmikan produksi awal dari tiga smelter sekaligus. Ia meresmikan dua smelter tembaga dan satu smelter bauksit dalam sisa masa jabatan yang tak sampai sebulan. Ketiganya adalah smelter tembaga dan pemurnian logam mulia PT Amman Mineral Internasional Tbk, smelter tembaga PT Freeport Indonesia, serta injeksi bauksit perdana Smelter Grade Alumina Refinery PT Borneo Alumina Indonesia.

Tahun ini, pemerintah menargetkan pembangunan 53 proyek smelter dengan investasi mencapai US$ 19,9 miliar. Jokowi mengatakan Indonesia telah memasuki babak baru sebagai negara industri melalui sejumlah pembangunan infrastruktur pendukung penghiliran sumber daya alam.
 
Adapun Direktur Next Policy Yusuf Wibisono menilai dampak ekonomi dari smelter yang ada masih minim. Misalnya yang terjadi pada smelter nikel. Pelarangan ekspor bijih nikel membuat pasokan di pasar domestik melimpah dan harganya jatuh di bawah harga internasional. Imbasnya, penerimaan royalti menurun. Sebagian besar investasi di penghiliran juga mendapat tax holiday sehingga penerimaan pajak perusahaan minim. (Yetede)

Jokowi Meresmikan Produksi Awal Tiga Fasilitas Pengolahan atau Smelter

27 Sep 2024
DI sisa masa jabatannya yang tak sampai sebulan, Presiden Joko Widodo meresmikan produksi awal tiga fasilitas pengolahan atau smelter sekaligus dalam dua hari. Dengan tiga smelter tersebut, Jokowi mengatakan Indonesia memasuki babak baru sebagai negara industri. Pada Senin, 23 September 2024, Jokowi membuka seremoni produksi smelter tembaga dan pemurnian logam mulia PT Amman Mineral Internasional Tbk di Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan smelter tembaga PT Freeport Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus Gresik, Jawa Timur. Sehari kemudian, Jokowi meresmikan injeksi bauksit perdana Smelter Grade Alumina Refinery PT Borneo Alumina Indonesia di Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat.

Jokowi mengklaim kehadiran smelter ini akan berdampak positif terhadap penerimaan negara. Misalnya smelter tembaga Freeport di Gresik, Jawa Timur, yang menghabiskan investasi sebesar Rp 56 triliun. Pabrik ini bakal mengolah 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun yang dibawa dari Papua. Hasilnya adalah 900 ribu ton katoda tembaga, 50 ton emas, dan 210 ton perak. Menurut Jokowi, fasilitas smelter Freeport mampu mendongkrak penerimaan hingga Rp 80 triliun. Penerimaan itu berupa dividen, royalti pajak penghasilan (PPh) badan, PPh karyawan, pajak untuk daerah, bea keluar, dan pajak ekspor. "Berdasarkan hitung-hitungan saya, penerimaan negara masuk kira-kira Rp 80 triliun. Ini angka yang besar sekali," kata Jokowi dalam sambutannya di smelter Freeport di Gresik, Jawa Timur, Senin, 23 September 2024. (Yetede)

IHSG Menunggu Katalis Penggerak Baru

27 Sep 2024

Pasar saham Indonesia, khususnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dipengaruhi oleh beberapa faktor utama seperti kebijakan pelonggaran moneter dari Federal Reserve dan Bank Indonesia, serta sentimen positif yang diharapkan muncul dari faktor domestik dan global. Adrian Joezer, Head of Equity Research Mandiri Sekuritas, menyebutkan bahwa aksi profit-taking di pasar adalah wajar dan tetap ada potensi penguatan IHSG jika aliran modal asing berlanjut. Selain itu, stimulus dari pemerintah China diperkirakan berdampak positif bagi perekonomian Indonesia.

Adityo Nugroho, Senior Investment Information dari Mirae Asset Sekuritas, menyoroti agenda politik di kuartal IV/2024, seperti pelantikan Presiden Terpilih Prabowo Subianto dan pembentukan kabinet baru yang bisa mempengaruhi pasar. Maximilianus Nicodemus, Associate Director Pilarmas Investindo, juga optimis bahwa stabilitas politik akan mendorong penguatan IHSG, dengan prediksi IHSG bisa mencapai level 7.920 hingga 8.080 hingga akhir tahun. Selain itu, sektor-sektor potensial seperti perbankan, properti, dan ritel diperkirakan akan mendapatkan keuntungan dari situasi politik dan ekonomi tersebut.

Perusahaan Tingkatkan Kapasitas PLTP untuk Energi Baru Terbarukan

27 Sep 2024

Sejumlah perusahaan Indonesia sedang gencar mengembangkan proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) sejalan dengan upaya pemerintah dalam transisi energi menuju energi baru terbarukan (EBT). Target dari Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN adalah mencapai 60% bauran EBT pada 2025-2035.

Beberapa perusahaan besar berkomitmen dalam investasi panas bumi, termasuk Star Energy Geothermal, bagian dari Grup Barito melalui PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN), yang berencana meningkatkan kapasitas dari 886 MW menjadi 988,6 MW. PT Ormat Geothermal Indonesia dan PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) juga sedang mengejar izin panas bumi untuk proyek di Toka Tindung dengan kapasitas 40 MW.

Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO), bersama dengan Chevron New Energies Holdings Indonesia Ltd., telah memulai eksplorasi panas bumi di wilayah Way Ratai, Lampung, dengan komitmen investasi sekitar Rp437,22 miliar. Menurut Direktur Utama PGEO Julfi Hadi, perusahaan ini berkomitmen mengejar target kapasitas 1 GW dalam dua tahun ke depan melalui berbagai proyek panas bumi, termasuk PLTP Lumut Balai Unit 2.

Sementara itu, PT Dian Swastika Sentosa Tbk. (DSSA), bagian dari Grup Sinar Mas, menyiapkan investasi sebesar US$400 juta untuk pengembangan dua blok panas bumi di Jawa Barat dan Nusa Tenggara Timur. CEO Barito Renewables Hendra Tan menyatakan bahwa perusahaan berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi pembangkit panas bumi guna memastikan masa depan energi bersih di Indonesia.

Industri Halal Nasional Terancam oleh Gempuran Produk Impor

27 Sep 2024

Tantangan yang dihadapi industri halal Indonesia dalam menghadapi gempuran produk impor yang berpotensi mengurangi pangsa pasar domestik, meskipun Indonesia memiliki peluang besar untuk mengoptimalkan potensi pasar halal. Eko S. Cahyanto, Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian, menggarisbawahi bahwa ekosistem syariah yang berkembang pesat di Indonesia adalah peluang besar bagi pelaku industri halal domestik. Namun, mereka harus siap bersaing dengan produsen halal global.

Terdapat tiga tantangan utama yang harus segera diatasi. Pertama, ekspor Indonesia ke negara-negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) masih rendah, hanya mencapai US$13,38 miliar. Kedua, kewajiban sertifikasi halal yang berlaku mulai Oktober 2024 untuk produk makanan, minuman, hasil sembelihan, dan jasa penyembelihan. Ketiga, membanjirnya produk halal impor yang dapat masuk ke pasar Indonesia dengan sertifikasi halal dari luar negeri, sehingga meningkatkan persaingan dengan produk lokal. Eko S. Cahyanto juga menekankan bahwa preferensi konsumen terhadap produk luar negeri masih menjadi tantangan bagi industri halal lokal, mengingat banyak yang lebih memilih produk impor daripada produk dalam negeri.