;
Kategori

Ekonomi

( 40512 )

Berhati-hati Bukalapak Akan Gunakan Sisa Dana IPO Rp 9,9 Triliun

17 Jan 2025
PT Bukalapak.com Tbk memasuki tahun keempat tercatat sebagai perusahaan terbuka. Namun, di awal 2025, perseroan masih menyisakan lebih dari 40 persen dana jumbo yang dihimpun dari aksi penawaran saham perdana. Manajemen berkomitmen memanfaatkan sisa dana itu untuk pengembangan usaha perseroan dan anak usaha. CEO BukaFinancial and Commerce Bukalapak Victor Putra Lesmana dalam acara keterbukaan publik secara daring, Kamis (16/1/2025), mengungkapkan, mereka telah memanfaatkan Rp 11,9 triliun atau 56 persen dari total Rp 21,85 triliun, yang diperoleh dari penawaran saham perdana kepada publik (initial public offering/IPO) pada Agustus 2021. Per 14 Januari tahun 2025, Bukalapak masih menyisakan dana Rp 9,9 triliun. ”Sisa dana ini akan digunakan untuk pengembangan usaha perseroan, entitas anak usaha kami, dan investasi. Kami optimistis penggunaan dana sisa dapat dilakukan hingga akhir 2025 untuk mendukung pertumbuhan melalui strategi baru Bukalapak,” kata Victor.

Sejak 2021, manajemen mentransformasi Bukalapak dari penyedia platform bisnis lokapasar dan penjualan daring produk fisik menjadi penyedia bisnis produk virtual, gim, ritel, investasi, dan Mitra Bukalapak. Produk itu tersebar di sejumlah platform dengan jenama masing-masing. Strategi itu dikukuhkan dengan menghentikan secara bertahap layanan penjualan produk fisik di platform Bukalapak mulai Februari 2025. Perluasan usaha ke bisnis virtual, menurut Victor, membuat layanan penjualan produk fisik di lokapasar Bukalapak kini hanya berkontribusi kurang dari 3 persen terhadap total pendapatan perusahaan. Adapun bisnis lokapasar secara keseluruhan mencakup 50-60 persen ekosistem usaha Bukalapak. Di sisi lain, Victor mengakui, mereka masih berhati-hati menggunakan dana IPO yang tersisa di kantong untuk pengembangan bisnis. Ia menyebut, industri mereka masih menghadapi tantangan ekonomi dan politik, baik nasional maupun global.

”Kami memastikan kehati-hatian penggunaan dana agar tidak digunakan dalam bisnis yang bisa mengurangi keuntungan perusahaan. Kami terus mencari peluang baru dengan prinsip kehati-hatian. Kami pastikan perusahaan akan alami pertumbuhan berkelanjutan dan menciptakan nilai tambah bagi masyarakat,” tuturnya. Kinerja keuangan Bukalapak, per triwulan III-2024, mencatat perbaikan dengan menyusutnya rugi bersih perusahaan menjadi Rp 597,34 miliar dari rugi bersih sebesar Rp 776,22 miliar pada periode yang sama pada tahun sebelumnya. Hal ini ditopang pendapatan yang sebesar Rp 3,40 triliun, tumbuh tipis dari periode sama tahun 2023 sebesar Rp 3,34 triliun. Secara mendetail, pendapatan Bukalapak dalam sembilan bulan di 2024 mayoritas berasal dari usaha lokapasar sebesar Rp 1,736 triliun. Pendapatan segmen itu meningkat 0,17 persen dari Rp 1,733 triliun di 2023. (Yoga)

Transportasi Publik Butuh Dukungan Pemda

17 Jan 2025
Kementerian Perhubungan menghentikan bantuan dana kepada sejumlah daerah yang dinilai berhasil mengembangkan program beli layanan atau buy the service dalam transportasi publik. Di sisi lain, daerah merasa masih membutuhkan dukungan ketika ekosistem transportasi publik telah terbentuk. Bus Trans Metro Pekanbaru, Riau, misalnya, telah merintis pembangunan bus sebagai angkutan umum massal sejak 2009. Kini, Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru memiliki sekitar 105 unit meski hanya 34 unit yang beroperasi. Keterbatasan anggaran menghambat operasionalisasi seluruh armada. ”Paling tidak, idealnya, kami bisa operasikan 50 persen, sekitar 50-60 unit sehari untuk mendapatkan standar pelayanan,” ujar Kepala Dishub Kota Pekanbaru Yuliarso saat dihubungi dari Jakarta, Kamis (16/1/2025).

Selama ini, pemerintah daerah menganggarkan sekitar Rp 32 miliar per tahun. Besaran itu mencakup seluruh komponen dalam operasionalisasi bus Trans Metro Pekanbaru, antara lain bahan bakar, perawatan, serta gaji pengemudi dan kondektur. Ruang gerak pemda terbatas dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemda. Dalam regulasi tersebut, transportasi masih termasuk urusan wajib nondasar. Prioritasnya masih di bawah pendidikan dan kesehatan. Kota Semarang, Jawa Tengah, juga menjadi kota lain yang berhasil mandiri. Koordinator Staf Pengendalian dan Pengawasan Armada Badan Layanan Umum Trans Semarang Sobirin mengemukakan, bus dapat dikomersialisasikan melalui penamaan halte. Pemasukan itu dapat menutup operasionalisasi Trans Semarang sekitar Rp 31 miliar dari total kebutuhan Rp 250 miliar.

Apresiasi atas kemandirian Keputusan Kemenhub menghentikan bantuan sistem transportasi massal perlu dikaji mendalam. Selama ini, bantuan diberikan untuk memicu agar pemda dapat melanjutkan keberlangsungan angkutan massal, antara kapasitas fiskal daerah rendah dan komitmen untuk melanjutkan program. ”Artinya, kalau semua daerah menghentikan (program), tidak ada support dari pusat, perlu dilihat lagi apakah secara fiskal sangat rendah hingga alokasi terkait keberlanjutan angkutan massal tidak bisa dilanjutkan atau memang kebijakan pemda yang kurang pro,” kata Ketua Forum Pembiayaan Infrastruktur Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Muhammad Saifullah. Kemenhub dapat menentukan pemberian bantuan berdasarkan kemampuan fiskal dengan perencanaan program, diikuti komitmen alokasi dana pemda. Setelah itu, program buy the service (BTS) ini dapat diberikan. Dari lima koridor, misalnya, Kemenhub dapat membantu 1-2 koridor. Dalam laporan terakhir, Kemenhub menganggarkan Rp 437,9 miliar pada 2024 untuk program BTS di 11 kota dengan total 46 koridor. (Yoga)

Seusai Puluhan Miliar Jalur Pedestrian Menanti Perbaikan Drainase

17 Jan 2025
Wajah kawasan Tugu Religi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, berubah sejak penataan jalur pedestrian senilai puluhan miliar rupiah dikerjakan. Keberadaan jalur pedestrian lebar dengan berbagai ornamen menarik kedatangan banyak warga. Namun, drainase yang bermasalah tak terjamah sehingga banjir kian sering terjadi. Sejak pagi hingga senja, masyarakat ramai mendatangi kawasan Tugu Religi. Sebagian dari mereka berjalan kaki atau berlari di trotoar yang lebar. Sebagian lain duduk-duduk di jejeran kursi yang telah terpasang. Lampu jalan yang berjejer rapat menambah suasana syahdu kawasan yang dibangun dengan ”meniru” kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, itu. Sejak beberapa waktu lalu, trotoar selebar 2 hingga 3 meter telah terbangun di kiri dan kanan jalan kawasan itu.

Ratusan kursi besi juga telah terpasang meski beberapa penampangnya telah rusak atau hilang. Ornamen beton berbentuk bulat yang cukup untuk menjadi tempat duduk berjejer di depan kursi. Megah dan nyaman. Kawasan Tugu Religi di Kendari kerap disebut kawasan Tugu Eks MTQ karena area ini pernah menjadi lokasi penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran Nasional pada 2006. Tugu di kawasan ini pun dibangun dalam rangka menyambut penyelenggaraan MTQ saat itu. Di kiri dan kanan jalan kawasan tersebut tampak drainase menghitam dan penuh sampah. Dasar drainase itu penuh sedimen dengan air yang tidak mengalir. Di sisi jalan yang lain, kondisi lebih parah terjadi. Sebab, drainase yang ada di kiri dan kanan jalan tertutup trotoar ya baru saja selesai dibangun. 

Ardiansyah (33), warga sekitar kawasan Tugu Religi, heran saat menyadari drainase di sisi barat Tugu Religi, tepatnya di Jalan Abunawas, telah tertutup jalur pedestrian. ”Seingat saya juga tidak ada pengerukan sebelum ditutup dengan trotoar. Pantas kalau hujan semakin cepat tergenang,” katanya, Rabu (15/1/2025) sore. Biasanya dia memanfaatkan trotoar di area itu untuk berlari. ”Tapi, kalau hujan, di beberapa sisi jalan pasti banjir. Dua minggu lalu saat hujan deras, motor saya hampir mogok terendam banjir,” kata Ardiansyah. Warga lainnya, Rizal (46), menuturkan, selama beberapa waktu terakhir, banjir kian sering terjadi di kawasan tersebut. Rizal khawatir dengan kondisi area itu. ”Ada dua pipa saluran air yang saya lihat rusak terkena alat berat. Katanya mau diganti, tapi sampai trotoarnya selesai ternyata tidak diganti,” katanya. Prioritaskan drainase Safril Kasim, pengajar ilmu lingkungan di Universitas Halu Oleo, Kendari, mengatakan, konektivitas drainase menjadi permasalahan di kawasan Tugu Religi. (Yoga)

OJK Terima 88 Pengaduan Konsumen soal Pinjol

17 Jan 2025
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat ada 88 pengaduan konsumen mengenai PT Lunaria Annua Teknologi atau KoinP2P per 31 Desember 2024. Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi menyatakan KoinP2P melakukan penundaan pembayaran kepada pemberi pinjaman atau lender (standstill). Hal tersebut, kata dia, disebabkan oleh tindakan penipuan atau fraud yang dilakukan oleh distributor (yang menerima dana untuk borrower) senilai kurang lebih Rp 360 miliar. “Ada sebanyak 88 pengaduan, dengan permasalahan terbanyak mengenai permasalahan return atau imbal hasil,” kata Friderica dalam keterangan resmi pada Kamis, 16 Desember 2025. Friderica menyebut perusahaan penyedia peer-to-peer (P2P) lending atau pinjaman online (pinjol) KoinP2P telah menyampaikan pengumuman mengenai penundaan pembayaran kepada pemberi dana yang berisi latar belakang dan proposal standstill. “Pada kebijakan standstill, KoinP2P memberikan perpanjangan dua tahun dan kompensasi 5 persen per tahun yang akan diterima setiap bulan sejak lender menyetujui standstill,” ujarnya.

 Daftar 850 Pinjol Ilegal, 59 Pinpri, dan 65 Penipuan Investasi Sebelumnya, OJK menyatakan tengah mengawasi PT Lunaria Annua Teknologi alias KoinP2P secara ketat. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan, dan Komunikasi OJK, Ismail Riyadi, mengatakan perusahaan penyedia pinjaman itu menunda pembayaran kepada sebagian pemberi dana atau lender. Penundaan pembayaran ini akibat penyalahgunaan dana oleh salah satu peminjam. OJK pun telah memanggil manajemen KoinP2P. “Untuk meminta penjelasan latar belakang permasalahan dan langkah-langkah konkret penyelesaiannya,” kata Ismail melalui keterangan resmi, Kamis, 21 November 2024. Setelah dipanggil OJK, kata Ismail, manajemen KoinP2P telah berkomitmen segera menyelesaikan permasalahan penundaan pembayaran ini. Ismail memastikan lembaganya juga sudah mendapatkan komitmen dari pemegang saham pengendali KoinP2P untuk menambah modal disetor. (Yetede)

Strategi Hemat Emiten Besar

17 Jan 2025
Beberapa emiten besar seperti PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA), PT Cisarua Mountain Dairy Tbk. (CMRY), dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) masih menyisakan sebagian besar dana dari hasil IPO mereka, yang menimbulkan kekhawatiran di pasar terkait efisiensi dan realisasi rencana penggunaan dana. Contohnya, BUKA masih memiliki sisa dana IPO sebesar Rp 9,3 triliun dari total Rp 21,3 triliun, meskipun telah tiga tahun sejak IPO. Victor Putra Lesmana, Direktur BUKA, menyatakan sisa dana tersebut akan digunakan untuk modal kerja, pengembangan anak usaha, pembelian aset, serta investasi, sambil mencermati kondisi pasar dan politik yang dinamis.

Di sisi lain, CMRY, menurut Direktur Bharat Shah Joshi, menyimpan dana IPO sebesar Rp 2,19 triliun dalam obligasi dan deposito untuk periode jangka pendek hingga menengah. Adapun, beberapa emiten seperti PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) telah sepenuhnya mengalokasikan dana IPO mereka, yang dianggap lebih positif di mata pasar.

Menurut Novi Vianita, Research Associate Panin Sekuritas, penghematan penggunaan dana IPO oleh emiten dapat memberikan sentimen negatif di pasar. Hal ini disebabkan oleh ketidaksesuaian antara rencana awal penggunaan dana yang dijanjikan dalam prospektus dan realisasi aktualnya. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyusun regulasi baru untuk memperketat pengawasan dana IPO agar lebih transparan dan sesuai dengan rencana awal. Saptono Adi Junarso, Senior Advisor to Listing Directorate BEI, menegaskan bahwa BEI terus membantu OJK dalam mengawasi kesesuaian laporan penggunaan dana oleh emiten.

Perbankan 2025: Peluang di Tengah Tantangan

17 Jan 2025
Tahun 2025 menjadi tahun penuh tantangan bagi industri perbankan, meskipun terdapat kebijakan strategis dari pemerintah seperti pembatasan kenaikan PPN menjadi 12% hanya untuk barang mewah. Pertumbuhan kredit dan Dana Pihak Ketiga (DPK) terus meningkat, masing-masing mencapai 10,79% dan 7,54% pada 2024, menunjukkan agresivitas bank dalam penyaluran kredit. Namun, bank menghadapi beberapa tantangan utama, Kenaikan harga barang dan inflasi, Presiden Prabowo Subianto menegaskan kenaikan PPN hanya berlaku untuk barang mewah seperti jet pribadi dan kapal pesiar, guna melindungi daya beli masyarakat. Inflasi saat ini mencapai 1,57%, masih di bawah target, tetapi kenaikan harga kebutuhan pokok berpotensi memperburuk daya beli.

Penghapusbukuan kredit macet UMKM, Berdasarkan PP No. 47/2024, bank BUMN harus menghapus tagih kredit macet UMKM. Langkah ini, meski mendukung pembiayaan UMKM, mewajibkan bank untuk berhati-hati agar tidak melanggar prinsip tata kelola yang baik. Direktur bank bertanggung jawab secara hukum hanya jika ada iktikad buruk.

Pembayaran premi Program Restrukturisasi Perbankan (PRP), Premi ini mulai berlaku per 1 Januari 2025 sesuai PP No. 34/2023, yang bertujuan menangani masalah bank dengan dana internal industri. Namun, dikhawatirkan premi ini dapat meningkatkan suku bunga kredit jika dibebankan kepada nasabah.

Risiko likuiditas, Untuk mengatasi risiko likuiditas, OJK telah menetapkan POJK No. 19/2024 dan POJK No. 20/2024, yang menetapkan kewajiban pemenuhan rasio likuiditas (LCR) dan pendanaan stabil bersih (NSFR). Saat ini, LCR berada di 222,70% dan NSFR di 129,50%, menunjukkan likuiditas bank yang solid.

Pentingnya uji stres, Bank wajib melakukan uji tes (stress test) secara berkala untuk memastikan daya tahan mereka menghadapi kondisi kritis dan menjaga risiko likuiditas tetap terkendali.

Meski menghadapi tantangan seperti inflasi, risiko kredit macet, dan penyesuaian likuiditas, industri perbankan diproyeksikan tetap bertumbuh solid pada 2025 dengan dukungan regulasi dan langkah strategis yang diterapkan oleh OJK dan pemerintah.

Krisis Transportasi Massal di Perkotaan

17 Jan 2025
Pemangkasan anggaran subsidi transportasi umum massal skema buy the service (BTS) oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) hingga 59,49% pada 2025 berdampak signifikan terhadap keberlanjutan layanan seperti Biskita dan Teman Bus di berbagai kota. Akibatnya, beberapa layanan, seperti BisKita Trans Pakuan di Bogor, Trans Metro Denpasar, dan Teman Bus di Yogyakarta, harus dihentikan atau diambil alih oleh pemerintah daerah, meskipun tidak semuanya mampu melanjutkan pengelolaan secara optimal.

Suharto, Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek, menjelaskan bahwa penghentian subsidi merupakan bagian dari rasionalisasi anggaran pusat. Pemerintah Kota Bogor, misalnya, telah menyatakan kesiapannya untuk mengambil alih layanan BisKita dengan mengalokasikan Rp10 miliar, meski tantangan tetap ada dalam proses transisi.

Direktur Angkutan Jalan Kemenhub, Ernita Titis Dewi, menyebutkan bahwa penurunan pagu anggaran BTS menjadi Rp177,49 miliar pada 2025 adalah konsekuensi dari prioritas pembiayaan pemerintah pusat yang memengaruhi program di berbagai kementerian/lembaga. Akibatnya, hanya layanan di enam kota lama dengan 12 koridor serta dua kota baru yang akan dipertahankan.

Menurut Djoko Setijowarno, Wakil Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia, keberlanjutan transportasi umum sangat bergantung pada kemauan politik kepala daerah. Pengelolaan transportasi yang buruk berpotensi menimbulkan dampak sosial seperti peningkatan angka putus sekolah, pernikahan dini, dan stunting, khususnya di wilayah yang kehilangan layanan transportasi umum.

Sementara itu, data Kemenhub menunjukkan program BTS berhasil mengalihkan pengguna kendaraan pribadi ke transportasi umum hingga 69%. Hal ini menegaskan pentingnya dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk membantu daerah yang mandiri dalam menyediakan layanan angkutan umum.

Sinyal Positif Penurunan Suku Bunga

17 Jan 2025
Prospek PT Ciputra Development Tbk (CTRA) di tahun 2025 diproyeksikan positif seiring dengan pemangkasan suku bunga acuan dan insentif fiskal pemerintah, seperti Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP). Analis Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menjelaskan bahwa penurunan suku bunga BI hingga level 5,5% akan meningkatkan daya beli masyarakat melalui fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR) dan apartemen (KPA), yang mendorong pendapatan berulang (recurring income) dan marketing sales. Pada 2024, CTRA mencatatkan marketing sales Rp 11,02 triliun, pertumbuhan 8% year-on-year (yoy), tertinggi dalam sejarah perusahaan.

Axell Ebenhaezer dari NH Korindo Sekuritas menyoroti kontribusi insentif pajak pemerintah pada 2024, yang membebaskan sekitar 26,3% dari total marketing sales CTRA dari PPN, serta peluncuran proyek-proyek baru seperti CitraLand Gresik dan klaster di wilayah strategis lainnya. Axell juga menyebut program tiga juta rumah Presiden Prabowo Subianto sebagai pendorong tambahan bagi sektor properti.

Namun, risiko masih ada, seperti daya beli masyarakat yang lesu atau ketidakpastian suku bunga acuan. Analis BRI Danareksa Sekuritas, Ismail Fakhri Suweleh, menekankan bahwa CTRA konsisten membagikan dividen, bahkan selama pandemi, berkat kemampuannya memonetisasi aset. Portofolio produk CTRA yang terdiversifikasi, khususnya rumah tapak di kisaran harga Rp 1-5 miliar, membuatnya unggul di pasar properti Jakarta Raya.

Dividen Final Bank: Harapan Investor Tahun Ini

17 Jan 2025
Investor pasar saham menaruh perhatian besar pada dividen dari bank-bank besar (big caps), yang dikenal royal dalam pembagian dividen. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menjadi yang paling dermawan dengan rasio pembayaran dividen mencapai minimal 80% dalam tiga tahun terakhir. Bank Mandiri (BMRI) membagikan dividen sebesar 60% dari laba dalam empat tahun terakhir, sementara Bank Central Asia (BBCA) dan Bank Negara Indonesia (BBNI) menunjukkan tren kenaikan payout ratio.

Direktur Utama BBNI, Royke Tumilaar, mengungkapkan rencana menaikkan rasio dividen BBNI untuk tahun buku 2024 menjadi 55%-60%, naik dari 50% pada 2023. Keputusan ini mempertimbangkan kondisi permodalan yang cukup untuk ekspansi dan mitigasi risiko dalam lima tahun mendatang. EVP Corporate Communication BBCA, Hera F. Haryn, juga menyatakan bahwa penetapan dividen BBCA akan tetap seimbang dengan kebutuhan pengembangan bisnis dan pemutakhiran teknologi.

Analis CEO Edvisor, Praska Putrantyo, melihat saham perbankan seperti BBRI, BBNI, dan CIMB Niaga (BNGA) menarik untuk dikoleksi karena memiliki rekam jejak pembagian dividen yang tinggi dan valuasi yang relatif murah, dengan rata-rata dividend yield 6% dalam dua tahun terakhir. Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori, Ekky Topan, memproyeksikan bahwa meskipun rasio dividen perbankan mungkin tidak berubah signifikan, potensi kenaikan tetap ada untuk menjaga daya tarik investor.

Meski kinerja bank besar pada 2024 tidak sekuat tahun-tahun sebelumnya, dividen dari sektor perbankan diprediksi tetap menjanjikan, mengingat kestabilan pertumbuhan laba dan upaya manajemen mempertahankan daya tarik pasar.

IIMS Diharapkan Bisa Jadi Pendongkrak Sektor Otomotif

17 Jan 2025

Pergerakan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025 pada 13-23 Februari 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta diharapkan dapat menjadi pendongkrak industri otomotif. Direktur Industri Maritime Alat Transportasi dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Dodiet Prasetya menerangkan kehadiran IIMS yang diperkenalkan line up teknologi industri otomotif terbaru, diharapkan bisa menjadi pengungkit  naiknya kembali sektor produktivitas sektor otomotif. “Tentu saja Kemenperin sangat optimis bahwasanya bisa mencapai target produksi 1 juta unit di tahun ini,” kata dia. IIMS 2025 merupakan suatu ajang bagi sesama pelaku industri untuk berkolaborasi.

“Selain berkolaborasi acara ini diharapkan juga mampu memperkenalkan produk terbaru serta menjangkau bagi konsumen yang luas,” kata Dodiet. Hal utama yang diminta pemerintah dalam ajang ini yakni adanya pemberian diskon. Dia mengatakan, pemerintah sangat mengharapkan serta mendorong bagi para pabrikan dapat memberikan diskon yang istimewa, diskon yang special, sehingga harga kendaraan  tersebut nantinya semakin bersaing dan mampu memenuhi ekspektasi daya beli masyarakat. Dodiet mengharapkan adanya penkanan dari promotor untuk selalu menyampaikan  pesan ini pada seluruh eksibitor untuk selalu memberikan yang terbaik bagi para calon konsumen. (Yetede)