;
Kategori

Ekonomi

( 40733 )

Tercatat 30 Perusahaan TPT Skala Menengah Bangkrut Selama 2023-2024

28 Oct 2024

Pailitnya Grup Sritex ibarat fenomena gunung es. Betapa tidak, selain Sritex, tercatat 30 perusahaan tekstil dan produk tekstil (TPT) skala menengah bangkrut selama 2023-2024, dengan jumlah PHK mencapai 150 ribu orang. Jika ditambah dengan perusahaan TPT skala industri kecil dan menengah (IKM), total perusahaan yang tutup bisa mencapai 100 lebih. Tak ayal lagi, sektor TPT harus segera diselamatkan, dengan memberantas impor ilegal yang selama ini menjadi biang  keladi keterpurukan industri TPT. Banjir impor ilegal membuat sektor TPT saat ini mengalami krisis yang demikian parah, bahkan lebih parah dibanding saat pandemi Covid-19 atau awal 2000-an. 

Saat ini sektor TPT benar-benar terpuruk, dengan utilasi berkisar 40-50% baik di subsektor hulu, antara dan hilir, Impor ilegal juga diduga menjadi salah satu pemicu krisis Sritex. Salah satu memberantas  TPT ilegal membentuk satuan tugas (satgas) pengendalian impor yang dipimpin langsung oleh Presiden, posisi satgas ini sangat kuat dan bisa menindak siapa saja yang melindungi impor TPT ilegal. Adapun jika satgas hanya dibentuk oleh lembaga sekelas menteri, efektivitasnya diragukan, karena harus berhadapan dengan pejabat yang diduga mem-back-ing importir TPT ilegal. Pelaku industri TPT percaya, jika impor ilegal diberangus, sektor TPT bisa tumbuh, minimal 8% per tahun depan. Sebaliknya, jika impor TPT ilegal dibiarkan merajalela, sektor ini dipercaya akan terus kontraksi dan melanjutkan PHK massal. (Yetede)

Subsidi Motor Listrik Diharapkan Berkelanjutan untuk Tahun Depan

28 Oct 2024

Pemberian subsidi motor listrik (molis) masih menjadi salah satu harapan utama industri otomotif dalam mengembangkan pasar molis. Untuk itu, diharapkan subsidi tersebut berlanjut pada tahun depan. Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) Budi Setiadi menerangkan, pemberian subdidi molis terbukti mempecepat penyebaran molis di masyarakat. Berdasarkan data dari Sistem Infromasi Bantuan Pembelian Kendaraan Bermotor Listri Roda Dua (Sisapira). 60.802 unit kendaraan diterima masyarakat di Tahun 2024. Hasil tersebut jauh melampaui capaian sepanjang 2023 sebanyak 11.532 unit. 

"Artinya, ada sekitar total 70.000-an unit kendaraan molis yang sudah sampai kepada masyarakat," jelas dia kepada Investor Daily. Budi menjelaskan, Presiden Prabowo beberapa kali menyebut masalah energi, transisi energi atau berpihak kepada green energi. Salah satunya bisa dengan mendorong pergerakan sepeda motor listrik. "Nah kalau ini memang ada tentunya mungkin pasti akan dialihkan atau dicarikan anggaran untuk mendukung itu. Kalau subsidi diteruskan pasti kita sudah siap. karena sebetulnya 2025 kita sudah dapat informasi saat itu bahwa subsidi akan berlanjut," kata dia. jadi, lanjut Budi, semua industri pastinya akan bersiap dengan produksi yang mungkin sesuai dengan kuota atau kapasitas yang maksimal. (Yetede)

Penyaluran Kredit UMKM Kembali Bangkit Setelah Sempat Turun

28 Oct 2024

Penyaluran kredit UMKM kembali bangkit setelah lama mengalami penurunan sejak awal tahun. Salah satu sektor yang menopang pertumbuhan kredit UMKM adalah usaha kecil.  Data Uang Beredar Indonesia (BI) menyoroti perkembangan kredit UMKM per September 2024, dimana kredit skala kecil terlihat tumbuh 6,6% secara year on year (yoy), naik dibandingkan sebulan sebelumnua yang hanya tumbuh 4,0% yoy. Kenaikan kredit skala kecil ini dilihat sebagai penopang utama untuk keseluruhan kredit kepada UMKM yang tumbuh sebesar 5% yoy dari bulan sebelumnya yang 4,3% yoy. Sementara itu, kalau dilihat dari sisi penggunaan, kredit UMKM ini ditopang oleh pertumbuhan kredit investasi 13,2% yoy dan kredit modal kerja 2,2% yoy. 

"Penyaluran kredit kepada UMKM pada September tumbuh 5,0% yoy, meningkat pertumbuhan pada Agustus 4,3%. Pertumbuhan penyaluran kredit UMKM terutama pada skala kecil 6,6% yoy," ungkap Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso. Adapun penyaluran kredit UMKM ini memang terlihat kembali bangkit setelah mengalami penurunan sejak Feruari 2024. Kredit UMKM yang saat itu (Februari) tumbuh 8,9% per maret, kemudian turun lagi ke 8,1% per April, dan Mei menjadi 7,3%. Pada Juni, turun menjadi 5,6% dan Juli 5,1% hingga mencapai level terendah pertumbuhan 4,3% yoy per Agustus 2024. Tapi, kemudian mulai bangkit dengan mencatat pertumbuhan sebesar 5% per September 2024. (Yetede)

AWS Perusahaan Penyedia Cloud Computing Global Luncurkan Inkubator Pendidikan Pertama di RI dan Asean

28 Oct 2024

Amazon Web Services (AWS), perusahaan penyedia cloud computing global, mengumumkan peluncuran lab edukasi baru, yang berfungsi sebagai inkubator pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Karawang, Indonesia. Lab edukasi ini menjadi think bag space pertama di Indonesia dan Asia Tenggara (Asean). Lab edukasi ini menyediakan ruang khusus bagi siswa, pendidik, dan anggota komunitas untuk mengeksplorasi ide dan proyek terkait sains, teknologi, teknik, seni, dan matematika (STEAM) melalui pendidikan teknis dan pelatihan cloud computing yang interaktif. "AWS Think Bag Space diharapkan memilik dampak positif bagi masyarakat dengan menyediakan lingkungan belajar yang menstimulasi bagi siswa dan pelajar untuk mengekplorasi teknologi futuristik seperti artificial intelegence (AI) dan robotika," kata Manajer, Operasi Pusat Data, AWS Indonesia Winu Adiarto dalam keterangan persnya. Winu menambahakan, AWS akan membantu mengembangkan pimpinan IT masa depan Indonesia melalui komitmennya untuk mengembangkan ketrampilan digital. AWS berkomitmen untuk memberdayakan ratusan ribu orang Indonesia dari semua latar belakang dengan kemahiran cloud pada tahun 2025 untuk mendukung inisiatif nasional Merdeka Belajar. (Yetede)

Pentingnya Likuiditas Cukup bagi Perbankan

28 Oct 2024

Perbankan Indonesia mulai menghadapi tantangan dalam menghimpun dana masyarakat, meskipun awal tahun 2024 menunjukkan pertumbuhan yang positif. Setelah mencapai pertumbuhan tertinggi DPK pada Mei 2024, laju pengumpulan dana melambat hingga Agustus 2024, dipengaruhi oleh biaya dana yang meningkat. Namun, meskipun ada penurunan dalam pertumbuhan DPK, likuiditas perbankan masih terjaga dengan baik, seperti yang ditunjukkan oleh rasio alat likuid terhadap DPK yang berada di atas ambang batas yang aman.

Wakil Menteri Keuangan, yang tidak disebutkan namanya dalam artikel, mengingatkan bahwa likuiditas tetap cukup longgar, berkat kebijakan Bank Indonesia yang terus mendukung pelonggaran likuiditas dan insentif bagi perbankan untuk menyalurkan kredit. Dengan kebijakan likuiditas makroprudensial dan penurunan suku bunga acuan, diharapkan pertumbuhan DPK dapat kembali meningkat, mendukung penciptaan lapangan kerja, terutama untuk sektor UMKM dan kredit hijau. Di sisi lain, pengawasan terhadap LDR yang meningkat tetap terjaga, menandakan bahwa perbankan masih mampu mengelola dana dengan baik.


Industri Tekstil Membutuhkan Kebijakan yang Sinkron

28 Oct 2024

Pentingnya penyesuaian kebijakan antarkementerian dan lembaga untuk menyelamatkan industri tekstil yang tengah tertekan. Redma G. Wirawasta, Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI), menyoroti perlunya koordinasi yang lebih baik antar kementerian, terutama antara Kementerian Perindustrian, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perdagangan. Dia mencatat bahwa kebijakan impor, seperti Peraturan Menteri Perdagangan No. 8/2024, justru membebani industri tekstil nasional, yang dapat mengakibatkan penurunan kinerja sektor ini.

Redma juga menegaskan bahwa tantangan seperti pengelolaan impor ilegal dan rencana kenaikan pajak perlu diatasi untuk mendukung perbaikan industri manufaktur. Dia mengingatkan bahwa untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang ambisius, sektor industri harus tumbuh secara signifikan, sementara dalam lima tahun terakhir pertumbuhannya hanya mencapai 4% hingga 4,5%. Opsi kebijakan yang diajukan untuk menyelamatkan industri tekstil termasuk penerapan safeguard dan bea masuk tindakan pengamanan. Secara keseluruhan, upaya kolaboratif antara kementerian sangat krusial untuk menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi pertumbuhan industri tekstil di Indonesia.


Tantangan Besar Prabowo: Membangun Kepercayaan Pasar

28 Oct 2024
Harapan dan kekhawatiran terhadap prospek pasar modal di bawah pemerintahan baru Presiden Prabowo Subianto. Meskipun ada optimisme terkait program pemerintah, sejumlah analis dan praktisi pasar modal mengungkapkan keraguan, terutama terkait efisiensi anggaran dan komposisi kabinet yang dianggap terlalu gemuk.

Riska Afriani, seorang praktisi pasar modal, menilai stabilitas politik dan ekonomi makro dalam 100 hari pertama pemerintahan akan menjadi kunci untuk meredakan keraguan pasar. Agung Ramadoni, Head of Equities Investment di Berdikari Manajemen Investasi, menyoroti pentingnya anggaran yang produktif untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi yang ambisius, yaitu 8%. Namun, ia mengakui bahwa target ini menantang, terutama dalam kondisi geopolitik yang memanas.

Ferry Latuhihin, seorang ekonom senior, mengkritik kabinet yang didominasi wajah lama dari era pemerintahan sebelumnya. Ia menekankan perlunya reformasi birokrasi dan pengembangan ekonomi hijau sebagai mesin pertumbuhan baru, yang sayangnya tidak disebutkan dalam pidato Presiden Prabowo.

Seorang treasuri bank Eropa di Singapura juga mengomentari bahwa masuknya Sri Mulyani ke kabinet tidak lagi menjadi daya tarik bagi investor. Ia menyoroti kekhawatiran bahwa kabinet besar lebih berorientasi pada kepentingan politik ketimbang efisiensi anggaran, terutama di tengah kondisi ekonomi yang melemah, dengan penurunan daya beli kelas menengah dan peningkatan angka PHK.

Secara keseluruhan, masih diperlukan waktu untuk mengembalikan kepercayaan investor, mengingat tantangan-tantangan ini.

Perlu Langkah Cepat untuk Meningkatkan Daya Beli

28 Oct 2024
perlunya kebijakan segera dari pemerintah untuk mengatasi melemahnya daya beli masyarakat, yang berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi. Wahyu Utomo, Kepala Pusat Kebijakan APBN BKF Kementerian Keuangan, menjelaskan bahwa pemerintah telah mengimplementasikan berbagai kebijakan seperti stabilisasi harga pangan, pengendalian inflasi, dan program perlindungan sosial. Namun, efektivitas kebijakan ini masih dipertanyakan.

M. Rizal Taufikurrahman, ekonom dari Indef, mengkritik lambannya respons pemerintah dalam menangani penurunan daya beli, terutama di kalangan kelas menengah. Ia menekankan pentingnya prioritas pada sektor informal untuk menjaga stabilitas konsumsi.

Wijayanto Samirin, ekonom Universitas Paramadina, menyarankan beberapa langkah jangka pendek, termasuk insentif fiskal bagi sektor unggulan, kebijakan keuangan untuk membantu dunia usaha, pengendalian impor, pemberantasan pungli, dan perluasan perjanjian perdagangan bebas. Menurutnya, langkah-langkah ini dapat membantu meningkatkan daya beli dan daya saing produk domestik di pasar internasional.

Peluang di Tengah Musim Laporan Kinerja

28 Oct 2024
Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meski musim rilis laporan keuangan kuartal III-2024 telah dimulai. Dimas Krisna Ramadhani, Equity Analyst Indo Premier Sekuritas, menyebut bahwa koreksi IHSG dipicu oleh aksi distribusi investor asing dan pola konsolidasi IHSG yang fluktuatif.

Ratih Mustikoningsih, Financial Expert Ajaib Sekuritas, menilai bahwa aksi profit taking pada saham big caps, serta dinamika politik di AS dan konflik Timur Tengah, turut memengaruhi pelemahan IHSG. Investor cenderung beralih ke aset rendah risiko seperti dolar AS.

Oktavianus Audi, Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas, mencatat bahwa rilis kinerja keuangan emiten big caps seperti BBCA dan BBNI sesuai ekspektasi, sedangkan UNVR di bawah ekspektasi. Pelaku pasar masih menunggu rilis laporan emiten lainnya sebagai sentimen penggerak IHSG.

Eddy Wijaya, Analis Sinarmas Sekuritas, memproyeksikan IHSG akan bergerak dalam rentang support 7.633–7.595 dan resistance 7.794–7.910. Ia merekomendasikan strategi cicil bertahap dan buy on support untuk saham seperti BBCA, AMRT, ESSA, KKGI, dan TSPC. Dimas merekomendasikan saham PNLF, DSSA, dan AMRT, sedangkan Ratih merekomendasikan buy BMRI dan CPIN, serta buy on weakness ANTM dan TINS.

Secara keseluruhan, pelemahan IHSG dipengaruhi oleh aksi profit taking, sentimen global, dan rilis kinerja emiten yang bervariasi. Pelaku pasar masih cenderung bersikap wait and see menantikan laporan keuangan lainnya.

Beban Utang Jadi Tantangan bagi BUMN Karya

28 Oct 2024
Optimisme emiten BUMN Karya terhadap kinerja mereka di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, terutama melalui peluang dari proyek quick win yang termasuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 sebesar Rp 121 triliun. Proyek-proyek tersebut meliputi pembangunan infrastruktur seperti rumah sakit dan renovasi sekolah.

Mahendra Vijaya, Sekretaris Perusahaan PT Wijaya Karya (WIKA), menyatakan optimismenya bahwa WIKA dapat menjadi mitra strategis dalam mendukung program pemerintah, mengingat portofolio mereka dalam pembangunan sarana publik. Sepanjang 2024, WIKA telah menyelesaikan delapan Proyek Strategis Nasional (PSN) senilai Rp 3,8 triliun dan mengejar proyek tambahan di kuartal IV-2024.

Joko Raharjo, Sekretaris Perusahaan PT PP Tbk (PTPP), menyebut bahwa PTPP tetap fokus pada penguatan bisnis inti di bidang konstruksi serta perampingan portofolio melalui asset recycling dan divestasi. Hingga kuartal III-2024, PTPP memiliki 40 proyek PSN dengan total kontrak Rp 47,5 triliun.

Namun, Sukarno Alatas, Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, menyoroti beban utang tinggi emiten BUMN Karya dan pentingnya perhatian pemerintah terhadap restrukturisasi ini. Sukarno memprediksi kinerja PTPP dan ADHI berpeluang membaik, dengan rekomendasi harga target PTPP di Rp 500 dan ADHI di Rp 330.

Hendra Wardana, Founder Stocknow.id, menegaskan bahwa risiko di BUMN Karya tetap tinggi jika tidak ada restrukturisasi keuangan dan manajemen yang lebih ketat, menekankan perlunya keseimbangan antara pembiayaan proyek dan rasio utang.

Secara keseluruhan, emiten BUMN Karya optimis terhadap peluang dari proyek quick win pemerintahan baru, meskipun tantangan berupa beban utang dan kebutuhan restrukturisasi tetap menjadi perhatian.