Inflasi Bisa Gerus Daya Beli
Badan Pusat Statistik (BPS) (3/1/22), merilis tingkat inflasi Desember 2021 mencapai 0,57 % dan 1,87 % sepanjang 2021. Kontribusi inflasi terbesar dari kenaikan harga komoditas makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi 1,61 % dengan andil 0,41 %. Komoditas yang dominan adalah cabai rawit, minyak goreng, dan telur ayam ras. Juga daging ayam ras dan cabai merah, tercermin dari inflasi bahan makanan 2,15 %. ”Meningkatnya inflasi komponen inti mengindikasikan daya beli masyarakat menggeliat,” kata Kepala BPS Margo Yuwono.
Kepala Departemen Riset Industri dan Regional Kantor Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, mengatakan perbaikan daya beli semakin tertekan jika pemerintah menerapkan sejumlah kebijakan di sektor perpajakan dan energi, antara lain kenaikan tarif listrik dan elpiji nonsubsidi, pengalihan penggunaan bahan bakar minyak lebih ramah lingkungan, serta pengenaan pajak karbon dan kenaikan PPN. Menurut Ketua Asosiasi Hortikultura Nasional Anton Muslim Arbi, kenaikan harga komoditas hortikultura pada akhir tahun dinikmati petani meski berarti terjadi inflasi, namun musiman,misalnya beberapa bulan lalu harga cabai anjlok. (Yoga)
Tags :
#InflasiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023