Menantikan Data Baru dari Amerika Serikat
Rupiah kembali menunjukkan penguatan terhadap dolar AS pada 17 Oktober, dengan nilai tukar spot berada di Rp 15.507 per dolar AS, meningkat tipis 0,02%. Menurut Ibrahim Assuaibi, Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, penguatan ini didorong oleh respons positif pasar terhadap kabar susunan kabinet baru Prabowo Subianto. Selain itu, keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 6% juga turut memberikan dukungan terhadap nilai rupiah, sebagaimana disampaikan oleh pengamat mata uang dan komoditas, Lukman Leong.
Meski demikian, Lukman memperingatkan bahwa pergerakan rupiah selanjutnya akan dipengaruhi oleh data penjualan ritel dan klaim pengangguran di AS, dengan proyeksi nilai tukar berada di kisaran Rp 15.475 hingga Rp 15.575. Ibrahim juga memberikan perkiraan serupa, memproyeksikan nilai tukar akan berada di rentang Rp 15.430 hingga Rp 15.520 per dolar AS.
Tags :
#Nilai TukarPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023