Defisit Anggaran 2021 di Bawah Proyeksi
Realisasi defisit APBN 2021 tercatat lebih rendah dari proyeksi semula, karena meningkatnya penerimaan negara seiring melonjaknya harga sejumlah komoditas ekspor Indonesia. Berdasar data Kemenkeu, realisasi defisit APBN 2021 sebesar Rp 783,7 triliun, 4,65 % PDB, lebih rendah dari proyeksi defisit APBN 2021 sebesar 5,7 % PDB.
Menkeu Sri Mulyani (3/1/2022) berkata, pendapatan negara per Desember 2021, Rp 2.003,1 triliun dan belanja negara Rp 2.786,8 triliun, dibanding Desember 2020, pendapatan negara naik 21,6 % dan belanja negara naik 7,4 %. Dalam APBN 2022, defisit anggaran diproyeksikan 4% PDB, pada 2023, defisit anggaran diharap kembali di bawah 3 % PDB. Proyeksi defisit APBN 2022 belum pertimbangkan penerapan UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan yang berpotensi memberi tambahan penerimaan dan pemulihan ekonomi 2021 yang berdampak positif di berbagai sektor. Kebijakan fiskal yang berpotensi mendorong penerimaan negara tahun ini ialah implementasi program pengungkapan sukarela WP sejak 1 Januari hingga 30 Juni 2022. (Yoga)
Tags :
#DefisitPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023