;
Kategori

Ekonomi

( 40430 )

Polemik Investasi Apple Senilai 1 Miliar Dollar AS

14 Jan 2025
Pemerintah Indonesia berpendapat bahwa kontribusi Apple dalam bentuk pengembangan perangkat lunak dan keterampilan digital melalui AppleAcademy belum cukup memenuhi aturan tentang tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Setelah pelarangan, Apple mengajukan proposal investasi senilai 10 juta dollar AS, yang kemudian ditingkatkan menjadi 100 juta dollar AS. Terkini, Apple telah mengajukan proposal investasi senilai 1 miliar dollar AS untuk membangun pabrik AirTag di Batam. Namun, pemerintah masih tetap menolak proposal tersebut. Pemerintah menganggap bahwa AirTag bukanlah komponen dari produk handphone, komputer, dan tablet (HKT) dan oleh karena itu pemerintah belum bisa memberikan sertifikasi TKDN agar Apple bisa menjual produk di Indonesia. Di balik berbagai polemik ini ialah kebijakan TKDN yang mengharuskan penggunaan komponen lokal dalam produksi.

Kebijakan yang sudah dijalankan sekitar 10 tahun terakhir ini diharapkan bisa menciptakan permintaan untuk komponen dalam negeri dan mendorong dunia usaha untuk mengembangkan produksinya di Indonesia Namun, apakah kebijakan TKDN sudah memberikan hasil yang diharapkan untuk membangun industri komponen nasional? Apakah kebijakan tersebut sudah mendukung pembangunan industri Indonesia? Dampak ekonomi TKDN Sebenarnya kebijakan TKDN ini bukanlah hal baru dan telah lama diterapkan sebagai bagian dari strategi industri Pemerintah Indonesia. Kebijakan ini dahulu pernah dijalankan melalui berbagai inisiatif, seperti Program Benteng (1950-1957), Program Penghapusan (1974-1993), Program Mobil Nasional (1996), dan Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri/P3DN (2009-saat ini). Pemerintah mengklaim bahwa kebijakan TKDN akan memperkuat kapasitas industri nasional, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mengurangi ketergantungan pada impor, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan pelindungan dari guncangan eksternal.

Namun, bukti empiris malah menunjukkan bahwa kebijakan TKDN cenderung bertentangan dengan kepentingan dunia usaha dan pembangunan industri nasional. Thee (1997) serta Aswicahyono, Basri, dan Hill (2000) menunjukkan bahwa kebijakan TKDN berhasil mendorong perkembangan industri sepeda motor,tetapi tidak untuk kendaraan roda empat karena perbedaan struktur pasar, skala ekonomi, dan kompleksitas teknologi. Kedua studi tersebut juga menemukan bahwa kebijakan TKDN mengakibatkan biaya produksi dan harga konsumen yang tinggi, kemampuan R&D yang rendah, serta ekspor yang minim dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya. Lebih baru lagi, studi CSIS (2022)menemukan bahwa kebijakan TKDN berdampak negatif terhadap produktivitas, output, ekspor, tenaga kerja, dan nilai tambah perusahaan manufaktur di Indonesia. (Yoga)

Rumah Ekonomi untuk Indonesia

14 Jan 2025
Fondasi pembangunan ekonomi adalah memilih dan menancapkan sumber daya (endowment factor) sebagai akar tunjang ekonomi. Lantai pembangunan ialah aturan main (kelembagaan) di lapangan ekonomi yang dijejali semua pelaku ekonomi, baik produsen, konsumen, maupun pemangku kepentingan (pekerja, distributor, dan sebagainya). Tiang pembangunan tak lain perkakas ekonomi untuk meninggikan nilaitambah dan perluasan skala ekonomi. Atap pembangunan adalah payung yang melindungi agar keseluruhan kegiatan ekonomi bisa bergerak serentak berkesinambungan, termasuk memastikan semua warga negara memperoleh kesejahteraan setara. Perkakas sumber daya Tak ada formula baku jangka waktu untuk menuntaskan tiap-tiap fase. Sejarah memberikan pembelajaran, pada umumnya proses mencapai kemajuan ekonomi butuh sekitar satu abad.

Jika periode itu dibagi dalam empat tahapan, secara rata-rata tiap periode pembangunan perlu 25 tahun. Indonesia merdeka sejak 1945, tetapi sebetulnya pembangunan dikerjakan secara sistematis pasca-1965 (karena instabilitas politik) sehingga saat ini umur pembangunan hampir menginjak 60 tahun. Artinya, Indonesia hari ini dalam urutan pembanguna ekonomi baru memulai tahap ketiga, yakni meninggikan tiang pembangunan. Periode 1965-1990 menggali fondasi pembangunan, 1990-2015 meratakan lantai ekonomi, 2015-2040 menegakkan tiang pembangunan, dan 2040-2065 menuntaskan atap pembangunan ekonomi. Sumber daya ekonomi sebagai fondasi pembangunan bisa dilacak dalam dua isu. Pertama, sumber daya ekonomi dalam pengertian kekayaan intrinsik yang dipunyai negara sebagai akar pembangunan.

Analisis kuantitatif ekonomi yang dibuat sejak puluhan tahun silam menunjukkan secara solid bahwa pertanian dan sumber daya alam lain merupaka sektor basis perekonomian yang memiliki keunggulan komparatif (Nofrian, 2023). Para teknokrat Orde Baru telah menyusun fondasi yang lumayan kokoh pada aras ini. Pelita 1-3, secara determinatif meletakkan pertanian sebagai sektor basis sehingga aktivitas pembangunan membenam kukuh di bumi ekonomi. Kedua, sumber daya ekonomi dalam konteks perkakas penopang untuk menstimulasi sektor basis menggelinding dalam arena ekonomi, dari mulai kebijakan, anggaran, teknologi, riset, pendidikan, hingga keterampilan. Di masa itu, kebijakan dan strategi jelas diarahkan untuk mendukung fondasi pertanian berdiri dengan kokoh, demikian juga anggaran. Rencana pembangunan jangka menengah dan panjang dirumuskan secara integratif dan dieksekusi dengan efektif. Di periode ini banyak diinisiasi lembaga riset pertanian yang masih eksis sampai kini. (Yoga)

Asa Indonesia Lampaui Vietnam

14 Jan 2025
Vietnam kini menjadi primadona baru tujuan investasi di Asia. Negara ini menjadi salah satu pilihan prioritas investor asing, khususnya dari industri semi konduktor dan industri teknologi tinggi. Indonesia bisa menyamai bahkan melampaui Vietnam, karena masih dimiliki banyak potensi, namun harus membenahi sejumlah faktor yang selama ini menghambat iklim investasi. Seperti dilansir Voive of Vietnam, hingga saat ini, terdapat total 111 negara dan teritori yang menanam investasi di Vietnam. Kriteria yang membuat Vietnam menjadi kandidat yang terpercaya bagi perusahaan asing untuk memilih berinvestasi meliputi lokasi, tenaga kerja, sumber pasokan material, infrastruktur, kebijakan hukum, undang-undang, prioritas pajak dan sebagainya. Dengan slogan "Kesuksesan investor juga kesuksesan Vietnam", Vietnam selalu menyambut baik dan menciptakan syarat yang kondusif kepada para investor untuk bersama menang dan bersama berkembang dengan Vietnam. Menurut perkiraan para ahli arus modal Foreign Direct Invesment (FDI) ke Vietnam akan terus tumbuh dengan baik pada tahun 2024 dan tahun-tahun berikutnya, terutama dalam konteks Vietnam telah menandatangani 16 Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) dengan lebih dari 60 negara, dan mempunyai hubungan kemitraan dengan banyak negara di kelompok G20. (Yetede)

PT Unilever Akan Lepaskan Bisnis Ice Cream

14 Jan 2025
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) hari ini akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) untuk meminta persetujuan pemegang saham terkait rencana melepas bisnis es krim perseroan, agar dapat lebih fokus ke bisnis inti. Keputusan besar tersebut menjadi sorotan banyak pihak, di tengah kerja kesar perseroan untuk kembali membangkitkan kejayaan Unilever didalam negeri yang terus melemah dalam beberapa tahun terakhir. Harga sahamnya telah terkoreksi dalam pun, diharapkan bisa kembali terangkat. Perseroan bakal menggelar RUPSLB di Jakarta dengan tiga agenda, yakni persetujuan rencana perubahan susunan direksi perseroan, persetujuan perubaan remunerasi direksi perseroan untuk tahun buku 2025, dan persetujuan melakukan penjualan atas bisnis es krimnya kepada PT The Magnum Ice Cream Indonesia senilai Rp 7 triliun. Manajeman Unilever Indonesia menyebut, penjualan bisnis es krim ini akan meningkatkan laba bersih perseroan sebesar Rp3,51 triliun. Selain itu, kas setara kas perseroan kemungkinan naik Rp7.73 triliun menjadi Rp8,27 triliun setelah transaksi, atau naik 15,3x lipat. (Yetede)

Bukalapak Stop Penjualan Produk Fisik. Apa Dampaknya terhadap Persaingan E-Commerce

14 Jan 2025
DI tengah tekanan persaingan e-commerce di Tanah Air, Bukalapak memutuskan mengubah strategi bisnisnya. Platform yang didirikan pada 2010 itu berencana menghentikan layanan penjualan produk fisik mulai Februari 2025. Bukalapak akan berfokus pada penjualan produk virtual, seperti pulsa prabayar, paket data, token listrik, dan layanan pembayaran. Head of Media and Communication Bukalapak Dimas Bayu menjelaskan, keputusan itu dibuat demi menjaga pendapatan perusahaan yang berkelanjutan. "Perubahan ini adalah langkah yang diperlukan untuk berfokus pada lini bisnis yang telah kami kembangkan dan yang memiliki potensi pertumbuhan lebih besar," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Senin, 13 Januari 2025.

Penjualan produk fisik melalui platform Bukalapak berkontribusi hanya sekitar 3 persen terhadap total pendapatan perusahaan. Dimas mengatakan penutupan layanan tersebut dilakukan demi mencapai earning before interest, taxes, depreciation, and amortization (EBITDA) yang positif. EBITDA menghitung pendapatan sebelum bunga, pajak, penyusutan, dan amortisasi. Pada kuartal ketiga 2024, EBITDA perusahaan berkode saham BUKA ini tercatat minus Rp 168 miliar. CEO Bukalapak Willix Halim, dalam keterangan resmi pada 30 Oktober 2024, menyatakan kondisi itu tidak sejalan dengan target profitabilitas pada 2024. 

Pendapatan Bukalapak pada Januari-September 2024 meningkat 2 persen secara tahunan menjadi Rp 3.400 miliar. Karena itu, EBITDA membaik, meski masih minus Rp 68 miliar. Adapun menurut laporan keuangan kuartal ketiga 2024, Bukalapak mencatatkan kas, setara kas, dan investasi yang likuid setara dengan Rp 19 triliun.  Bukalapak mencatatkan rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk BUKA sebesar Rp 597,34 miliar atau lebih kecil dibanding periode sebelumnya pada 2023 yang sebesar Rp 776,22 miliar. Namun Bukalapak masih mencatatkan rugi usaha Rp 1,32 triliun atau naik 2,12 persen secara tahunan dibanding pada 2023 yang sebesar Rp 1,28 triliun. (Yetede)


KAI Jakarta Tambah Tujuh Kereta untuk Libur Imlek

14 Jan 2025
 PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta mengumumkan pengoperasian tujuh kereta api tambahan. Langkah ini dilakukan untuk mengakomodasi tingginya minat masyarakat yang ingin memanfaatkan libur panjang akhir Januari 2025 yang bertepatan dengan Isra Mi'raj dan Tahun Baru Imlek 2576. Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, menyampaikan bahwa kereta tambahan ini tersedia untuk sejumlah tujuan favorit seperti Yogyakarta, Solo, Bandung, dan Surabaya. Tiket perjalanan sudah dapat dipesan melalui aplikasi Access by KAI atau mitra penjualan tiket resmi.

“Pengoperasian kereta tambahan ini adalah bagian dari komitmen kami untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, terutama di masa long weekend seperti ini. Kami menghimbau masyarakat untuk segera memanfaatkan layanan ini dengan melakukan pemesanan tiket lebih awal,” ujar Ixfan dalam keterangan resminya pada Selasa,14 Januari 2025. Mengetahui Asal-usul Imlek dan Tradisi Perayaan yang Penuh Makna
Daftar Kereta Api Tambahan dari Daop 1 Jakarta

KA Tambahan PSE-LPY (10908) – Relasi Pasar Senen - Lempuyangan (23-30 Januari 2025).
Sembrani Tambahan (7010A) – Relasi Gambir - Surabaya Pasarturi (24-31 Januari 2025).
KA Tambahan GMR-YK (7004B) – Relasi Gambir - Yogyakarta (24-30 Januari 2025).
KA Tambahan GMR-YK (7002B) – Relasi Gambir - Yogyakarta (24-30 Januari 2025).
KA Tambahan GMR-SLO (7016B) – Relasi Gambir - Solo Balapan (24-30 Januari 2025).
KA Argo Cheribon (30F) – Relasi Gambir - Cirebon (28-29 Januari 2025).

Sementara untuk volume penumpang dan pilihan sarana hingga 14 Januari 2025 pukul 08.00 WIB, KAI mencatat volume penumpang yang berangkat dari Daop 1 Jakarta untuk periode libur panjang (27-29 Januari 2025) mencapai 24.307 orang, dengan rincian 27 Januari: 8.923 penumpang, pada 28 Januari: 7.539 penumpang, pada 29 Januari: 7.845 penumpang. Kereta tambahan yang dioperasikan dilengkapi dengan berbagai pilihan sarana modern, mulai dari kereta eksekutif Mild Steel, eksekutif New Image, hingga kereta Ekonomi Premium Stainless Steel. Selain itu, tersedia juga kereta ekonomi long seat yang praktis untuk perjalanan jarak pendek dan menengah. (Yetede)

Pelni Mencatat Penumpang Kapal Periode Nataru Mencapai 551 Ribu

14 Jan 2025
PT Pelayaran Nasional Indonesia (PT Pelni) mencatat melayani 551.383 penumpang selama periode Nataru, naik 8,7 persen dibandingkan proyeksi awal sebanyak 507.054 orang. Angka itu merupakan kalkulasi masa Angkutan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru). Direktur Utama PT Pelni, Tri Andayani, menjelaskan bahwa angka tersebut mencakup 467.143 penumpang yang menggunakan kapal penumpang reguler dan 84.240 penumpang yang diangkut dengan kapal perintis. Periode puncak perjalanan berlangsung dari 11 Desember 2024 hingga 8 Januari 2025 “Kami mengucapkan terima kasih kepada pelanggan yang tetap setia menggunakan layanan kapal Pelni sebagai moda transportasi pilihan selama periode Nataru. Apresiasi juga kami sampaikan kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik,” ujar Tri dalam keterangan resminya dikutip Senin, 13 Januari 2025.

KM Kelud Disulap jadi Hotel Terapung selama PON Aceh - Sumatera Utara, Intip Fasilitasnya Puncak arus mudik tercatat terjadi pada 20 Desember 2024 dengan jumlah penumpang mencapai 26.614 orang. Sementara itu, puncak arus balik berlangsung pada 5 Januari 2025 dengan total penumpang sebesar 24.575 orang. Adapun lima pelabuhan favorit yang menjadi tujuan utama penumpang selama periode ini adalah Ambon, Makassar, Belawan, Batam, dan Sorong. Pelni juga memantau pergerakan penumpang berdasarkan tiga wilayah utama, yaitu barat, tengah, dan timur Indonesia. Dari total penumpang, wilayah tengah mencatat j umlah tertinggi dengan 222.759 orang (40,4 persen), disusul wilayah timur dengan 202.358 orang (36,7 persen), dan wilayah barat sebesar 126.267 orang (22,9 persen). Apa Saja Fasilitas Mudik Gratis Kemenhub 2024? Dengan pencapaian ini, PT Pelni terus berkomitmen memberikan layanan transportasi laut yang andal dan nyaman bagi masyarakat Indonesia. Peningkatan jumlah penumpang mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan Pelni, terutama di momen-momen penting seperti Nataru. (Yetede)


Tekanan Biaya Dana di Perbankan Diprediksi Naik

14 Jan 2025
Tahun 2025 menjadi tahun yang menantang bagi likuiditas perbankan di Indonesia. David Sumual, Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA), mengungkapkan bahwa dengan jatuh temponya Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 833 triliun dan Surat Berharga Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebesar Rp 922,4 triliun, pemerintah dan Bank Indonesia kemungkinan akan menerbitkan surat utang baru untuk menutupi kebutuhan. Hal ini berpotensi memicu persaingan perebutan likuiditas antara perbankan, pemerintah, dan BI.

Royke Tumilaar, Direktur Utama Bank Negara Indonesia (BNI), menyebut kondisi ini sebagai tantangan besar karena bank harus menghadapi tekanan moneter dan fiskal sekaligus. Senada, Muhammad Iqbal, Direktur SME dan Retail Funding Bank Tabungan Negara (BTN), menilai penerbitan SBN dan SRBI akan mempersulit bank dalam menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK). Efdinal Alamsyah, Direktur Kepatuhan Bank Oke, juga memperingatkan risiko beralihnya dana dari bank ke SBN dan SRBI.

Untuk mengatasi tantangan ini, berbagai bank mengadopsi strategi inovasi diantaranya BTN memperkenalkan aplikasi "Bale by BTN" untuk mempermudah nasabah mengakses produk, dengan target pertumbuhan DPK sebesar 15% dan rasio CASA lebih dari 54%. Bank Oke fokus pada diversifikasi produk, inovasi digital, dan program loyalitas dengan target pertumbuhan DPK dan kredit 8%. 

BNI, menurut Royke, meningkatkan digitalisasi layanan transaksi untuk menjaring dana murah. CIMB Niaga, seperti disampaikan Presiden Direktur Lani Darmawan, fokus menjaring CASA melalui payroll, merchants, dan cash management, dengan target pertumbuhan DPK 7%-8%.

Meski menghadapi tekanan likuiditas yang ketat, bank-bank besar optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan melalui inovasi digital dan diversifikasi layanan.

Menguji Ketahanan di Batas Psikologis

14 Jan 2025
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 1,02% ke level 7.016,88 pada Senin (13/1) akibat pelemahan saham-saham kapitalisasi besar (big cap), terutama di sektor perbankan, serta keluarnya dana asing senilai Rp 383,46 miliar. Valdy Kurniawan, Head of Research Phintraco Sekuritas, menjelaskan bahwa penurunan ini diperparah oleh melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang mencapai Rp 16.283 per dolar AS. Hal ini terjadi di tengah penguatan indeks dolar AS usai rilis data tenaga kerja AS.

Valdy memproyeksikan IHSG akan menguji support psikologis di level 7.000 pada Selasa (14/1), mengingat adanya pola negatif pada indikator teknikal, seperti death cross pada MACD. Sementara itu, Herditya Wicaksana, Analis MNC Sekuritas, memperkirakan IHSG masih rawan koreksi dengan support di 6.953 dan resistance di 7.080. Herditya juga mencatat, perhatian investor saat ini tertuju pada data producer price index (PPI) AS dan yield US Treasury 10 tahun yang dapat memengaruhi kebijakan suku bunga The Fed.

Dalam situasi ini, Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham seperti PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS). Sementara Herditya menyarankan untuk memperhatikan saham PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ), PT Timah Tbk (TINS), dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebagai opsi perdagangan di area tertentu.

Bullion Bank Jadi Bisnis Menjanjikan

14 Jan 2025
Langkah PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) untuk mengajukan lisensi sebagai bullion bank ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berpotensi mendongkrak kinerjanya secara signifikan. Rencana ini didukung oleh regulasi baru, yaitu Peraturan OJK Nomor 17 Tahun 2024, yang memungkinkan bank untuk menjalankan layanan berbasis emas, seperti simpanan, pembiayaan, perdagangan, dan penitipan emas.

Maximilianus Nicodemus, Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, menyebut bahwa layanan bullion bank dapat memperkuat ekosistem keuangan berbasis emas dan memberikan opsi menarik bagi masyarakat untuk menyimpan aset mereka. BRIS dinilai layak menjalankan peran ini karena memiliki standar kemurnian emas yang sesuai dengan London Bullion Market Association (LBMA).

Saat ini, BRIS telah mengelola program cicilan emas sebesar 15 ton hingga Desember 2024, dan diproyeksikan akan meningkat menjadi 30 ton pada 2025. Isfhan Helmy, Analis Sinarmas Sekuritas, memperkirakan lisensi bullion bank dapat mendorong pengelolaan hingga 100 ton emas dalam lima tahun mendatang. Dengan lisensi ini, spread emas diproyeksi meningkat dari kurang dari 1% menjadi sekitar 5%, yang akan signifikan meningkatkan pendapatan berbasis biaya (fee-based income).

James Stanley Wijaya, Analis Buana Capital Sekuritas, menyoroti pembiayaan emas sebagai mesin pertumbuhan baru bagi BRIS. Pembiayaan ini telah tumbuh 77,6% YoY menjadi Rp 12,4 triliun pada Desember 2024, menawarkan imbal hasil aset sebesar 13%, jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata aset gabungan sebesar 8,1%.

Kepala Riset RHB Sekuritas Indonesia, Andrey Wijaya, menambahkan bahwa minat nasabah terhadap rekening wadiah Bank BSI mendukung pertumbuhan dana murah (CASA) dan pembiayaan emas, yang semakin memperkuat posisi BRIS. Dengan potensi pertumbuhan signifikan, para analis, termasuk Maximilianus, Isfhan, James, dan Andrey, merekomendasikan beli saham BRIS dengan target harga Rp 3.500 per saham. Per 13 Januari 2025, harga saham BRIS naik 0,74% menjadi Rp 2.720 per saham.