Ekonomi
( 40554 )Emiten Tingkatkan Laba Lewat Anak Usaha
Penjualan yang Membaik Dorong Kinerja
Faktor Pendorong Optimisme Pasar
Pelantikan kabinet baru di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendapat respons positif dari pelaku pasar. Kehadiran menteri berpengalaman dari pemerintahan sebelumnya meningkatkan optimisme, yang terlihat dari penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) sebesar 0,16% dan indeks obligasi komposit Indonesia (ICBI) sebesar 0,07%. Analis memperkirakan tren penguatan ini akan berlanjut, terutama dengan adanya program prioritas yang akan dijalankan di tahun pertama pemerintahan, dengan fokus pada sektor kesehatan dan pendidikan. Meskipun ada potensi beban anggaran akibat komposisi kabinet yang besar, banyak pihak berharap bahwa langkah-langkah ini dapat mendongkrak kinerja ekonomi Indonesia dalam lima tahun ke depan.
Mengejar Hasil Cepat
Roda pemerintahan baru resmi bergulir setelah Presiden Prabowo Subianto melantik para menteri dan wakil menteri dalam Kabinet Merah Putih. Masyarakat memiliki harapan besar agar kabinet ini dapat segera menjalankan fungsi dan perannya, terutama dalam menghadapi tantangan dan pekerjaan rumah yang ada. Dengan dukungan anggaran sekitar Rp121 triliun, kabinet berencana mengimplementasikan program-program prioritas, seperti program makan siang bergizi, pembangunan infrastruktur kesehatan dan pendidikan, serta pengembangan lumbung pangan nasional.
Presiden Prabowo menekankan pentingnya kolaborasi dan koordinasi antar menteri untuk mencapai visi pemerintah, sementara pelaku usaha berharap adanya reformasi birokrasi dan kepastian hukum untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Meskipun banyak rencana strategis yang menjanjikan, keberhasilan implementasinya tetap bergantung pada kapasitas dan keberanian menteri dalam mengambil keputusan yang tepat. Masyarakat kini menantikan langkah nyata dari kabinet dalam 100 hari pertama pemerintahan untuk memastikan keberlangsungan dan efektivitas program-program tersebut.
Potensi Rebound Saham BUMN
Dampak positif dari pembentukan Kabinet Merah Putih di bawah Presiden Prabowo Subianto terhadap emiten BUMN. Erick Thohir kembali ditunjuk sebagai Menteri BUMN, didampingi oleh tiga Wakil Menteri, yang membawa sinyal positif untuk keberlanjutan program-program BUMN. Fath Aliansyah dari Lotus Andalan Sekuritas menilai hal ini penting bagi restrukturisasi dan aksi korporasi emiten BUMN.
Sektor-sektor seperti infrastruktur, energi baru dan terbarukan, telekomunikasi, dan perbankan diprediksi mendapat sentimen positif dari program pemerintahan Prabowo, menurut Sukarno Alatas dari Kiwoom Sekuritas. Reza Priyambada dari Reliance Sekuritas mengamati potensi saham BUMN untuk trading jangka pendek, sementara Raden Bagus Bima melihat peluang di sektor perumahan yang dapat menguntungkan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR).
Arjun Ajwani dari Infovesta Kapital Advisori merekomendasikan saham BUMN di sektor perbankan dan energi, serta mencermati peluang IPO BUMN yang diharapkan dapat menyuntikkan daya tarik tambahan bagi pasar modal. Strategi buy on weakness pada saham seperti SMGR, PGEO, dan JSMR juga disarankan oleh Sukarno, mengingat prospek pertumbuhan emiten BUMN yang kuat dalam jangka panjang.
Insentif Bawa Angin Segar untuk Emiten Properti
Memperkuat Keuangan melalui Right Issue
Ekspor Furnitur Rotan Gen Z Jabar
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, UMKM yang digawangi generasi Z di Cirebon, Jabar, mampu mengekspor furnitur rotan. Meski tak mudah, kisah ini menunjukkan anak muda bisa ikut membangkitkan industri rotan domestik. Abdullah Fikri Ashri Rana Azizah (26) masih sibuk bergelut dengan persiapan ekspor produk rotan, Senin (21/10) sore. Ia bahkan tak sempat mengangkat ponselnya yang terus berdering. Ia hanya sempat membalas pesan. ”Besok ada stuffing (pemuatan barang) untuk ekspor,” kata Rana. Ekspor ke Perancis itu dilakukan PT Masagena Maruarar Salawasna dengan jenama (brand) Molja Furniture. Molja diambil dari penyebutan kata mulia. Molja dalam bahasa Swedia artinya petarung. Rana adalah salah satu pendiri sekaligus pemilik perusahaan furnitur itu. Produk yang diekspor berupa sofa bed berukuran panjang 200 cm, lebar 93 cm, dan tinggi 76 cm.
Produk itu berupa anyaman rotan berwarna krem dengan sofa putih di atasnya. Ia tak menyebut jumlah item-nya. Menurut rencana, satu kontainer berukuran besar atau 45 high cube akan diekspor ke Perancis pada Selasa (22/10). ”Kapalnya berangkat 25 Oktober,” ucap Rana. Ekspor kali ini merupakan yang ketiga pada tahun 2024. Sebelumnya, September lalu, Molja mengirim tiga container ukuran 20 kaki ke Perancis. Bagi Molja, ekspor ke negara yang dikenal sebagai pusat mode dunia ini sudah ketujuh kali sejak 2023. Total yang diekspor mencapai lebih dari 18 kontainer. Setiap container berisi puluhan produk. Nilai produk setiap kali ekspor pun mencapai ratusan juta rupiah. ”Kalau sudah deal (setuju), kami bisa ekspor ke Slowakia, AS, dan Malaysia. Nilai per order 10.000 USD,” ucapnya. (Yoga)
Swasembada Pangan dengan Pendekatan Iptek
Cita-cita swasembada pangan pemerintahan baru sangat mungkin dicapai. Pendekatan ilmu pengetahuan dan teknologi harus dikedepankan. Prioritas Prabowo setelah menjabat presiden pada Minggu (20/10) adalah swasembada pangan, energi, dan merealisasikan program makan bergizi sekali sehari. Hal tersebut disampaikan dalam pidato awal jabatannya sebagai presiden pada Sidang Paripurna MPR, di Gedung Parlemen, Jakarta, Minggu. Pidato disampaikan usai Prabowo bersama Gibran mengucapkan sumpah janji dan jabatan sebagai presiden-wapres periode 2024-2029 (Kompas.id, 20/10/2024).
Dalam pidatonya, Prabowo menyatakan telah mencanangkan agar Indonesia segera berswasembada pangan, yang harus direalisasikan dalam waktu cepat. ”Kita tidak boleh tergantung sumber makanan dari luar. Dalam krisis, dalam keadaan genting, tidak ada yang akan mengizinkan barang-barang mereka untuk kita beli. Karena itu, tidak ada jalan lain, dalam waktu segera kita harus mencapai ketahanan pangan,” katanya. Pemerintah baru sebaiknya mendasarkan cita-cita swasembada pangan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi yang memadai.
Revolusi Hijau bisa menjadi contoh peningkatan produksi pangan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Langkah pertama, yaitu menyediakan SDM yang memadai. Pemerintahan Orde Baru melakukan langkah ini dengan mengirim orang-orang terbaik untuk studi pangan di luar negeri. Dalam perencanaan swasembada, pemerintah sebaiknya mengikutsertakan peneliti untuk menentukan lahan yang tepat, perlakuan terhadap lahan, dan menerapkan mekanisasi pertanian, mulai dari penanaman sampai panen. Di samping itu, tentu aspek perubahan iklim, sosiologi, dan juga komunikasi harus diadopsi agar pertanian pangan untuk mencapai swasembada tidak mengalami masalah. (Yoga)
Harapan pada Kembalinya Sri Mulyani Sebagai Menkeu
Kabinet Merah Putih. Demikian Presiden Prabowo menyebut kabinet periode 2024-2029. Untuk Menkeu, Prabowo kembali memercayakannya kepada Sri Mulyani, sosok yang populer di antara pemangku kepentingan bidang ekonomi. ”Walau saya tidak memilih Pak Jokowi dan Pak Prabowo, tetapi kalau Menkeu dijabat Sri Mulyani, saya bisa tenanglah. Setidaknya ekonomi Indonesia akan baik-baik saja dalam lima tahun ke depan.” Demikian komentar warganet pada akun resmi Sri Mulyani di Instagram, 17 Oktober 2024. Komentar ini menanggapi status Sri Mulyani yang mengunggah foto dirinya bersama Prabowo berikut ucapan selamat ulang tahun kepada Prabowo.
Komentar warganet di atas tidak unik. Tidak sedikit bahkan masyarakat yang mempersepsikan bahwa semua urusan ekonomi di bawah kewenangan menkeu. Sosok Sri Mulyani seolah dianggap sebagai jaminan mutu kabinet atau setidak-tidaknya bisa menjadi bantalan performa kabinet. ”Turut senang perekonomian negara kembali di bawah kepemimpinan Bu Sri. Semoga makin maju, makmur, dan adil,” kata seorang warga-net menanggapi unggahan Sri Mulyani terkait pelantikan di Istana Negara pada akun Instagram-nya, Senin (21/10). Namun, realitasnya tidak demikian. Kementerian-kementerian lain, sesuai fungsi dan tugasnya, punya peran strategis masing-masing. Hal ini merujuk pada proyeksi belanja negara pada APBN 2025 yang mencapai Rp 3.621 triliun. Bagi dunia usaha, relevansi kementerian sektoral sangat terasa. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









