MARK Giatkan Penjualan Ekspor untuk Tingkatkan Kinerja
PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) berfokus untuk meningkatkan penjualan cetakan sarung tangan di pasar global pada sisa tahun 2024, didorong oleh kebijakan moneter global yang mulai longgar. Ridwan Goh, Presiden Direktur MARK, menjelaskan bahwa penurunan suku bunga acuan bank sentral AS, The Fed, diharapkan dapat meningkatkan penjualan sarung tangan ke AS, mengingat suku bunga yang lebih rendah umumnya merangsang pertumbuhan ekonomi dan perdagangan produk kesehatan.
Sekitar 50% penjualan cetakan sarung tangan MARK ditujukan ke Malaysia, yang merupakan pemain utama di industri sarung tangan global. Potensi permintaan dari Malaysia diperkirakan meningkat seiring dengan rencana AS untuk menaikkan tarif bea masuk impor sarung tangan medis dan bedah asal China. Ridwan juga menggarisbawahi pentingnya keberlanjutan kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) bagi operasional perusahaan, mengingat pasokan gas yang stabil sangat vital untuk produktivitas.
MARK optimis dapat mencapai target pendapatan sebesar Rp 800 miliar dan laba bersih sebesar Rp 250 miliar pada tahun 2024. Target ini didasarkan pada tren penjualan cetakan sarung tangan yang terus meningkat dan proyeksi utilisasi produksi yang mencapai 60%-65% dari kapasitas total pabrik, yang terletak di Sumatra Utara dengan kapasitas 2 juta unit per bulan. Pada semester I-2024, MARK mencatatkan pendapatan sebesar Rp 455,35 miliar, meningkat 73,39% dibandingkan tahun lalu, dengan laba bersih mencapai Rp 147,20 miliar, naik 128,35% yoy, didorong oleh penjualan ekspor yang menyumbang sekitar 83% dari total pendapatan.
Tags :
#KorporasiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023