Ekonomi
( 40430 )Dampak AS-China pada Neraca Dagang Indonesia
Saham Blue Chip Kehilangan Daya Tarik
KAI Tambah Armada untuk Penumpang
PT Kereta Api Indonesia (KAI) menambah jadwal perjalanan kereta api selama 20 hari, mulai 10 hingga 31 Januari 2025, untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang bepergian pada momen libur panjang. Penambahan ini bertujuan untuk menyediakan alternatif perjalanan bagi pelanggan dengan tiket reguler yang sudah habis, serta memberikan lebih banyak pilihan waktu keberangkatan. VP Public Relations PT KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa tambahan jadwal ini meliputi beberapa rute, seperti Yogyakarta-Gambir, Surabaya-Ketapang, Bandung-Solo, dan Tegal-Semarang. Selain itu, kereta yang dioperasikan dilengkapi dengan fasilitas modern dan memenuhi standar keselamatan, guna memastikan kenyamanan penumpang. Diharapkan dengan penambahan kapasitas ini, kepadatan penumpang dapat berkurang, sehingga pengalaman perjalanan tetap nyaman selama libur panjang.
Mengamankan Momentum Positif di Pasar Modal
Meskipun maraknya aksi Initial Public Offering (IPO) oleh perusahaan besar di pasar modal Indonesia pada awal tahun 2025, hal ini belum mampu mendorong indeks harga saham gabungan (IHSG) ke tren positif. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan sejumlah perusahaan besar yang melantai di bursa, dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp1,13 triliun. Namun, meskipun IPO besar ini mencatatkan permintaan yang tinggi dan melibatkan nama-nama terkemuka, IHSG masih mengalami penurunan dan rata-rata nilai transaksi harian belum mencapai Rp10 triliun. Penyebab lesunya pasar ini antara lain adalah aksi net sell oleh investor asing, ketidakpastian global, dan kurangnya sentimen positif di pasar domestik. Fokus investor yang terlalu terpusat pada IPO sementara perdagangan di pasar sekunder kurang bergairah menjadi salah satu masalah utama. Oleh karena itu, meskipun IPO besar menjadi perhatian, otoritas pasar modal perlu menjaga sentimen positif dan selektif dalam meloloskan emiten agar pasar tetap sehat dan tidak mengalami pelarian modal.
Perkembangan Perbankan Syariah 2025
Perekonomian Global 2025: Peluang dan Tantangan
Tahun 2025 diprediksi akan menjadi tahun penuh tantangan dan peluang bagi ekonomi global, dengan agenda politik besar, terutama pemilu di sekitar 40 negara. Risiko politik dan geopolitik tetap menjadi ancaman besar bagi pasar keuangan global, sementara dampak dari perang, seperti yang tercatat dengan 56 konflik bersenjata saat ini, akan terus mempengaruhi pasar dan rantai pasokan global.
Lanskap ekonomi global pada 2025 diperkirakan akan tetap tangguh, meskipun menghadapi ketidakpastian. Pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan mencapai 3,2% hingga 3,3%, dengan ekonomi AS diperkirakan tumbuh stabil pada 2%, meskipun terpengaruh oleh kebijakan politik yang lebih proteksionis di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump. Sementara itu, ekonomi Jerman menghadapi tantangan struktural, sementara Inggris diharapkan mengalami pertumbuhan 2% berkat kebijakan inovasi dan teknologi.
Negara-negara Asia, termasuk India dan Indonesia, diperkirakan akan terus tumbuh dengan kecepatan tinggi, masing-masing dengan proyeksi 6,5% dan 5,1%, didorong oleh faktor demografi yang menguntungkan. Sementara itu, China dihadapkan pada tantangan tarif dan ketidakstabilan pasar properti, dengan proyeksi pertumbuhan yang lebih rendah sekitar 4,5%. Indonesia diharapkan melanjutkan momentum pertumbuhannya pada kisaran 5%–5,2%.
Inflasi global diperkirakan akan melandai, memberikan ruang bagi pelonggaran suku bunga kebijakan, meskipun dengan ketidakpastian seiring kebijakan proteksionis yang semakin kuat. Di Indonesia, sektor keuangan, terutama perbankan, diperkirakan akan mendukung pertumbuhan ekonomi dengan proyeksi investasi langsung meningkat dan menciptakan lapangan kerja lebih banyak.
Utang Jumbo Jatuh Tempo Jadi Alarm Bahaya
Emiten Migas: Tantangan di Tengah Ketidakpastian Permintaan
Peluang Penurunan Suku Bunga Kredit Semakin Terbuka
Petani Resah Padahal di Lumbung Pangan Milik Sendiri
RENCANA Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan kepala daerah terpilih untuk mengikuti agenda pembekalan atau retret disambut baik oleh Pramono Anung. Gubernur Jakarta terpilih itu mengaku siap mengikuti acara tersebut jika digelar setelah pelantikan. Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu menyatakan bersedia mengikuti retret karena tujuannya baik, yaitu menyelaraskan persepsi antara pemerintah pusat dan daerah. Apalagi retret ini merupakan kegiatan yang diinisiasi Prabowo selaku presiden. “Pastinya saya akan ikut,” kata Pramono, yang mengalahkan calon usungan koalisi partai pendukung Prabowo dalam pilkada Jakarta, Ridwan Kamil. Rencana retret untuk kepala daerah terpilih ini sebelumnya diungkapkan Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra. Yusril beralasan, perlu ada sinkronisasi kebijakan pusat dengan daerah sehingga diperlukan penyelarasan persepsi dengan cara menyelenggarakan retret.
“Semua kepala daerah akan dikumpulkan supaya kami mempunyai persepsi yang sama terhadap masalah-masalah yang dihadapi pemerintah,” ujar Yusril di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 10 Januari 2025. Namun mengenai kapan dan di mana retret ini akan dihelat, Yusril melanjutkan, bergantung pada jadwal pelantikan kepala daerah terpilih. Merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2024, gubernur dan wakil gubernur terpilih dalam pemilihan kepala daerah 2024 diagendakan dilantik pada 7 Februari 2025.
Sedangkan bupati-wakil bupati serta wali kota-wakil wali kota akan dilantik pada 10 Februari 2025. Masalahnya, terdapat banyak gugatan sengketa hasil pilkada di Mahkamah Konstitusi yang baru selesai disidangkan pada 11 Maret 2025 sehingga berpotensi memundurkan waktu pelantikan. Seorang politikus Partai Gerindra bercerita, rencana retret kepala daerah terpilih akan dilaksanakan di kompleks Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah.
Alasannya, selain agar menyerupai kegiatan retret para menteri kabinet Prabowo sebelumnya, Lembah Tidar di kompleks Akademi Militer dianggap sebagai tempat yang bagus untuk mengenalkan nilai-nilai patriotisme bagi para kepala daerah saat memimpin kelak. “Ini rencana yang sudah lama disampaikan sebetulnya,” ucap politikus tersebut. Retret kepala daerah, kata politikus ini, juga menjadi upaya Prabowo menyelaraskan dan memperoleh dukungan pemerintah daerah. Apalagi tidak semua kepala daerah terpilih yang memenangi pilkada 2024 diusung partai koalisi pendukung Prabowo, yaitu Koalisi Indonesia Maju plus. “Supaya semua kebijakan pusat juga bisa dieksekusi daerah, agar sejalan,” ujarnya. Dua relawan Prabowo yang ditemui Tempo menguatkan cerita politikus Partai Gerindra tersebut. Ia mengatakan retret kepala daerah merupakan keinginan lama Prabowo yang sudah disampaikan berulang kali. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









