;

Seusai Puluhan Miliar Jalur Pedestrian Menanti Perbaikan Drainase

Ekonomi Yoga 17 Jan 2025 Kompas
Seusai Puluhan Miliar Jalur Pedestrian Menanti Perbaikan Drainase
Wajah kawasan Tugu Religi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, berubah sejak penataan jalur pedestrian senilai puluhan miliar rupiah dikerjakan. Keberadaan jalur pedestrian lebar dengan berbagai ornamen menarik kedatangan banyak warga. Namun, drainase yang bermasalah tak terjamah sehingga banjir kian sering terjadi. Sejak pagi hingga senja, masyarakat ramai mendatangi kawasan Tugu Religi. Sebagian dari mereka berjalan kaki atau berlari di trotoar yang lebar. Sebagian lain duduk-duduk di jejeran kursi yang telah terpasang. Lampu jalan yang berjejer rapat menambah suasana syahdu kawasan yang dibangun dengan ”meniru” kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, itu. Sejak beberapa waktu lalu, trotoar selebar 2 hingga 3 meter telah terbangun di kiri dan kanan jalan kawasan itu.

Ratusan kursi besi juga telah terpasang meski beberapa penampangnya telah rusak atau hilang. Ornamen beton berbentuk bulat yang cukup untuk menjadi tempat duduk berjejer di depan kursi. Megah dan nyaman. Kawasan Tugu Religi di Kendari kerap disebut kawasan Tugu Eks MTQ karena area ini pernah menjadi lokasi penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran Nasional pada 2006. Tugu di kawasan ini pun dibangun dalam rangka menyambut penyelenggaraan MTQ saat itu. Di kiri dan kanan jalan kawasan tersebut tampak drainase menghitam dan penuh sampah. Dasar drainase itu penuh sedimen dengan air yang tidak mengalir. Di sisi jalan yang lain, kondisi lebih parah terjadi. Sebab, drainase yang ada di kiri dan kanan jalan tertutup trotoar ya baru saja selesai dibangun. 

Ardiansyah (33), warga sekitar kawasan Tugu Religi, heran saat menyadari drainase di sisi barat Tugu Religi, tepatnya di Jalan Abunawas, telah tertutup jalur pedestrian. ”Seingat saya juga tidak ada pengerukan sebelum ditutup dengan trotoar. Pantas kalau hujan semakin cepat tergenang,” katanya, Rabu (15/1/2025) sore. Biasanya dia memanfaatkan trotoar di area itu untuk berlari. ”Tapi, kalau hujan, di beberapa sisi jalan pasti banjir. Dua minggu lalu saat hujan deras, motor saya hampir mogok terendam banjir,” kata Ardiansyah. Warga lainnya, Rizal (46), menuturkan, selama beberapa waktu terakhir, banjir kian sering terjadi di kawasan tersebut. Rizal khawatir dengan kondisi area itu. ”Ada dua pipa saluran air yang saya lihat rusak terkena alat berat. Katanya mau diganti, tapi sampai trotoarnya selesai ternyata tidak diganti,” katanya. Prioritaskan drainase Safril Kasim, pengajar ilmu lingkungan di Universitas Halu Oleo, Kendari, mengatakan, konektivitas drainase menjadi permasalahan di kawasan Tugu Religi. (Yoga)
Download Aplikasi Labirin :