Ekonomi
( 40554 )Jetway Borong Saham Bank Artos
Jetway Wealth Management Ltd telah menyerap
sebanyak 531,95 juta saham baru yang diterbitkan oleh PT Bank Artos Indonesia
Tbk (ARTO).
Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) terkait kepemilikan efek emiten di atas 5% per 8 April 2020, Jetway Wealth Management tercatat menguasai 5,08% saham,
Setelah rights issue, kini total jumlah saham Bank Artos yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) bertambah menjadi 10,84 miliar saham. Sehingga perseroan meraih dana segar sekitar Rp 1,34 triliun. Bank Artos berencana untuk menggunakan 90% dana hasil rights issue untuk penyaluran kredit. Lalu, sekitar 5% akan digunakan untuk investasi infrastruktur di bidang teknologi informasi. Sisanya 5% untuk investasi pada infrastrukur jaringan kantor.
Seperti diketahui, pemegang saham Utama Bank Artos yakin yakni PT Metamorphosis Ekosistem Indonesia (MEI) yang didirikan oleh bankir senior Jerry Ng dan Wealth Track Technology Ltd (WTT) yang merupakan kendaraan investasi Patrick Walujo berharap Bank Artos berkembang menjadi bank digital pada masa mendatang.
Berdasarkan penelusuran Investor Daily pada data Accounting and Corporate Regulatory Authority (ACRA) Singapura, terdapat keterkaitan antara Jetway Wealth Management dengan DKatalis Pte Ltd. Dengan tiga orang berkewarganegaraan Singapura yang menempati kursi direksi DKatalis yakni Chan Huimin, Chen Lanjie, dan Florence Tan Suk Phern. Berdasarkan laman resmi perseroan, DKatalis menjabarkan diri sebagai entitas yang berkolaborasi dengan Gojek melalui akses layanan keuangan digital secara komprehensif.
Namun Saat dihubungi Investor Daily pada Minggu (12/4) terkait hal ini, Komisaris Utama Bank Artos Jerry Ng enggan berkomentar lebih jauh terkait potensi kerja sama strategis antara Bank Artos dengan Dkatalis
Harga Tiket Pesawat Berpotensi Naik Dua Kali Lipat
Kementerian Perhubungan bakal menaikkan tarif batas atas (TBA) dan tarif batas bawah (TBB) tiket pesawat. Kebijakan ini dibuat menyusul pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di sejumlah wilayah. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto mengatakan revisi tarif batas tiket pesawat dilandaskan pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi untuk Mencegah Penyebaran Corona, yang menyebutkan jumlah penumpang selama PSBB akan dibatasi paling banyak 50 persen dari kapasitas tempat duduk.
Kementerian Perhubungan tengah mengkaji ulang pemberian stimulus untuk maskapai penerbangan, pengelola bandar udara, hingga lembaga navigasi yang tersungkur akibat virus corona. Pemerintah akan memprioritaskan pemberian bantuan kepada maskapai penerbangan nasional dan badan usaha yang beroperasi di wilayah domestik.
Insentif lain yang juga diusulkan kepada Kementerian Koordinator Perekonomian ialah pelonggaran penundaan biaya pajak pertambahan nilai (PPn) dan pajak pertambahan hasil (PPh). Ketua Umum Indonesia National Air Carrier Association (INACA) Denon Prawiraatmadja menyatakan insentif dari pemerintah sangat dinanti di tengah lesunya industri penerbangan.
Pendiri AirAsia, Tony Fernandes, mengatakan 96 persen pesawatnya tak terbang. Namun, perusahaan masih memiliki komitmen finansial yang harus dipenuhi, seperti kepada pemasok bahan bakar dan agen penyewaan pesawat. Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra dan Corporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang Mandala Prihartono menyatakan sedang menunggu kepastian aturan mengenai kenaikan tarif tiket pesawat.
Kebijakan pemerintah ini dinilai tepat terutama menjelang hari raya yang dikhawatirkan akan terjadi peningkatan pergerakan masyarakat untuk mudik.
Penjualan Industri Plastik Anjlok 30 persen
Asosiasi Industri Olefin, Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) belum merevisi target pertumbuhan tahun ini sebesar 5,2%, dibandingkan 2019 sebanyak 5,9 juta ton meskipun penjualan industri plastik turun 30% selama Maret 2020, dibandingkan bulan sama tahun lalu, seiring wabah virus corona (Covid-19) di Indonesia.
Sekjen Inaplas Fajar Budiono mengatakan, pandemi corona membuat permintaan lesu, karena menurunnya daya beli masyarakat. Namun, untuk barang tertentu seperti styrofoam sudah mulai banyak yang keluar dari gudang. Ia menerangkan, sekitar 10-20% karyawan kontrak di industri plastik sudah dirumahkan atau tidak diperpanjang kontraknya. Adapun karyawan tetap belum ada yang dirumahkan namun jika kondisi ini berlanjut dan mesin makin banyak yang mati, jumlah karyawan kontrak yang tidak diperpanjang kontraknya bisa lebih banyak
Namun Fajar tetap optimistis permintaan akan kembali meningkat jika pemerintah mengeluarkan kebijakan isolasi lokal karena masyarakat tetap membutuhkan makan dan minuman (mamin), saat ini industri mamin merupakan konsumen terbesar plastik.
Di sisi lain, Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih menerangkan pandemi Covid-19 berpengaruh sangat besar ke industri kecil dan menengah (IKM) sektor makanan, yang membutuhkan dukungan pasokan bahan baku untuk dapat terus beroperasi. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian (Kemenperin), pasokan bahan baku IKM makanan sulit didapat dan harganya melambung.
Program Pra-Kerja Bidik Buruh yang Terkena Dampak Wabah
Program Pra-Kerja yang awalnya terbatas di sejumlah wilayah kini terbuka untuk peserta di seluruh Indonesia. Pemerintah mengubah akses pelatihan tatap muka menjadi online.
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartanto menuturkan, meski sifat pelatihan terbuka, tetapi program hanya berlaku untuk warga negara Indonesia berusia minimal 18 tahun dan tidak sedang menempuh pendidikan serta belum bekerja, atau pekerja yang dirumahkan atau kehilangan pekerjaan akibat Covid-19.
Pendaftaran program ini telah dibuka sejak 11 April 2020 dan terbagi menjadi 30 gelombang, dengan total target peserta sebanyak 5,6 juta orang. Proses seleksi akan mengandalkan basis data dari Kementerian Tenaga Kerja, BP Jamsostek, hingga Kementerian Sosial.
Peserta yang terpilih mengikuti program Pra-Kerja akan menerima dana untuk membeli modul pelatihan. Bahan pelatihan dapat diakses di sejumlah platform, seperti Tokopedia, Bukalapak, Skill Academy by Ruangguru, MauBelajarApa, HarukaEdu, PijarMahir, Sekolah.mu, dan Sisnaker. Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 20 triliun untuk program ini, dan akan disalurkan melalui mitra pembiayaan yang telah digandeng pemerintah.
Namun, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance, Bhima Yudhistira, menilai program ini tak tepat untuk menanggulangi PHK akibat Covid-19. Bhima melihat, masyarakat yang ekonominya tertekan akibat Covid-19 lebih butuh bantuan tunai untuk bisa makan, ketimbang mendapat pelatihan. Dia khawatir masyarakat juga kesusahan bisa mendaftar dan mengikuti pelatihan karena semuanya serba online.
Izin Impor Bahan Baku Masih Seret
Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia, Subandi, berharap pemerintah kembali melonggarkan impor untuk pasokan bahan baku industri makanan dan minuman dalam negeri di tengah pandemi Covid-19.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi), Adhi Lukman, memperkirakan industri berpotensi kekurangan bahan baku, khususnya garam, gula, dan daging pada Juni mendatang atau setelah Lebaran berakhir.
Wakil Ketua Umum Gapmmi Rachmat Hidayat dan Direktur Jenderal Industri Kecil-Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih mengatakan selain kesulitan mendapatkan bahan baku impor, pengusaha juga dipusingkan oleh fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS), dan memerlukan relaksasi untuk komoditas lain, misalnya susu dan turunannya, kedelai, serta daging.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Suhanto, mengatakan harga rata-rata nasional barang kebutuhan pokok saat ini umumnya relatif stabil dibanding bulan lalu, tetapi diperkirakan akan masih ada harga komoditas yang naik.
Mengencangkan Ikat Pinggang di Tengah Pandemi
Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia Dody Dalimunthe, mengatakan sebagian besar tertanggung asuransi terkena dampak penyebaran Covid-19, yang mengakibatkan kegiatan usaha dan pendapatannya menurun, menyebabkan kemampuan untuk membayar premi asuransi juga berkurang.
Perpanjangan maksimal waktu pembayaran premi yang diberikan adalah empat bulan, untuk tagihan premi yang jatuh tempo setelah Januari 2020. Industri juga tetap menjalankan bisnis seperti biasa, tak terkecuali pemenuhan kewajiban pembayaran klaim.
Direktur Utama BCA Finance Roni Haslim mengatakan permohonan penundaan pembayaran dari nasabah melonjak. Industri pembiayaan juga melakukan penyesuaian termasuk merevisi target penyaluran pembiayaan secara online.
Industri pinjam-meminjam berbasis teknologi (fintech peer-to-peer lending) berstrategi dengan cara mengoptimalkan kolaborasi dengan platform e-commerce untuk menjaring calon borrower potensial, dikarenakan transaksi bisnis melalui e-commerce melonjak signifikan.
Kepala Bidang Kelembagaan dan Humas Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia, Tumbur Pardede, menuturkan siasat lain yang dilakukan perusahaan fintech lending adalah mengubah target sasaran penerima peminjam, di antaranya sektor yang bergerak di bidang kesehatan, pertanian, maupun perdagangan besar dan eceran.
2020 Belanja Teknologi bakal anjlok
Sejak Maret 2020, International Data Corporation (IDC) International memproyeksikan pandemi corona bakal membuat anjlok belanja korporasi untuk keperluan teknologi informasi (TI) di kawasan Asia Pasifik dari 5,2% menjadi 1,2% pada 2020 dari tahun sebelumnya dan diperkirakan bisa makin tajam sepanjang tahun ini.
Menanggapi proyeksi tersebut, Ketua Bidang Industri 4.0 Masyarakat Telematika (Mastel) Indonesia Teguh Prasetya memperkirakan belanja TI di Tanah Air tahun ini bisa anjlok hingga 0% dengan salah satu faktor utama penurunan tersebut adalah peralihan ke perangkat lunak komputasi awan (Cloud) yang dapat mengurangi anggaran korporasi hingga 80%.
Ketua umum Mastel Indonesia, Kristiono dan Direktur Eksekutif Information and Communication Technology (ICT) Institute Heru Sutadi menambahkan, meski permintaan dan konsumsi mengalami pertumbuhan sejak imbauan beraktivitas dari rumah namun tidak diiringi kenaikan daya beli akibat terganggunya dunia usaha dan produksi, dimana hal ini akan berdampak kepada kelangsungan bisnis vendor penyedia perangkat TI
Namun disisi lain, Kristiono juga berpendapat wabah COVID-19 justru akan mengakselerasi proses transformasi digital di banyak sektor dan berkontribusi pada penguatan industri TI nasional.
Dampak Pandemi di China Tekanan Ekspor Berlanjut
Ekonom senior Australia & New Zealand Banking Group Betty Wang, dilansir Bloomberg, Senin (13/4) mengatakan Kendati pulih dari wabah COVID-19, kontraksi perdagangan luar negeri China diperkirakan berlanjut dan tidak akan mengejutkan melihat ekspor China turun dua kali lipat pada kuartal kuartal II/2020 meskipun peningkatan pengiriman obat-obatan sedikit mengimbangi kerugian.
Hal senada diuatarakan Larry Hu dari Macquarie Group Ltd yang mengatakan pertumbuhan ekspor dapat turun lebih jauh pada April-Juni yang dapat membuat kinerja tahunan terjungkal 13% akibat langkah-langkah domestik untuk mengekang wabah. Ekonom UBS Ning Zhang juga memperkirakan ekspor menurun 20% antara April dan Juni dengan potensi resesi di AS, Eropa, Jepang, dan beberapa negara berkembang.
Wang menambahkan, permintaan global tertekan oleh langkah-langkah pencegahan penyebaran virus corona di berbagai negara utamanya pasar ekspor Utama China termasuk Uni Eropa dan AS yang diperkirakan akan merosot sedikitnya 10% pada Maret 2020.
Ironisnya, tepat ketika pasar luar negeri mereka tutup, menurut Kementerian Perdagangan China, mayoritas eksportir telah kembali ke kapasitas produksi 70% namun sayangnya pabrik-pabrik menghadapi banyak pembatalan pesanan.
Sementara itu, Dirjen WTO Roberto Azevedo dalam ke-terangan resmi pekan lalu. menyatakan 2020 bisa menjadi pukulan terbesar bagi perdagangan internasional sejak Depresi Besar atau the Great Depression pada 1930-an melebihi kemerosotan perdagangan yang terjadi saat krisis ?nansial global 2008-2009 dan melihat ekspektasi pemu-lihan pada 2021 sesungguhnya tidak pasti dengan hasil bergantung pada durasi wabah dan efektivitas respons kebijakan.
Di sisi lain, ia mengatakan jika negara-negara bekerja sama, pemulihan akan jauh lebih cepat ketimbang masing-masing negara bertindak sendiri, perdagangan akan menjadi unsur penting, bersama dengan kebijakan fiskal dan moneter.
KoinWorks Raih Pendanaan
Penyedia layanan fintech peer to peer (P2P) lending PT Lunaria Anua Teknologi atau KoinWorks meraih dana sebesar US$ 20 juta dalam bentuk ekuitas dan pendanaan pinjaman.
Melalui keterangan tertulis yang diterima Investor Daily, Senin (13/4) Executive Chairman and Co-Founder KoinWorks Willy Arifin menyebutkan dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan memfasilitasi penyaluran pembiayaan untuk mendukung UKM digital selama Covid-19 mewabah.
Masih berdasarkan keterangan Willy, dari sisi ekuitas, KoinWorks telah mengumumkan penerimaan pendanaannya dari investor seperti Quona Capital, EV Growth, dan Saison Capital, bersama dengan investor lainnya salah satunya perbankan global asal Belanda, yaitu Triodos Bank.
CEO and Co-Founder KoinWorks Benedicto Haryono menambahkan , investasi dari Tridos menunjukan kepercayaan diri atas kemampuan perseroan ketika kondisi perekonomian tengah bergejolak.
OVO Mitra Resmi Uang Eletronik Pekerja
Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra mengatakan, OVO terus berupaya sekuat tenaga untuk membantu pemerintah dalam mengatasi dampak pandemi Covid-19. OVO akan berperan untuk mendistribusikan dana bantuan pemerintah guna meningkatkan keterampilan dan daya saing tenaga kerja muda Indonesia setelah sebelumnya menjadi mitra resmi uang elektronik, bersama dengan bank badan usaha milik negara BNI, untuk Program Kartu Prakerja yang diluncur-kan pemerintah.
Sebelumnya, OVO telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman pada 20 Maret 2020 dengan Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari, turut hadir pada acara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Kepala Staf Presiden Moeldoko. Nota kesepahaman ditandatangani bersamaan dengan peluncuran situs resmi Kartu Prakerja, yakni prakerja.go.id.
Karaniya menjelaskan, sebagai mitra resmi pembayaran digital program Kartu Prakerja, OVO mendapatkan amanat untuk menyalurkan dana insentif senilai Rp 600.000 setiap bulan. Dana akan ditransfer dalam beberapa tahap selama empat bulan ke akun uang elektronik para peserta yang telah menyelesaikan pelatihan dalam program tersebut. Peserta akan memperoleh bantuan pelatihan senilai Rp 1 Juta untuk digunakan di platform digital mitra.Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









