;
Kategori

Ekonomi

( 40733 )

Sritex Tetap di Bawah Kendali Manajemen Lama

22 Jan 2025

PT Sri Rejeki Isman Tbk. (Sritex) tetap mempertahankan kendali operasional meskipun telah dinyatakan pailit oleh pengadilan. Direktur Utama Sritex, Iwan Kurniawan Lukminto, menegaskan bahwa perusahaan tetap menjalankan amanah pemerintah untuk menormalkan operasionalnya, meski tengah menjalani proses verifikasi final dan pembentukan panitia kreditur. Sritex juga sedang mempersiapkan upaya peninjauan kembali (PK) atas putusan kasasi yang menjadikan perusahaan resmi pailit.

Pemerintah, melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mendukung agar kegiatan produksi di Sritex tetap berjalan meski putusan kasasi ditolak. Airlangga juga menyarankan agar kreditor utama, seperti BNI, memimpin para kreditor lainnya untuk setuju dengan upaya pemerintah dalam menjaga kelangsungan operasional perusahaan, demi melindungi lapangan pekerjaan dan industri tekstil di Indonesia. Sritex berupaya untuk mempertahankan status going concern dan mencari jalan untuk pemulihan keuangan perusahaan.


Pengaruh Trump pada Stabilitas Pasar Keuangan

22 Jan 2025
Donald Trump resmi dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) ke-47 pada 20 Januari, menandai kali keduanya memegang tampuk kekuasaan. Pada hari pertama menjabat, Trump langsung menerbitkan sejumlah perintah eksekutif, termasuk membatalkan 78 kebijakan era Presiden Joe Biden. Ia juga mengumumkan kebijakan ekonomi kontroversial, seperti tarif impor global 10%, tarif 60% untuk produk asal China, dan tambahan 25% untuk produk Kanada dan Meksiko. Kebijakan ini memperpanjang perang dagang AS-China serta mengguncang pasar global, termasuk anjloknya indeks saham Shanghai dan melemahnya mata uang Kanada serta Meksiko.

Alwi Assegaf, dari Trijaya Pratama Futures, menyebutkan kebijakan Trump dapat memperpanjang pelemahan mata uang global akibat kekhawatiran pasar. Namun, Indonesia relatif lebih stabil. Oktavianus Audi, VP Marketing Kiwoom Sekuritas, mengatakan bahwa kebijakan Trump tidak berdampak langsung ke Indonesia, dengan penguatan IHSG lebih didorong oleh keputusan Bank Indonesia memangkas suku bunga acuan.

Sementara itu, Adityo Nugroho, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, menilai kepemimpinan Trump akan memperkuat dolar AS. Hal ini berisiko memicu capital outflow dari Indonesia, dengan dana asing mengalir kembali ke AS untuk mencari imbal hasil lebih tinggi. Di sisi lain, IHSG tetap menguat sebesar 1,44% sepanjang tahun berjalan hingga 21 Januari 2025, mencerminkan optimisme domestik.

KSSK Siaga Hadapi Risiko Global

22 Jan 2025
Stabilitas sistem keuangan Indonesia pada kuartal IV 2024 tetap terjaga, meskipun berbagai risiko eksternal masih harus diwaspadai. Menteri Keuangan sekaligus Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Sri Mulyani Indrawati, menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi dunia menunjukkan divergensi, dengan Amerika Serikat masih tumbuh kuat, sementara Eropa dan China mengalami stagnasi.

Sri Mulyani menegaskan pentingnya koordinasi antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk memperkuat kewaspadaan dan sinergi menghadapi tantangan ekonomi global.

Meskipun nilai tukar rupiah melemah sebesar 1,14% hingga 23 Januari 2025, pelemahan tersebut lebih terkendali dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 4,34%. Dengan optimisme tinggi, Sri Mulyani memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 tetap berada di jalur target APBN sebesar 5,2%.

Indonesia Bisa Desak AS Bayar Pajak Global

22 Jan 2025
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menolak penerapan pajak minimum global sebesar 15% yang diinisiasi Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD). Trump menilai kesepakatan pajak global yang dibuat oleh pemerintahan sebelumnya (Joe Biden) membatasi kebijakan domestik AS dan merugikan perusahaan serta pekerja Amerika. Pemerintahannya bahkan memerintahkan penyelidikan terhadap negara-negara yang dianggap memiliki aturan pajak diskriminatif terhadap perusahaan AS.

Sementara itu, Pemerintah Indonesia telah menerapkan pajak minimum global mulai Januari 2025 melalui Peraturan Menteri Keuangan No. 136 Tahun 2024. Pengamat perpajakan dari Danny Darussalam Tax Center (DDTC), Bawono Kristiaji, menyatakan bahwa penolakan AS terhadap Pilar Satu kesepakatan pajak global dapat menghambat implementasi global, karena membutuhkan dukungan negara-negara besar. Namun, Pilar Dua yang mengatur pajak minimum global masih dapat diterapkan oleh negara lain.

Pengamat pajak dari CITA, Fajry Akbar, menambahkan bahwa mekanisme pemaksaan dalam Pilar Dua memungkinkan penerapan pajak global tetap memberikan keuntungan bagi negara-negara seperti Indonesia, meskipun AS tidak berpartisipasi. Hal ini berpotensi meningkatkan pendapatan pajak global Indonesia dari perusahaan multinasional, termasuk yang berasal dari AS.

Awan Gelap Saham Gudang Garam

22 Jan 2025
Saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) terus mengalami penurunan, dengan pelemahan sebesar 9,04% sejak awal tahun 2025 dan 41,45% dalam satu tahun terakhir. Penurunan ini sejalan dengan kinerja keuangan yang lesu akibat lemahnya daya beli masyarakat, persaingan dari produsen rokok kecil yang diuntungkan tarif cukai lebih rendah, dan tidak adanya diversifikasi produk ke rokok bebas asap, seperti yang dilakukan pesaingnya, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) dan Bentoel Internasional Investama.

Menurut Willy Goutama, analis Maybank Sekuritas, pendapatan GGRM pada tahun 2025 diprediksi akan turun menjadi Rp 88,4 triliun dari Rp 98,99 triliun pada tahun 2024. Namun, laba bersih diperkirakan tumbuh menjadi Rp 1,4 triliun dari Rp 1,18 triliun di tahun sebelumnya. Ia juga menyarankan GGRM untuk meningkatkan skor Environmental, Social, and Governance (ESG) yang masih rendah di level 13, jauh di bawah rata-rata perusahaan sejenis.

Abdul Azis Setyo Wibowo, analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, menilai lemahnya daya beli masyarakat dan tingginya tarif cukai rokok menjadi faktor utama penurunan kinerja GGRM. Investasi GGRM di bisnis infrastruktur, seperti bandara, belum memberikan dampak positif signifikan.

Sementara itu, Nafan Aji Gusta, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, melihat peluang perbaikan kinerja GGRM dengan stabilnya data keyakinan konsumen dan absennya peningkatan tarif cukai pada tahun 2025. Namun, Nafan menyatakan GGRM masih membutuhkan katalis positif yang signifikan.

Rekomendasi analis terhadap saham GGRM bervariasi. Maybank Sekuritas menyarankan sell dengan target harga Rp 8.000, sementara Nafan dan Natalia Sutanto dari BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan hold dengan target harga masing-masing Rp 11.600 dan Rp 17.500.

Penurunan BI Rate: Saham Bank Kembali Menanjak

22 Jan 2025
Pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) ke 5,75% membawa optimisme pada sektor perbankan di pasar modal. Praska Putrantyo, CEO Edvisor, menilai penurunan ini meningkatkan harapan pertumbuhan kredit perbankan hingga 11%-12% tahun ini, yang juga menarik minat investor asing pada saham bank. Saham Bank Negara Indonesia (BBNI) mencatat kenaikan signifikan sebesar 13,13% sepekan terakhir, sementara Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik 10,08%.

Ekky Topan, Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori, menyebut tren penurunan saham bank telah berakhir dan musim pembagian dividen turut menjadi katalis positif. Ia memproyeksikan saham-saham bank besar, seperti BBNI, BBRI, BMRI, dan BBCA, akan terus menguat dalam jangka pendek. Namun, ia mengingatkan bahwa pertumbuhan laba bank tidak akan langsung melonjak signifikan, mengingat kondisi ekonomi masih memengaruhi kredit.

Royke Tumilaar, Direktur Utama BNI, menilai dampak positif penurunan BI rate terhadap likuiditas bank perlu didukung dengan kebijakan lain, seperti penurunan bunga SRBI. Hal ini penting untuk memastikan likuiditas yang lebih cair.

Lani Darmawan, Direktur Utama Bank CIMB Niaga, menyebut fokus banknya tahun ini adalah ekspansi sektor UMKM dan ritel untuk meningkatkan margin. Ia berharap penurunan suku bunga BI dapat mendorong permintaan kredit, meskipun dampaknya masih terlalu dini untuk diukur.

Meskipun penurunan suku bunga memberikan sentimen positif bagi saham perbankan, dampaknya terhadap kinerja keuangan bank diperkirakan baru terasa di kuartal II 2025.

Peta Persaingan Industri Bank Syariah Semakin Kompetitif

21 Jan 2025
Peta persaingan industri perbankan syariah diharapkan dapat semakin kompetitif seiring dengan terbentuknya bank syariah baru beraset besar. Saat ini terdapat dua unit usaha syariah perbankan yang telah memenuhi kriteria untuk membentuk bank umum syariah baru sehingga dapat meramaikan peta persaingan industri. Ekonom dan Direktur Eksekutif Segara Research Institute Piter Abdullah menilai, industri perbankan syariah membutuhkan penguatan struktur, antara lain dengan membentuk bank syariah baru yang besar. Hal ini penting dilakukan agar pangsa pasar perbankan syariah tidak dikuasai oleh segelintir bank syariah saja. ”Konsolidasi perbankan syariah selama ini, kan, agak mandek.Makanya, OJK harus memaksa bank-bank itu supaya mau melakukan merger,” ujar Piter saat dihubungi dari Jakarta, Senin (20/1/2024). Ketentuan mengenai merger bank syariah tersebut diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 12 Tahun 2023 tentang Unit Usaha Syariah (UUS). Regulasi ini mengatur pemisahan wajib dilakukan bagi UUS dengan nilai aset 50 persen dari total aset bank konvensional induk dan/atau jumlah aset UUS paling sedikit Rp 50 triliun.

Berdasarkan ketentuan tersebut, terdapat dua UUS perbankan yang masuk dalam kriteria wajib melakukan pemisahan (spin-off), yakni UUS milik PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN dan PT Bank CIMB Niaga Tbk. Merujuk pada laporan keuangan pada triwulan III-2024, aset UUS BTN tercatat Rp 57,7 triliun, sedangkan aset UUS CIMB Niaga sebesar Rp 65,99 triliun. BTN mengumumkan telah memulai tahapan akuisisi terhadap PT Bank Victoria Syariah senilai Rp 1,06 triliun. Hal ini terjadi setelah BTN menandatangani perjanjian jual beli bersyarat (conditional sales purchase agreement/CSPA) dengan para pihak pemegang saham Bank Victoria Syariah pada 15 Januari 2025. Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu dalam siaran persnya mengatakan, aksi korporasi ini merupakan bagian dari rencana BTN untuk membentuk bank umum syariah melalui strategi anorganik. Setelah mendapatkan persetujuan dari regulator, BTN akan memisahkan UUS BTN (BTN Syariah) dan mengintegrasikannya ke dalam Bank Victoria Syariah. (Yoga)

Maju Mundur KKP Bongkar Pagar Laut di Perairan Tangerang

21 Jan 2025
Pagar laut di kawasan Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang Banten sedang dilakukan pembongkaran oleh TNI AL. Pembongkaran tersebut dipimpin oleh Komandan Pangkalan Utama AL (Danlantamal) III Jakarta Brigjen TNI Harry Indarto. Dilansir dari Antara, puluhan kapal TNI AL dan nelayan merobohkan pagar yang ada di kawasan Tanjung Pasir tersebut. Cara lain juga dilakukan untuk membongkar pagar-pagar yang terbuat dari bambu tersebut, yakni mengikat dengan tali yang kemudian ditarik oleh kapal sampai roboh. Soal Pagar Laut Ilegal di Pesisir Tangerang, DPD dan DPR Bilang Begini Sebelumnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengaku masih mendiskusikan solusi terkait pembongkaran pagar tersebut. Untuk waktu pembongkaran pagar yang terbuat dari bambu berlapis dengan kedalaman variatif itu, KKP masih berkoordinasi dengan sejumlah pihak.

"Mungkin 1-2 hari ini ada solusi kapan ada pembongkaran itu dimulai," ujar Direktur Pengawasan Sumber Daya Perikanan KKP Halid Yusuf saat meninjau pagar laut di Pulau Cangkir, Kronjo, Kabupaten Tangerang, Rabu 15 Januari 2025.  DPR De sak Pemerintah Tangkap Beking Pemasang Pagar Laut di Tangerang, Tak Cukup Hanya Disegel Halid mengatakan, masalah pagar laut yang tertanam memanjang puluhan kilometer itu bukan hanya kewenangan jawab KKP, namun juga secara simultan tanggung jawab kementerian terkait, seperti Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian ATR/BPN dan Kementerian Perekonomian. "Untuk itu kami perlu berkoordinasi apa langkah selanjutnya," katanya.  

Halid menyebut bahwa pihak KKP telah menyegel pagar laut di sepanjang pesisir utara Kabupaten Tangerang itu karena sudah dipastikan tidak berizin alias ilegal. KKP menurut Halid belum memutuskan hal teknis untuk pembongkaran pagar misal menggunakan alat berat atau akan melibatkan masyarakat untuk mencabut secara mandiri pagar laut tersebut.   Halid mengatakan, untuk mengungkap dan mengetahui siapa yang harus bertanggung jawab dalam kasus ini, pihaknya terus melakukan investigasi mendalam.  "Jelas ini manusia menggunakan tangan-tangannya. Ada langkah investigatif yang tengah kami lakukan apakah itu di masyarakat, lembaga sosial, ataupun pihak-pihak lain yang merasa bertanggung jawab atas pemagaran tersebut. Kami akan melihat reaksi seperti apa yang akan muncul," ujarnya pada Rabu, 15 Januari 2025 seperti dikutip dari Antara. (Yetede)


Kementerian Lingkungan Hidup Meluncurkan Perdagangan Karbon Internasional Perdana untuk Pasar Wajib

21 Jan 2025
HARI ini, 20 Januari 2025, menjadi hari bersejarah dalam mitigasi krisis iklim di Indonesia. Kementerian Lingkungan Hidup meluncurkan perdagangan karbon internasional perdana untuk pasar wajib. Presiden Prabowo Subianto langsung tancap target bisa menjual US$ 65 miliar atau Rp 1.000 triliun pada 2028 dari penjualan kredit emisi karbon berbagai proyek. Penasihat Prabowo untuk kebijakan iklim, Ferry Latuhihin, mengatakan proyek-proyek untuk menghasilkan kredit karbon yang bisa dijual secara internasional mencakup pelestarian hutan, reboisasi, serta penanaman kembali lahan gambut dan bakau. Jika target ini terwujud, Indonesia, sebagai salah satu dari sepuluh penghasil emisi terbesar di dunia, berpotensi mencapai target netralitas karbon pada 2060. Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurrofiq mengatakan perdagangan karbon di bursa karbon sebagai wujud komitmen Indonesia terhadap Perjanjian Paris 2015.

Kesepakatan 197 negara, termasuk Indonesia, bersama-sama menurunkan emisi karbon global sebanyak 45 persen dari 53 miliar ton emisi setara CO2 pada 20130. Waktu itu, Indonesia memasang target bisa menurunkan emisi 26 persen dengan usaha sendiri dan 41 persen dengan bantuan internasional. Jumlah emisi memakai perhitungan standar 2010 sebesar 2,87 miliar ton pada 2030. Kini target penurunan emisi untuk mencegah pemanasan global Indonesia menjadi 31,89 persen dengan upaya sendiri dan 43,2 persen dengan dukungan internasional. Menurut Hanif, perdagangan karbon Indonesia sudah lama dinantikan banyak negara. "Momen launching perdagangan karbon luar negeri ini merupakan salah satu milestone terbesar dalam penyelenggaraan perdagangan karbon luar negeri di Indonesia," kata Hanif kepada Tempo, Ahad, 19 Januari 2025. Ia juga menilai momen ini sebagai bentuk penguatan untuk mendorong 2nd Nationally Determined Contributions (NDCs) yang akan diajukan ke Perserikatan Bangsa-Bangsa pada pertengahan Februari 2025. (Yetede)

Bursa Karbon Bidik Transaksi 750 Ribu Ton tCO2e dan Pengguna Jasa pada 2025

21 Jan 2025
Bursa karbon atau IDX Carbon membidik volume akan menjadi   transaksi perdagangan karbon mencapai  750 ribu ton karbon dioksida (tCO2e) dan 200 pengguna jasa pada 2025. target ini tergolong konservatif dibandingkan realisasi sejak Bursa karbon diluncurkan. Direktur Utama BEI Iman Rachman membeberkan bahwa volume transaksi perdagangan karbon terhitung sejak 26 September 2023 sampai 17 Januari 2024 telah mencapai 1,131 juta tCO2e dengan nilai transaksi sebesar Rp58,86 miliar. "Tahun ini, target total volume transaksi sebanyak 500-700 ribu tCO2e (di pasar domestik dan pasar internasional)," ungkap Iman. Menurut Iman, target tersebut tergolong konservatif, namun realistis untuk mendukung pasar domestik dan internasional. "Kami optimistis, perdagangan karbon akan menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus mendukung agenda berkelanjutam," ujar Iman. Pada debut perdagangan karbon internasional perdana diresmikan, Senin (20/02/2025), IDC Carbon membukukan transaksi awal sebesar 41.822 tCO2e, dengan jumlah sembilan pembeli dan lima proyek karbon terdaftar. Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq yang turut hadir dalam peresmian perdagangan karbon luar negeri merupakan wujud komitmen Indonesia terhadap Perjanjian Paris (Paris Agreement) dan target menekana emisi global. (Yetede)