Harga yang Melambung Mendorong Lonjakan Ekspor Kopi
Industri kopi Indonesia menunjukkan performa yang mengesankan di pasar internasional, dengan ekspor mencapai 342.330 ton senilai US$ 1,49 miliar pada Januari-September 2023, meningkat 29,56% dibandingkan tahun lalu. Surplus neraca perdagangan kopi Indonesia tercatat US$ 1,17 miliar, dengan kopi robusta menjadi produk yang paling banyak diekspor, terutama ke Filipina.
Moelyono Soesilo, Ketua Departemen Specialty & Industri BPP Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI), menjelaskan bahwa lonjakan nilai ekspor ini dipicu oleh kenaikan harga kopi robusta di pasar internasional, yang sempat mencapai US$ 5.300 per ton. Meskipun volume ekspor kopi mengalami penurunan awal tahun, harga yang menguntungkan memberikan dampak positif pada nilai ekspor.
AEKI juga mengamati bahwa permintaan dari pasar tradisional, termasuk Asia Tenggara, Amerika Serikat, dan Jepang, tetap stabil, meskipun ekspor ke Eropa melemah karena penundaan kebijakan antideforestasi Uni Eropa. Moelyono menekankan pentingnya menyelesaikan kontrak yang ada, mengingat masa panen kopi sudah berakhir.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023