Transformasi Pertanian dan Penguatan Kelas Menengah
Penurunan jumlah dan peran kelas menengah di Indonesia, yang telah menjadi perhatian serius. Tidak hanya jumlahnya yang menyusut hampir 10 juta orang dalam lima tahun, tetapi juga kualitas pekerjaan dan keterampilan yang ada di sektor ini mengalami penurunan. Transformasi struktural ekonomi Indonesia dari sektor pertanian menuju industri dan jasa tidak berjalan mulus, dengan banyak tenaga kerja yang beralih tanpa keterampilan yang memadai.
Data menunjukkan bahwa pangsa sektor pertanian menurun, sedangkan sektor jasa meningkat. Namun, kualitas tenaga kerja di sektor jasa sering kali rendah, yang berkontribusi pada tantangan dalam mencapai status negara maju. Pandemi Covid-19 memperburuk kondisi ini, menyebabkan kelas menengah mengalami stagnasi kesejahteraan dan ancaman PHK yang serius.
Penurunan kelas menengah, yang sekarang mencapai 47,85 juta orang (17,13% dari total populasi), mencerminkan sensitivitas mereka terhadap kebijakan ekonomi dan politik. Tanpa kebijakan yang tepat untuk memperbaiki kondisi ini, prospek pertumbuhan dan kesejahteraan kelas menengah di Indonesia akan tetap terancam.
Tags :
#PertanianPostingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Ketahanan Investasi di Sektor Hulu Migas
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023