;
Kategori

Ekonomi

( 40460 )

Presiden Baru, Harapan Segar bagi Industri Perbankan

21 Oct 2024
Dengan dilantiknya Prabowo Subianto sebagai Presiden Indonesia ke-8, harapan baru muncul dalam industri perbankan, terutama setelah pertumbuhan kredit yang minim dalam lima tahun terakhir. Direktur Eksekutif Segara Research Institute, Piter Abdullah, mengungkapkan bahwa Prabowo membawa semangat untuk melanjutkan program pembangunan sebelumnya, khususnya dalam sektor infrastruktur dan properti. Namun, pertumbuhan kredit sangat tergantung pada kebijakan moneter Bank Indonesia.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, optimis bahwa masih ada ruang untuk pertumbuhan kredit perbankan yang saat ini tercatat naik 11,04% hingga Agustus 2024. Ia meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan berdampak positif bagi kredit bank. 

Beberapa pemimpin perbankan, seperti Presiden Direktur CIMB Niaga, Lani Darmawan, memilih untuk bersikap wait and see, menunggu realisasi program dan susunan kabinet baru. Sementara itu, Direktur Keuangan Bank Mandiri, Sigit Prastowo, optimis bahwa kredit korporasi dan komersial akan menjadi pendorong utama pertumbuhan kredit hingga akhir tahun.

Kinerja Pasar Terpicu oleh Investasi Dana Publik

21 Oct 2024
Kinerja investasi lembaga pengelola dana publik di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang positif sepanjang tahun 2024, sejalan dengan membaiknya iklim pasar modal. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan melaporkan hasil investasi mencapai Rp 38,45 triliun hingga kuartal III-2024, meningkat 8,44% dibandingkan tahun lalu, dengan alokasi dana kelolaan mencapai Rp 776,8 triliun. Deputi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan, Oni Marbun, menjelaskan bahwa investasi ini ditempatkan dalam berbagai instrumen, termasuk surat utang dan saham.

Sementara itu, PT Taspen juga mencatatkan peningkatan kinerja investasi dengan yield on investment sebesar 7,65%, naik dari 5,79% pada tahun sebelumnya, berkat kinerja pasar modal yang lebih baik. Corporate Secretary Taspen, Henra, menekankan bahwa mereka mengikuti regulasi terkait penempatan investasi, yang mencakup deposito, surat berharga, dan obligasi.

BPJS Kesehatan turut mencatat pertumbuhan investasi, di mana Kepala Hubungan Masyarakat BPJS Kesehatan, Rizky Anugerah, menyatakan bahwa pendapatan hasil investasi tumbuh signifikan hingga 96,97%, berkat strategi diversifikasi penempatan dana investasi. Dengan demikian, hasil investasi lembaga-lembaga ini mencerminkan adaptasi yang baik terhadap kondisi pasar, memberikan dampak positif terhadap kinerja mereka.

MARK Giatkan Penjualan Ekspor untuk Tingkatkan Kinerja

21 Oct 2024
PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) berfokus untuk meningkatkan penjualan cetakan sarung tangan di pasar global pada sisa tahun 2024, didorong oleh kebijakan moneter global yang mulai longgar. Ridwan Goh, Presiden Direktur MARK, menjelaskan bahwa penurunan suku bunga acuan bank sentral AS, The Fed, diharapkan dapat meningkatkan penjualan sarung tangan ke AS, mengingat suku bunga yang lebih rendah umumnya merangsang pertumbuhan ekonomi dan perdagangan produk kesehatan.

Sekitar 50% penjualan cetakan sarung tangan MARK ditujukan ke Malaysia, yang merupakan pemain utama di industri sarung tangan global. Potensi permintaan dari Malaysia diperkirakan meningkat seiring dengan rencana AS untuk menaikkan tarif bea masuk impor sarung tangan medis dan bedah asal China. Ridwan juga menggarisbawahi pentingnya keberlanjutan kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) bagi operasional perusahaan, mengingat pasokan gas yang stabil sangat vital untuk produktivitas.

MARK optimis dapat mencapai target pendapatan sebesar Rp 800 miliar dan laba bersih sebesar Rp 250 miliar pada tahun 2024. Target ini didasarkan pada tren penjualan cetakan sarung tangan yang terus meningkat dan proyeksi utilisasi produksi yang mencapai 60%-65% dari kapasitas total pabrik, yang terletak di Sumatra Utara dengan kapasitas 2 juta unit per bulan. Pada semester I-2024, MARK mencatatkan pendapatan sebesar Rp 455,35 miliar, meningkat 73,39% dibandingkan tahun lalu, dengan laba bersih mencapai Rp 147,20 miliar, naik 128,35% yoy, didorong oleh penjualan ekspor yang menyumbang sekitar 83% dari total pendapatan.

Harga yang Melambung Mendorong Lonjakan Ekspor Kopi

21 Oct 2024
Industri kopi Indonesia menunjukkan performa yang mengesankan di pasar internasional, dengan ekspor mencapai 342.330 ton senilai US$ 1,49 miliar pada Januari-September 2023, meningkat 29,56% dibandingkan tahun lalu. Surplus neraca perdagangan kopi Indonesia tercatat US$ 1,17 miliar, dengan kopi robusta menjadi produk yang paling banyak diekspor, terutama ke Filipina.

Moelyono Soesilo, Ketua Departemen Specialty & Industri BPP Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI), menjelaskan bahwa lonjakan nilai ekspor ini dipicu oleh kenaikan harga kopi robusta di pasar internasional, yang sempat mencapai US$ 5.300 per ton. Meskipun volume ekspor kopi mengalami penurunan awal tahun, harga yang menguntungkan memberikan dampak positif pada nilai ekspor.

AEKI juga mengamati bahwa permintaan dari pasar tradisional, termasuk Asia Tenggara, Amerika Serikat, dan Jepang, tetap stabil, meskipun ekspor ke Eropa melemah karena penundaan kebijakan antideforestasi Uni Eropa. Moelyono menekankan pentingnya menyelesaikan kontrak yang ada, mengingat masa panen kopi sudah berakhir.

Produsen Motor Listrik Gencar Mendorong Ekspor Global

21 Oct 2024
Industri sepeda motor listrik di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, dengan produsen lokal tidak hanya fokus pada pasar domestik tetapi juga mulai mengeksplorasi peluang ekspor. Budi Setiyadi, Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli), mengungkapkan bahwa permintaan untuk motor listrik buatan dalam negeri meningkat, dengan kontrak ekspor baru mencapai 10.000 unit ke Kamboja melalui PT Greentech Global Engineering.

Selain itu, PT Terang Dunia Internusa Tbk (UNTD) menargetkan ekspor 2.000 hingga 3.000 unit motor listrik ke Malaysia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Budi juga menyebutkan potensi besar di pasar Afrika dan Australia, di mana Aismoli berencana untuk aktif berpartisipasi dalam pameran untuk mempromosikan produk Indonesia. 

Sementara itu, PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) berencana mengekspor motor listrik ke Thailand pada awal 2025 dan telah menjalin kemitraan lokal untuk memperlancar proses tersebut. Selain itu, merek Gesits dan ALVA juga telah memulai ekspansi ke beberapa negara, menunjukkan komitmen industri untuk bersaing di pasar global.

Kebebasan Internet Global Terus Menurun dalam 14 tahun Terakhir

21 Oct 2024
Kebebasan internet global terus menurun dalam 14 tahun. Temuan Freedom on The Net ini merugikan publik, menggerus demokrasi, dan menghambat pembangunan negara. Penelitian Freedom on the Net (FOTN) 2024 dilakukan 1 Juni 2023 hingga 31 Mei 2024. Ada tiga indikator yang diteliti. Pertama, hambatan akses dengan rincian hambatan infrastruktur, ekonomi, dan politik guna mengakses internet. Indikator kedua adalah pembatasan konten. Adapun indikator ketiga ialah kekerasan terhadap hak pengguna internet. Dari laporan Freedom on the Net 2024: The Struggle for Trust Online itu, Indonesia menduduki urutan ke-49 dari 72 negara. Naik tipis dari tahun lalu di angka 47 dari 100. Situasi ini menunjukkan, Indonesia baru mencapai tahap sebagai negara yang bebas berinternet secara parsial. Capaian itu secara lugas menggambarkan fakta bahwa meski penetrasi akses internet terus meningkat, para kritikus pemerintah, jurnalis, dan warganet secara umum terus menghadapi risiko tuntutan pidana, serangan kekerasan, serta pelecehan di dunia maya.

Secara global, kondisi kebebasan berinternet ternyata tidak lebih baik dari Indonesia. Ada lima temuan kunci, yaitu pertama, kebebasan internet global menurun selama 14 tahun berturut-turut. Kedua, kebebasan berekspresi secara daring terancam oleh hukuman penjara yang berat dan meningkatnya kekerasan. Temuan ketiga, sensor dan manipulasi konten digabungkan untuk memengaruhi pemilu, melemahkan kemampuan pemilih dalam membuat keputusan tepat, berpartisipasi penuh dalam proses pemilu, dan membuat suara mereka didengar. Keempat, di lebih dari separuh dari empat negara yang mengadakan atau mempersiapkan pemilu, pemerintah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi integritas informasi dengan hasil yang beragam terhadap hak asasi manusia secara daring. Adapun kelima, membangun lingkungan daring yang dapat dipercaya memerlukan komitmen tinggi dan berkelanjutan terhadap kebebasan internet.

Tahun ini, indikatorFOTN menilai batasan konten turun keskor rata-rata terendah dalam lebih dari satu dekade, yang mengindikasikan bahwa sensor dan manipulasi daring semakin ekstrem. Kurangnya akses terhadap ruang informasi yang berkualitas, dapat diandalkan, dan beragam menghambat kemampuan masyarakat untuk membentuk dan mengekspresikan pandangan mereka, terlibat secara produktif dalam komunitas mereka, serta mengadvokasi akuntabilitas pemerintah dan kebijakan publik terkait. Agar tidak terus terbelenggu dalam kebebasan internet semu, perlu ada intervensi kebijakan untuk melindungi integritas informasi demi membangun kepercayaan di lingkungan daring yang didasari pada kebebasan berekspresi dan hak-hak dasar lainnya. Jika kita tidak mengusahakan intervensi kebijakan itu, sama artinya berkontribusi terhadap percepatan penurunan kebebasan internet dan degradasi kualitas demokrasi secara luas. (Yoga)

Dana Pandemi 24,9 Juta Dollar AS bagi Indonesia dari Pandemic Fund

21 Oct 2024
Indonesia menerima dana 24,9 juta dollar AS melalui Pandemic Fund. Dana ini diharapkan dapat memperkuat upaya Indonesia dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan respons terhadap krisis kesehatan, termasuk pandemi di masa depan. Selain Indonesia, ada 39 negara lain yang menerima alokasi dana dari putaran kedua pendanaan dari Pandemic Fund atau Dana Pandemi. Pada putaran kedua dialokasikan dana 418 juta dollar AS. Dana hibah ini dirancang untuk memperkuat kapasitas pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons (PPR) terhadap pandemi di masing-masing negara. "Melalui Pandemic Fund, Indonesia akan memberikan contoh sebagai negara donor sekaligus penerima manfaat yang menunjukkan hasil nyata dalam penguatan kapasitas nasional, regional, dan global dalam kesiapsiagaan dan respons krisis kesehatan ke depan,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu (19/10/2024).

Pandemic Fund merupakan mekanisme pendanaan multilateral pertama di dunia yang dibentuk untuk membantu tiap negara, terutama negara berpenghasilan rendah dan menengah, agar lebih siap menghadapi pandemi di masa mendatang. Dana yang didapatkan dari Pandemic Fund bisa digunakan setiap negara untuk memperkuat sistem pertahanan sekaligus meningkatkan kesiapan dan respons dalam menghadapi potensi pandemi di masa yang akan datang. Diharapkan pula agar pendanaan ini bisa mengisi kesenjangan kesiapan penanganan pandemi antarnegara. Sistem pendanaan ini pertama kali diluncurkan pada November 2022 dalam Presidensi G20 Indonesia. Saat awal diluncurkan, dana yang terkumpul sekitar 2 miliar dollar AS dari 27 negara dan filantrop. Indonesia termasuk negara yang turut berkomitmen dalam pendanaan tersebut sebesar 50 juta
dollar AS (Kompas.id, 13/11/2022). 

Dalam wawancara dengan Kompas pada 15 November 2022, Budi mengatakan, dana dari Pandemic Fund bisa berfungsi sebagai dana katalis sehingga sumber pendanaan bisa berasal dari berbagai pihak. Pada praktiknya, tiap negara bisa mengajukan proposal untuk mendapatkan dana hibah yang bersumber dari Pandemic Fund. Dari 146 proposal yang sudah diterima, Indonesia termasuk negara dengan nilai tertinggi dari Technical Advisory Panel. Adapun tema yang diangkat Indonesia adalah Collaborative Approach for Resilient Surveillance and Pandemic Preparedness in Indonesia (CARE-I). Hal itu antara lain berisi persiapan penanganan pandemi untuk penguatan laboratorium, surveilans, tenaga kesehatan, dan komunikasi risiko. Budi menyampaikan, program pendanaan ini akan berlangsung dalam durasitiga tahunbersama denganBank Dunia, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), serta Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) sebagai entitas pelaksana. Kementerian Kesehatan akan berperan sebagai koordinator dalam pelaksanaan program Satu Kesehatan (One Health). (Yoga)

Rusmidah, Dengan Ketelatenan, Memuliakan Batik Gentongan

21 Oct 2024
Meski usianya telah memasuki 60 tahun, Rusmidah tetap setia menggarap batik gentongan yang rumit dan membutuhkan waktu pengerjaan yang lama. Di usia senjanya pun, corak batik yang dibuat Rusmidah bukannya semakin sederhana atau mengikuti selera pasar, tetapi justru semakin istimewa. Torehan ”uget” berupa garis dan titik halusnya semakin banyak.  Garis dan titik halus bertebaran di setiap lembar batik gentongan. Menurut pembatik di Desa Macajah, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, ini, garis da titik halus tersebut adalah salah satu keistimewaan yang menjadi talentanya. Saat ini kian sulit menjumpai pembatik yang telaten menorehkan uget dilembaran batik.

”Membubuhkan uget ke dalam selembar batik hingga ribuan jumlahnya itu sangat membutuhkan ketelitian dan ketelatenan,” kata Rusmidah yang ditemui di rumahnya di Desa Macajah, Selasa (15/10/2024). Uget, menurut ibu dari dua putra ini, adalah garis-garis pendek dan titik-titik di seluruh lembaran batik yang berfungsi untuk menguatkan corak batik.Titik yang ditorehkan di luar atau di dalam corak batik tersebut sangat kecil dan tidak bisa hanya asal ada. Kian banyak dan rapat uget, corak dan warna batik gentongan akan semakin mencuri hati penggemar batik. ”Uget inilah yang menjadi kekhasan dari batik gentongan yang saya buat,” kata Rusmidah. Corak batik gentongan karyanya didominasi bunga dan daun. Ada juga motif hewan, seperti burung,tetapi sangat sedikit serta sangat tergantung dari pesanan. Menurut Rusmidah, sulitnya membubuhkan uget pada lembaran batik membuat pengerjaan corak membutuhkan waktu minimal satu bulan.

Ditambah dengan waktu pewarnaan menggunakan gentong, rata-rata pengerjaan batik gentong membutuhkan waktu minimal satu tahun. Lamanya waktu pengerjaan batik gentongan itu mendorong pelanggan harus memesan lebih awal. Apabila batik gentongan akan dikenakan untuk pernikahan, dibutuhkan waktu setahun atau bahkan dua tahun lebih lama. Sering kali pemesan memilih sarimbit atau sepasang terdiri atas tiga lembar batik termasuk selendang dalam sekali pesan. Saatini, dengan bantuan 60 pembatik yang tinggal di sekitar Macajah, Rusmidah terus melestarika batik gentongan. Karena tingkat kesulitan yang tinggi dan waktu pewarnaan yang lama dalam  tidak mengherankan jika harga selembar batik gentongan sangat mahal. ”Peminat batik gentongan sangat terbatas, tetapi pencintanya tak pernah berhenti memesan,” kata pembatik yang selama ini mendapat pendampingan dari Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) itu. (Yoga)

Pertumbuhan Rendah dan Utang Menumpuk Bebani EKonomi Global

19 Oct 2024

Direktur pelaksana Dana  Moneter  Internasional atau IMF Kristalina Georgieva mengingatkan bahwa pertumbuhan yang rendah dan utang yang menumpuk masih menjadi hambatan utama bagi perekonomian global. Meskipun ada kemajuan cukup siginfikan dalam pemulihan eknomi global, tapi pemerintah  dibanyak negara telah menjadi terlalu terbiasa untuk berhutang. Hal tersebut diperparah dengan pertumbuhan rendah hingga beban pembayaran utang menjadi semakin berat. "Belum waktunya untuk merayakannya (kemajuan dalam pemulihan ekonomi global). Ketika kita melihat tantangan-tantangannya yang ada di depan kita, tantangan terbesar adalah pertumbuhan yang rendah dan utang yang tinggi. 

Di sinilah kita bisa dan harus melakukan yang lebih baik," ujar Georgieva. Terlepas pujian Georgieva terhadap kinerja bank-bank sentral utama dalam  meredam inflasi, ia mencatat bahwa pencapaian-pencapaian tersebut belum bersifat universal. Karena beberapa negara masih terus dengan kenaikan harga-harga. Termasuk perjuangannya untuk mengatasi dampaknya dalam kehidupan sosial maupun politik maing-masing. "Negara-negara ekonomi besar telah berhasil dengan sangat baik tapi ada beberapa negara di dunia yang tingkat inflasinya masih menjadi masalah. Dampak dari kenaikan harga-harga masih ada dan ini membuat orang di banyak negara  itu merasa keadaan  lebih buruk dan marah," kata dia. (Yetede)

Pemegang Saham Adaro Energy Sepakat Jual Saham AAI

19 Oct 2024
PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)  sepakat untuk menjual seluruh atau 7.008.202.240 sahamnya di anak usaha, Adaro Andalan Indonesia (AAI). Penjualan saham akan ditempuh melalui mekanisme penawaran umum pemegang sama (PUPS). Presiden Direktur sekaligus Chief Executive Officer Adaro Garibaldi Thohir alias Boy Thohir mengapresiasi, para pemegang saham atas partisipasi dan dukungan mereka dalam RUPSLB sehingga dapat mencapai tujuan dan melaksanakan rencana transaksi material. "Kami bermaksud untuk terus mengupayakan ekspansi strategi dan diversifikasi di segmen non-pertambangan batu bara  demi menciptakan portfolio bisnis yang lebih seimbang  mencapai target untuk   menghasilkan sekitar sekitar 50% pendapat dari non batu bara termal  paling lambat 2030," jelas Boy. Boy menilai, ekspansi dan divesrifikasi merupakan langkah efektif untuk memaksimalkan kinerja AAI yang dulu bernama PT Alam Tri Abadi sekaligus pilar bisnis non batu bara termal. (Yetede)