Ekonomi
( 40554 )Dari Dagang hingga Pencak Silat
Upaya merawat hubungan diplomatik Indonesia – Mesir terus dilakukan termasuk bidang ekonomi dan budaya. Di bidang ekonomi, Indonesia rutin berpartisipasi pada pameran atau pameran tunggal di Kairo atau kota lain di Mesir agar masyarakat Mesir lebih mengenal produk Indonesia. Salah satunya internasional Food Africa pada 12-14 Desember 2021, dimana 12 perusahaan Indonesia, sebagian besar UMKM menawarkan produk, seperti rempah-rempah, kacang-kacangan, wafer, biskuit, keripik kulit ikan, bumbu masakan, bawang goreng, terasi, mi kuah taoco, tepung adonan untuk bakso, kopi, dan produk turunan sawit, dengan transaksi Rp 47 miliar untuk rempah-rempah dan kopi. Atase Perdagangan KBRI Kairo Irman Adi Purwanto Moefthi menuturkan, banyak buyer dari luar Kairo, seperti Alexandria, Damietta, Beni Suef, Suez, dan kota lain di Mesir. Menurut Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Kairo M Aji Surya, dalam 5 tahun terakhir total perdagangan bilateral 2 negara, 1,50 miliar dollar AS tahun 2021 dan 1,18 miliar dollar AS pada 2020. Di bidang budaya, Sekolah Indonesia Cairo (SIC) gandeng sekolah-sekolah international di Mesir menggelar perayaan ulang tahunnya ke-65, pada 26 Desember 2021. Dengan tema ”Merajut Persaudaraan Berbalut Budaya”, ditampilkan bazar makanan dan produk serta kerajinan tangan khas Indonesia. Turut digelar pula pementasan seni oleh pelajar SIC, seperti tari Papua, tari jaipong, tari tortor, simfoni kecapi, angklung, biola, piano, paduan suara, dan pencak silat. Dubes RI untuk Mesir Luthfi Rauf berharap pencak silat jadi olahraga yang diakui sebagai olahraga resmi Mesir. (Yoga)
Dana dan Infrastruktur untuk Hidupkan Seni
Waketu Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) Hikmat Darmawan mengatakan, dampak ekonomi akibat pandemi dapat berkepanjangan karena seniman dan pekerja seni kehilangan momen produksi hingga distribusi seni selama pandemi. Pelonggaran aktivitas masyarakat hingga media digital untuk distribusi seni tidak menutup kerugian ekonomi para seniman. Seniman dan pekerja seni butuh bantuan berupa stimulus ekonomi. Investasi untuk membangun ekosistem seni untuk beberapa tahun ke depan juga dibutuhkan.
Ketua Generasi Muda Budaya Betawi (GMBB) Ridwansyah mengatakan, selama pandemi, kegiatan sanggar seni dihentikan, juga membatalkan sejumlah acara kesenian yang membuat kehilangan kesempatan pentas dan memperoleh pendapatan. GMBB tidak punya uang kas untuk memenuhi kebutuhan sanggar selama pandemi.
Menurut Manajer Advokasi Koalisi Seni Hafez Gumay, upaya menghidupkan ekosistem seni mesti segera dilakukan. Selama ini, pendanaan bidang seni datang dari swasta, namun macet selama pandemi. Ia berharap dana abadi kebudayaan dari pemerintah dapat segera digunakan. Sebelumnya, dana abadi kebudayaan 5 triliun ditargetkan digunakan pada 2022, berasal dari pengembangan anggaran pemerintah.
Pengadaan dana abadi kebudayaan merupakan amanat UU No 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Kemendikbudristek juga memberi dana hibah individu atau kelompok kebudayaan melalui program Fasilitasi Bidang Kebudayaan (FBK) yang ditujukan untuk dokumentasi karya/pengetahuan maestro, penciptaan karya kreatif inovatif, dan pendayagunaan ruang public, sebesar Rp 76 miliar. (Yoga)
Uji Ketahanan Manufaktur
Ketidakpastian global akibat varian baru Omicron, rencana tapering off Bank Sentral Amerika Serikat, dan gangguan rantai pasok kembali menguji resiliensi industri pada tahun 2022. Purchasing Managers’ Index (PMI Manufaktur) oleh IHS Markit memantul ke zona ekspansif, sektor manufaktur berkontribusi terbesar, 77,16 % total nilai ekspor nasional Januari-Oktober 2021 mencapai 186,32 miliar dollar AS.
Faktor penentu daya lenting manufaktur 2021, Pertama, pemberlakukan Izin Operasional Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI), yang mengatur industri bisa melakukan kegiatan terbatas di tengah pandemi dengan prokes ketat. Kedua, diskon PPnBM Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) 100 % untuk kendaraan bermotor tertentu. Penjualan mobil naik signifikan sejak diterapkan Maret 2021. Ketiga, disrupsi rantai pasok dunia berbulan-bulan. Suplai bahan baku impor yang terhambat membuat industri hilir berpaling ke produsen lokal untuk bahan baku. Meski daya lenting sektor manufaktur teruji melewati tahun berat, ketidakpastian membayang, karena pandemi belum usai, terutama setelah merebaknya varian baru Omicron yang sudah masuk Indonesia dan di level global menyebabkan lonjakan kasus tinggi. Industri manufaktur juga dihantui rencana Bank Sentral AS (The Fed) melakukan tapering off atau kurangi stimulus moneternya, berpotensi melemahkan nilai tukar rupiah, dan memberatkan industri yang bergantung bahan baku impor, khususnya yang berorientasi pasar domestik. Imbasnya biaya produksi yang bertambah, bisa menekan daya saing ekspor. Harga pengiriman kargo (freight cost) ekspor melonjak hingga ratusan % dan domestik puluhan %. Penguatan struktur industri dalam negeri terukur diperlukan untuk mengurangi ketergantungan bahan baku impor, tanpa bersikap protektif dan menutup diri. (Yoga)
Target Produksi Garam Rakyat 1,5 Juta Ton pada 2022
Pemerintah targetkan produksi garam rakyat 1,5 juta ton tahun 2022 didasarkan rendahnya produksi tahun 2021, impor garam direncanakan 2,9 juta ton. Berdasar data KKP, produksi garam nasional 2021 berkisar 1,3 juta ton atau 61,9 % target produksi 2,1 juta ton. Rendahnya produksi dipicu musim kemarau basah.
Direktur Jasa Kelautan KKP Miftahul Huda mengemukakan, musim kemarau basah diprediksi berlanjut pada 2022 membuat produksi garam rakyat tidak optimal. Produksi garam rakyat yang ditargetkan sebesar 1,5 juta ton tahun ini dan stok garam sisa produksi tahun lalu 430.000 ton akan difokuskan memenuhi kebutuhan garam konsumsi, industri, dan industri aneka pangan. Di sisi lain, petambak terpukul harga jual garam tak menentu. Pihaknya berharap impor garam tak mengalir di masa panen raya garam hingga 2 bulan setelah masa panen, yakni Juli 2022-Januari 2023, supaya tak gerus serapan garam rakyat dan memukul harga garam rakyat.
Ketua Himpunan Masyarakat Petambak Garam (HMPG) Jatim Mohammad Hasan memproyeksikan produksi garam rakyat membaik tahun ini mendekati 3 juta ton seperti 2019. Anomali cuaca 2021 menyebabkan produksi garam Jatim hanya 450.000 ton, turun 50 % dibanding tahun sebelumnya, namun, harga garam di tingkat petambak naik dari Rp 400 per kg jadi Rp 800 per kg, harga eceran garam Rp 1.200 per kg. Ia berharap pemerintah merealisasikan janji memasukkan garam sebagai barang kebutuhan pokok serta menetapkan harga pokok pembelian, harga garam stabil akan memacu produksi. (Yoga)
Presidensi G-20:Bukan Sekadar Giliran
Pertama kalinya Indonesia memegang presidensi G-20. Setiap tahun, salah satu negara anggota dapat giliran mengemban tugas presidensi G-20. Terbentuknya G-20 tak terlepas dari krisis keuangan global 1998 yang berimbas ke banyak negara, terutama Asia, beranggotakan 19 negara dengan produk domestik bruto terbesar dan Uni Eropa. Mengutip situs Kemenkeu, keanggotaan Indonesia dalam G-20 mewakili kawasan Asia Tenggara dan dunia Islam.
Secara kolektif G-20 merupakan representasi 85 % perekonomian dunia, 80 % investasi global, serta 75 % perdagangan internasional. Penetapan Indonesia sebagai presidensi G-20 tahun 2022 dilakukan pada KTT Ke-15 G-20 di Riyadh, Arab Saudi (22/11/20). Serah terima presidensi G-20 dari Italia ke Indonesia dilakukan pada KTT G-20 di Roma, Italia (31/10/21).
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Pertemuan Pertama Tingkat Sherpa G-20 berkata, selaku presidensi G-20, Indonesia ajak dunia mencapai pemulihan ekonomi secara inklusif dan berkelanjutan. Manfaat yang dirasakan Indonesia selama presidensi G-20 adalah keterlibatan dan peran lebih besar dalam menentukan arah kebijakan global ke depan. Jika semua rencana dan agenda G-20 di bawah presidensi Indonesia berjalan lancar dan sesuai rencana, posisi Indonesia sebagai pengarah kebijakan ekonomi global semakin strategis. (Yoga)
Digital Futures Bakal Jadi Penyelenggara Bursa Kripto
Rencana Pemerintah mendirikan bursa kripto harus tertunda. Jika semula, bursa kripto ditargetkan beroperasi akhir 2021, akhirnya rencana tersebut mundur menjadi kuartal I-2022. Nantinya bursa kripto dlluncurkan melalui PT Digital Futures Exchange (DFX). "Selanjutnya, sesuai Perba No 8 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Fisik Aset Kripto, maka DFX harus melengkapi syarat sebagai bursa kripto dan diharapkan kuartal I-2022 bisa segera terwujud.," kata Kepala Biro Pembinaan Dan Pembinaan Pasar Kementerian Perdagangan Tirta Firma Senjaya pada KONTAN, Selasa (4/1). Proses finaslisasi DFX sebagai bursa kripto tengah dilakukan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka dan Berkomoditi (Bappedti) Jika proses finalisasi selesai dan persyaratan terpenuhi, Bappebti akan memberikan persetujuan sebagai bursa kripto. "Bappebti memisahkan transaki aset kripto dari komoditas, walaupun kripto masuk komoditas, adalah sebagai bentuk untuk menghindari peretasan," kata Tirta(Yetede)
Inflasi Bisa Gerus Daya Beli
Badan Pusat Statistik (BPS) (3/1/22), merilis tingkat inflasi Desember 2021 mencapai 0,57 % dan 1,87 % sepanjang 2021. Kontribusi inflasi terbesar dari kenaikan harga komoditas makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi 1,61 % dengan andil 0,41 %. Komoditas yang dominan adalah cabai rawit, minyak goreng, dan telur ayam ras. Juga daging ayam ras dan cabai merah, tercermin dari inflasi bahan makanan 2,15 %. ”Meningkatnya inflasi komponen inti mengindikasikan daya beli masyarakat menggeliat,” kata Kepala BPS Margo Yuwono.
Kepala Departemen Riset Industri dan Regional Kantor Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, mengatakan perbaikan daya beli semakin tertekan jika pemerintah menerapkan sejumlah kebijakan di sektor perpajakan dan energi, antara lain kenaikan tarif listrik dan elpiji nonsubsidi, pengalihan penggunaan bahan bakar minyak lebih ramah lingkungan, serta pengenaan pajak karbon dan kenaikan PPN. Menurut Ketua Asosiasi Hortikultura Nasional Anton Muslim Arbi, kenaikan harga komoditas hortikultura pada akhir tahun dinikmati petani meski berarti terjadi inflasi, namun musiman,misalnya beberapa bulan lalu harga cabai anjlok. (Yoga)
Defisit Anggaran 2021 di Bawah Proyeksi
Realisasi defisit APBN 2021 tercatat lebih rendah dari proyeksi semula, karena meningkatnya penerimaan negara seiring melonjaknya harga sejumlah komoditas ekspor Indonesia. Berdasar data Kemenkeu, realisasi defisit APBN 2021 sebesar Rp 783,7 triliun, 4,65 % PDB, lebih rendah dari proyeksi defisit APBN 2021 sebesar 5,7 % PDB.
Menkeu Sri Mulyani (3/1/2022) berkata, pendapatan negara per Desember 2021, Rp 2.003,1 triliun dan belanja negara Rp 2.786,8 triliun, dibanding Desember 2020, pendapatan negara naik 21,6 % dan belanja negara naik 7,4 %. Dalam APBN 2022, defisit anggaran diproyeksikan 4% PDB, pada 2023, defisit anggaran diharap kembali di bawah 3 % PDB. Proyeksi defisit APBN 2022 belum pertimbangkan penerapan UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan yang berpotensi memberi tambahan penerimaan dan pemulihan ekonomi 2021 yang berdampak positif di berbagai sektor. Kebijakan fiskal yang berpotensi mendorong penerimaan negara tahun ini ialah implementasi program pengungkapan sukarela WP sejak 1 Januari hingga 30 Juni 2022. (Yoga)
Bantuan untuk Nelayan Belum Efektif Dorong Produksi
Dari data KKP, skema bantuan nelayan dan pembudidaya ikan yaitu, 75 unit kapal ukuran 5 gros ton, 1.000 unit alat penangkapan ikan, dan fasilitas jaminan hari tua untuk 1.000 nelayan, 151,9 juta ekor benih ikan, indukan 102.500 ekor, 319 unit bioflok, 35 unit ekskavator, dan 300 unit mesin pembeku (chest freezer), bantuan usaha kecil itu seiring rencana pemerintah membuka sistem kontrak penangkapan ikan bagi investor dalam dan luar negeri mulai 2022.
Kornas Destructive Fishing Watch Mohammad Abdi Suhufan menilai, bantuan untuk koperasi atau kelompok nelayan kecil kurang efektif mendorong produktivitas, karena bantuan salah sasaran dan minimnya pendampingan usaha. Pemerintah menyediakan skema KUR dan kredit usaha melalui Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP), namun belum sepenuhnya dijangkau pelaku usaha, koperasi, dan nelayan.
Kepala Biro Perencanaan KKP Ishartini mengemukakan, KKP akan menyalurkan bantuan pemerintah tahun ini untuk dorong produktivitas nelayan, pembudidaya, hingga petambak garam. (Yoga)
Ekosistem Digital, Prospek Kripto, NFT & Metaverse Pada 2022
Sejumlah katalis menggerakkan kinerja dan popularitas aset kripto dan NFT pada 2022, termasuk berkembangnya ekosistem Metaware. Pandemi Covid-19 tahun ke 2 membuat meroketnya aset kripto, meningkatnya popularitas NFT hingga Metaverse. Bitcoin merupakan aset kripto terpopuler, 11 Oktober 2021 harga bitcoin menembus level tertinggi USD 67.778, tapi dipenghujung 2021 harga Bitcoin turun ke USD 46.700 atau terendah sepanjang kuartal IV 2021, dan berlanjut awal tahun ini hingga Januari 2022. Ethereum diprediksi memiliki kinerja lebih baik, kinerja year to date naik 1,43 % per 3 januari 2022, walau pergerakannya sejalan Bitcoin, pelemahannya tak sedalam Bitcoin, karena adopsi blockchain Ethereum oleh sejumlah perusahaan teknologi keuangan dan NFT di dunia seni dan game. Tahun ini Bitcoin makin mainstream, El Salvador menjadikannya alat pembayaran yang sah, negara lain pasti menyusul. Bitcoin juga sudah digunakan sebagai devisa negara dan masuknya institusi investor, dimana jika harga turun institusi akan memborong, lama-lama suplai Bitcoin menipis kata CEO Indodax Oscar Darmawan. Tahun ini muncul metaverse yang popular karena Fb membuat orang hidup di dunia maya dan NFT, dimana semahal apapun aset digital NFT hanya berguna di dunia digital. COO Tokocryto Teguh Kurniawan Harmada optimis investasi aset kripto di Indonesia akan bergeliat apalagi jika Bapepti berhasil meluncurkan bursa kripto paling lambat awal 2022. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









