Ekonomi
( 40460 )Transformasi Pertanian dan Penguatan Kelas Menengah
Penurunan jumlah dan peran kelas menengah di Indonesia, yang telah menjadi perhatian serius. Tidak hanya jumlahnya yang menyusut hampir 10 juta orang dalam lima tahun, tetapi juga kualitas pekerjaan dan keterampilan yang ada di sektor ini mengalami penurunan. Transformasi struktural ekonomi Indonesia dari sektor pertanian menuju industri dan jasa tidak berjalan mulus, dengan banyak tenaga kerja yang beralih tanpa keterampilan yang memadai.
Data menunjukkan bahwa pangsa sektor pertanian menurun, sedangkan sektor jasa meningkat. Namun, kualitas tenaga kerja di sektor jasa sering kali rendah, yang berkontribusi pada tantangan dalam mencapai status negara maju. Pandemi Covid-19 memperburuk kondisi ini, menyebabkan kelas menengah mengalami stagnasi kesejahteraan dan ancaman PHK yang serius.
Penurunan kelas menengah, yang sekarang mencapai 47,85 juta orang (17,13% dari total populasi), mencerminkan sensitivitas mereka terhadap kebijakan ekonomi dan politik. Tanpa kebijakan yang tepat untuk memperbaiki kondisi ini, prospek pertumbuhan dan kesejahteraan kelas menengah di Indonesia akan tetap terancam.
Perubahan Insentif Likuiditas Perbankan
Pentingnya penyaluran kredit ke sektor padat karya untuk meningkatkan lapangan pekerjaan dan mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Yuddy Renaldi, Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. (Bank BJB), menyatakan bahwa dengan meningkatkan penyaluran kredit ke sektor seperti pertanian, industri pengolahan, dan perdagangan, pendapatan masyarakat akan meningkat, yang pada gilirannya akan mendorong konsumsi.
Bank BJB telah menyalurkan lebih dari 15% kreditnya ke sektor padat karya. Selain itu, PT Bank Tabungan Negara (BTN) juga mendukung langkah ini karena sektor perumahan dapat menyerap tenaga kerja secara signifikan. Pihak bank lain, seperti BCA dan Bank Oke Indonesia, juga mencatat potensi positif dari kebijakan ini, meskipun ada tantangan dalam manajemen risiko yang perlu diperhatikan.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengumumkan rencana untuk memberikan insentif likuiditas kepada bank yang menyalurkan kredit ke sektor-sektor prioritas padat karya. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan kredit dan menciptakan lapangan kerja, yang sangat penting untuk stabilitas ekonomi nasional. Namun, tantangan dalam penyaluran kredit ke sektor padat karya, yang cenderung tumbuh lebih lambat, tetap menjadi perhatian.
Industri Properti Butuh Peran Swasta untuk Program 3 Juta Rumah
Rencana pemisahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perumahan Rakyat yang akan segera direalisasikan oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka. Maruarar Sirait diusulkan sebagai menteri untuk Kementerian Perumahan Rakyat, dengan anggaran sebesar Rp51 triliun di tahun pertama untuk merealisasikan program pembangunan 3 juta unit rumah per tahun.
Hashim S. Djojohadikusumo, Ketua Satuan Tugas Perumahan, menegaskan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas hunian di pedesaan dan perkotaan. Program ini akan melibatkan berbagai skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi dari PT Bank Tabungan Negara (BTN), dengan fokus pada rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan pembangunan hunian vertikal di daerah urban.
Dari perspektif perumahan, pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta juga ditekankan, agar program ini dapat tercapai secara efektif dan berkelanjutan. Hal ini menunjukkan langkah konkret pemerintah untuk meningkatkan aksesibilitas perumahan bagi masyarakat Indonesia.
Bumi Siak Pusako Rayakan Optimisme di HUT ke-23
Perkembangan signifikan yang dicapai PT Bumi Siak Pusako (BSP) di bawah kepemimpinan Direktur Iskandar. Sejak sepenuhnya mengelola Blok Coastal Plains and Pekanbaru (CPP) dari Pertamina pada 2022, BSP berkomitmen untuk mengelola sumber daya secara efisien dan profesional, dengan target produksi minyak mencapai 8.500 barel per hari hingga akhir tahun. Iskandar menegaskan pentingnya dukungan dari pemerintah dan stakeholder untuk mengatasi tantangan, termasuk proses perizinan yang panjang.
BSP juga menunjukkan dedikasi dalam tanggung jawab sosial melalui program CSR di bidang pendidikan, sambil tetap fokus pada eksplorasi dan peningkatan produksi. Dengan pencapaian laba bersih tertinggi sepanjang sejarah perusahaan, BSP optimis dapat terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan pembangunan di Riau.
Menpar Baru Dihadapkan Target 17 Juta Wisman
Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka 2024-2029, Menteri Pariwisata diharapkan untuk serius mencapai target 17 juta wisatawan mancanegara (wisman) sepanjang tahun 2024. Sekretaris Jenderal Asita, Budijanto Ardiansjah, mengungkapkan bahwa hingga Agustus 2024, jumlah kunjungan wisman baru mencapai 9,09 juta, sehingga menteri baru perlu merumuskan strategi agar target tersebut dapat tercapai, atau setidaknya mendekatinya. Selain itu, peningkatan kualitas pariwisata dan kebijakan bebas visa kunjungan singkat juga menjadi fokus penting untuk meningkatkan devisa. Budijanto menyambut baik rencana pemisahan Kementerian Pariwisata dari Kementerian Ekonomi Kreatif, yang diharapkan dapat mempercepat kinerja sektor pariwisata.
Malaysia Jadi Target Raksasa Teknologi untuk Investasi
Indonesia perlu mengakui bahwa Malaysia kini lebih unggul dalam menarik investasi di sektor teknologi, terutama dalam industri cip dan data center. Dalam beberapa tahun terakhir, Malaysia telah berhasil menarik perhatian perusahaan teknologi global seperti Microsoft, Amazon, dan Google, yang berinvestasi hingga Rp160,8 triliun di negara tersebut. Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi menjelaskan bahwa pilihan Google untuk berinvestasi di Malaysia lebih dipengaruhi oleh tarif listrik yang lebih murah, kebijakan bebas pajak, dan kepastian hukum yang lebih baik. Sementara itu, investasi Indonesia di sektor ini masih tertinggal, dengan total investasi dari perusahaan-perusahaan besar hanya mencapai Rp25 triliun. Situasi ini menunjukkan perlunya Indonesia untuk mengevaluasi kebijakan dan infrastruktur guna meningkatkan daya saing di pasar investasi teknologi.
Kritik Terhadap Kabinet Gemoy Prabowo
Investasi Jangka Panjang Tidak Lagi Jadi Andalan
Bisnis Telkom (TLKM) Menerima Sentimen Positif
Menantikan Data Baru dari Amerika Serikat
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









