;

Dampak AS-China pada Neraca Dagang Indonesia

Ekonomi Hairul Rizal 14 Jan 2025 Kontan
Dampak AS-China pada Neraca Dagang Indonesia
Surplus neraca perdagangan Indonesia pada Desember 2024 diperkirakan tetap berlanjut, meski lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencatat surplus US$ 4,42 miliar. David Sumual, Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA), memperkirakan surplus bulan Desember hanya mencapai US$ 3 miliar, dipengaruhi oleh perlambatan harga komoditas ekspor utama serta pertumbuhan impor yang lebih tinggi dibandingkan ekspor.

Sementara itu, Banjaran Surya Indrastomo, Chief Economist Bank Syariah Indonesia (BSI), memperkirakan surplus sebesar US$ 3,8 miliar. Ia menyoroti penurunan ekspor yang disebabkan oleh turunnya PMI manufaktur Tiongkok sebagai mitra dagang utama, serta penurunan harga batubara. Di sisi lain, nilai impor juga menyusut karena perusahaan mengoptimalkan inventori pada akhir tahun.

Myrdal Gunarto, Global Market Economist Maybank Indonesia, memperkirakan surplus neraca dagang Desember mencapai US$ 3,81 miliar, sementara Hosianna Evalita Situmorang, Ekonom Bank Danamon, lebih optimistis dengan estimasi surplus mencapai US$ 4,77 miliar. Namun, baik David maupun Hosianna sepakat bahwa surplus neraca perdagangan tahun 2025 akan melambat. David memperkirakan total surplus 2025 hanya mencapai US$ 26,2 miliar, sementara Hosianna memprediksi US$ 33 miliar.

Pelemahan surplus di tahun 2025 ini disebabkan oleh melemahnya harga komoditas, perlambatan permintaan dari negara mitra dagang seperti Tiongkok, dan kebijakan perdagangan proteksionis Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, yang menjadi tantangan tambahan bagi perdagangan global.
Download Aplikasi Labirin :