;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Emiten Tingkatkan Laba Lewat Anak Usaha

23 Oct 2024
Strategi ekspansi sejumlah emiten sektor pertambangan untuk mendiversifikasi sumber pendapatan dan memanfaatkan peluang dalam ekosistem pendukung tambang. PT Petrosea Tbk (PTRO) mendirikan anak usaha, PT Petrosea Infrastruktur Nusantara (PT PIN), untuk mendukung aktivitas di bidang infrastruktur, sebagaimana disampaikan oleh Sekretaris Perusahaan Petrosea, Anto Broto. 

Langkah serupa diambil oleh PT Carsurin Tbk (CRSN) dengan mendirikan PT Carsurin Minerals Solutions (CMS) untuk meningkatkan kontribusi di masa depan, menurut Direktur Timotius Nugraha Tjahjana. PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) menjajaki bisnis baru, termasuk manufaktur baja dan penyewaan alat berat, untuk memperluas potensi pendapatan, meski belum ada kesepakatan yang final, ujar Sekretaris Perusahaan Sari Dewi.

PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) menggunakan strategi akuisisi dengan membeli saham PT Bumi Bintang Silika untuk memperluas kegiatan usaha di sektor eksplorasi batu kapur. Direktur DKFT, Feni Silviani Budiman, menegaskan bahwa langkah ini adalah strategi jangka panjang untuk memperluas izin usaha pertambangan.

Hendra Wardana, Founder Stocknow.id, dan Fath Aliansyah dari Lotus Andalan Sekuritas menilai bahwa pendirian anak usaha dan ekspansi adalah upaya untuk menggali potensi bisnis dan efisiensi, meskipun kinerja tetap tergantung pada prospek komoditas. Vicky Rosalinda dari Kiwoom Sekuritas menekankan pentingnya manajemen operasional dan keuangan dalam strategi ekspansi.

Hendra merekomendasikan saham PTRO dan DKFT, dengan target harga masing-masing Rp 17.800 dan Rp 200 per saham, karena kombinasi bisnis tambang dan infrastruktur PTRO serta stabilitas pengembangan sumber daya mineral DKFT.

Penjualan yang Membaik Dorong Kinerja

23 Oct 2024
PT United Tractors Tbk (UNTR) untuk tahun 2024, meski menghadapi beberapa tantangan di awal tahun. Tim analis Panin Sekuritas mencatat peningkatan kinerja pada Agustus 2024, didorong oleh permintaan alat berat yang membaik, terutama dari sektor pertambangan. UNTR berhasil menjual 390 unit alat berat di bulan Agustus, meningkat 18,2% secara bulanan.

Segmen bisnis UNTR lainnya juga menunjukkan potensi pertumbuhan. PT Pamapersada Nusantara (PAMA), unit kontraktor tambang UNTR, berkontribusi signifikan meski mencatat kinerja mendatar. Produksi emas melalui Agincourt Resources naik 5,8% secara tahunan, didorong oleh ekspektasi kenaikan harga emas global.

Research Analyst Phintraco Sekuritas, Nurwachidah, memproyeksikan peningkatan kinerja UNTR dari bisnis yang terkait komoditas, termasuk batubara dan emas, dengan sentimen positif dari konflik geopolitik di Timur Tengah dan ekspektasi kenaikan permintaan batubara dari China. Henry Wibowo dari JP Morgan Sekuritas Indonesia menyoroti potensi laba kuat UNTR, terutama dari bisnis kontraktor tambang.

UNTR memproyeksikan penjualan alat berat sekitar 4.500 unit, meningkat dari panduan sebelumnya. Analis merekomendasikan *buy* saham UNTR, dengan target harga bervariasi, mulai dari Rp 30.675 (Nurwachidah) hingga Rp 33.000 per saham (Reggie Parengkuan dari Indopremier Sekuritas). UNTR juga diuntungkan oleh integrasi anak usaha yang kuat, meski menghadapi tantangan dari kompetitor baru yang mengurangi pangsa pasar alat berat Komatsu.

Faktor Pendorong Optimisme Pasar

22 Oct 2024

Pelantikan kabinet baru di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendapat respons positif dari pelaku pasar. Kehadiran menteri berpengalaman dari pemerintahan sebelumnya meningkatkan optimisme, yang terlihat dari penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) sebesar 0,16% dan indeks obligasi komposit Indonesia (ICBI) sebesar 0,07%. Analis memperkirakan tren penguatan ini akan berlanjut, terutama dengan adanya program prioritas yang akan dijalankan di tahun pertama pemerintahan, dengan fokus pada sektor kesehatan dan pendidikan. Meskipun ada potensi beban anggaran akibat komposisi kabinet yang besar, banyak pihak berharap bahwa langkah-langkah ini dapat mendongkrak kinerja ekonomi Indonesia dalam lima tahun ke depan.

Mengejar Hasil Cepat

22 Oct 2024

Roda pemerintahan baru resmi bergulir setelah Presiden Prabowo Subianto melantik para menteri dan wakil menteri dalam Kabinet Merah Putih. Masyarakat memiliki harapan besar agar kabinet ini dapat segera menjalankan fungsi dan perannya, terutama dalam menghadapi tantangan dan pekerjaan rumah yang ada. Dengan dukungan anggaran sekitar Rp121 triliun, kabinet berencana mengimplementasikan program-program prioritas, seperti program makan siang bergizi, pembangunan infrastruktur kesehatan dan pendidikan, serta pengembangan lumbung pangan nasional.

Presiden Prabowo menekankan pentingnya kolaborasi dan koordinasi antar menteri untuk mencapai visi pemerintah, sementara pelaku usaha berharap adanya reformasi birokrasi dan kepastian hukum untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Meskipun banyak rencana strategis yang menjanjikan, keberhasilan implementasinya tetap bergantung pada kapasitas dan keberanian menteri dalam mengambil keputusan yang tepat. Masyarakat kini menantikan langkah nyata dari kabinet dalam 100 hari pertama pemerintahan untuk memastikan keberlangsungan dan efektivitas program-program tersebut.



Potensi Rebound Saham BUMN

22 Oct 2024

Dampak positif dari pembentukan Kabinet Merah Putih di bawah Presiden Prabowo Subianto terhadap emiten BUMN. Erick Thohir kembali ditunjuk sebagai Menteri BUMN, didampingi oleh tiga Wakil Menteri, yang membawa sinyal positif untuk keberlanjutan program-program BUMN. Fath Aliansyah dari Lotus Andalan Sekuritas menilai hal ini penting bagi restrukturisasi dan aksi korporasi emiten BUMN.

Sektor-sektor seperti infrastruktur, energi baru dan terbarukan, telekomunikasi, dan perbankan diprediksi mendapat sentimen positif dari program pemerintahan Prabowo, menurut Sukarno Alatas dari Kiwoom Sekuritas. Reza Priyambada dari Reliance Sekuritas mengamati potensi saham BUMN untuk trading jangka pendek, sementara Raden Bagus Bima melihat peluang di sektor perumahan yang dapat menguntungkan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR). 

Arjun Ajwani dari Infovesta Kapital Advisori merekomendasikan saham BUMN di sektor perbankan dan energi, serta mencermati peluang IPO BUMN yang diharapkan dapat menyuntikkan daya tarik tambahan bagi pasar modal. Strategi buy on weakness pada saham seperti SMGR, PGEO, dan JSMR juga disarankan oleh Sukarno, mengingat prospek pertumbuhan emiten BUMN yang kuat dalam jangka panjang.

Insentif Bawa Angin Segar untuk Emiten Properti

22 Oct 2024
Sentimen positif yang akan mendukung emiten properti di Indonesia selama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah merencanakan penghapusan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 11% dan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) sebesar 5% untuk jangka waktu satu hingga tiga tahun. Selain itu, program pembangunan tiga juta rumah per tahun diharapkan dapat meningkatkan daya beli properti melalui skema kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi.

Adrianto P. Adhi, Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), melihat penghapusan PPN dan BPHTB sebagai langkah yang memudahkan masyarakat membeli properti dan mendorong pertumbuhan penjualan. Direktur PT Ciputra Development Tbk (CTRA), Harun Hajadi, menyebut bahwa penghapusan PPN akan menyemarakkan industri properti, meskipun pengembang masih harus menanggung biaya tambahan karena PPN tidak bisa dikreditkan ke konsumen.

Perusahaan seperti PT Ciputra Development Tbk (CTRA) dan PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) siap memanfaatkan peluang ini dengan strategi ekspansi dan pengembangan proyek baru. MTLA misalnya, akan meluncurkan proyek residensial di Metland Cikarang dan Kertajati.

Analis seperti Vicky Rosalinda dari Kiwoom Sekuritas dan Nurwachidah dari Phintraco Sekuritas memperkirakan bahwa stimulus kebijakan pemerintah ini akan menjadi katalis positif bagi emiten properti, dengan prospek kinerja yang cerah di akhir 2024 dan berlanjut hingga 2025. Mereka merekomendasikan beli untuk saham-saham seperti CTRA, SMRA, dan PWON dengan potensi upside yang menarik.

Memperkuat Keuangan melalui Right Issue

22 Oct 2024
PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) mendapatkan respons positif atas rencana aksi korporasi melalui penawaran umum terbatas (PUT) sebanyak 5 miliar saham baru dengan dana yang diharapkan mencapai Rp 4,5 triliun. Sukarno Alatas dari Kiwoom Sekuritas Indonesia menilai rights issue ini akan memperbaiki rasio utang TOWR, meskipun laba bersih per saham akan turun. Christofer Konjongian dari Sucor Sekuritas memperkirakan bahwa pelunasan utang dengan dana rights issue akan menurunkan net gearing dan meningkatkan marjin bersih pada 2025, meskipun laba bersih per saham akan berkurang.

Aqil Triyadi dari Panin Sekuritas mencatat bahwa penurunan suku bunga Bank Indonesia dan The Fed akan memberikan dampak positif bagi TOWR dengan mengurangi beban bunga perusahaan. Selain itu, penggunaan dana rights issue untuk akuisisi, seperti rencana mengakuisisi serat optik PT Link Net Tbk (LINK) dan aset PT Indosat Tbk (ISAT), berpotensi membuka sumber pendapatan baru.

TOWR sebelumnya juga telah mengakuisisi PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST), yang diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap EBITDA perusahaan. Dengan ekspansi ini, TOWR diproyeksikan mengkonsolidasikan IBST pada kuartal III-2024. Christofer menyematkan rating "buy" dengan target harga Rp 1.500, sementara Sukarno dan Aqil merekomendasikan "hold" dengan target harga masing-masing Rp 885 dan Rp 930.

Ekspor Furnitur Rotan Gen Z Jabar

22 Oct 2024

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, UMKM yang digawangi generasi Z di Cirebon, Jabar, mampu mengekspor furnitur rotan. Meski tak mudah, kisah ini menunjukkan anak muda bisa ikut membangkitkan industri rotan domestik. Abdullah Fikri Ashri Rana Azizah (26) masih sibuk bergelut dengan persiapan ekspor produk rotan, Senin (21/10) sore. Ia bahkan tak sempat mengangkat ponselnya yang terus berdering. Ia hanya sempat membalas pesan. ”Besok ada stuffing (pemuatan barang) untuk ekspor,” kata Rana. Ekspor ke Perancis itu dilakukan PT Masagena Maruarar Salawasna dengan jenama (brand) Molja Furniture. Molja diambil dari penyebutan kata mulia. Molja dalam bahasa Swedia artinya petarung. Rana adalah salah satu pendiri sekaligus pemilik perusahaan furnitur itu. Produk yang diekspor berupa sofa bed berukuran panjang 200 cm, lebar 93 cm, dan tinggi 76 cm.

Produk itu berupa anyaman rotan berwarna krem dengan sofa putih di atasnya. Ia tak menyebut jumlah item-nya. Menurut rencana, satu kontainer berukuran besar atau 45 high cube akan diekspor ke Perancis pada Selasa (22/10). ”Kapalnya berangkat 25 Oktober,” ucap Rana. Ekspor kali ini merupakan yang ketiga pada tahun 2024. Sebelumnya, September lalu, Molja mengirim tiga container ukuran 20 kaki ke Perancis. Bagi Molja, ekspor ke negara yang dikenal sebagai pusat mode dunia ini sudah ketujuh kali sejak 2023. Total yang diekspor mencapai lebih dari 18 kontainer. Setiap container berisi puluhan produk. Nilai produk setiap kali ekspor pun mencapai ratusan juta rupiah. ”Kalau sudah deal (setuju), kami bisa ekspor ke Slowakia, AS, dan Malaysia. Nilai per order 10.000 USD,” ucapnya. (Yoga)


Swasembada Pangan dengan Pendekatan Iptek

22 Oct 2024

Cita-cita swasembada pangan pemerintahan baru sangat mungkin dicapai. Pendekatan ilmu pengetahuan dan teknologi harus dikedepankan. Prioritas Prabowo setelah menjabat presiden pada Minggu (20/10) adalah swasembada pangan, energi, dan merealisasikan program makan bergizi sekali sehari. Hal tersebut disampaikan dalam pidato awal jabatannya sebagai presiden pada Sidang Paripurna MPR, di Gedung Parlemen, Jakarta, Minggu. Pidato disampaikan usai Prabowo bersama Gibran mengucapkan sumpah janji dan jabatan sebagai presiden-wapres periode 2024-2029 (Kompas.id, 20/10/2024).

Dalam pidatonya, Prabowo menyatakan telah mencanangkan agar Indonesia segera berswasembada pangan, yang harus direalisasikan dalam waktu cepat. ”Kita tidak boleh tergantung sumber makanan dari luar. Dalam krisis, dalam keadaan genting, tidak ada yang akan mengizinkan barang-barang mereka untuk kita beli. Karena itu, tidak ada jalan lain, dalam waktu segera kita harus mencapai ketahanan pangan,” katanya. Pemerintah baru sebaiknya mendasarkan cita-cita swasembada pangan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi yang memadai.

Revolusi Hijau bisa menjadi contoh peningkatan produksi pangan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Langkah pertama, yaitu menyediakan SDM yang memadai. Pemerintahan Orde Baru melakukan langkah ini dengan mengirim orang-orang terbaik untuk studi pangan di luar negeri. Dalam perencanaan swasembada, pemerintah sebaiknya mengikutsertakan peneliti untuk menentukan lahan yang tepat, perlakuan terhadap lahan, dan menerapkan mekanisasi pertanian, mulai dari penanaman sampai panen. Di samping itu, tentu aspek perubahan iklim, sosiologi, dan juga komunikasi harus diadopsi agar pertanian pangan untuk mencapai swasembada tidak mengalami masalah. (Yoga)


Harapan pada Kembalinya Sri Mulyani Sebagai Menkeu

22 Oct 2024

Kabinet Merah Putih. Demikian Presiden Prabowo menyebut kabinet periode 2024-2029. Untuk Menkeu, Prabowo kembali memercayakannya kepada Sri Mulyani, sosok yang populer di antara pemangku kepentingan bidang ekonomi. ”Walau saya tidak memilih Pak Jokowi dan Pak Prabowo, tetapi kalau Menkeu dijabat Sri Mulyani, saya bisa tenanglah. Setidaknya ekonomi Indonesia akan baik-baik saja dalam lima tahun ke depan.” Demikian komentar warganet pada akun resmi Sri Mulyani di Instagram, 17 Oktober 2024. Komentar ini menanggapi status Sri Mulyani yang mengunggah foto dirinya bersama Prabowo berikut ucapan selamat ulang tahun kepada Prabowo.

Komentar warganet di atas tidak unik. Tidak sedikit bahkan masyarakat yang mempersepsikan bahwa semua urusan ekonomi di bawah kewenangan menkeu. Sosok Sri Mulyani seolah dianggap sebagai jaminan mutu kabinet atau setidak-tidaknya bisa menjadi bantalan performa kabinet. ”Turut senang perekonomian negara kembali di bawah kepemimpinan Bu Sri. Semoga makin maju, makmur, dan adil,” kata seorang warga-net menanggapi unggahan Sri Mulyani terkait pelantikan di Istana Negara pada akun Instagram-nya, Senin (21/10). Namun, realitasnya tidak demikian. Kementerian-kementerian lain, sesuai fungsi dan tugasnya, punya peran strategis masing-masing. Hal ini merujuk pada proyeksi belanja negara pada APBN 2025 yang mencapai Rp 3.621 triliun. Bagi dunia usaha, relevansi kementerian sektoral sangat terasa. (Yoga)